Puisi-puisi Wahyu Nurhalim S.Pd.I M.Pd

DZIKIR PUISI

Dalam hening pusi hamba berdzikir
Mengeja untaian maghfirah lewat bait-bait resah
Goreskan baris penyesalan yang tak jua usai tergubah
Setiap kata menatap seakan penuh curiga dan tersalah

Satu judul telah usai,
Seribu puisi terlampaui
Tapi masih tak sebanding dengan dosa yang melumuri sekujur raga
Sedang tinta ini telah mulai mengering

Di antara kel takut dan harap
Hamba persembahkan dan hadiahkan puisi sebagai ungkapan ini wahai Paduka raja,
Walau bisa, namun bila harus sempurna dan sejatiNya
Kuharap ku tak mampu meraih dan  berkenan sepenuh hidayah dariNYa

Indragiri Hulu, 14 Agustus 2020



BERDZIKIR  LEWAT PUISI

Dalam hening dan pekatnya malam puisi hamba berdzikir dan bdrtasbih
Mengeja untaian maghfirah dan taufiq lewat bait-bait resah dan gelisah?
Goreskan baris penyesalan yang tak jua usai tergubah
Setiap kata menatap seakan penuh curiga dan tersalah kan?

Satu judul telah usai dan ribuan bait,
1 puisi terlampaui
Tapi masih tak sebanding dengan pahala yang melumuri diri dan sekujur raga ini
Sedang kan tinta emas ini telah mulai mengering dan habis

Di antara rasa takut dan harap
Hamba persembahkan dan hadiahkan puisi sebagai ungkapan ini wahai Paduka raja,
Walau bisa, namun bila harus sempurna dan sejatiNya
Kuharap ku tak mampu meraih dan  berkenan sepenuh hidayah dariNYa

Indragiri Hulu, 14 Agustus 2020

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: