Puisi NYAWA KITA TERGADAI DI RUMAHNYA

Karya M. Rasyid Nur

Ternyata nyawa kita sudah tergadai dengan sebongkah rasa takut yang disimpangsiurkan
Begitu mudah kita menukarnya dengan harga yang sangat murah
Seharga satu waktu solat saja
Yang seharusnya mendapatkan pahala berlipat di setiap pekannya
Nyawa kita tidak lagi dinilai sebagai nyawa
Hidup kita tidak lagi dibuat sebagai hidup makna harga

Benarkah ini untuk kepentingan kita atau mereka
Karena keselamatan adalah ibadah jua
Karena kesia-siaan adalah diharamkan-Nya
Benarkah Tuhan akan menghardik kita bersama waktu yang tersisa
Bersama sombong dan angkuhnya kita
Bersama ingkar dan sok tahunya kita

Sungguh corona telah memutuskan tali semangat bersama di sini
Yang bertahun-tahun turun-temurun tersambung kokoh di rumah ini
Mengapa kini tali itu kita yang membuatnya rapuh
Tidakkah ayah dan datuk serta buyut kita akan murka
Mereka tidak akan rela
Tali itu akan putus karena kesombongan kita
Kita tidak lagi bersama di rumah-Nya

Corona menjadikan nyawa kita tergadai
Tergadai begitu saja di rumah-Nya
Mengapa kita harus berbagi pahala padahal sudah ada peruntukan masing-masingnya
Mengapa jatah kami tidak lagi sama tersebab corona yang Engkau kirimkan, Tuhan
Mengapa corona yang menjadi mata-mata-Mu semena-mena memperlakukan, Tuhan

Kami tidak ingin dia, aku dan mereka atau kita semua menjauh walaupun sepekan untuk satu waktu
Kami tidak ingin kami berpisah karena corona yang kami tahu itu dari-Mu
Seharusnya corona menjalin tali yang terputus atau hampir putus di rumah kami
Ya Allah mengapa ujian ini terlalu sulit kami menjawabnya
Atau kami terlanjur menjauh dari pelajaran yang telah Engkau ajarkan
Dekatkanlah kembali ya Rabb.
Rekatkanlah kembali ya Rabb
Jangan biarkan perpecahan ini mengancam persiapan kami menuju pintu-Mu
Amin
Tbk, 19042020

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: