Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia Pedang Sebelum Perang

Oleh Muhammad Nasrudin (Monas)
PERIBAHASA 'Sedia Payung Sebelum Hujan' itu sudah selalu didengar. Maknanya juga sudah dipahami. Agar bersiap-sedia sebelum kejadiannya ada. Jangan sampai tergesa-gesa persiapannya dan akhirnya tidak bisa. Jika hujan jangan sampai basah. Jika ada musuh jangan sampai kalah karena tdak bersiap sebelumnya. Itulah esensi makna peribahasa. 

Tentu saja tulisan ini tidak dimaksudkan menimbulkan makna permusuhan. Jika ada yang bertanya, "Sudahkah Anda memiliki senjata baik berupa pedang, golok atau apapun,. sebagaimana Rosululloh dan para sahabat suka mengkoleksinya sebagai senjata dalam menghadapi perang?" Ini pertanyaan umum dan biasa saja. Tidak harus juga dikonotasikan mencari permusuhan.

Pedang Rosululloh tidaklah satu, tapi cukup banyak. Saya pribadi pernah melihat-lihat pedang Rosululloh saat berkunjung ke istana Al Fatih Turki. Demikian halnya para sahabat.

Pedang, keris, kujang, rencong, oleh orang zaman dahulu, merupakan kebutuhan hidup yakni sebagai alat untuk pertahanan diri dari ancaman bahaya, dzi syarrin.

Rosululloh dan para sahabat, pedang pedang mereka berkualitas. Terbuat dari besi yang berkualitas, makanya senjata mereka masih bertahan hingga saat ini.

Jangan kita berpikir, kita kan lagi damai, untuk apa menyimpan senjata. Damai, perang itu kan sifatnya tidak statis. Sekarang damai bulan depan blm tentu. Sekarang aman, Minggu depan juga belum tentu. Makanya berpikir, 'Sedia Payung sebelum Hujan'. 

Kita buka catatan sejarah, masih sangat relevan utk kita terapkan dalam hal ini. Jangan nunggu hujan , baru terpikir untuk membeli payung, wah..keburu kehujanan. Jangan nunggu perang baru terpikir beli senjata. Sudah terlambat. Kalau sdh perang, ekspedisi pengiriman sdh ditutup, produksi senjata sudah langka, kita akan sulit mendapatkan nya krn sdh menjadi kebutuhan pokok saat itu.

Apalagi di tengah negeri kita yang dalam ancaman besar terjadinya disintegrasi kapan saja, tanpa kita ketahui, seperti halnya terjadinya pemberontakan PKI 48,65 yang terjadi tiba tiba, maka ke depan gangguan keamanan akan terjadi juga kapan saja dan tiba tiba. Sediakan lah payung sebelum hujan, Sebagai bentuk ikhtiar kita sebagaimana Rosululloh dan para sahabat juga memiliki senjata banyak di rumah nya masing-masing.

Nah milikilah senjata terbaik di rumah anda masing-masing, kualitas terbaik sebagai bentuk ikhtiar terbaik kita dalam wiqoyatunnafsi atau penjagaan diri.

Monas Inspire.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: