Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Dapat Menyebabkan Stroke


Catatan M. Rasyid Nur
PESAN ini sangat penting. Pesan tentang penyebab orang terkena stroke. Kita, apalagi yang sudah berumur kepala lima ke atas, sangat rentan. Tapi yang umurnya di bawah itu juga sama potensinya. Tetap bisa terkena, jika kebiasaan-kebiasaan buruk ini diamalkan.

Kata pakarnya, jika kebiasaan ini dilaksanakan rutin, sehari-hari, kita berpotensi mendapat serangan stroke. Sungguh menakutkan. Ini memang pesan dari orang yang mengerti penyakit ini dan sebab-musabab terjadinya. Saya hanya meneruskan saja pesan ini kepada kita. Kepada siapa saja yang mau membaca dan akan berguna.

Tulisan ini saya baca dan saya kutip dari sebuah situs. Situs haji, beralamat di https://hajinews.id dan diposting pada hari Senin (04/01/2021) kemarin. Saya baca berulang-ulang dan terasa menakuktkan. Maka saya share ulang dengan sedikit mengedit, menambah-kurang asal tidak membuat inti pesannya hilang. Jadilah artikel ini seperti yang Anda hadapi ini.

Kata pakarnya, stroke merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan, kesulitan berbicara, penglihatan mata terganggu, kesulitan berjalan hingga kehilangan keseimbangan. Jika penyakit stroke tidak segera diobati atau mendapatkan perawatan yang tepat, bisa menjadi penyebab terjadinya kerusakan otak permanen yang bisa menyebabkan disabilitas, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan pencegahan dini agar tidak terkena penyakit stroke. Salah satu caranya dengan menghindari kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebab penyakit stroke seperti berikut ini.

1. Mengonsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Makanan tidak sehat yang menjadi penyebab stroke yaitu jenis makanan yang mengandung garam, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol yang cukup tinggi. Zat-zat ini, dalam kadar yang berlebih akan menyebabkan kita terkena penyakit stroke. Oleh karena itu harus segera hindari kebiasaan sehari-hari dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat tersebut. Sekali lagi dalam kadar yang berlebihan.

2. Kurang Bergerak

Tubuh yang kurang bergerak terkadang juga merupakan kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebab penyakit stroke . Selain itu, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko terkena obesitas, kolesterol dan diabetes, yang menjadi pemicu stroke . Jika kita tidak ingin terkena stroke , maka sebaiknya melakukan olahraga 3-5 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit. Olahraga apa saja. Yang penting bergerak untuk berkeringat.

3. Merokok

Pada rokok yang dihisap ada zat nikotin. Zat nikotin yang berada pada rokok akan menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengeras sehingga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan denyut jantung menjadi cepat. Pembuluh darah yang menyempit merupakan faktor terjadinya serangan penyakit stroke.Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat mengurangi asupan oksigen dalam darah dan menyebabkan tersumbatnya arteri, sehingga bisa menimbulkan pembuluh darah pecah yang merupakan penyebab stroke .

4. Sering Minum Alkohol

Kebiasaan minum alkohol ternyata juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam bentuk lemak dalam darah yang dapat mengeraskan arteri dan memicu timbulnya penyakit stroke. Sesungguhnya alkohol tidak saja berdosa karena akan memabukkan, tapi juga dapat menimbulkan penyakit strok. Mari dijauhi.

5. Stres Berkepanjangan

Stres dapat memicu peningkatan produksi sel darah putih dalam tubuh sehingga menyebabkan arteri menyempit dan terjadinya peradangan yang mengarah pada penyakit jantung dan stroke . Sehingga, jika kita tidak ingin terkena stroke , disarankan untuk segera menghindari segala kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat stres. Banyak bukti bahwa stres berkepanjangan itu akan menjadi sebab datangnya penyakit stroke.  

Mari kita jalankan hidup dan kehidupan kita ini dengan pola sehat. Jauhi lima hal di atas dan beberapa kegiatan lain yang akan mengarah kepada lima hal di atas. Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat selalu.***


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: