Puisi Wahyu Nurhalim S.Pd.I M.Pd


MELALUI LANGKAH SENDIRI


Terkunci pilihan-pilihan kata merayu yang menggombal

Aku memilih diam lalu pergi dari duniamu yang mengangguku
Aku menumpahkan air mata merana tanpamu
 Dan akhirnya gelisah tumpah ruah didalam pelukanmu

Rasa sakit  demi kesembuhan yang aku selipkan dalam doa
 kau lupa bahwa
Ada sebongkah hati yang setia padamu
Racun manis yang selalu kau sajikan dalam dirimu
Kutengguk mesra tanpa curiga dan mencurigai

Hingga buai asmaramu kian merajai jiwa yang terpatri dalam diri..
 
Terpasung aku dalam gelora cinta palsumu
Kini luka ini telah bernanah dan berdarah dalam hembusan angin sepoi sepoi
Namun candu dan madumu hingga cintamu terlanjur dan tak surut lalu mampu merusak sendi hidupku yang dulunya bahagia
 
Aku ter panah oleh racunmu hingga datang perpisahan kini kau luncurkan
Berdalih ego yang terselimuti hianat
Hingga gendang telingaku sobek tersayat silet
Oleh kata-kata sumpah yang terucap dari mulutmu
 
Aku memutuskan pergi takkan kembali
Semua harapanku telah sirna ditelan bumi
Memilih sendiri agar nafas terpingkal hilang
Dalam  berujung datang dan ini
Menjadi teman sejati dalam hidupku yang semakin baik
Pada tahun ini

Indragiri Hulu, Riau 12 September 2020

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: