Revitalisasi Gerakan Pramuka


Kwarnas Sampaikan Masalah Utama yang Mendasari Revitalisasi Gerakan Pramuka ke Komisi X DPR RI

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Senin sore (2/12) di Gedung Nusantara 1, Senayan dilaksanakan dalam suasana yang penuh keakraban, sekali kali diselingi dengan canda tapi tetap fokus pada pokok pokok pembahasan untuk pembinaan dan arah Gerakan Pramuka kedepan.

Di hadapan anggota dewan yang hampir semuanya baru, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso memaparkan bahwa masalah utama yang mendasari revitalisasi Gerakan Pramuka. Pertama, kurangnya infrastruktur dan suprastruktur, serta kurangnya pula kualitas sarana dan prasarana. Mulai dari lemahnya Gudep sebagai ujung tombak Gerakan Pramuka, kwartir dan kelengkapannya, sampai keberadaan Bumi Perkemahan (Buper) pramuka.

Kedua, turunnya minat kaum muda, yaitu anak dan remaja untuk mengikuti kegiatan Pramuka. Hal ini antara lain juga disebabkan turunnya reputasi dan citra Gerakan Pramuka, penyelenggaraan Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang tidak menarik, serta materi dan metode latihan kepramukaan yang kurang berinovasi. Ketiga, ketersediaan jumlah Pembina dan Pelatih Pembina Pramuka, yang kurang baik dari segi jumlah maupun mutu. Hal ini antara lain disebabkan kurang berjalannya rekrutmen Pembina dan kualitas Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) yang ada.

Oleh karenanya, tegas Kak Buwas sapaan Budi Waseso menyampaikan dalam RDP di Komisi X DPR RI yang dipimpin Dede Yusuf (Fraksi Demokrat) didampingi oleh Ketua Komisi X, Syaiful Huda (Fraksi PKB), Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 menetapkan visi : "Gerakan Pramuka menjadi yang terdepan dalam pendidikan nonformal bagi kaum muda agar berkarakter dan berkecakapan hidup".

Sementara misinya, ujar kak Buwas Pertama adalah mewujudkan sistem keorganisasian dan kepengolaan Gerakan Pramuka yang menyeimbangkan volunterisme dan profesionalisme, modern, dan melayani seluruh pemangku kepentingan kepramukaan. Kedua, mewujudkan sistem dan tatalaksana pendidikan kepramukaan sebagai pendidikan nonformal yang unggul yang mampu menjawab tantangan lingkungan strategi bangsa, menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas sesuai Satya dan Darma Pramuka, dan menjadi pilihan utama kaum muda Indonesia dalam mengembangkan potensi dirinya.

Ketiga, mewujudkan kapasitas keuangan, usaha dan aset Gerakan Pramuka yang memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dan memiliki kemandirian minimum bagi keberlanjutan Gerakan Pramuka, dan keempat, mewujudkan kiprah dan pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat, bangsa dan Negara secara maksimal melalui pendekatan informatika, komunikasi publik dan semangat kerelawanan yang berkelanjutan.

Dengan tugas tugas yang diemban Gerakan Pramuka dengan visi dan misi yang disampaikan Ketua Kwarnas, pada prinsipnya seluruh anggota Dewan yang hadir sepakat mendukung sepenuhnya tugas mulia Gerakan Pramuka dan mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung sepenuhnya langkah langkah yang dilakukan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.

Mengapa Pramuka akan menjadi satu satunya instrumen Komponen Cadangan Pertahanan Negara?
Karena didalam Gerakan Pramuka, kegiatan Pramuka sudah memenuhi seluruh aspek Sumber Daya Pembangunan Nasional dalam bentuk kegiatan Satuan Karya.

Satuan Karya adalah wadah pembinaan anggota Gerakan Pramuka yang meliputi seluruh sendi pembangunan bangsa dan yang disesuaikan dengan hobby, minat, dan bakat serta kemampuan anggota itu sendiri.

Saka yang sudah ada dan berjalan, yaitu:
1. Di Bidang keamanan: Saka Bhayangkara -> Kepolisian.
2. Di bidang pertahanan:
Darat -> Saka Wirakartika
Laut -> Saka Bahari
Udara -> Saka Dirgantara
3. Di bidang kesehatan : Saka Bakti Husada.
4. Di bidang pertanian : Saka Taruna Bumi
5. Di bidang kehutanan : Saka Wana Bakti
6. Di bidang keluarga berencana : Saka Kencana
7. Di bidang lingkungan hidup : Saka Kalpataru
8. Di bidang pariwisata : Saka Pariwisata
9. Di bidang pendidikan dan kebudayaan : Saka Widya Budaya Bakti
Dan akan dibentuk lagi saka lainnya, seperti:
- Saka Tekhnologi dan Informatika
- Saka Bina Sosial
- Saka Jurnalistik
- Saka Pekerjaan Umum
- Saka Bina Pustaka.
Bahkan kedepannya ada wacana bahwa seluruh proses penerimaan Aparatur Negara baik sipil maupun militer, wajib bagi pelamar untuk mengikuti Pembinaan Kepramukaan.

Sumber: Copas dari Grup WA Kwarcab Kabupaten Karimun, 03/12/2019
                Foto : Google

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: