Very Recent Posts

01 Juli, 2022

Program 'Halo Dokter' Semoga Memudahkan Perawatan Jamaah Haji

Program 'Halo Dokter' Semoga Memudahkan Perawatan Jamaah Haji



Foto Google

SEBUAH berita berjudul Arab Saudi Luncurkan Layanan ‘Halo Dokter’ untuk Jamaah Haji yang diposting di laman hajinews.id pada hari Kamis (30/06/2022) kemarin tentu melegakan hati jamaah haji yang saat ini tengah menunaikan rukun Islam kelima itu di Tanah Suci. Termasuk jamaah haji Indonesia. Bahkan keluarga jamaah yang berada di Tanah Air pun akan ikut senang dengan kebijakan itu. 

Seperti dijelaskan hajinews.id bahwa Menteri Kesehatan Saudi, Fahad Al-Jalajel meluncurkan layanan “halo dokter,” sebagai usaha memudahkan memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji tahun ini. Disebutkan, program itu bekerja sama dengan Arab Saudi Telecommunications Co. Harapannya, program ini akan memungkinkan praktisi medis untuk merawat jamaah haji secara virtual yang mencakup layanan inspeksi, diagnosis, dan pencairan obat-obatan.

Kebijakan ini tentu saja tidak terlepas dengan kebiajakan Pemerintah Arab Saudi dalam usaha memberikan pelayanan kesehatan yang memberi kemudahan kepada jamaah haji. Dikatakan berita tesebut bahwa Menteri Kesehatan Arab Saudi berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mengambil kebijakan ini.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi tentu saja mempersiapkan dengan cermat untuk perawatan medis di tempat-tempat suci khususnya selama pelaksanaan haji ini. Dijelaskan, termasuk beberapa rumah sakit dan pusat kesehatan, yang dilengkapi dengan ambulans di bawah pengawasan personel yang berpengalaman untuk pelaksanaan program ini. Rumah Sakit Virtual Seha, ini menyediakan akses 24 jam untuk rontgen. Konon juga dapat menangani pasien stroke dan situasi medis darurat lainnya. Yang pasti, dokter dapat berkomunikasi langsung dengan pasien dan memeriksa semua biomarker.

Harapan jamaah haji dan tentu juga harapan kita semua semoga program Halo Dokter ini benar-benar dapat dirasakan manfaat kemudahannya oleh para jamaah haji. Kita doakan semoga semuanya berjalan sesuai rencana dan mendapat ridho dari Allah Swat.***

30 Juni, 2022

Melihat Pelaksanaan Manasik Gladi Posko JCH Karimun (tiga seri)*

Melihat Pelaksanaan Manasik Gladi Posko JCH Karimun (tiga seri)*


Catatan M. Rasyid Nur
1)
SETELAH dua tahun, tahun (1443) inilah kembali Pemerintah Indonesia mengirimkan JCH (Jamaah Calon Haji) ke Tanah Suci. Setiap daerah (provinsi/ kabupaten) mendapatkan jatah sesuai porsi seat yang ditentukan oleh Siskohaj. Sesuai dengan masa tunggu pendaftaran masing-masing calon. Nama-nama yang saat ini ada itulah nama-nama JCH yang akan berangkat sesuai urutuannya.

Para JCH musim haji 1443 (2022) sekarang, ini sesungguhnya adalah peserta yang namanya sudah keluar pada tahun 2020 lalu. Dan karena covid-19 sedang merebak di dunia maka keberangkatan tahun itu ditiadakan. Termasuk peserta tahun berikutnya (2021) juga tidak bisa diberangkatkan karena situasi yang sama. Dua tahun berturut-turut para JCH Indonesia harus tertunda keinginannya disebabkan masalah yang ama. Hingga pada tahun ini, barulah kembali Pemerintah memberangkatkan JCH kita. 
 
Kita ketahui kuota Indonesia tahun pertama pasca 'terhenti karena covid-19' itu hanya setengah dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya. Maka porsi di setiap daerah juga setengah dari biasanya. Setiap provinsi, setiap kabupaten atau kota di seluruh Indonesia mendapatkan porsi yang disesuaikan dengan masa pendaftaran JCH bersangkutan. Oleh karena itu tidak akan sama jumlah JCH per daerah karena pendaftaran itu bersifat sentral se-Indonesia.

Pada musim haji tahun 1443 ini Kabupaten Karimun, misalnya mendapatkan porsi seat JCH sebanyak 76 orang, seperti disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, H. Jamzuri dalam satu rapat bersama Pemda Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu. Mereka berasal dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Karimun. Hanya dari tujuh kecamatan yang muncul dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun. Kata Pak Jam, "Selain haji reguler (sesuai pendaftaran) juga ada para JCH yang bertugas. Ada petugas dari Negara dan ada pula petugas yang ditetapkan oleh daerah seperti Tim Kesehatan dan petugas lainnya. Mereka akan menunaikan tugas yang diamanahkan sambil menunaikan ibadah haji."

Saat ini pemberangakatan JCH secara nasional sudah dimulai dengan dilepasnya keloter pertama oleh Menteri Agama pada hari Sabtu (04/06/2022) lalu di Jakarta. Setiap daerah (kabupaten/ kota bahkan kecamatan) lazimnya juga akan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai persiapan keberangakatan atau acara pelepasan JCH di daerah masing-masing. Bentuknya pelepasan dan doa selamat untuk keberangkatan JCH di tempat masing-masing.*

2)
Selain acara seremoni pelepasan keberangakatan yang biasanya dilaksanakan oleh Pemda (kabuapen/ kecamatan) di Kabupaten Karimun ada satu kegiatan yang merupakan program Pemerintah Daerah melalui PD IPHI (Pengurus Daerah Ikatan Persaudaaraan Haji Indonesia) Kabupaten dalam usaha memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada JCH. Program ini bagian dari manasik haji yang sudah ada. Baik manasik yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA Kecamatan) maupun yang dilaksanakan olek Kantor Kementerian Agama (Kankemenag Kabupaten) Karimun. Kegiatan ini disebut Manasik Gladi Posko JCH. Setiap tahun keberangkatan JCH oleh IPHI Kabupaten Karimun setelah melaksanakan manasik resmi, selalu diadakan kegiatan Manasik Glada Posko ini sebagai manasik terakhirnya. Semacam praktik lapangan pelaksanaan haji bagi seluruh JCH Kabupaten. 

Kegiatan manasik Gladi Posko JCH Kabupaten Karimun adalah satu kegiatan prakatik manasik haji yang dilaksanakan oleh satu panitia bentukan PD IPHI Kabupaten Karimun dan diikuti oleh seluruh JCH se-Kabupaten Karimun. Begitu dijelaskan oleh Ketua PD IPHI Kabupaten Karimun, Pak H. Haris Fadillah. Kegiatannya dipusatkan di Ibu Kota Kabupaten, Karimun. Jika karena lokasi atau tempat tinggal JCH yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten karena terpisah oleh pulau-pulau yang jauh maka JCH bersangkutan boleh tidak ikut manasik Gladi Posko. Biasanya semuanya ikut.

Bentuk kegiatannya adalah praktik melaksanakan haji sesuai teori manasik haji yang sudah diajarkan sebelumnya. Intinya, para JCH diajarkan dan dipandu untuk seolah-olah melaksanakan haji yang sebenarnya. Dipraktikkan semua atau sebagian besar kegiatan haji sejak berangkat dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci dan mempraktikkan pelaksanaan di semua tempat selama melaksanakan kegiatan haji.

Untuk haji tahun ini, kebetulan JCH Kabupaten Karimun akan berangkat di keloter awal (pertama) yang berarti dari Tanah Air akan langsung ke Madinah untuk melaksanakan kegiatan ibadah --arba'in-- di sana sebelum berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan wukuf, sebagai puncak haji. Seluruh JCH Kabupaten Karimun dipandu untuk seolah-olah melakanakan perjalanan dan praktik haji tamattu' itu. Panitia menyiapkan miniatur Madinah (nabawi), Bier Ali (miqat) hingga Masjid Haram (Mekkah) dengan miniatur ka'bah dan mas'a. Juga ada lokasi Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina. Kesemua tempat-tempat yang menjadi rukun dan wajib haji itu dikunjungi atau dipraktikkan dalam kegiatan manasik Gladi Posko ini.

Hari Ahad (05/06/2022) lalu adalah hari manasik Gladi Posko JCH Kabupaten Karimun sesuai jadwal yang sudah ditetapkan PD IPHI Kabupaten Karimun. JCH Kabupaten Karimun sendiri akan berangkat pada 15 Juni nanti ke Madinah melalui embarkasi Batam. Artinya, pada 14 Juni sudah berangkat dari Karimun. Bermalam satu malam di Asrama Haji Batam, keesokannya langsung terbang. Itulah sebabnya pelaksanaan manasik Gladi Posko dibuat tidak terlalu jauh dari tanggal keberangkatan ke Batam.*

3)
Untuk keperluan manasik Gladi Posko, panitia menetapkan beberapa lokasi sebagai miniatur lokasi di Tanah Suci. Rumah Kediaman (Rumah Dinas) Bupati, misalnya ditetapkan sebagai Madinah (Nabawi dan Hotel) tempat para JCH bergerak ke Mekkah setelah dibayangkan para JCH sudah berada di sini selama 8-9 hari. Pagi Ahad itu, setelah seremoni acara pelepasan oleh Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim mewakili Bupati yang beralangan, panitia memberikan pengarahan kepada JCH. Pengarahan, itu antara lain menjelaskan para JCH saat ini sudah keluar dari hotel dengan berpakaian ihram setelah sebelumnya di hotel melaksanakan beberapa amalan seperti mandi, solat sunat, memotong kuku, dll. Sebentar lagi akan masuk ke mobil (bus) yang sudah disediakan panitia. Tentu saja akan menuju ke Mekkah dengan mengambil miqatnya di Bir Ali nantinya. 

Lokasi miqat (Bier Ali) sendiri ditetapkan di Masjid Baiturrahman, sebuah masjid setara Masjid Agung yang dikelola oleh Pemda Kabupaten. Masjid ini adalah satu diantara tiga masjid yang dikelola dan dibiayai operasionalnya oleh Pemda Karimun. Dua lainnya adalah Masjid Agung (masjid kabupaten) dan Masjid Hijir Ismail di Pulau Kundur yang juga setara Masjid Agung. Masjid Baiturrahman berjarak kurang lebih satu setengah km dari Rumah Dinas Bupati. Empat buah bus yang akan mengangkut para JCH yang akan bergerak ke sana sudah stanbay di halaman depan rumah kediaman bupati. Setiap satu bus diisi dua regu JCH dengan didampingi oleh dua orang panitia (seolah-olah sebagai petugas haji) yang memberikan arahan dan bimbingan kepada JCH selama dalam perjalanan. Diingatkan untuk membaca niat naik kendaraan hingga mengingatkan ihram yang benar.

Di Masjid Baiturrahman para JCH langsung masuk masjid dan di sini ada nara sumber yang ditentukan untuk memberikan pengarahan dan penjelasan tentang kegiatan-kegiatan apa saja yang harus dan akan dilaksanakan di Bier Ali. Seperti di rumah kediaman (miniatur nabawi/ hotel) ada seorang yang menjadi pemandu (narasumber), maka di Bier Ali (Masjid Baiturrahman) juga ada pengurus IPHI yang diamanahkan menjadi narasumber. Dan di setiap titik (di Arafah, Muzdalifah, Mina, dll) juga ada narasumber yang akan memberikan pengarahan. Mereka semua adalah pengurus PD IPHI yang diberi amanah untuk itu selama Manasik Gladi Posko.

Selesai penjelasan di Masjid Baiturrahman, perjalanan dilanjutkan ke Gedung Balai Pertemuan Haji Kabupeten yang diminiaturkan menjadi Mekkah (Alharam, Ka'bah dan Mas'a). Para JCH diberi bimbingan untuk melaksanakan kegiatan 'umroh wajib' berupa thowaf, sa'i dan tahallul. Tentu saja, ketika bus akan masuk kawasan Balai Pertemuan Haji yang ditetapkan sebagai kawasan Mekkah, maka pada batas tertentu dalam bus para JCH diingatkan untuk membaca doa masuk Mekkah. Lalu ada doa ke Masjid Haram serta doa ketika pertama kali melihat kabah. Semua itu dipraktikkan sebagaimana nanti akan dilaksanakan di Tanah Suci.

Prkatik berikutnya adalah bersiap untuk wukuf. Dari hotel di Mekkah (masih di sekitar Balai Haji) para JCH akan dibawa ke lokasi Padang Arafah menggunakan bus yang sama. Tahun ini panitia menetapkan lokasi Pesantren Mutawally yang tidak terlalu jauh dari Balai Haji sebagai miniatur Padang Arafah. Duduk dalam ruang aula pesantren tersebut, para JCH diberi pengarahan oleh narasumber lainnya. Apa dan bagaimana seharusnya di Arafah, itulah yang diarahkan. Seperti apa Padang Arafah dengan tenda-tendanya, suka-dukanya, semuanya dijelaskan kepada calon haji ini. Dan setelah praktik khutbah dan lainnya, perjalanan diteruskan ke Muzdalifah yang mengambil tempat di halaman Kantor KUA Tebing. Kebetulan di halamannya ada banyak batu kerikil, para JCH diminta memungut batu sejumlah yang sudah ditentukan untuk melontar nantinya di Mina. Pemberi arahan juga mengingatkan bahwa saat di sini para JCH tengah berada di Muzdalifah.

Bagian terakhir dari manasik haji Gladi Posko ini adalah kembali ke Mekkah pasca melontar di Mina. Miniatur Mina juga di Balai Haji yang memang memiliki sarana pendukung seperti ka'bah dan mas'a. Masih ada rukun dan wajib haji yang harus diselesaikan di Masjid Haram dan di sekitarnya, yakni thowaf, sa'i dan lainnya sebagaimana sudah diajarkan pada saat manasik secara teori. Kesemua itu diingatkan dan dipraktikkan pada saat manasik Gladi Posko ini. 

Bagi panitia (pengrus IPHI) yang nota bene sudah melalui semua itu, tentu saja akan terbayang kembali pengalamana yang pernah dilalui waktu itu. Sementara bagi para JCH semoga saja pengalaman melaksanakan Manasik Gladi Posko ini memudahkan mereka untuk mengingat apa yang nanti akan dilakukan di Tanah Suci selama menunaikan ibadah haji.***
*Catatan ini sudah diposting sebelumnya secara bersambung

29 Juni, 2022

Wabah PMK Bagaikan Covid Kembali Ada

Wabah PMK Bagaikan Covid Kembali Ada


Catatan M. Rasyid Nur

RAPAT Koordinasi (Rakor)  Gugus Tugas PPP PMK (Penanganan dan Pencegahan Penyebaran  Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan Kabupaten Karimun dilaksanakan Senin (27/06/2022) kemarin. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas, Sukri dihadiri juga oleh Ketua Umum, Sekda Karimun, Dr. Muhammad Firmansyah selaku Ketua Umum Gugus Tugas.  Selain itu juga hadir para pimpinan Forkopimda, Kepala OPD terkait dan beberapa pimpinan organisasi yang terkait dengan masalah ini. 

Rapat yang membahas wabah penyakit mulut dan kuku yang saat ini tengah menimpa Indonesia, dilaksanakan di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Poros. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukri selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas PMK menjelaskan permasalahan PMK yang saat ini tengah melanda hewan-hewan ternak di Negara Indonesia. Pada saat hewan-hewan itu diperlukan saat ini karena berbarengan akan datangnya Idul Adha (Hari Raya Kurban) penyakit ini pun mewabah, tentu akan membuat masyarakat resah tidak akan mendapat hewan kurban untuk dikurbankan nanti. Begitu sebagian pembuka rapat yang disampaikannya.

"Meskipun Kabupaten Karimun dan Kepri pada umumnya belum termasuk daerah terdampak wabah PMK, namun kita harus segera mengantisipasi agar wabah itu dapat dicegah masuk ke sini," katanya saat membuka rapat. Kabarnya, di seluruh Indonesia sudah 17 provinsi yang terdampak PMK dengan ratusan kabupaten di seluruh Tanah Air yang terkena hewannya. Untuk itu saat ini diatur oleh Pemerintah Pusat dan Daerah masing-masing bagaimana penanggulangan dan pencegahan PMK ini bisa efektif. Sudah daitur boleh-tidaknya lalu-lintas hewan antar daerah di Indonesia.

Menyimak penjelasan dari Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas dan penjelasan dari beberapa peserta yang memiliki otoritas menangani hewan seperti dokter hewan, karantina hewan dll yang diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan, saya merasa bahwa wabah ini membuat perasaan kita kembali ke masa wabah covid-19 merebak di negeri kita. Semua orang, baik pribadi maupun kelompok dan kelembagaan merasa ini adalah hal penting dan genting untuk diantisiapsi. Akan membuat kesibukan tersendiri sebagaimana kita begitu sibuknya oleh pandemi covid kemarin itu.

Misalnya penjelasan Pak Sauki, dokter hewan yang jabatannya memang berhubungan langsung dengan hewan dan ternak yang ada di kabupaten ini mengatakan bahwa penyakit mulut dan kuku pada hewan seperti lembu atau sapi, ini berasal dari virus. Virus ini katanya sangat cepat menular dan berkembang diantara hewan yang jika salah satunya sudah terjangkiti. Dalam waktu yag singkat dia sudah menular kepada hewan lainnya. Hanya melalui udara. Bukankah itu membuat kita risau?

Bagi umat Islam, merebaknya wabah ini pada saat akan datangnya hari raya Idul Adha 1443/ 2022 juga menjadi satu hal yang membuat masygul. Kita tahu, menjelang dan saat Idul Adha masyarakat yang berkemampuan akan memotong hewan kurban --kambing atau lembu/ sapi-- untuk dibagikan kepada yang berhak menerima. Biasanya uang pembeli hewan kurban, itu sudah dicicil sejak jauh hari. Dan ketika uangnya sudah terkumpul pada panitia kurban, ternyata hewan kurbannya tidak ada, itulah masalah yang tidak akan mudah masyarakat memahaminya.

Wabah PMK ini sepertinya akan membuat kita juga sibuk dan waspada sebagaimana kita kemarin menghadapi covid-19 secara bersama juga. Kalau dikatakan wabah PMK akan membuat kita merasakan sama dengan wabah pandemi, boleh jadi.***

28 Juni, 2022

Mengenal Siti Nurbaya AZ, Penulis Buku 'Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah'

Mengenal Siti Nurbaya AZ, Penulis Buku 'Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah'




DIPANGGIL Nyak Baye. Terkadang, Ibu Nur atau Ibu Siti. Begitulah sapaan oleh murid-murdinya atau oleh teman-temannya sesama guru. Nama lengkapnya Hj. Siti Nurbaya AZ, SE. Seorang (PNS) guru SMA di Kabupaten Karimun. Persisnya di SMA Negeri 2 Karimun. Bertitel Sarjana Ekonomi (SE) tapi berkarier sebagai guru atau pendidik yang lazimnya dari keguruan atau sarjana pendidikan. Sarjana Ekonomi jebolan STIE Kerjasama, Jogyakarta (1997), ini ternyata lebih menyukai guru dari pada pekerjaan lainnya yang berkait langsung dengan kesarjanaannya.  

Sejak menjadi tenaga honorer (1998) hingga menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dia berada dan mengabdi di SMA Negeri 2 Karimun yang beralamat di Jalan Raja Usman, Tanjungbalai Karimun. "Sudah banyak Kepala Sekolah yang saya alami selama di sini," katanya suatu hari mengingat awal-awal menjadi guru, 24 tahun yang lalu. Katanya, dia juga menghonor sebagai tenaga guru pembimbing di Bimbel (Bimbingan Belajar) Primagama, waktu itu. Untuk resmi menjadi guru dia juga menyempatkan belajar tambahan untuk mendapatkan akta karena akta mengajar adalah syarat untuk mendapatkan predikat guru resmi dari Pemerintah. Berbekal sertifikat itulah dia diangkat menjadi PNS sebagai tenaga guru (pendidik).

Belakangan, setelah cukup lama menjadi guru dan menikah (2011) dengan seorang guru yang suka menulis, Nyak Baye pun terbawa suka menulis. Salah satu tulisannya yang dibukukannya ternyata berawal dari hobinya mengintip suaminya menulis. Buku yang dia beri judul Menanam di Blog Menuai di Buku yang diterbitkan Media Guru (2019), itu adalah bukti dia suka menulis dan itu berawal dari kesukaannya melihat suaminya menulis. Begitu pengakuannya kepada teman-temannya yang bertanya perihal hobi menulisnya saat ini.

Kurang lebih empat-lima tahun menyukai dan menggeluti literasi Nyak Baye pun sudah menghasilkan beberapa buku ber-ISBN. Ada empat judul buku solo, yaitu,
1. Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, Memori dalam Cita-cita; Penerbit Cipta Media Guru (2018);
2. Menanam di Blog, Memetik di Buku, Dari Kegiatan Hobi Mengintip; Penerbit Pustaka Media Guru (2019);
3. Aku adalah Pohon, Mengenang Hari Guru; Penerbit Pustaka Media Guru (2020);
4. Mengenal Bank Indonesia dan Belajar Akuntansi dengan Pantun; Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (2021).
 
Keempat judul buku itu adalah buku solo atau buku yang ditulis sendiri. Sementara ada juga ternyata dia menulis dan menerbitkan buku dalam bentuk antologi (buku bersama). Sampai hari ini sudah ada lima judul buku yang dihasilkannya bersama para penulis lainnya. Buku-buku itu adalah,
1. Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng (42 penulis); Penerbit Oase Pustaka (2020);
2. Bom Corona (44 penulis); Penerbit Milas Grafika (2021;
3. Guru Indonesia Merdeka Berkarya (150 penulis); Penerbit Pustaka Media Guru (2021);
4. Suara-suara Kami, Antologi Pentigraf (210 penulis); Penerbit Cipta Media Edukasi (2021).
5. Doa untuk Bangsa, Antologi Puisi Asean (564 penulis); Penerbit Perkumpulan Rumah Seni Asnur (2021).

Buku MENJADI GURU BUKAN (TAK) MUDAH buku pembuka jalan literasi Nyak Baye



Buku berjudul Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, Memori dalam Cita-cita, ini adalah buku pertamanya setelah mengikuti pelatihan menulis buku bersama Media Guru pada tahun 2018. Itu pengakuan Nyak Baye. Konon, dia tidak menyangka akan bisa membuat buku ber-ISBN seperti itu jika mengingat pengalaman kepenulisannya di masa-masa sebelum buku itu. Tidak terbayangkan sebelum-sebelumnya, ternyata akhirnya bisa juga membuat buku. Pelatihan menulis buku, Sagu Sabu (Satu Guru Satu Buku) yang ditaja oleh Media Guru, itu telah membuka langkahnya untuk memiliki buku pribadi. Dan langkah itu pun ia teruskan hingga kini. 

Sebenarnya Nyak Baye tidak yakin akan bisa membuat buku sendiri. Jika memikirkan menulis dan menerbitkan buku, yang terbayang adalah kesulitan. Katanya, "Yang saya tahu membuat buku yang diterbitkan resmi itu hanya bisa dilakukan oleh penulis. Saya bukanlah penulis," katanya saat itu. Tapi kini, secara tidak langsung dia sebenanrnya sudah menjadi penulis. Ada namanya di judul buku yang dia tulis. Dia sudah punya mahkota penulis, yaitu buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit resmi.

Buku berwarna hijau kebiruan dengan ilustrasi gambar Nyak Baye bersama siswa-siswinya, itu berisi pengalaman hidupnya, khususnya bagaimana akhirnya dia menjadi guru. Dengan ijazah S1 konsentrasi di bidang ekonomi (dasar) tentu saja tidak mungkin menjadi guru. Itu pandangan umum waktu itu. Namun inilah keistimewaan jalan hidupnya. Dari seorang sarjana ekonomi yang pada awalnya juga bekerja di luar guru, kini dia mantap menjadi guru. Dia menikmati profesi sebagai pendidik itu. Karena itu pula dia menulis memori yang bertema suka-duka sebagai guru.

Buku setebal 94+ vi halaman, itu terdiri dari 5 (lima) bagian. Bagian I dengan judul 'Bercita-citalah Kita akan Berusaha' berisi kisah penulisnya saat awal memiliki cita-cita. Dengan tiga sub judul di bagian ini dia menjelaskan detail awal dia sekolah dan memiliki harapan-harapan. Bagian II dengan judul 'Suka Duka Bersama Jogya' penulisnya mengisahkan masa-masa dia berada di perantauan untuk menimba ilmu pengetahuan. Dengan tiga sub judul juga di bagian ini pembaca dapat memahami bagaimana dia di Kota Pelajar itu. Tidak lupa penulisnya mengisahkan memori cintanya. Hingga bagian kelima, semuanya memiliki masing-masing tiga sub judul. 

Sebagai sebuah kisah hidup (memori) buku ini menggambarkan kehidupan pribadi penulisnya sejak awal. Tentu saja lebih banyak berkaitan dengan statusnya sebagai seorang guru dengan latar belakang pendidikan yang bukan guru. Di satu sisi mungkin dikatakan menjadi guru itu sulit, namun di sisi lain harapan dan keadaan ternyata bisa mengantarkan seseorang menjadi guru. Tidak mustahil pula perasaan sulit menjelma menjadi mudah atau paling tidak menyenangkan. Itulah inti kisah memori seorang guru yang terekam dalam buku ini.

Jika pembaca catatan ini berminat dan ingin memiliki buku karya Nyak Baye ini, katanya bisa langsung menghubungi penulisnya di nomor HP/ WA 081364749085. Katanya, untuk saling berbagi pengalaman, dia menjual bukunya ini untuk sekadar biaya cetak dan ongkos kirim. Saat ini harga buku Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, itu hanya Rp 65.000 (enam puluh lima ribu rupiah) belum termasuk ongkos kirimnya.***

27 Juni, 2022

Musran Kwarran Karimun Berjalan Aman

Musran Kwarran Karimun Berjalan Aman


SETELAH tertunda beberapa bulan dari berakhirnya masa bakti kepengurusan akhirnya Musyawarah Ranting (Musran) Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Karimun diselenggarakan hari Sabtu (25/06/2022) kemarin. Bertempat di aula SD Negeri 001 Tanjungbalai Karimun Musran yang salah satu agendanya memilih kepengurusan baru berjalan dengan lancar dan aman.

Musran dibuka secara resmi oleh salah seorang Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Karimun karena Ketua Umum (Kak Anwar Hasyim) dan Ketua Harian (Kak Firmansyah) kebetulan beralangan hadir. "Ada tugas lain di tempat lain pada waktu yang bersamaan," kata Kak Guru, andalan Wakil Sekretaris menjelaskan. Hadir dua orang pengurus Kwarcab yang bertugas untuk memantau jalannya Musran.

Setelah pembukaan secara resmi dilanjutkan Sidang Pleno I yang dipimpin oleh Pimpinan Sementara, dari unsur Panitia. Dan setelah terpilih presidium sebagai Pimpinan Tetap sidang-sidang selanjutnya dilanjutkan. Ada laporan pertanggungjawaban Ketua Kwarran periode sebelumnya dan tanggapan umumnya. Pada umumnya semua sidang berjalan dengan baik, lancar dan aman.


Pada sesi sidang pemilihan pengurus terjadi suasana yang sedikit tegang. Dua kandidat yang akan maju sebagai calon ketua mendapatkan dukungan yang kurang-lebih sama banyaknya. Pengurus Kwarcab mengingatkan, sebisanya dalam pemilihan ini dilakukan musyawarah mufakat. "Dalam menentukan pengurus, selama ini kita selalu menggunakan pendekatan musyawarah-mufakat, walaupun voting dibolehkan," kata Kak Dul, andalan Seketaris yang hadir sebagai pemanatau.

Karena tidak terdapat kesepakatan untuk melakukan musyawarah-mufakat dalam menentukan Ketua Kwarran yang sekaligus akan menjadi Ketua Tim Formatur dalam menentukan kepengurusan, maka akhirnya dilakukan voting. Semua peserta Musran sepakat bulat untuk melakukan voting saja dengan catatan siapapun yang terpilih, semuanya harus saling mendukung.

Sebelum voting tertutup dilakukan, kedua kandidat --Kak Ina dan Kak Ricky-- diberi kesempatan untuk sedikit menyampaikan harapan dan keinginannya jika terpilih sebagai ketua. Semacam penyampaian vis-misi tapi dalam waktu yang sangat singkat. Pimpinan sidang hanya memberi waktu 3 menit saja untuk menyampaikannya. 

Selanjutnya 19 orang utusan Gugus Depan (sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Karimun) ditambah perwakilan Pengurus Kwarran dilakukanlah voting tertutup. Setiap orang menulis nomor urut kandidat yang akan dipilihnya. Setelah suara yang masuk dihitung, diperoleh angka 10 untuk Kak Ricky dan 9 suara untuk Kak Ina. Dan Kak Ricky ditetapkan oleh pimpinan sidang sebagai Ketua Kwarran yang baru sekaligus menjadi Ketua Tim Formatur. Salah satu keputusannya, dalam satu pekan ke depan ketua sudah harus menyiapkan penyusunan kepengurusan. Musran aman, ketua ditetapkan. Semoga pramuka tetap jaya, khususnya di Kwarran Karimun.***