Siapa Bilang Syetan Dilahirkan Sebagai Makhluk Pembangkang ?

by Mochamad Nasrudin  (Ust Monas)

DAHULU, sebelum diciptakan Adam oleh Allah, syetan adalah makhluk Allah yang paling taat. Juga mulia. Lebih mulia kedudukannya dibanding malaikat.

Pembangkangan syetan terhadap Allah,. bukan karena dia dilahirkan sebagai pembangkang, tapi perasaan merasa lebih suci, lebih mulia, lebih pandai dan perasaan lebih segalanya dari pada Adam sebagai makhluk baru dan diciptakan hanya dari tanahlah yang membuat syetan jatuh menjadi makhluk yang paling hina.

Perintah Allah agar syetan sujud kepada Adam yang ditolaknya karena menurutnya derajat Adam lebih rendah dari dirinya itulah, yang membuat syetan dinash sebagai musuh Allah. Jadi sejak lahirnya dia diciptakan sebagai makhluk pembangkang.

Sebenarnya syetan pernah mengutarakan keinginannya untuk taubat, melalui nabi Musa, saat Nabi Musa Kalimullah ingin berjumpa dengan Allah di Bukit Tursina.

Pesan syetan kepada Allah yang disampaikan mll nabi Musa utk bertaubat ini, dijawab oleh Allah, bahwa Allah akan mengabulkan permintaan taubatnya dg syarat, syetan harus sujud kepada Adam. Karena Adam sudah meninggal, bersujud lah ke makam Adam. Namun syetan menjawab, saat Adam hidup saja, saya tdk mau sujud kpd Adam, apalagi Adam sudah meninggal. Ga bakalan kata Syetan. Sorry aja lah yauwww,kata anak jaman now.🤭😀

Kesalahan syetan tidak melihat siapa yang memerintahkannya untuk sujud kepada siap saja meskipun dipandangan matanya ia lebih hina. Tapi ia lebih menuruti ego ke-aku-annya. 

Nah...mari kita jadikan ibroh ini sebagai refleksi kita masing-masing. Apakah kita banyak melawan perintah Allah karena merasa kita lbh hebat, lebih mulia, lebih suci, lebih pandai daripada orang lain.

Perasaan merasa paling inilah merupakan warisan syetan dalam diri manusia, yang harusnya kita lawan. Di sini lah letak perjuangan kita melewati ujian. Ujian melawan bisikan syetan yg super halus di dalam diri kita.

Kalau perang melawan musuh yang nampak seperti penjajah , PKI, penyihir,dukun satet dll, menurut saya itu gampang, tapi yang sulit adalah ketika melawan syetan di dalam diri kita.

Karena itu, di dalam surat Al Falaq, ketika Allah menceritakan lawannya yang nampak dari luar, Allah menunjukkan sifat dirinya hanya sekali, yakni bi robbil Falaq.

Namun ketika musuhnya di dalam dada, yuwaswisu fii sudurinnas sbgmn dalam surat An-Nas, maka Allah mensifati diri Nya hingga 3 kali, yakni birobbinnas, malikinnas dan ilahinnas..

Makanya musuh yang paling berbahaya yang berpotensi membuat kita masuk neraka, celaka, dan terjatuh bukanlah orang lain, namun potensi bahaya di dalam diri kita sendiri, yuwaswisu fii sudurinnas minal jinnati wannas.

Makanya Allah suruh kita lebih banyak melihat ke dalam daripada melihat ke luar, lebih banyak introspeksi daripada mengawasi.

Kita dibolehkan melihat keluar semata mata sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri, bukan untuk memaki ataupun mencibiri..

Monas Inspire
Semoga bermanfaat.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: