Dari Pertemuan IPHI: Haji-Hajjah, Menolonglah

Catatan M. Rasyid Nur
AHAD (12/01/2020) ini kembali dilaksanakan pertemuan bulanan anggota IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Karimun khususnya para haji-hajjah yang bertempat tinggal di Pulau Karimun. Artinya, pertemuan IPHI Kabupaten ini hanya diikuti oleh para anggota IPHI Kecamatan Karimun, Meral, Tebing dan Meral Barat. Begitulah setiap bulan, di pekan kedua setiap pertemuan bulanan IPHI.

Mengingat anggota IPHI lainnya bertempat tinggal di pulau-pulau yang terpisah jauh maka pertemuan bulanan hanya bisa diikuti oleh para haji-hajjah yang berada di Pulau Karimun saja. Namun, meskipun hanya dari empat kecamatan, kegiatan ini tetap disebut sebagai Pertemuan Bulanan IPHI Kabupaten karena merupakan program IPHI Kabupaten.

Untuk awal tahun 2020 ini menjadi pelaksana adalah IPHI Kecamatan Tebing, sesuai jadwal yang sudah disusun PD IPHI Kabupaten Karimun. Dari empat kecamatan yang ada di Pulau Karimun, baru ada tiga kecamatan yang membentuk kepengurusan IPHI Kecamatan, yakni Kecamatan Karimun, Meral dan Tebing. Sementara Meral Barat masih dalam persiapan. Jadi, hanya IPHI tiga kecamatan itulah yang secara bergiliran menjadi pelaksana pertemuan IPHI setiap bulan. Untuk hari-hari tertentu, terkadang pelaksananya adalah PD IPHI Kabupaten.

Pada pertemuan bulanan kali ini, memberikan tausiah adalah Al-Ustaz Syaraifuddin Al-Makky. Dalam ceramahnya Ustaz Syarifuddin menjelaskan topik tentang tolong-menolong sesama manusia, khususnya menolong orang yang dalam kesusahan. "Menolonglah, wahai para haji-hajjah. Pergunakan harta untuk menolong orang lain. Untuk apa lagi harta ditumpuk?" Begitu ustaz memulai ceramahnya, mengingatkan para haji-hajjah yang hadir.

"Kita sudah diberi rezeki berlebih. Sudah mampu naik haji. Maka untuk apa lagi harta itu disimpan-simpan? Untuk apa lagi menumpuk harta?" Tanyanya kepada para jamaah yang hadir. Jika allah sudah memberi kita rezeki, ingat itu hanya titipan Allah. Jangan sampai Allah mencabut kembali harta-benda kita karena kita kikir. Begitu dia mengingatkan.

Panjang-lebar dia memberikan penjelasan perihal hikmah dan pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang ikhlas menolong orang lain. Kelak di akhirat, orang-orang yang suka menolong di dunia ini akan ditolong oleh Allah untuk keselamatannya. Maka janganlah ragu-ragu memberikan bantuan apapun kepada orang lain. Tidak hanya harta, bisa ilmu, tenaga atau apa saja. Yang utama, menolonglah. Begitu dia mengajak jamaah untuk saling menolong.***




SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: