Keras Kepala Merusak Iman

Oleh Mohammad Nasrudin
SAAT Anda naik pesawat, ada seseorang yang ngeyel dg peringatan pramugari agar segera mematikan HP dan elektronik lainnya, dengan beralasan.."sudah lah mbak ga perlu cemas.... hidup mati seseorang sudah ditetapkan Allah, ngapain meski matikan HP". Bagaimana perasaan Anda? , Jengkel nggak lihat orang seperti ini?,

Jengkel kan..."dasar keras kepala" gumam kita. Dia ga sadar klo akibat sikapnya yg keras kepala bisa berakibat fatal terhadap penumpang lainnya.

Nampaknya orang seperti ini beriman, namun sesungguhnya dia keras kepala yg membawa2 nama Allah. Krn klo orang beriman nampak dari sikapnya yang taat pd ulil Amri, menghindari bahaya, menjaga keselamatan orang lain.

Nah demikian juga halnya sekarang saat menghadapi wabah virus Corona ...ketika ada instruksi dari pemerintah dan ulama agar lakukan jarak sosial, jauhi kerumunan dan berdekatan dengan orang lain, jangan keluar rumah jika tidak penting. Lalu ada yg komentar seperti penumpang pesawat yang ngeyel tadi." Ngapain takut, hidup mati ada di tangan Allah". Tetap keras kepala beraktivitas dan berkerumun.

Anda pasti juga jengkel. Karena sikapnya yang keras kepala tersebut akan berdampak buruk terhadap orang lain, jika hal buruk terjadi.

Orang ini merasa paling benar, paling beriman. Padahal dia keras kepala dan kurang ilmu serta iman.
Orang beriman pasti mengikuti firman Allah,.  dan Sunnah nabi, untuk memelihara kehidupan,. Menjaga kesehatan, dan taat pada perintah Ulil Amri atau pemimpin yang menjalankan tugasnya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan rakyatnya.

Salam sadar diri mengusir Corona

Monas Inspire.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: