Sekali-sekala Semprot jua Sekolah


Tanaikarimun.com, Karimun - KARENA covid-19 masih terus bersama kita (Indonesia) dan di daerah kita yang entah kapan akan perginya, maka kewaspadaan kita masih juga akan terus diminta. Hanya kewaspadaan dan berjaga-jaga tingkat tinggi saja yang akan membuat virus ini tidak leluasa berkembangnya. Jika kewaspadaan dilonggarkan, pasti dia akan membahayakan. Satu dan lainnya akan saling menularkan. Nauzubillah.
Di media terus kita baca betapa covid-19 belum mereda. Pemerintah setiap hari memberi informasi terbaru perihal berita covid-19 di Tanah Air tercinta ini. Berita salah satu media (kompas.com, Rabu, 21/10/2020: 15.26) misalnya, dengan mengutip laporan Gugus Tugas Penanggulangan Covid Nasional, media ini menjelaskan bahwa sampai hari Rabu, itu kasus covid-19 di Indonesia sudah tembus di angka 373.109 orang dengan penambahan terbaru sebanyak 4.267 kasus. Ngeri, kan?

Di daerah-daerah tentu saja penambahan positif covid-19 di masyarakat bertambah. Fakta dan data dari daerah itulah yang dihimpun dan diumumkan Pemerintah Pusat yang angkanya terus menuju ke atas. Di Kabupaten Karimun, misalnya menurut berita-berita di sini, dua pekan terakhir adalah waktu dengan jumlah positif covid terbanyak sejak covid-19 ada di Kabupaten Berazam ini. Jika sebelumnya jumlahnya selalu sedikit-sedikit saja, bahkan pernah diumumkan hampir berzona hijau dengan sembuhnya para penderita, kini justeru jumlahnya bertambah banyak. 

Jika sebelum-sebelumnya kasus covid-19 hanya hitungan belasan saja dan mampu ditampung di Rumah Sakit (RSUD) dan beberapa Puskesmas di Kabupaten Karimun saja, kini penderita penyakit mematikan ini sudah tidak tertampung oleh ruangan yang ada di sini. Harus dikirimkan sebagiannya ke Batam (Galang) sana. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun selaku juru bicara Gugus Tugas Covid Kabupaten, "Sebagian pasien covid-19 dikirimkan ke Rumah Sakit Khusus Infeksi Batam, di Galang."

Melihat keadaan seperti itu, Pemerintah terus berupaya mencegah penularannya dengan berbagai cara. Peraturan dan protokoler kesehatan semakin diperketat pelaksanaannya karena kelihatannya masyarakat tampak melonggarkannya. Pasar, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya menjadi perhatian untuk kewaspadaan ini. Tentu saja sekolah-sekolah yang ada lebih khawatir jika penyebaran virus ini semakin menggila.

Salah satu yayasan pendidikan, Yayasan Darul Mukmin Kabupaten Karimun, Rabu (21/1010/2020) kemarin kembali melaksanakan penyemprotan di lingkungannya. Selain karena Kecamatan Karimun (lokasi sekolah berada) termasuk zona merah saat ini, juga karena para guru dan pegawai sekolah tetap wajib ke sekolah meskipun dengan pembelajaran daring. PJJ yang diterapkan sekolah Islam Terpadu, ini mengharuskan gurunya melaksanakan tugas dari sekolah. Sekolah yang menyiapkan keperluan seperti kuota internet untuk guru. Lagi pula sesuai ketentuan Pemerintah setempat, para guru sekolah memang wajib ke sekolah.

Penyemprotan yang dilakukan pihak yayasan dilaksanakan untuk semua satuan pendidikan yang ada di yayasan, TPQ, TKIT, SDIT, dan SMPIT. Termasuk gedung yayasan dan Radio Azam yang kebetulan juga satu lokasi dengan sekolah-sekolah itu. Sejak pagi dilaksanakan penyemprotan hingga siang. Hari ini, Kamis (22/10/2020) para guru dan karyawan kembali masuk sekolah seperti biasa. Pengelolaan pembelajaran daring kembali dilaksanakan dari sekolah***  

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: