Very Recent Posts

21 Feb 2024

Rapat Satu Agenda Dua Lokasinya

Rapat Satu Agenda Dua Lokasinya


PERTAMA di ruang kerja Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Hadir, selain Wakil Bupati sendiri hadir pula Kabag Kesra, H. Baginda Malim Siregar,  Camat Karimun, Agung dan salah seorang stafnya. Selebihnya pengurus LPTQ Kabupaten antara lain, Ketua Harian, H. Syamsul Arif, Wakil Ketua Harian, HM. Rasyid Nur, Bendahara, Evayani dan Sekretaris. Fahrul Razi.

Wakil Bupati yang adalah Ketua Umum LPTQ Kabupaten Karimun langsung memimpin rapat. Agenda rapat adalah persiapan pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Karimun tahun 2024 yang direncanakan akan dihelat di awal Maret ini. Dan inilah rapat pertama hari Rabu (21/02/2024) ini dengan agenda itu.

Di hari ini juga, jam sesudahnya kembali diadakan rapat yang juga dipimpin oleh Wakil Bupati dengan lokasi rapat yang berbeda. Agendanya masih sama, persiapan pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Karimun itu juga. Rapat kedua ini dilaksanakan di ruang rapat Melati yang kapasitas tempat duduknya tidak terlalu banyak. Inipun karena peserta rapatnya juga terbatas. 

Selain Wakil Bupati dan Ketua/ Wakil Ketua Harian LPTQ dan Kabag Kesra yang juga sebagai peserta rapat pertama hadir beberapa orang Kepala Dinas atau Kepala Bagian yang tersangkut langsung dengan pelaksanaan MTQ sendiri. Selain itu juga dua Asisten Bupati, Junaidi dan Sularno. Ikut bersama salah seorang Staf Ahli Bupati, Isnaeni. Tampak hadir di ruang ini Kepala Dinas Perindag, Kepala Dinas PU, Kabag Perlengkapan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan beberapa orang Kepala OPD yang tugas dan fungsinya terkait dengan pelaksanaan MTQ.

Tentang jadwal MTQ yang sudah direncanakan di awal Maret masih harus disesuaikan dengan jadwal Bupati. "Untuk jadwal pasti MTQ akan menunggu jadwal dari Bupati," kata Wakil Bupati selaku pimpinan rapat. Sementara jadwal tempat dan persiapan teknis lainnya tidak berubah. Hanya jadwal pelaksanaannya saja yang kemungkinan berubah sesuai waktu dari Bupati.

Sebagai peserta rapat yang kebetulan di kedua kesempatan itu saya ikut, saya merasakan betapa Wakol Bupati selaku Ketua Umum LPTQ sangat konsen mempersiapkan rencana pelaksanaan MTQ ini. Kita percaya, selaku orang yang diberi amanah mengemudikan LPTQ tentu saja dia ingin pelaksanaan MTQ itu nanti berjalan dengan baik.***

20 Feb 2024

Kecamatan Karimun telah Menyelesaikan MTQ Tingkat Kecamatan 2024

Kecamatan Karimun telah Menyelesaikan MTQ Tingkat Kecamatan 2024


KECAMATAN Karimun telah menyelesaikan pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat Kecamatan tahun 2024. Bertempat di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, MTQ berjalan lancar selama tiga hari, 17-19/ 02/2024 lalu. Dua cabang lomba ditampilkan, masing-masing Cabang Tartil (putra/ putri) dan Cabang Tilawah (anak-anak, remaja dan dewasa) masing-masing untuk putra dan putri.

Selama lomba berlangsung masyarakat Kecamatan Karimun hadir menyaksikan. Tampak antusias masyarakat menyaksikan jalannya lomba. Camat Karimun, Agung dan pejabat kecamatan juga hadir dan menyaksikan jalannya lomba.

Dari panitia diperoleh informasi bahwa para pemenang pada lomba ini akan menjadi wakil dari Kafilah Kecamatan Karimun pada MTQ Tingkat Kabupaten Karimun yang akan dilaksanakan di awal Maret 2024 nanti. Akan menajdi tuan rumah MTQ Tingkat Kabupaten tahun ini adalah Kecamatan Karimun sendiri. Karena itu pula Kecamatan Karimun melaksanakan MTQ Tingkat Kecamatan lebih awal berbanding kecamatan lainnya.

Adapun pemenang dalam MTQ Tingkat Kecamatan Karimun tahun ini adalah, Nawal Fihrisyauqillah, Atiqah dan Mujawwidah masing-masing sebagai juara I, II dan III Cabang Tartil putri. Sementara untuk putra keluar sebagai juara adalah, Alfarais Muzaqqi, Ahmad Musaffa Zamzami dan Alkhalifi Fakhri Diandra.

Untuk Tilawah anak-anak yang berhasil menjadi juara I, II dan III (putri dan putra) masing-masing, Fitria Qurratul Ain, Citra Gemilang Ummi dan Aprilia. Untuk putra, M. Naufal Hafedzi, Devasa Fahlevi, dan Noval Rafif Sastradira. Untuk nama-nama juara tingkat remaja dan dewasa silakan dilihat pada daftar nama di bawah ini.***



19 Feb 2024

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan


SATU kelaziman dalam kepengurusan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun adalah jumlah peserta rapat yang selalu tidak seberapa berbanding jumlah keseluruhan pengurus. Selalu ada sejumlah pengurus --dalam jumlah lebih besar, bahkan-- yang tidak bisa hadir dalam rapat. Selalu ada alangan.

Dari satu masa bakti ke masa bakti berikutnya, selalu peserta rapat pengurus MUI Karimun dalam jumlah yang sangat sedikit. Bukan saja kurang dari setengah jumlah pengurus, tapi bisa lebih dari 75 persen pengurus tidak hadir. Ada banyak alasannya.

Jumlah anggota pengurus yang jarang sekali memenuhi kuorum dalam setiap rapat tidak menjadi alasan pengurus yang hadir untuk tidak melanjutkan rapat. Rapat tetap dilanjutkan dan keputusan tetap ditetapkan. Pimpinan rapat akan meminta kepada pengurus yang hadir agar seberapa orang pun peserta hadir maka disepakati rapat tetap dilanjutkan. Hasil rapat juga dinyatakan sah.

Rapat pengurus MUI hari Senin (19/02/2024) ini, misalnya kembali jumlah pengurus yang hadir sangat sedikit. Dari 70-an orang anggota pengurus MUI Kabupaten Karimun yang dapat hadir dalam rapat hanya sebanyak 7 orang saja. Kurang-lebih 10 persen saja yang bisa hadir. Beberapa orang mengirimkan pesan minta izin. Tapi khusus hari ini hanya pengurus harian dan ketua komisi saja yang diundang.

Sesungguhnya rapat hari ini sangatlah penting. Ketua Umum MUI, Drs. H. Afrizal yang langsung memimpin rapat menjelaskan bahwa agenda rapat hari ini sangatlah penting. Katanya, ada dua agenda penting yang harus dibahas dalam rapat ini.

"Rapat kita sebenarnya sangat penting. Sayang kawan-kawan ramai betul yang tidak bisa hadir. Kita mau membahas evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2023 sekaligus membahas kegiatan menjelang dan selama Ramadhan," katanya. Tapi ketua menegaskan bahwa rapat kita tetap akan dilanjutkan.

Dua agenda yang sudah disampaikannya dan beberapa hal penting yang juga muncul dalam rapat, tetap dibahas bersama. Rapat berjalan lancar dan beberapa keputusan dihasilkan, misalnya kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bulan suci itu nanti. Termasuk membahas tim Sapari Ramadhan bersama Pemda Karimun.***

18 Feb 2024

Hasil Rapat PD IPHI Karimun

Hasil Rapat PD IPHI Karimun


BERIKUT adalah catatan hasil rapat Pengurus Daerah (PD) IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Karimun yang dilaksanakan hari Jumat (16/02/2024) siang di Gedung Balai Pertemuan Haji (BPH) Kabupaten Karimun. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua IPHI Kabupaten Karimun, H. Haris Fadhillah didampingi oleh Sekretaris Umum, H. Supriadi. 

Sesuai rilis Sekretaris IPHI, H. Supriadi, rapat dihadiri oleh perwakilan Pengurus Harian dan perwakilan Bagian-Bagian. Dalam rilis itu juga dijelaskan bagian yang beralangan hadir, yaitu Bagian Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Bagian Pendidikan, Pelatihan dan Pengkajian serta Bagian Kesehatan dan Lingkungan Hidup.

Catatan hasil rapat PD IPHI, ini dirangkum langsung oleh Sekretaris IPHI yang membuka rapat dan selanjutnya rapat dipimpin oleh Ketua IPHI Kabupaten Karimun. Adapun hasil rapat dimaksud antara lain, 

* Seluruh kegiatan PD IPHI Tahun 2024 didanai dari dan noleh swadaya PD IPHI Kabupaten Karimun.Untuk itu iuran bulanan bagi PD IPHI supaya dapat diselesaikan. Untuk iuran bulanan sekiranya mau ditransfer, dapat ditransfer ke rekening bendahara an. Jumadiah No. Rekening 821 21 11115 Bank Riau Kepri Syariah.

* Kegiatan Pertemuan Bulanan untuk Bulan Februari 2024 akan disejalankan dengan menyambut Ramadhan 1445 H. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2024, hari Ahad, pukul 08.30 WIB di BPH Karimun Kecamatan Tebing. Penyampai Tausiah: Buya H. Abdul Wahab Sinambela. Koordinator: Bapak H. Samsudin sementara Penanggungjawab Pelaksanaan adalah PC IPHI Kecamatan Tebing.

* Pertemuan Bulanan untuk Bulan Maret 2024 disejalankan dengan acara Buka Bersama dan Peringatan Harlah (Hari Lahir) IPHI Tahun 2024. Kegiatan dilaksanakan tanggal 23 Maret 2024 (Sabtu) pukul 16.30 WIB bertempat di BPH Karimun Kecamatan. Tebing.  Alokasi peserta 200 orang yang terdiri dari Pembina, Penasehat, PD IPHI Karimun, PC IPHI Kecamatan se-Pulau Karimun. Undangan, sebagai penanggungjawab kegiatan PD IPHI dan PD MTP IPHI Kabupaten Karimun. 

* Kegiatan Buka Bersama seperti disebutkan di atas bersifat Dari Kita Untuk Kita. Untuk itu iwajibkan kepada setiap anggota PD IPHI untuk berkontribusi minimal satu orang satu paket buka bersama sebesar Rp. 100.000. Diharapkan dapat menyumbang lebih dari satu paket. Daftar List penyumbang paket berbuka puasa akan dibuat di grup WA mulai Awal Romadhan.

* Untuk kegiatan Harlah IPHI diisi antara lain,
- Pemberian Santunan (Sembako) kepada dhuafa yang akan dikumpulkan melalui PD IPHI dan PC IPHI. Setiap 1 (satu) paket Sembako seharga Rp. 100.000;
- Sholat Magrib, Isya dan Taraweh berjamaah di BPH Karimun Kecamatan Tebing;
- Kegiatan lainnya menunggu arahan dan surat resmi dari PP IPHI;
- Penyampai Tausiah: Ust.az H. M. Samsul Arif, S.H.I;

* Pertemuan Bulanan untuk Bulan April 2024 disejalankan dengan Kegiatan Pembinaan Manasik Gladi Posko bagi Jamaah Calon Haji Kabupaten Karimun Tahun 1445 H / 2024 M. Kegiatan direncanakan tanggal 28 April 2024 dengan tetap menunggu konfirmasi kegiatan manasik haji dari Kemenag Karimun. Panitia akan disusun tersendiri. Kebutuhan anggaran akan dibicarakan kemudian. Anggaran yang dibutuhkan adalah untuk 6 buah bus, 2 kali snack dan 1 kali konsumsi (makan) serta 1 kali sarapan untuk 200 orang peserta dan panitia.

* Pengantaran Jamaah Haji dari Kabupaten Karimun ke Embarkasi dan Penjemputan dari Debarkasi ke Kabupaten Karimun  Tahun 1445 H / 2024 M dapat dilaksanakan dengan mekanisme swadaya/ mandiri dari PD IPHI yang ingin ikut kegiatan tersebut.

* Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 1445 H oleh IPHI direncanakan minimal 2 (dua) ekor sapi. Untuk itu anggota PD IPHI diharapkan ikut berpartisipasi sebagai peserta kurban.. Adapun anggota PD IPHI yang sudah mendaftar kurban adalah, :
Kelompok 1
1. H. Harris Fadillah
2. Hj. Nelda Yuli
3. Hj. Jumadiah
4. Hj. Riza Kurniati
5. H. M. Rasyid Nur
6. Hj. T. Suzan Priana
7. H. Supardi

Kelompok 2.
1. Hj. Suhartini
2. H. Sufriadi
3. Hj. Hafsah
4. Hj. Ponilawati
5. ...
6. ...
7. ...
(akan dilanjutkan oleh anggota pengurus lainnya)

Begitulah beberapa keputusan dan kesepakatan yang dihasilkan dari rapat tersebut. Semoga para pengurus dan masyarakat umum dapat mengetahui itu.*** (dari catatan Sekretaris IPHI Karimun, H. Supriadi)

17 Feb 2024

Rumput Dibabat, Saat Badan Terasa Kurang Sehat

Rumput Dibabat, Saat Badan Terasa Kurang Sehat


TIDAK selalu dan selamanya sehat. Terkadang ada waktu badan kita terasa kurang sehat. Tidak fit alias sakit. Tanda-tandanya bisa karena kepala terasa pusing. Bisa juga karena merasa berdahak saat batuk dan fileks, misalnya. Jika lebih dari itu, bisa juga demam karena suhu badan meningkat.

Dalam keadaan sakit tingkat awal, boleh jadi kita masih bisa beraktifitas seperti biasa. Boleh jadi karena terlalu lelah. Bekerja lebih dari porsinya. Biasanya, di tingkat awal ini kita masih bisa ke kantor, ke kebun atau kemana sesuai aktifitas sehari-hari kita. Selera makan juga masih ok ok saja saat seperti itu.

Seperti yang saya rasakan beberapa hari ini. Saya tidak merasa fit seperti biasa. Awalnya tenggorokan terasa perit. Boleh jadi karena berlebih mengeluarkan suara? Entahlah. Lalu diikuti batuk sedikit-sedikit dan berdahak pula. Karena capei? Entahlah. Maka saat seperti ini selain tetap olahraga kecil-kecil --seumpama berjalan kaki sekian menit-- juga melaksanakan aktifitas lain.

Sabtu (17/02/2024) ini, misalnya saya menyabit rumput di halaman rumah yang kebetulan sudah agak panjang. Batuk masih ada sekali-sekali. Hidung juga belum lepas sempurna dari cairan. Artinya fisik saya belum sebugar seperti biasa. Hari ini sesungguhnya ada kegiatan lain, menghadiri kegiatan pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan di Ungar. Dan hari ini sebenarnya bersama beberapa teman, diajak mendampingi bupati ke Ungar. Ada acara MTQ Tingkat Kecamatan. Tapi saya izin untuk tidak ikut karena keadaan badan yang belum fit betul.

Lalu saya ajak cucu untuk membersihkan halaman yang rumputnya sudah meninggi dan sampahnya juga sudah lumayan banyak. Akiif, cucu itu menyapu sampah sementara saya membabat rumputnya. Semoga, dengan keringat dari membabat (menyabit) rumput ini mengantarkan badan saya kembali sehat total seperti biasa.*** (Catatan M. Rsyid Nur)

16 Feb 2024

Transaksi Suara Perlu Rupiah

Transaksi Suara Perlu Rupiah


SEORANG Caleg (Calon Legislatif), teman saya,  sebutlah namanya Mr X begitu yakin suaranya akan mencukupi untuk satu kursi di Dapil (Daerah Pilihan) yang dia ikuti. Kalaupun kurang-kurang sedikit, dia juga yakin kalau suaranya akan lebih tinggi dari pada teman-temannya satu partai dalam satu Dapil. Artinya jatah kursinya pasti untuk dia. Setidak-tidaknya begitulah obrolannya bersemangat dengan saya. Sebagai orang yang pernah ikut sebagai Caleg pada Pemilu 2019 lalu, saya jadi tahu seluk-beluk dan suka-duka 'berharap' menjadi anggota dewan itu.

Untuk pernyataan teman saya, ini alasannya sederhana. Sebagai seorang tokoh di daerahnya, dia merasa cukup terkenal di kecamatan tempat tinggalnya. Apalagi di kelurahan. Dia sangat yakin. Pernah dan selalu dekat dengan RT juga RW di kelurahannya. Tokoh agama aktif di masjid. Ditambah beberapa orang yang tinggal di kelurahan atau kecamatan sebelah yang juga mengenalnya, dia sangat yakin suara orang itu akan diberikan kepadanya. Bahkan dia yakin dalam satu kabupaten dia sudah dikenal.

Selama kampanye, dia rajin berkumpul-kumpul dengan banyak orang di Dapilnya. Dari awal mendaftar, dia sudah menyatakan tidak akan menggunakan uang untuk membeli suara. Sebagai seorang yang memahami agama, dia selalu menjelaskan kepada masyarakatnya bahwa memberi uang untuk mendapat suara itu artinya raswah. Sogokan. Pasti berdosa. Untuk sikap ini saya setuju meskipun justeru di situ masalahnya masyarakat kita.

Tidak jarang teman saya ini membawa-bawa makna satu hadits, orang yang menyogok dan yang menerima sogok, itu tempatnya di neraka. Maka dia sepakat dengan timnya untuk tidak memberi uang sepersen pun kepada calon pemilihnya. Menurut para pemilihnya, kabarnya ok ok saja. Mereka akan memilih Mr X karena tokoh di daerahnya. Yang penting dan berjanji, kalau sudah jadi anggota dewan nantinya, maka uang gaji dan lainnya akan diberikan sebagian sebagai kompensasi selama menjadi tim pemenangan. Intinya, jangan lupa pemberi suara setelah duduk di Gedung Dewan nantinya.

Pencoblosan pun tiba, 14 Februari 2024 lalu. Sesungguhnya, beberapa pekan selama masa kampanye, teman ini sangat yakin suaranya akan meledak di beberapa TPS di kecamatannya dan kecamatan sebelah yang masih satu Dapil. Ternyata oh ternyata, setelah Pemilu usai, penghitungan suara pun selesai, suaranya tidak mencerminkan apa yang selama ini dia bayangkan. Justeru suara di TPS dekat rumahnya serta beberapa TPS yang dia bayangkan akan memilihnya, ternyata justeru suara orang lain. Suara partai lain yang dia kenal juga orangnya.

Kini, teman ini tahu kalau orang yang menang di TPS-nya itu adalah orang yang sama lima tahun lalu yang terkenal royal membeli suara. Setiap satu suara konon dia sanggup memberi 'ampelop' sebesar 300-500 ribu. Itu lima tahun lalu. Tahun ini menurut informasi yang simpang-siur besarannya malah lebih lagi karena kabarnya disatupaketkan dengan anggota dewan kabupaten, provinsi dan pusa dalam satu partai. 

Teman saya ini pasti bertanya di hatinya, apakah suara masyarakat saya juga dibeli pada Pemilu ini? Saya hanya menduga karena saya pernah tahu itu lima tahun lalu. Sahabat saya ini tentu tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Kenyataannya beberapa orang masyarakat memang mengakui kalau suaranya diberikan ke orang tertentu yang memberinya uang. Maka yakinlah kita bahwa transaksi dengan calon pemberi suara tidak bisa dengan janji-janji saja. Harus dengan rupiah. Masyarakat yang menerima uang 'ampelop' itu pasti tidak merasa bersalah memilih siapa saja asal ada balas jasanya. Sungguh memilukan demokrasi kita.***

15 Feb 2024

Kaca Jendela Kantor MUI Pecah

Kaca Jendela Kantor MUI Pecah


DIDUGA sengaja dirusak jendela Kantor MUI Kabupaten Karimun di Jalan Poros (Jend. Sudirman) pecah. Jendela berhadapan dengan Kantor Baznas itu tampak berlobang seukuran 25x10 cm lebih. Dari luar dengan jelas kelihatan kalau pecahnya kaca jendela itu disengaja.

Informasi pertama ada jendela Kantor MUI pecah datang dari salah seorang pengurus MUI, Wahyu Amirullah melalui pesan WhatsApp Grup 'Sekretariat MUI KK' Senin (12/04/2024) lalu. "LaPoran dari udin , kace MUI bagian belakang ade yg pecah. Penyebabnye tdk diketahui. Trims." Begitulah disampaikan oleh salah seorang unsur Ketua MUI Kabupaten Karimun itu.

Apakah pengurus lain sudah mengecek informasi itu, saya belum tahu. Saya sendiri sempat melihatnya hari Kamis (15/02/2024) ini. Ternyata memang benar, ada kaca jendela yang pecah. Meskipun tidak terlalu besar, tapi mengapa pecah? Apakah itu disengaja? Dan saya melihat dari dekat, cenderung saya simpulkan itu disengaja.

Hal penting apa yang menyebabkan, jika itu memang disengaja, jendela kantor itu dirusak? Jika pun dipecah, juga tidak langsung bisa masuk karena masih ada besi jeruji di balik kaca itu. Dan jika pun tetap bisa masuk, akan mencari apa? Tidak ada sesuatu yang layak untuk dicuri di dalamnya. Bukan rumah penduduk yang mungkin menyimpan uang. Juga bukan kantor bank. Sedih saja kalau itu memang disengaja dipecahkan.

"Nanti kita pikirkan untuk memasang CCTV biar mudah mengawasinya," kata Ketua MUI, Drs. H. Afrizal ketika sempat ditanyakan kepadanya. Tentu saja itu penting. Sudah saatnya kantor itu dilengkapi dengan pengawasan CCTV.***