Catatan Webinar ke-29 MGI, Antara Literasi dan Prestasi


WEBINAR Media Guru Indonesia (MGI) dengan tema Literasi Sekolah dilaksanakan kemarin, Ahad (07/02/2021) pagi. Dari pukul 09.00 hingga 11.30 para peserta berhimpun di ruang zoom. Ada 200-an (yang saya lihat) peserta yang masuk zoom dari kapasitas 300 orang dan tentu banyak juga yang mengikutinya via chanel YouTobe MGI. Baik yang berkesempatan bergabung di zoom maupun yang terpaksa mengikutinya di YouTobe tujuannya sama, ingin menambah ilmu dan wawasan di ranah literasi.

Dari empat narasumber yang tampil, semuanya sangat super. Tampil memukau dan pastinya memberikan tambahan ilmu dan pengalaman mereka kepada peserta. Satu catatan --hari ini-- yang perlu dan ingin saya ulang di sini adalah bahwa antara literasi dan prestasi itu ternyata tidak dapat dipisahkan. Topik ini disampaikan Pak Martin, narsum keempat yang tampil. Saya sengaja memberikan catatan ini dari belakang.

Seperti topik yang disuguhkan oleh Pak Martin, SPd MPd dia memberikan materi dengan judul 'Membumikan Literasi Mendongkrak Prestasi' jelas sekali dia memaparkan bahwa antara literasi dan prestasi itu ada korelasinya. Sekolah dengan perkembangan literasi yang hebat biasanya juga diiringi oleh prestasi bidang lainnya.

Dalam paparannya, kemarin Kepala SMA Negeri 1 Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ini memberikan beberapa asumsi di sekolah, antara lain, Masih rendahnya minat baca warga sekolah; Belum terbangunnya budaya literasi membaca di sekolah; Perlunya pembiasaan dan penerapan Gerakan Literasi Sekolah dan beberapa asumsi lainnya.

Beranjak dari keadaan itu menurut Pak Martin perlu dilakukan tindakan tertentu yang mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik. Salah satu tindakan itu adalah dengan membumikan literasi di sekolah. Mengapa strategi pembumian literasi yang dilakukan? Karena literasi adalah satu gerakan dengan banyak kegiatan yang akan membuat orang berkesempatan meningkatkan pengetahuan. Impliukasinya tentu saja akan lahir berbagai tindakan dan kegiatan positif yang mengarah untuk meraih prestasi tertentu.

Ada beberapa hal yang diusulkan dan dilaksanakan untuk membumikan literasi dalam usaha meningkatkan prestasi. Kegiatan itu antara lain, 1) Perlunya komitemen Gerakan Literasi Sekolah oleh semua warga sekolah; 2) Publikasi di website sekolah baik guru maupun siswa; 3) Mengelola perpustakaan berprestasi; 4) Menambah sekolah perpustakaan; 5). Memilih dan menunjuk duta literasi sekolah serta beberapa kegiatan lainnya.

Untuk mewujudkannya, perlu dilakukan langkah strategis mengembangkan lierasi sekolah, antara dengan membuat MoU dengan tim literasi sekolah, mengembangkan perpustakaan yang representatif, melaksanakan akreditasi, menganggarkan dana BOS setara 20 persen untuk bidang literasi (membeli buku) dan beberapa kegiatan lainnya. Kata pak Martin, terbukti bahwa sekolah ini mampu meraih beberapa prestasi seperti lahirnya antologi puisi siswa dan juga guru, kesiapan siswa menghadapi AKM, terlaksananya survey karakter, munculnya pustawakawan terbaik, dan beberapa prestasi lainnya.


Menurut Pak Martin lagi, saat ini ada beberapa karakter (kebiasaan) baru sebagai akibat pengembangan literasi sekolah, seperti pembiasaan menulis dan membaca, semakin aktif berkarya di website sekolah, guru-guru semakin rajin menulis, kunjungan ke perpustakaan yang kian ramai. Sungguh kegiatan membumikan literasi di sekolah ini telah menorehkan banyak prestasi pula bagi sekolah.

Jalannya webinar sungguh memuaskan. Saya mengikutinya sambil mengikuti kegiatan lainnya karena waktu bersamaan, masih tetap merasakan betapa webinar ini berjalan dengan semarak. Hadirnya, Mas Eko, Bunda Nuraini dan Mbak Wiwik, itulah yang menjadikan webinar ini begitu hidup dan menyenangkan.

Dibuka oleh Bu Wiwik dengan menyapa satu persatu para narsum yang tampil lalu memberikan ucapan syukur kepada Allah dan menyapa CEO (tak hadir) dan Pimred MGI, Mas Eko. Selanjutnya Bu Wiwik yang berperan sebagai host kali ini menyapa narsum satu per satu. Orang pertama yang disapa adalah Bu Dewi (dari Bali), lanjut Bu Fransisca (Lampung), Pak Martin (Solok, Sumbar) dan Pak Burhani (Jambi).

Selanjutnya Mbak Wiwik mempersilakan Mas Eko memberikan pencerahan sebagai keynote speaker kaerna pak CEO kurang sehat dan tidak bisa bersama. Selanjutnya kegiatan webinar dipandu oleh Bu Nuraini. Dia mempersilakan Bu Fransisca lalu Pak Burhani. Setelah siselingi sesi tanya jawab antara opeserta dengan narsum, dilanjutkan dua narsum lainnya, Bu Dewi dan Pak Martin. Lebih detail acara webinar, dapat kita telusuri melalui chanel YouTobe MGI.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: