Kesan Mengikuti TNGP

Catatan Kenangan yang Akan Tetap Tersimpan.
Oleh M. Rasyid Nur
INILAH kenangan. Pertemuan yang meskipun direncanakan --sebelumnya-- tapi perasaan --setelah bersama-- ini tidaklah bisa terbayangkan sebagaimana yang direncanakan. Bagi Alumni Sagu Sabu se-Indonesia yang berkesempatan ikut menyertai helatan ini sungguh satu catatan tersendiri dalam memori kenangannya. Itu pasti. Tentu juga bagi saya yang jauh-jauh dari Karimun hadir ke Ibu Kota ini.

Setelah melewati laut Karimun- Batam, melewati langit Batam-Jakarta dan bermalam di Hotel Oyo, Jakarta pagi (Sabtu, 30/11/19) ini semua peserta dari seluruh Indonesia berhimpun-pepat di Balaikota DKI Jakarta. Menurut Panitia Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) 2019 ini berjumlah 511 orang. Kepri sendiri hadir dengan personel sejumlah 17 orang.

Harus ditegaskan di sini bahwa para Guru Penulis ini tidak hadir dengan biaya dari sekolahnya. Atau membawa DPPD dari instansi tertentu. Dipastikan, para penulis ini hadir benar-benar biaya sendiri. Itu satu catatan tersendiri.

Dengan 500-an guru (kabarnya juga ada non guru) hadir di satu ruangan di Balaikota DKI Jakarta ini, bayangkan seperti apa riang-gembiranya. Gembira bukan karena ramainya tapi para guru ini hadir dari berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan ada yang dengan identitas kabupaten.

Menurut panitia lagi, urusan dari Provinsi Sumatera Barat adalah terbanyak. Tapi dari Sumut, Kepri dan beberapa provinsi lainnya juga lumayan ramai pesertanya. Kepri, misalnya dengan personal yang 20-an orang tentu saja bukan jumlah yang sedikit.

Para peserta sudah hadir sejak sebelum pukul 07.00 walaupun jadwal acara tertulis pukul 08.00. Itu juga satu bukti rasa gembira. Riuh-rendah kehadiran peserta dengan jumlah sebegitu ramainya menciptakan suasana pagi yang super heboh. Selfi-selfi sebagai kelanjutan pertemuan dan perkenalan yang selama ini hanya berjumpa di dunia maya saja adalah satu hal yang tidak dapat dielakkan. Pokoknya dari sekitar pukul 06.50 itu sampailah dimulainya acara utama, ruangan ini begitu hebohnya.

Berjumpa teman FB, teman WA,  teman IG  dan lainnya itu satu fakta. Tapi berjumpa langsung pak Muhammad Ihsan, CEO Media Guru yang menjadi pucuk pimpinan MGI adalah satu hal lainnya.  Para peserta tentu saja berebut ingin berswafoto dengan penggagas Sagu Sabu Indonesia itu. Dan satu catatan lainnya, hadirnya beberapa pejabat penting seperti ada bupati, wakil bupati, ada Kakankemenag dan beberapa pejabat lainnya dari daerah. Tidak ketinggalan Gubernur DKI yang diwakili Asisten Gubernur DKI.

Sebagai pendidik yang cinta literasi dan suka menulis, mka pertemuan bertitel TNGP ini adalah satu catatan yang tak akan pernah hilang dalam kenangan, nantinya. Pasti akan dicatat tersendiri bagaikan ukiran abadi yang setiap saat dilihat kembali. Maka, tidak aneh dan tidak berlebihan jika berharap tahun depan ingin bertemu lagi.

Pada acara tahunan kali ini, MGI memberikan penghargaan Penggerak Literasi Nasional kepada beberapa pejabat daerah. Mereka dinilai berhasil meningkatkan minat menulis di daerah masing-masing. Ada bupati, ada Kakanwil Kemenag, ada Kakankemenag Kabupaten, ada juga pejabat lainnya.

Bagi peserta TNGP tahun ini pasti saja kita  berharap kalau kenangan indah ini tidak sampai di sini dan pasti tidak akan terlupakan. Bagaikan seorang muslim menunaikan haji, berharap pertemuan ini bukan yang terakhir. Pasti berdoa dan berharap kesempatan ini bukan yang terakhir, pada kesempatan lain ingin ikut lagi.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: