Tutur Ibu pada Anak Lelaki Pertamanya


Oleh Fama Danil 

HIDUP itu dinamis dan jangan mau biasa-biasa saja. Jangan mau begitu-begitu saja. Mengapa? Karena hidup akan dipertanggungjawabkan di akhirat nannti, setelah kita mati. Mungkin kita tak sadar atau bahkan tak paham sehingga kita selalu berbuat semau dan sesuka kita.

Hidup ini emang harus luar biasa. Biar kita punya pengalaman yang rrrruarr biasa dalam hidup. Menemukan kenikmatan yang Allah sudah sediakan bagi kita sebagai ciptaan-Nya. Hidup ini emang akan terasa sulit karena dunia tempatnya berjuang untuk sampai ke akhirat dan memasuki surga Allah. 

Hidup ini bukan hanya sekadar mengalir seperti air, tapi ia harus dimanipulasi agar seluruh kebaikan itu melekat dan bertahan pada diri hingga bergelar muttaqiin. Itulah goal yang akan dituju. Mau cari apa pada kesempatan singkat ini? Ya, mengejar muttaqin itu.

Hidup ini harapan besar bagi seorang pemuda yang mampu membuat rencana besar dalam hidupnya. Yaitu pemuda yang sanggup melawan kemalasan dalam sujud pada Rabbnya. Pemuda yang mampu mengendalikan emosi dan nafsunya. Pemuda yang mau berbuat untuk agama dan keyakinannnya. Pemuda yang giat berjuang untuk sebuah cita citanya.

Harus pula dikatehui bahwa hidup ini sesaat saja. Sebentar. Kita tak tahu kapan kembali saat Allah menjemputnya.  Hidup singkat ini seharusnya dipakai untuk berbenah dan berbekal.  Jangan terlalu percaya diri kita akan hidup lebih lama di dunia ini. 

Akhirnya kita juga harus tahu bahwa hidup ini merupakan kebahagiaan. Maka rebutlah dan pertahankanlah kebahagiaan singkat yang Allah berikan ini hingga kita dapat kebahagiaan yang abadi kelak di Hari Abadi.

Fama Danil
Manajaer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran
Yayasan Darul Mukmin Karimun

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: