Mandi Bersama Cucu itu Perlu: Catatan Berwisata Lokal Pantai Pelawan


KATA isteri saya, mandi dengan cucu itu perlu. Lagi pula ketiga cucu kami baru saja berangsur pulih dari sakit. Pertama, cucu pertama kami (Akiif Fatahillah) yang meriang dan panas badannya, Senin (16/12/19) pagi itu. Dia tidak bisa sekolah, pagi itu. Mungkin terlalu capei, dua hari dia ikut Atok-Nenek berlibur ke Batam, atau ada penyebab lain? Wallohu a'lam.

Kedua, cucu ketiga kami (adik bungsu Akiif: Caca) ikut panas badannya pada hari ketiga Akiif demam. Akiif sendiri waktu itu belum pulih. Dan ketiga, adik keduanya (Asyura) terbawa panas badannya dalam pekan yang sama. Walaupun ibu-bapaknya yang sepenuhnya bertanggung jawab, tapi Atok-Nenek tidak bisa juga tanpa ikut serta mengurusnya. Lagi pula, kami berdekatan rumah.

Selasa (24/12/19) kemarin kami ke Pantai Pelawan. Judul kegiatannya, ya wisata keluarga. Biar hanya di daerah sendiri, kami sudah sepakat untuk mengisi hari libur untuk bersama ke sana. Ketiga cucu kami juga sudah menuju pulih. Badannya tidak lagi panas. Meskipun masih lemah tapi sedikit banyak sudah mau makan.

Kata Nenek (isteri saya: Siti Nurbaya) mereka harus dibawa mandi air asin. "Biasanya bisa memulihkan juga," katanya. Saya tak tahu, itu sugesti-motivasi belaka atau memang ada ilmiahnya. Yang saya setuju, kami memang mesti ke Pantai Pelawan, salah satu lokasi wisata di Kabupaten Karimun untuk berwisata keluarga. Kami perlu menikmati hari libur ini.

Sekitar pukul 09.00 hari itu kami berangkat dari rumah. Kurang dari setengah jam kami sudah tiba di lokasi wisata. Pengunjung lain sudah ramai. Ada yang duduk-duduk sambil menikmari aneka makanan, ada juga yang mandi di bibir pantai. Air tidak seberapa pasang. Dan airnya cukup jernih dengan kelihatan biru dari kejauhan.

Mengambil tempat di salah satu pendopo yang masih kosong, kami bentangkan tikar plastik dan satu karpet getah yang sedikit lebih lembut untuk anak-anak. Si kecil Caca langsung diletakkan dengan posisi menelungkup. Dalam usia kurang lebih 7 bulan dia memang sudah mahir menelungkup dan belajar beringsut. Asyura pula dengan pisiknya kelihatan paling lemah, juga ikut berbaring di atas tikar. Hanya Akiif yang bersemangat ingin segera membuka baju dan celananya untuk mandi. Oomnya, Opy membantunya ke pantai. 

Sejenak, Opy naik dan mengajak Asyura untuk ikut mandi. Dalam penolakannya, Asyura tetap digendong Oomnya. Dia dimandikan dengan baju tanpa dibuka dari badannya. Hanya sebentar. Asyura sepertinya tidak menikmati mandi itu. Justeru tampaknya dia menderita, kedinginan. Akhirnya, setelah seluruh tubuhnya basah oleh air laut, Asyura dibawa naik ke darat dan dimandikan dengan air tawar. 

Melihat Opy dan Akiif mandi, Atok pun ikut mandi. Kali ini, dengan membawa si bungsu Caca ikut ke laut. Kami mandi bertiga.Kali ini Akif bersama Caca tampak menikmati mandi bersama Atok. Inilah pertama kali Caca ke pantai, ke air laut dan mandi bersama Atok. Jika air laut benar-benar memiliki khasiat untuk membantu kesehatan, semoga kami yang mandi, termasuk para pengunjung lainnya akan beroleh kesehatan.***

Catatan M. Rasyid Nur

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: