Tanjungbatu, Saya Rindu: Sepenggal Kisah di Masa Lalu (Ke-1)

Oleh Khairul Amri
(Pengantar: Inilah sepenggal cerita di masa lalu. Di masa usia masih belasan. Saya ingin berbagi inspirasi yang saya dapatkan, waktu itu. Jika ada manfaat, semoga pembaca juga mendapatkan.)


SAYA di sini. Dulu. Ya, dulu sekali. Antara 1990-1993. Sudah berapa tahun itu, ya? Waw, lama sekali: 30 tahun silam. Saya pernah di sini. Di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.

Di sini. Di Tnjungbatu, Negeri yang pernah saya singgahi. Hanya 3 tahun. Tapi, kenangan dan goresan masa itu sangat membekas di hati saya. Hanya sekejap itu, tapi efeknya ke hidup saya saat ini: luar biasa. Hanya saya yang tahu dan merasakannya.

Karena 3 tahun itulah, saya jadi mengerti arti hidup sesungguhnya. Besar di rantau, ternyata punya efek magis ke relung sanubari. Hanya 3 tahun. Ya, cuma selama itu, berimbas sangat besar ke hidup saya saat ini.

Apa yang dilakukan di Tanjungbatu, sehingga bisa begitu hebat dan punya pengaruh ke hidup saya sekarang? Banyak sebenarnya. Tapi, ada satu yang paling saya ingat: KEMANDIRIAN. Di sinilah saya diajarkan tentang arti sifat itu. 

Hanya satu itu saja? Ya, benar. Cuma itu saja. Karena yang lain itu bisa mengikut saja lagi. Setelah saya paham arti sebenarnya dari kemandirian itulah, akhirnya saya bersyukur, bisa seperti ini sekarang. Alhamdulillah ...

Tanjungbatu ... saya rindu. Ingin rasanya kembali ke sana, agar banyak lagi hal-hal magis bisa saya dapatkan. Tapi, kembali menetap di sana, rasanya, hmmmm entahlah. Hanya Dia yang Maha Tahu segala-galanya. Kita hanya manusia biasa, sebagai sosok yang hanya menjalankan skenario itu saja.  

Tanjungbatu ... Saya Rindu.  Jika harus ke sini lagi. Semoga tanah ini, tanah dan laut, serta parit2 di Tg. Batu masih mau menerima saya. Semoga saja begitu. *** (bersambung)

Khairul Amri 
Bermastautin di Pekanbaru



SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: