Gubernur: Kaderisasi itu Penting (Dari Rakerda VI MUI Provinsi)

RAPAT Kerja Daerah (Rakerda) VI MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kepri dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Syamsul Bahrum di aula Masjid Nur Ilahi, Dompak Tanjungpinang pukul 09.00 Ahad (19/11) ini. Gubernur tidak bisa menghadiri Rakerda karena pada waktu yang sama harus berada di Lingga menyambut Wakil Presiden, Yusuf Kalla.

Gubernur dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan kepada peserta Rakerda antara lain, perlunya kaderisasi di lembaga seperti MUI ini. "Harus ada pengkaderan karena jika tidak, akan muncul orang-orang yang sebenarnya tidak tahu menahu tentang MUI tapi malah menjadi pengurus MUI." Ini tidak baik dalam sebuah organisasi sebesar MUI, katanya.

Tentang Program Kerja MUI, gubernur mengingatkan perlu adanya program yang dapat memperkuat MUI dan umat secara umum. Dia menyebut program ke Luar Negeri, seperti ke Malaysia, misalnya. Mengapa ke negeri jiran itu, karena disinyalir selama ini ada indikasi narkoba yang notabene merusak generasi muda umat, datangnya dari sana. Kita berkunjung ke sana dan menyampaikan permasalah ini agar umat tidak dirusak oleh narkoba dari negeri jiran kita itu.
Pengurus Inti MUI Provinsi Kepri

Dalam pidato sambutan pembukaan ini, cukup banyak materi pidato Asisten Ekbang itu yang harusnya menajdi perhatian peserta Rakerda. Syamsul Bahrum menyebut tentang Kongres Ekonomi Umat yang salah satunya adalah tentang Ekonomi Syariah sebagai penguatan UKM. Untuk hal ini katanya kita perlu kekuatan iman yang akan menopang harapan tersebut. 

Di bagian lain gubernur juga menyoroti sebaran umat di pulau-pulau di Kepri yang pemahaman agamanya belum seberapa jelas. Jika Islam tidak memperhatikan ini, tentu saja mereka yang lemah pemahaman keagamannya ini akan dengan mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang bermaksud mengubah keyakinan mereka. Maka perlu kita memperkuat lembaga seperti MUI yang di dalamnya berkumpul para ahli agama, para cendekiawan muslim, para zuama dan cerdik-pandai lainnya yang konsen dengan perkembangan agama. 
Asisten Ekbang bersama dua orang pengurus MUI

"Jika perlu, pengurus MUI ini haus ada orang-orang Hankam," pinta gubernur agar MUI ini benar-benar kuat dari semua sisi. Umat sangat menantikan kiprah MUI dalam usaha memberi kesejahteraan umat di bidang agama. Dengan tokoh-tokoh agama yang mumpuni, maka MUI akan menjadi organisasi yang mempunyai nilai tawar dengan Pemerintah. MUI tidak boleh lemah, katanya.

Dari Sekretaris Panitia Rakerda VI MUI Provinsi Kepri, Drs. H. Erman Zaruddin diperoleh keterangan bahwa Rakerda ini memang penting dalam rangka mengimplementasikan hasil-hasil Musda MUI beberapa waktu lalu itu. Katanya, pada Rakerda inilah disusun program kerja untuk mewujudkan MUI sebagai pengayom umat. 

Ketua MUI yang diwakili oleh H. Azhar Hasyim selaku Ketua I dalam sambutannya sebelum dibuka oleh gunernur mengatakan tentag masih rendahnya anggaran MUI Provinsi Kepri saat ini. Dengan anggaran Rp 400 jt tentu saja langkah MUI Provinsi akan sangat teratas dalam melaksanakan programnya. "MUI Kabupaten seperti Karimun saja pernah mempunyai anggaran Rp 350 jt," katanya mencontohkan. Selain itu, Azhar Hasyim juga menyinggung jumlah peserta Rakerda yang sedikit berbanding undangan.Kader-kader agama yang hebat itu memang sejatinya memperkuat organsiasi seperti MUI ini.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: