Enam Golongan Orang yang Didoakan Rasulullah SAW Peroleh Rahmat


DIKUTIP dari situs hajinews.id hari Jumat (26/03/2021) ini dijelaskan bahwa ada 6 (enam) golongan orang yang didoakan oleh Rasulullah dan akan mendapatkan rahmat. Hajinews.id menyitir ungkapan Mahmud Al-Mishri dalam buku Ensiklopedia Akhlak Nabi. Keenam golongan itu adalah,

1. , Orang-orang yang melaksanakan sholat sunah empat rakaat sebelum sholat Ashar.
Hal ini sebagaimana hadits Nabi dari Abdullah bin Umar RA yang berbunyi (terjemahannya): “Semoga Allah merahmati seseorang yang melaksanakan sholat sunah empat rakaat sebelum Ashar.”

2, Orang yang menjaga dan melindungi rakyat. Orang yang khwatir jika suami dan istrinya kelak masuk neraka. Dan mereka yang melaksanakan perintah Allah Saw serta menjauhi larangannya.

Orang-orang yang menjalankan sholat malam dan menghidupkan malamnya dengan beribadah dan bermunajat juga menjadi orang yang didoakan Rasulullah untuk menerima rahmat.

Orang yang membangunkan istri, anak, dan keluarganya untuk sholat malam dan bermunajat di waktu malam pun menjadi golongan orang-orang yang didoakan Nabi. Rasulullah bersabda dari Abu Hurairah:

“Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada seorang laki-lai yang bangun di tengah malam lalu melaksanakan sholat dan membangunkan istrinya agar ikut melaksanakan sholat .”

3, Orang yang memiliki sikap toleransi.
Hal ini sebagaimana hadits Nabi Muhammad Saw, “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada seseorang yang toleran ketika berjualan, toleran ketika membeli, dan toleran ketika menuntut haknya.”

4, Orang yang menjaga dan memanfaatkan lisannya hanya untuk kebaikan.
Nabi bersabda,  “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada seorang hamba yang jika berbicara, ia mengantongi banyak pahala dan jika dia, ia selamat (dari murka Allah).”

5, Orang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah kemudian bertahalul dengan mencukur rambutnya agar mendapat rahmat. Nabi juga berdoa sekali agar orang yang bertahalul memotong (sedikit) rambutnya memperoleh rahmat. Rasulullah Saw bersabda: “Rahimallahul-muhalliqin ٣X, rahimallahu al-muqashirin.” Yang artinya: “Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur kepalanya (bertahalul) tiga kali, semoga Allah merahmati orang-orang yang memotong sedikit rambutnya.”

6, Nabi juga pernah memanjatkan doa khusus untuk seorang sahabat. Sayyidah Aisyah meriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar bahwa salah seorang sahabat sedang membaca Alquran di dalam masjid. Beliau kemudian mendoakan sahabat tadi Rasulullah SAW bersabda: “Rahimallahu laqad adzkarani aayatin kuntu usqithuhunna min suratin kadza wa kadza.”

Dan hadits lainnya yang artinya: “Semoga Allah merahmatinya karena dia mengingatkanku akan beberapa ayat di dalam Alquran yang terlupa olehku pada surat ini dan ini.”

Dalam riwayat lain, dijelaskan bahwa sahabat yang dimaksud adalah Abbad bin Abdullah. Hal ini sebagaimana riwayat berikut ini:

“Nabi SAW melaksanakan sholat tahajud di rumahku kemudian ia mendengar suara Abbad, Nabi bertanya: “Ya Aisyah, a-shautu abbadin hadza?” Yang artinya: “Wahai Aisyah, apakah itu suara Abbad?”.

Kemudian, Sayyidah Aisyah menjawab: “Ya,”. Lalu Nabi berdoa: “Allahummarham Abbaadan.” Yang artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, rahmatilah Abbad.

Untuk lengkapnya tulisan ini dapat dibaca juga melalui situs hajinews.id. Saya posting artikel ini di hari Jumat ini sebagai tamabahan bacaan kita. Insyaallah berguna.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: