Belajar Menjadi Saleh/ hah Sedari Kecil: TKIT Darul Mukmin Kunjungi Masjid Baiturrahman

Kecil teranja-anja
Sudah besar terbawa-bawa
Saat tua terubah tidak


PERIBAHASA itu kita hafal ketika kita masih kecil. Guru kita menyampaikan dan menyuruh kita menghafalnya pada saat kita masih kecil. Ketika masih ana-anak. Peribahasa itu memang tepatnya untuk diingatkan kepada anak-anak. Bagi kita yang sudah tidak anak-anak lagi, mari mengingatkan kepada yang masih anak-anak.

Apa pesan yang terkandung di dalamnya? Bahwa kebiasaan-kebiasaan ketika masih kecil akan terbawa-bawa saat sudah besar. Ketika kebiasaan-kebiasaan itu terus bertahan maka pada masa tua, pun akan terus dibuat bahkan tanpa dapat dihentikan. Tidak akan berubah lagi. Intinya, kebiasaan-kebiasaan sedari kecil itu tidak akan mudah mengubahnya lagi. Apa yang dibiasakan (belajar) saat kecil itu ibarat dia sudah terukir di atas batu.

Di sinilah pesan utamanya, bahwa kebiasaan apapun yang dibuat sedari kecil dan di masa anak-anak itu, itu jua yang akan senantiasa dilakukan ketika sudah besar dan tua. Maka setiap yang diinginkan kepada seseorang saat dia dewasa atau masa tua, biasakan (ajarkan) itu pada saat masih kecil atau di usia anak-anak.

Dalam sistem pembinaan akhlak (karakter) seseorang sejatinya haruslah dimulai sedari kecil. Katakanlah sejak anak-anak masih di sekolah TK atau PAUD. Inilah pesan penting dari peribahasa di atas. Dapat juga diingat pesan yang terkandung dalam lagu atau peribahasa ini, 'Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu; belajar di saat dewasa (tua) bagaikan mengukir di atas air.' Jadi, jangan menyalahkan siapa-siapa ketika seseraong berperilaku buruk apabila keburukan-keburukan itu dibiarkan (dibiasakan) sejak anak-anak kecil. Ingin anak soleh-solehah, biasakanlah sedari kecil. Begitu juga sebaliknya.

Apa yang dialkukan oleh Kepala TKIT Darul Mukmin, Ibu Noor Famayani bersama guru-guru TKIT Darul Mukmin dengan membawa anak-anak 'temankecilnya' ke Masjid Baiturrahman Karimun dalam kegiatan 'outingclass' pada hari Jumat (23/08/19) lalu adalah bagian dari usaha pembiasaan anak-anak untuk melihat dan merasakan bagaimana berada dan beradabtasi dengan rumah ibadah. Masjid Baiturrahman adalah masjid terbesar kedua di Kabupaten Karimun setelah Masjid Agung Kabupaten Karimun.

Dalam rilis WA Humas YDM, Ibu Fama (begitu dia disapa) mengatakan, "Adapun tujuan dari kegiatan outingclass yang dilakukan teman kecil TKIT Darul Mukmin adalah agar teman kecil memahami pentingnya tempat-tempat bersejarah di bumi berazam." Dengan memahami tempat bersejarah termasuk rumah ibadah, diharapkan ini menjadi ingat tersendiri bagi mereka kelak setelah dewasa.

Lebih jauh Ibu Fama menjelaskan bahwa output dari kgitan tersebut diharapkan akan menumbuhkan rasa syukur dan cinta  terhadap daerah yang ditempati. Sekaligus tentunya mencitai dan membiasakan dirinya dengan peran dan fungsi rumah ibadah yang dikunjungi itu. Dengan begitu, kebiasaan untuk mencintai dan memahami fungsi masjid otomatis anak-anak akan mencintai masjid.

Jika suatu hari nanti kita berharap bahwa anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang saleh-salehah, anak-anak yang suka dan menyenangi rumah ibadah, satu cara yang baik adalah dengan membiasakan mereka mengenal dan mencintai rumah ibadah itu sendiri. Mereka harus dibiasakan bersikap saleh/ hah itu. Kebiasaan itulah yang akan mereka tampilkan nanti di masa dewasa mereka.***


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: