Jumat Mubarok

Oleh: Mochamad Nasrudin

KITA tahu, rukun Islam kelima adalah Haji. Melaksanakan haji dan umroh. Wajib hukum menunaikannya. Tidak menunaikannya berarti tidak sempurna keislaman kita.


Seandainya saja 1-2 bulan lagi kita akan dipanggil ke rahmatulloh, akankah kita melakukan apa saja termasuk mengorbankan asset kita untuk bisa memenuhi undangan ke baitulloh? Bisa saja, karena merasa itulah kesempatan terakhir.

Padahal kematian itu tidak pasti kapan datangnya. Akankah kita kembali dalam keadaan keislaman yang sempurna atau keislaman yang cacat akibat terus-menerus menunda undangan-Nya untuk hadir ke baitulloh? Hanya kita juga yang akan menjawabnya.

Ke Baitulloh itu sesungguhnya mudah dan dekat jika kita mau memantaskan diri ke sana. Ingat, Allah itu sesuai prasangka kita sebagai hamba-Nya.

Oleh karena itu pantaskan diri Anda untuk ke Baitulloh. Tidak cukup dengan niat saja.  Haruslah, niat dan dengan niat yang diyakini lalu dibuktikan dengan tindakan yang nyata.

Mulailah bertanya, lalu daftarkan diri sembari menyisihkan rezeki pemberian-Nya. Maka Allah akan memantaskan diri kita untuk segera hadir di Baitulloh.

Jamuan yang luar biasa nikmatnya akan kita rasakan setelah kita bisa sampai ke Baitullooh.  Percayalah itu. Begitu harunya kita menerima jamuan itu sampai-sampai kita akan meneteskan air mata sebagai bentuk mahabbah dan ketaatan kita kepada-Nya. Kita akn haru sekali ketika itu.

Kurang percaya? Silakan menghubungi kami (Nasrudin) di WA 081266557203 dan kami akan tunjukkan cara memenuhi panggilan-Nya dengan mudah dan halal. Jumat Mabarok ini layak kita bicara perihal undangan-Nya ke rumah-Nya.

Hanya dengan 6 (enam) juta rupiah saja, Anda bisa berangkat umroh. Maksudnya, berangkat dahulu kaena dibantu travel. Lalu angsur kekurangannya sepulang umroh nanti. Bahkan diberi kesempatan sampai tiga tahun untuk melunaskannya. Mudah, kan?***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: