Darmalis (Ajo Malik) Bin Burhan, Itu Telah 'Kembali'


MALAM itu saya menulis status di FB, “Selamat Jalan, Pak H. Darmalis (Ajo Malik) bin Burhan yang berpulang kerahmatullah pada petang (saat Asar) Ahad (21/02/2021) di Kampung Baru, Meral. Insyaallah akan dikebumikan besok Senin (22/02/2021).” Begitu banyak teman-teman FB yang memberikan komentar dukanya pada status saya itu. Saya melihat sore itu ada beberapa teman lainnya juga menginformasikan kepergian Pak Malik alias Pak Darmalis. 
Saya merasa terkejut dengan berita bakda magrib yang disampaikan isteri saya, petang itu. Hari Ahad, ini kebetulan ada beberapa kegiatan saya. Belum sempat membuka HP untuk melihat-lihat pesan di WA atau aplikasi lainnya hingga sore. Isteri saya yang pertama tahu karena membaca WA di grup yang belyau dan isterinya ada di dalamnya. Selepas solat magrib, itu saya langsung ke rumah duka, di Kampung Baru, Meral, Karimun. Hingga mendapatkan informasi ini, yang saya tahu Pak Malik (begitu kami memanggilnya selama ini) sehat-sehat saja. Bahwa dia ada diabet pun saya tidak begitu pasti selama ini. Tapi, kabarnya diabet inilah penyebab Allah memanggilnya.

"Selamat jalan, Pak Haji Ajo Malik. Bapak duluan berangkat kembali ke pangkuan-Nya." Itulah kata-kata yang terucap oleh saya dalam kesedihan mengenang kepergiannya yang terasa begitu mendadak. Pak H. Darmalis bin Burhan yang lahir pada 7 April 1965 di Pariaman adalah salah seorang Karu (Ketua Regu) Rombongan Haji kami pada tahun 2018 lalu. Kebetulan dia juga untuk kedua kalinya menunaikan kewajiban Islam kelima itu sebagaimana saya juga sudah untuk kedua kalinya pada hajin 2018 itu. Saya sendiri, pertama kali melaksanakan ibadah haji pada musim haji 1427 (2006/7) yang lalu. 

Pada saat haji 2018 kemarin itu, saya kebetulan diamanahkan menjadi Ketua Rombongan (Karom) dengan beberapa regu. Salah satu regunya diketuai oleh Pak H. Malik. Di sinilah kesan mendalam saya dengannya. Isterinya (Hj. Ratna) selalu saya lihat kompak dan bersama dengan isteri saya walaupun sebenarnya kami tidak dalam satu regu. Hanya satu rombongan. Saya dan isteri berada pada regu dengan ketuanya Pak H. Bakri (mantan Kadisdik Kabupaten Karimun). Pak Malik tidak sedikitpun saya lihat sebagai orang yang menderita satu penyakit. Gerakannya sangat lincah waktu itu. Bahkan hingga kami kembali di sini, yang saya tahu dan lihat belyau tetap energik. Dua bulan belakangan, saya kebetulan tidak sempat berjumpa dengannya. 

Saya tahu, sebagai Karu, dia harus melayani semua anggota regunya. Terbayang oleh kita, khususnya yang sudah melaksanakan rukun Islam kelima ini bagaimana repotnya Karu pada saat jam-jam tertentu. Misalnya pada jam-jam makan atau jam-jam yang mengharuskan berkumpul karena ada kegiatan bersama. Setiap Karu akan bergerak dari kamar ke kamar hotel untuk memberikan informasi atau mengantarkan sesuatu. Ketika jatah makan (nasi kotak) datang, misalnya hanya Karu yang diberi otoritas mengambilnya. Jika harus diwakilkan, ada persyaratan dari panitia di Mekkah atau di Madinah.

Pak H. Malik saya lihat selalu melaksanakannya sendiri setiap tugas dan tanggung jawab Karu dengan baik. Jikapun dia membawa seorang atau dua orang teman, saat mengambil jatah makanan namun dia sendiri tetap ikut bersama dalam setiap kegiatan. Saya sama sekali tidak tahu kalau dia punya riwayat diabet. Dan kabarnya karena penyakit ini pula yang menjadi sebab oleh Yang Maha Kuasa untuk memanggil kembali Pak H. Malik pada sore itu. 

Istimewanya, belyau oleh Allah dipanggil pada saat melaksanakan sholat Asar di sore Ahad itu. Sungguh beruntung dia, Allah berikan kesempatan untuk 'kembali ke pangkuan-Nya' pada saat hamba-Nya tengah menghadap-Nya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan, Pak Malik. Kami akan doakan Bapak. Di setiap pertemuan bulanan haji 2018 yang kita laksanakan selama ini, insyaallah pertemuan itu akan terus bisa dilaksanakan. Doa-doa untuk Bapak insyaallah akan disampaikan.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: