Apakah Shalat Kita Termasuk yang Tidak Diterima Allah?


SEBAGAI muslim, melaksanakan shalat adalah kewajiban. Wajib hukumnya. Dibuat berpahala dan jika tidak dibuat mendapatkan dosa. Itu rumusan wajib dalam agama kita. Maka rata-rata seorang muslim pasti melaksanakan shalat. Jika ada yang rumapng alias bolong-bolong tapi pasti pernah melaksanakan kewajiban kedua setelah syahadat itu.

Terlepas dari rumpang tidaknya shalat kita, pastinya kita ingin diterima shalat kita. Ingin kita shalat itu sah dan mendapatkan ganjaran pahala sesuai yang ditentukan Allah. Tapi apakah benar shalat kita diterima Allah atau sebaliknya? Dalam artikel berjudul Hikmah Siang: 10 Jenis Orang yang Shalatnya Tidak Diterima Allah SWT yang diposting di situs hajinews.id hari Kamis (15/07/2021) kemarin dijelaskan ternyata ada 10 (sepuluh) jenis shalat seseorang yang --kemungkinan-- tidak diterima oleh Allah.

Mengutip kitab Nasha’ihulibad karya Seykh Nawawi Banten, Sitha yang memposting artikel, itu menjelaskan tentang sepuluh orang yang shalatnya tidak akan diterima oleh Allah Swt, yaitu,

1.Seseorang yang shalat sendiri tapi dalam shalatnya tanpa membaca sesuatu. Bagaimana jadinya shalat yang rukun dan syaratnya sebagian ada yang wajib diucapkan, tapi tidak diucapkan atau tidak ada bacaan apapun dalam shalatnya.

2.Seseorang yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat. Tentu saja maksudnya tidak berzakat dalam posisi yang sebenarnya orang tersebut juga terkena kewajiban zakat mengingat hartanya mencukupi untuk itu.

3.Seseorang yang menjadi imam, padahal yang menjadi makmumnya membencinya. Sebab-musabab benci itu tentu saja berasal dari sang imamnya. Puca masalahnya dari imamnya. Maka shalat oleh imam yang menimbulkan rasa benci itu akan dinilai Allah sebagai shalat yang sia-sia.

4.Seorang laki-laki atau Perempuan yang melarikan diri. Melarikan diri dari kewajiban yang ditentukan oleh sendiri.

5.Seseorang yang meminum-minuman khamer secara terus menerus tanpa meninggalkannya. Sudah diketahui bahwa minuman memabukkan itu haram, tetap saja dikonsumsi. Maka shalat orang ini akan menajdi sia-sia juga di mata Allah. Sejatinya bertobat dan shalatlah setelahnya.

6.Seorang perempuan yang bermalam sehingga suaminya marah kepadanya. Tentu saja bermalam di tempat yang suaminya tidak mengizinkan namun dia tetap saja melakukannya.

7.Seorang perempuan yang shalatnya tidak memakai khimar atau mukena (pakaian yang menutup kepalanya). Itu artinya shalatnya tidak menutup aurat yang menjadi ketentuan untuk melaksanakan shalat.

8.Seseorang yang suka makan riba. Menyukai riba dengan tidak memahmi harta yang dihukum sebagai riba, tentu saja berbeda. Sudah nyata itu riba, tetap saja diamalkan. Maka shalatnya akan sia-sia.

9.Imam atau Pemimpin atau Pemerintah yang berlaku zalim kepada rakyat atau orang yang dipimpinnya. Jabatannya disalahgunakan untuk menzalimi rakyat. Itu jelas diharamkan Allah.

10.Seseorang yang shalatnya tidak dapat menahan dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya menjalankan perintah shalat, ternyata juga terus-menerus melakukan perbuatan maksiat, perbuatan munkar dan yang sejenisnya, maka shalat orang ini juga akan sia-sia.

Menelisik kesepuluh kriteria itu tentu kita akan bertanya, apakah kita termasuk salah satu dari orang yang dimaksud? Semoga tidak. Maka mulai dari sekarang, jika ternyata kita terjaring di dalamnya mari kita perbaiki keadaan kita dan tentu gerakan sholat kita, jika tidak sesuai dengan ketentuan solat itu sendiri. Lebih dari itu hendaknyalah kita menjalankan solat kita dengan khusyuk.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: