Berdoa Mengawali Kerja


SEBUAH tulisan berjudul Amalkan 5 Doa Ini, Rezeki Akan Datang Bertubi-tubi yang diposting Widaningsih di Sindonews.com edisi 5 Desember 2020 dan muat juga di Hajinews.id memotivasi kita untuk tidak lupa berdoa. Meski spesifik doa itu berkaitan dengan rezeki saya percaya sebagai orang beragama, kita memang harus berdoa agar tidak dipandang sombong oleh Allah.

Mengawali pekan ini, dengan rencana kerja yang pasti banyak tidak berlebaihan kita terus berdoa. Dan doa-doa berhubungan dengan rezeki dari Allah yang selalu juga kita lantunkan, izinkan saya mengutip atau memuat ulang tulisan itu untuk terus memotivasi kita dalam berdoa. Berdoa untuk bekerja.

Seperti ditegaskan Allah dalam surah Ar-Rum begini, “Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, lalu menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu ada yang mampu berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan,” jelas bagi kita bahwa aturan dan ketentuan rezeki memang sudah diaturnya. Termasuk hasil kerja kita, pasti termasuk bagian yang diaturnya.

Di ayat lain, tepatnya di Surah Asy-Syura Dia mengatakan, “Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” Artinya apa yang akan kita dapatkan, termasuk rezeki adalah apa yang kita doakan dan usahakan.

Inilah 5 (lima) doa yang sebaiknya senantiasa kita amalkan agar rezeki yang kita harap-harapkan mudah terwujud. (Saya kutipkan bahasa Arab dalam tulisan Latinnya. Maaf tidak dalam tulisan Arabnya).

1) Agar rezeki lancar

Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh. “Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

2) Agar rezeki bertambah

Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.

Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”

3) Agar diberi rezeki halal

Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

4) Agar diberi rezeki yang berkah

Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.

“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”

5) Agar mendapat rezeki yang tak disangka-sangka

Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.

“Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang haru turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”

Doa dan terjemahannya itu sepenuhnya diuktip dari sumber di atas. Semoga ada manfaatnya bagi kita, khususnya mengawali kerja-kerja kita di awal pekan ini. Wallahu Alam.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: