Pesan Pak CEO Saat Webinar TNGP "Sukses Penulis 365"


ISTIMEWANYA webinar ini karena dilaksanakan bertepatan dengan tanggal peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75. Hari ini juga diperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020. Tema-tema karya tulis para guru di FB Media Guru Indonesia atau di blog Gurusiana hampir semuanya dengan tema tentang guru. Bahkan di media-media lainnya juga bertebaran tulisan tentang guru.
Webinar ketiga Media Guru Indonesia (MGI) setelah hari Sabtu (21/11/2020) yang pertama dan Ahad (22/11/2020) yang kedua, ini adalah bagian dari webinar TNGP (Temu Nasional Guru Penulis) MGI yang direncanakan sebanyak lima kali. Artinya masih ada dua kali lagi, 28 dan 29 nanti. Dan tema webinar hari ini adalah 'Sukses Gurusiana 365'. 

Tampil sebagai pembicara adalah  1) Harnieti, MPd, Kepala SMP Negeri 1 Luak Lima Puluh Kota, Sumbar; 2) Saeful Hadi, S Sos, Guru SMA Negeri 2 Banjar, Jabar; 3) Drs. Riful Hamidah, MPd, Guru SMK Negeri 1 Magetan Jawa Timur. Itu info yang bisa kita baca di baner yang dishare di FB MGI. Untuk keynote speaker adalah CEO MGI, Pak Mohammad Ihsan. Sedangkan sebagai host sekaligus moderator adalah Istiqomah Almaki, meskipun di baner tercantum nama Pak Leck Murman (Drs. Murman, MPd) dan Dra. Nuraeni, MPd.

Setelah dibuka Bu Isti, begitu dia disapa, dengan menyapa para peserta webinar termsuk para petugas dari Media Guru, dia mempersilakan keynote speaker untuk menyampaikan sambutan pembukaan. Seperti biasa, sambutan awal adalah dari belyau. Sebagai CEO MGI dia adalah sentral setiap kegiatan yang dihelat MGI.  

Pak Ihsan menyampaikan banyak informasi dan motivasi kepada semua peserta webinar khususnya dan kepada anggota MGI, umumnya. Pak Ihsan, seperti biasa akan membakar semangat dan motivasi para fesbuker MGI dan blogger Gurusiana alias para gurusianer untuk terus menulis. Banyak hal disampaikan Pak Komandan. Dan meskipun dia sibuk, Pak Ihsan akan selalu menyempatkan memberikan semangat kepada keluarga besar MGI.

Hal pertama yang disampaikan Pak Ihsan, setelah mengulangsampaikan tema webinar, menyapa peserta dan menjelaskan perihal Hari Guru Indonesia yang jatuh pada hari ini. lalu dia jelaskan bahwa pada hari ini tulisan-tulisan yang muncul itu hanpir semuanya dengan tema guru. Maksudnya dia ingin menegaskan pentingnya hari ini, 25 November ini. Karena itu pula menurut saya, webinar ini memang istimewa. 

Selanjutnya dia ulang sampaikan juga perihal webinar-webinar yang dilakukan bersempena TNGP tahun pandemi covid-19. Semangat pertama yang disampaikannya adalah adanya tantangan baru khusus untuk hari guru ini. Itulah tulisan tematik yang isinya tentang pengalaman guru dengan gurunya. Katanya, lima tulisan terbaik dengan terbanyak pembaca akan dinyatakan sebagai pemenang. Dan jatah 25.000 point akan diberikan kepada pemenang ini.

Pak Ihsan juga menguraikan data baru penulis di gurusiana. Baik dari segi daerah terbanyak yang menulis juga dari sisi jenis kelamin penulis. Dengan jelas dia katakan perbandingan antara emak-emak dengan bapak-bapak itu sudah mulai ada pergeseran. Jika sebelumnya dominasinya adalah ibu-ibu alias emak-emak, kini ternyata para bapak mulai bertambah jumlahnya. angka detailnya dijelaskan Pak Ihsan.

Tentang penulis yang menggunakan fasilitasnya antara laptop dan gawai, itu juga dengan jelas dan detail sekali dia uraikan. Menggunakan angka-angka nyata di slide yang dia beberkan. Angka persentase terkecil dan terbanyak dari pengguna ini begitu jelas dia katakan kepada peerta. Dan banyak lagi info-info yang disampaikan Pak Ihsan. Info itu, baik bernilai pengetahuan dan wawasan maupun bernilai semantat, tentu saja sangat berguna bagi kita sebagai peserta webinar. 

Bagi peserta webinar ketiga ini, sebelum tampilnya narasumber sesungguhnya info-info dari CEO itu saja sudah sangat memadai bagi peserta untuk ikut. Artinya, akan tetap menjadi anggota MGI yang merugi jika satu webinar seperti ini tidak diikuti. Dari uraiannya kita tahu bagaimana Pak Dahlan Iskan yang menulis selama tiga tahun terus-menerus setiap hari. Dan kita bukan mustahil untuk itu, ajaknya memberi semangat.

Pak Ihsan juga mengingatkan para gurusianer yang setelah mampu menjadikan dirinya sebagai penulis yang aktif setiap hari, hendaklah mulai menjadikan tulisan itu sebagai tabungan karya yang satu hari nanti akan menjadi buku. "Menjadikan menulis sebagai habit, itu ya. Tapi mulailah menjadikan tulisan sebagai tabungan untuk buku," katanya memberi semangat. Yang pasti, apa yang disampaikannya adalah ilmu berharga bagi kita.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: