Pembinaan Ibadah Kurban MUI Karimun

UNTUK memberikan pemahaman yang lebih komprehensif  tentang ibadah kurban di kalangan umat Islam, Kamis (08/08/19) kemarin, bertempat di Aula Darun Nadhwah Masjid Agung Kabupaten Karimun diadakan kegiatan pembinaan ibadah kurban bagi pengurus masjid, organisasi Islam, tokoh agama dan beberapa komponen masyarakat Islam lainnya. Kegiatan diselenggarakan dan dibiayai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karimun melalui dana hibah Pemda Kabupaten Karimun.

Menindaklanjuti hasil Rakerda (Rapat Kerja Daerah) MUI yang mengamanahkan kegiatan 'pembinaan ibadah kurban' dalam salah satu programnya maka Komisi Fatwa MUI Kabupaten Karimun melaksanakan kegiatan yang khusus membahas ibadah kurban itu. Momennya juga bersempena dengan Hari Raya Idul Adha 1440 tahun ini.

Pada acara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kabupaten Karimun, Drs. Hurnaini, MSi yang mewakili bupati juga diserahkan secara simbolik hewan kurban bantuan Pemerintah Daerah untuk beberapa masjid. Setiap masjid menerima antara 1-2 ekor sapi untuk dipotong pada momen Idul Adha nanti. Dagingnya akan disampaikan kepada para fakir-miskin dan mustahik lainnya.

Asisten III dalam pidato sambutan pengarahannya mengatakan pentingnya kegiatan pembinaan ini. "Mengingat masih banyak masalah-masalah berkaitan dengan ibadah kurban di masyarakat maka sudah sepantasnya kegiatan pembinaan ini dilaksanakan," katanya. "Ada banyak mungkin pertanyaan masyarakat seputar ibadah kurban, seperti cara memotongn, pembagian dan distribusinya, kriteria hewan kurbannya dan banyak lagi mungkin pertanyaan masyarakat yang perlu penjelasan," tambahnya.

Semoga kegiatan ini dapat menjawab berbagai permasalahan yang masih menjadi pertanyaan masyarakat itu. Begitu Hurnaini menyampaikan harapan dalam sambutannya. Sementara Ketua MUI Kabupaten yang diwakili Wakil Ketua I, M. Rasyid Nur dalam sambutan sebelum pidato bupati mengajak semua peserta pembinaan untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Katanya, MUI sebagai wadah pencerah masyarakat muslim berkewajiban untuk memberikan berbagai penjelasan perihal keagamaan. Kegiatan ini adalah salah satunya, kata pensiunan guru itu.

Pada kesempatan yang sama, menurut bendahara MUI, Wahyu Amirullah bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan ini ternyata lebih banyak dari pada yang diperkirakan. "Kita mengundang dan memperkirakan pesertanya sebanyak 100 orang. Ternyata hadir sebanyak 140 orang," katanya. Artinya masyarakat cukup antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

Menjadi narasumber pada kegiatan pembinaan ibadah kurban ini adalah Ustaz H. Syarifuddin Al-Makky yang merupakan Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Karimun. Bersama anggota Komisi Fatwa lainnya, Syarifuddin ingin kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.

Meluruskan pemahaman yang keliru:
Pesan-pesan Narasumber secara khusus menyoroti beberapa permaslahan di tengah masyarakat, antara lain, 1) Ada panitia kurban yang tidak memprioritaskan fakir-miskin. Ingat, wajib ada daging mentah yang sampai ke fakir miskin untuk setiap ekor hewan kurban. Ini wajib, hukumnya. Jangan karena menumpuk banyak kurban menjadi satu, akhirnya ada hewan kurban yang tidak sah karena dagingnya habis terpakai untuk hal lain oleh panitia sehingga ada satu atau dua ekor hewan kurban yang dagingnya tak sampai sedikitpun ke fakir miskin.

Pesan lainnya, 2) Masalah porsi pembagian yang banyak membuat pukul rata saja. Tak ada prioritas antara orang kaya dengan fakir-miskin. Kunci awal agar hewan kurbannya lebih afdhol adalah mendahulukan fakir-miskin. Meskipun boleh memakan daging untuk semua orang, sebaiknya fakir-miskin diutamakan. Minimal sepertiga diperuntukkan untuk orang ini. Sepertiga ini adalah kebijakan yang menengah.

3) Tentang lebih mengutamakan lembu atau sapi dari pada kambing, sesungguhnya yang lebih afdhol justeru kurban kambing. 4) Peserta kurban sebaiknya dia memakan daging miliknya. Maka sebaiknya jangan tercampur-aduk sehingga pemilik kurban malah tidak memakan daging kurbannya. Sunnahnya, pemilik kurban memakan kurbannya sendiri. ***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: