Iqbal Meninggal di Malam Natal

TANAIKARIMUN.COM - SEMPAT dirawat dalam satu bulan terakhir, sahabat, saudara dan teman baik kita ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Muhammad Sani, Tanjungbalai Karimun. Muhammad Iqbal bin Pawana Handra, begitu nama lengkapnya meninggalkan kita dengan tenang sekitar pukup 20.40, Selasa (24/12/2019) malam itu.

Disaksikan oleh keluarga, orang tua, isteri dan tante serta lainnya, Ikbal (begitu dia disapa teman-temannya) 'berangkat menuju Yang Maha Kuasa' beberapa jam menjelang peralhian tanggal dari 24 ke 25 Desember, yang kita kenal dengan sebutan Hari Natal, khususnya bagi penganut Kristiani. Walaupun tidak ada hubung-kait Ikbal dan kita orang muslim dengan Hari Natal, namun Allah menentukan kepergian Ikbal di malam menjelang Hari Natal, setidak-tidaknya menjadi satu kemudahan bagi siapa saja untuk mengenang kepergiannya kelak jika ingin mengenang.

Meskipun bagi muslim, hari natal itu tidak menjadi catatan apapun kecuali sebagai sesama anak Bangsa dan warga Indonesia yang Allah beri berpenduduk yang berbeda-beda dalam banyak hal, itu adalah nama satu catatan penting bagi umat Nasrani. Bersama dalam aneka perbedaan, berbeda suku, berbeda hobi, berbeda agama dan keyakinan, berbeda segala-gala yang sesungguhnya itu adalah penguat kebersamaan di antara anak bangsa itu sendiri, pada hakikatnya itu semua adalah sebuah rahmat juga bagi bangsa kita yang amat besar ini.

Jika salah seorang diantara yang berbeda tahu dan mengetahui perbedaan saudaranya yang lain, maka perbedaan itu sesungguhnya adalah untuk menjadi alat perekat agar kuat dalam kebersamaan. Dan dengan kebersamaan yang kuat, harapannya secara perorangan juga bisa merasa kuat karena mendapat penguatan dari saudara-saudara yang berbeda. Itulah maksud kekuatan dalam perbedaan yang ada dalam bangsa dan negara kita.

Saat dirawat di RSUD Muhammad Sani Karimun
Teman kita, Ikbal meninggal menjelang Hari Natal semata ketentuan Allah saja. Bagi hamba-Nya seperti kita, sekecil apapun sebuah kejadian pasti ada hikmah yang dapat kita petik. Ikbal meninggal di hari (malam) menjelang natal tentu juga sebuah kejadian yang hanya Allah saja yang maha tahu untuk itu. Tapi pasti kita dengan mudah mengenangnya. Jika itu adalah penanda waktu untuk kita tidak lupa, itulah penanda yang paling mudah untuk mengingatnya.

Bagi kita, kepergian sahabat kita adalah sebuah kesedihan. Rasa duka yang mendalam yang kita rasakan atas kepergiannya adalah sebagai bukti rasa persaudaraan di antara kita dengan sosok yang patuh dan rajin dalam tugas dan tanggung jawabnya di Kesra, Setda kabupaten Karimun. Dengan pendidikan setingkat SLTA, Ikbal bekerja dengan bersungguh-sungguh yang membuat teman-teman dan atasannya menyukainya.

Selamat jalan, teman kami, Ikbal. Semoga segala kebaikan yang telah Engkau sumbangkan selama bertugas di Bagian Kesra Setda Kabupaten Karimun akan menjadi pahala dalam menjalani kehidupan abadi di Yaumil Akhir.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: