Vaksinasi Ala Alquran (Dari Tulisan A. Hamid Husain)


DIMULAINYA vaksinasi covid-19 sejak 14 Januari lalu dilaksanakan dalam hingar-bingar pro dan kontra di tengah-tengah masyrakat. Di satu sisi masyarakat perlu obat virus dan usaha memperkuat imunitas diri terhadap covid-19 dan di sisi lain usaha Pemerintah dan tokoh agama meyakinkan masyrakat akan vaksin yang hari-hari ini sudah mulai dilaksanakan juga tidak lancar-lancar betul. Intinya, di tengah gencarnya Pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi plus usaha sosialisasi ahli agama kepada umat, ternyata respon masyarakat belum seperti yang diharapkan. Itulah keadaan di tengah-tengah masayarakat.

Di luar program vaksinasi yang saat ini tengah dilaksanakan Pemerintah untuk tujuan mengatasi virus corona, sesungguhnya di dalam agama (Islam) juga diajarkan vaksinasi ala alquran. Maksudnya vaksinasi untuk imunisasi tubuh dari sisi agama. Tentu saja perlu pula dipertimbangkan, sebaiknya, selain mengikuti program vaksinasi Pemerintah kita (muslim) juga sangat perlu mengamalkan vaksinasi ala alquran, yakni dengan membaca alquran. Dengan membaca dan memahami alquran, terbukti menurut para ahlinya tubuh kita juga berpengaruh positif ke arah imunitas tubuh itu sendiri.

Seperti ditulis oleh A. Hamid Hsain dalam tulisannya berjudul Vaksin Dosis Tinggi Sudah Ada Dalam Alquran yang diposting di https://muslimobsession.com, menguraikan bahwa salah satu ikhtiar rohani kita memerangi covid-19 bahkan beberapa penyakit lainnya adalah dengan terapi alquran. Menjadikan alquran sebagai sumber dan cara mengatasi covid-19 ini.

Semua kita meyakini bahwa vaksin anti virus sangatlah dibutuhkan di saat seperti sekarang ini. Tapi kita juga meyakini dan berusaha, selain vaksin buatan manusia yang datang dari berbagai negara, itu kita perlu pula menambahkan atau melngkapkan dengan vaksin yang datangnya dari Tuhan. Itulah yang diuraikan dalam firman-Nya dalam banyak surah dan ayat-ayat-Nya. Orang-orang yang membaca alquran adalah orang-orang yang akan merasakan tenang dan damainya hatinya. Damai dan tenangnya hati oleh alquran itulah yang terbukti menjadi sebab kuatnya imunitas tubuh manusia. Ini hasil penelitian manusia saat ini.

Allah dalam firman-Nya di surah Al-Isra (17) ayat 82 yang berarti, "Dan Kami turunkan dari Alquran suatu penawar atau obat berupa penyembuh dan rahkat bagi orang-orang beriman," menjelaskan kepada kita bahwa alquran bagi orang-orang yang percaya (beriman) akan menjadi obat selain sebagai rahmat-Nya. Penegasan lainnya ada juga di surah Yunus (10) ayat 57 yang maknanya begini, "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran berupa Al-Quran dari Tuhanmu, sebagai penyembuh penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta Rahmat bagi orang orang yang beriman." Masalahnya, bisakah kita meyakinkan diri kita bahwa ayat-ayat itu memang benar dan tidak ada keraguan kepadanya.

Saya ingin mengulang kutip secara lengkap tulisan A. Hamid Husain yang membahas khusus imunitas tubuh yang dapat dibuktikan dengan mengamalkan secara rutin bacaan-bacaan alquran. Sebagai muslim yang meyakini kebenaran alquran, terapi alquran sebagai bentuk vaksinasi ala alquran hendaklah kita amalkan. 

Menurut A. Hamid Husain, kecemasan dapat menimbulkan perubahan drastis fisikis dan psikologis. Kecemasan akan mengaktifkan sistem saraf otonom yang membuat detak jantung meningkat, tekanan darah naik, frekuensi nafas bertambah, dan mengurangi energi. Tentu saja Ini berbahaya bagi kesehatan. Menurut banyak pakar bahwa perasaan cemas, galau dan stress sangatlah merugikan segalanya, khususnya akan menjadi awal datangnya penyakit karena melemahnya daya tahan tubuh.

Al-Quran jelas mengingatkan bahwa isi dan kandungan alquran memberikan kekuatan baik secara psikis maupun secara pisik. Dan Al-Quran juga memberi solusi agar bisa sehat, sembuh dari penyakit dan bisa hidup tenang dan damai maka rutinlah membaca alquran. Rutinlah membaca Al-Quran dengan sedikit bersuara dan memahmi maknanya. ternyata cara ini mempuunyai efek yang positif bagi tubuh, yaitu sebagai imunostimulan. Tentu saja ini penting bagi kita.

A. Hamid Husain merincikan beberapa surah dan ayat-ayat yang dapat menjadi alternatif untuk terapi penyakit terutama yang saat ini tengah mewabah, pandemi covid yaitu dengan cara membacanya.

1. Surah As-Syu’ara 26, ayat 80:

"Dan apabila aku sakit, Dia yang menyembuhkan." (Sebagai obat untuk menyembuhkan.

2. Surah At- Taubah 9, ayat 124:

"Dan apabila diturunkjan suatu surat, maka di antara mereka (munafik) ada yang berkata, 'Siapakah diantara kamu yang bertambah imannya dengan surat ini?' Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira." (Al-Quran memberi kabar gembira dan senang).

3. Surah At- Taubah 9, Ayat 14: 
".........serta melegakan hati orang-orang yang beriman."(Al-Quran adalah memberikan kelegaan dan penyembuhan),

4. Surah Yunus 10, ayat 57;

"Hai menusia, sungguh pelajaran (alquran) telah datang kepadamu dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (Al-Quran adalah rahmat dan penyembuh),

5.Surah Al-Israa 17, Ayat 82 :

"Dan kami turunkan dari alquran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman..." (Al-Quran adalah Penyembuh),

6. Surah Fusshilat 41, Ayat 44;

    "... katakanlah, "alquran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman...(Al-Quran adalah Penyembuh). 
 
Sesungguhnya masih ada beberapa ayat lainnya yang juga mengandung makna dan pemahaman tentang kesehatan dan ketenangan. Di sisi lain telah banyak penelitian, dan terbukti bahwa membaca Al-Quran bersuara dengan teratur, sangat bermanfaat bagi fisik dan jiwa yang membacanya.

Kata A. Hamid Husian dalam tulisannya, salah satu peneliti itu, Mr. Enrick William Duve, seorang peneliti dunia di Amerika mengatakan bahwa gelombang suara mempengaruhi otak secara positif atau negatif. Gelombang suara yang seimbang dan berirama, akan memberikan efek positif pada seluruh sistem tubuh.

Itulah sebabnya kini, getaran gelombang suara sudah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya adalah menyembuhkan kecemasan. Membaca Al-Quran dengan bersuara, juga memberikan efek positif karena gelombang suara dari tilawah. Al-Quran berada pada resonansi yang sama, sehingga mampu meningkatkan dan melejitkan potensi seluruh sistem sel-sel tubuh.

Rasulullah SAW, menggunakan Al-Quran sebagai penyembuh. Ketika beliau sakit, beliau membaca Al-Quran. Hal ini ditegaskan oleh Sayyidatinaa Aisyah RA Isteri Rasulullah sendiri. Metode penyembuhan ini disebut dengan istilah "ruqyah", yaitu pengobatan dengan membaca ayat-ayat pilihan dari Al-Quran.

Dalam kondisi Covid-19 yang luas mewabah dan membuat kita stress dan was was, maka seringlah membaca Al-Quran dengan sedikit bersuara, rajinlah tadaarus bersama keluarga di rumah, dengarkan Murattal Al-Quran di mobil, di kapal, di pesawat, di toko saat menunggu pembeli dll. Dan afdol lagi membaca Al-Quran setelah sholat Subuh, setelah sholat Maghrib dan sebelum tidur.

Jadikanlah Al-Quran sebagai solusi hidup. Dan harus kita, sebesar keyakinan kepada Al-Quran, maka sebesar itu pulalah keampuhan daya penyembuhan pada pembacanya. Keyakinan yang kuat pada kekuatan Al-Quran, akan menimbulkan respon emosional, kejiwaan yang sangat positif dan berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas daya tahan tubuh.

Imuno stimulan berbasis Al-Quran dapat berhasil dengan ketentuan harus dilakukan berdasarkan pada keyakinan yang kuat, didampingi dengan rutinitas membaca, mendengarkan, dan memahami makna Al-Quran setiap hari dan sesering mungkin. ***


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: