Pelepasan Santriwan-Santriwati DTA DM


AHAD (20/06/2021) pagi, bertempat di Graha Azam, Yayasan Darul Mukmin Kabupaten Karimun telah dilangsungkan acara Pelepasan Santriwan/ Santriwati TPQ/ DTA Darul Mukmin. Acara semacam perpisahan, itu disejalankan dengan Khataman Al-Quran Santriwan/ wati TPQ/ DTA KELAS IV Darul Mukmin Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kegiatan pelepasan yang dilaksanakan secara sederhana diikuti sebanyak 14 orang Santri/ wati yang menamatkan pendidikannya pada akhir tahun pelajaran ini. Menurut Kepala TPQ/ DTA Darul Mukmin, Khatib Mustafa, jumlah 14 orang hanya setengah dari jumlah peserta tahun lalu. “Tahun lalu ada 24 orang. Artinya turun 50 persen. “

Dalam sambutannya pada acara tersebut Pak Khatib menjelaskan bahwa saat ini para guru TPQ/ DTA memang tidak dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana sebelum covid-19 menjadi pendemi di negeri kita. Namun demikian para guru tetap bersemangat melaksanakan tugasnya agar para santriwan/ wati menamatkan pendidikannya dengan kemampuan yang memadai.

Ada tiga pesan Pak Khatib dalam sambutannya antara lain, amalkanlah ilmu yang sudah diberikan guru. Bacalah terus alquran, jangan lalai melaksanakan solat dan jangan pernah melawan orang tua. Selain itu dia juga meminta anak-anak agar menerapkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Prosesi acaranya sendiri diawali dengan pembacaan alquran oleh santriwati kelas I yang baru berusia 6 tahun. Dilanjutkan prosesi khataman alquran dengan menampilkan 14 santriwan/ santriwati yang akan tamat untuk membaca ayat khataman yang diawali Surah Adhdhuha bergantian hingga ke Surah Annas secara hafalan. Prosesi khataman diakhiri doa yang dipandu Ustadz Syafi'I, salah seorang guru di sekolah ini.

Beberapa orang yang memberikan sambutan selain Kepala Sekolah adalah Direktur Yayasan Darul Mukmin, Drs. HM. Rasyid Nur, MM dan salah seorang wali santri. Acara lainnya, adalah tampilan kreasi seni berupa pembacaan puisi oleh beberapa orang santri serta pembacaan surat dari anak kepada orang tua yang dibacakan langsung oleh orang tua masing-masing.

Meskipun acaranya sangat sederhana, namun tetap khidmat dan haru. Ketika pembacaan ‘surat dari anak’ oleh salah seorang wali santri bahkan ada guru dan orang tua yang haru hingga meneteskan air mata. Termasuk orang tua itu sendiri yang begitu haru membaca surat dari anaknya sendiri. Ada tiga orang wali santri yang diberi kesempatan membacakan surat anaknya masing-masing. Dan kesemuanya membaca dengan haru dan sedih. ‘Selamat menamatkan pendidikan, para santri/ santriwan.’ Semoga kalian kelak menjadi generasi terbaik untuk mengelola negeri ini.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: