Kewajiban Berdakwah itu Kewajiban Semua Orang



Oleh Mochamad Nasrudin (Ust. Monas)
KEWAJIBAN berdakwah itu adalah kewajiban semua orang. Saya, Anda, kita semua dikenai tanggung jawab untuk berdakwah tanpa terkecuali. Ingat, berdakwah bukan hanya tugas ulama, kyai, ustadz, mubaligh ataupun guru agama. Berdakwah itu tugas semua orang. Itu klir.

Salah satu bentuk ibadah yang ditaklif atau dibebankan kepada setiap individu muslim yang hukumnya fardhu kifayah adalah berdakwah. Ada banyak tugas individu lainnya. Tapi tugas berdakwah sangalah penting. Islam tanpa dakwah,maka cahaya Islam akan redup.

Makanya salah besar kalau ada orang fakum, apatis dan tidak mau tahu,. Tidak peduli tentang amar ma'ruf nahi munkar. Dan dianggap hal ini hanya tugas para ulama, ustadz,kyai dan mubaligh. Itu keliru.

Ini adalah profesi kita bersama,. Jalan hidup kita bersama. Sebagaimana dikatakan Allah dalam surat Yusuf ayat 108. Qul hadzihi sabilii, ad'u ilallahi ala bashirotin ana..dst. Ayat ini ditegaskan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa, Allah memerintahkan kepada Rosululloh agar memberitahukan kepada umatnya bahwa berdakwah adalah jalan hidupnya, dan kewajiban setiap muslim untuk berdakwah tanpa terkecuali.

Berdakwah bukan hanya tugas jama'ah tabligh, bukan hanya tugas mereka yang punya otoritas atau siapapun yang memiliki panggung. Tapi kewajiban kita semua sebagai jalan hidup seorang muslim.

Wajib kita berdakwah dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing. Rosululloh bersabda: Man ro'a minkum munkaron falyughoyyiru biayadihi, fain lam yastati' fabi lisanihi, fain lam yastati' fabi qolbihi, fahuwa adh'aful iman.
 Artinya: Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaknya merubah dg tangannya, jika tdk mampu, dg lisannya,. Jika tidak mampu dengan hati nya, cuma ini selemah lemah iman.

Yang pejabat atau pemegang kekuasaan, manfaatkan lah jabatan dan kekuasaan mu atau tanganmu untuk amar ma'ruf,nahi Munkar, serta mengajak orang beriman, jangan terlena, selama menjabat hanya dimanfaatkan hanya untuk menyelesaikan tugas tugas rutinitas tanpa menyampaikan pesan dakwah setiap harinya, jika kita terlena, semua jabatan yang telah diamanahkan oleh Allah pasti akan dipertanggung jawabkan kelak, dan itu sangat berat hisabnya.

Bagi orang-orang yang mampu dengan lisannya, sampaikanlah dakwah sesuai kapasitasnya masing-masing meskipun hanya satu ayat. Jika kita tidak menyampaikan dakwah apa yang kita tahu, kita paham, maka bersiaplah akan hisab Allah kelak. Dakwah dengan lisan, saat ini sdh berkembang, tidak hanya menggunakan mulut kita ,kita berdakwah, tapi juga dg jari kita, seperti tulisan ini, medsos, share kebaikan, dll.

Bagi yang mampu nya berdoa, memihak di hati, maka lakukanlah, namun ini adalah selemah lemah iman. Tentu usahakan kita jangan hanya di posisi ini. Jangan senang dengan status iman yang lemah sebagaimana sindiran Rosululloh. Kita harus meningkatkan keimanan kita untuk berani ambil peran dalam berdakwah, dengan lisan atau pun jika memungkinkan dengan perbuatan kita.

Dakwah mengandung ajakan untuk mengajak berbuat baik, mencegah kemungkaran, dan mengajak meningkatkan keimanan masing-masing. Lakukan lah hal ini sebisa mungkin setiap hari nya, dan pertanyakan pada diri sendiri, apakah saya sudah berdakwah hari ini?

Dakwah jangan dijadikan pekerjaan sisa kita. Mengajak orang berdzikir, berbuat kebaikan, jangan dijadikan sebagai pekerjaan sambilan kita, jika masih ada waktu  setelah urusan dunia kita selesai.

Dakwah mulai sekarang harus jadi tanggung jawab utama kita,. Karena ini statusnya fardhu kifayah. Kita sering kali tdk menyadari tanggung jawab ini, sehingga kita  sering melewatkan waktu setiap hari nya utk meninggalkan kewajiban berdakwah, lupa bahkan lalai mengajak orang dekat dg Allah melalui sholat, berdzikir, berbuat baik dsb.

Hanya saja yang perlu kita pahami,tugas kita dalam berdakwah hanya mengajak. Tidak ada hak bagi kita untuk memaksa seseorang untuk menjalankan seruan kita. Hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Al Hadi..yang maha memberi petunjuk.

Berdakwah harus bil hikmah wal mauidhotil hasanah. Istiqomah dan sabar adalah bahan bakar dari dakwah. Jangan dimasukkan hati dan bersedih jika ada penolakan, krn hasil seseorang mendapatkan hidayah atau tdk, itu bukan urusan kita. Tugas kita hanya menyampaikan dakwah sesuai kapasitas kita masing-masing.

Inilah kewajiban kita saudara saudaraku sesama muslim. Jika kita tidak ambil tanggung jawab ini, Allah pasti meminta pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Untuk apa kalian pergunakan kaki,tangan,mulut, mata dan otak yang sempurna serta kesempatan yang diberi selama hidup...kalau hanya untuk berbangga bangga, mencari dunia,. Berpolitik, berbisnis, tanpa ada nilai dakwah di dalamnya maka kelak kita menjadi manusia yang paling rugi.

Kita boleh beraktivitas apa saja, namun misi dakwah harus kita utamakan karena ini adalah titah dari Rajanya para raja, yakni Allah jalla  jalaluh. Maka titah Allah jangan dinomor duakan setelah tugas dari presiden, atau Gubernur, atau Bupati,atau komandan, atau ketua LSM, dll. Titah Allah harus ditunaikan lebih utama dibanding tugas pemegang kekuasaan dunia yang sifatnya sementara, yang itu bisa jadi ujian keimanan kita yang membelokkan akan ketauhidan kita utk menomorduakan Allah.

Sudahkah Anda berdakwah hari ini???

Monas Inspire.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: