Ditutup Resmi, STQH Provinsi Usai Sudah


SABTU (31/07/2021)  ini Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-9 Provinsi Kepri ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepri, Ibu Marlyn Agustina. STQH yang dilaksanakan secara virtual selama lima hari, ini ditutup secara resmi juga secara virtual sebagaimana pembukaan Selasa (27/07/2021) lalu oleh Gubernur Kepri, Bapak Ansar Ahmad. Empat cabang dengan 10 golongan lomba sudah usai dihelat sejak Jumat kemarin. Enam dari tujuh kabupaten di Provinsi Kepri berpartisipasi dalam STQH secara daring ini. Satu-satunya kabupaten yang tidak bisa ikut adalah Kabupaten Natuna. Informasinya karena signal internet yang tidak mendukung.

Sebelum seremoni penutupan di provinsi dilaksanakan, setiap kabupaten boleh jadi melaksanakan acara penutupan secara intern di kabupaten masing-masing. Kabupaten Karimun, milsanya melaksaakan acara penutupan intern di ruang 1, ruang lomba selama empat hari keamrin. Tepat pukul 13.00 acara penutupan dilaksanakan setelah semua peserta dan undangan sudah hadir. Tampak hadir Wakil Bupati Karimun, Pak Anwar Hasyim, Kakankemenag Karimun, Pak Zamzuri, Asisten I Setda Karimun serta beberapa pejabat lainnya. Tentu saja hadir para panitia dan pesertanya.

Prosesi penutupan diawali dengan laporan kegiatan STQH  oleh Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun, M. Rasyid Nur. Ketua Harian menyampaikan jalannya lomba selama empat hari dengan segala kendalanya. Lomba yang dihelat secara virtual sudah pasti akan mengalami beberapa kendala teknik, terutama berkaitan dengan IT. Tapi secara keseluruhan kegiatan lomba berjalan dengan baik dan lancar. Begitu Ketua Harian LPTQ melaporkan.

Lalu acara kedua adalah sambutan pengarahan oleh Bupati Karimun. Dalam pengarahann Bupati, Pak Aunur Rafiq menyamaikan beberapa hal. Pertama menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, panitia, pengurus LPTQ dan kepada peserta yang telah mengikuti dan melaksanakan STQH ini dengan baik. Bupati mengatakan, apapun hasil yang kita capai pada tahun ini kita harus ikhlas. "Harus kita niatkan bahwa setiap keterlibatan kita dalam STQH ini adalah ibadah," katanya. "Mari kejar akhiratnya agar dunia didapatkan. Sebab kalau hanya mengejar dunianya, tidak akan kita dapatkan akhiratnya."

Pada kesempatan itu bupati juga menyatakan bahwa jika kita tidak juara umum seperti tahun-tahun sebelumnya, kita juga ikhlas. Tentu ada hikmah yang dapat kita petik dari situ. Kata bupati lagi, setidak-tidaknya agar kita tidak tergelincir ke rasa sombong jika setiap tahun selalu kita yang menjadi juara umum. Untuk itu dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat jika hasil kita tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pesan penting lainnya yang disampaikan bupati adalah agar semua komponen yang terlibat dalam persiapan MTQ/ STQ hendaklah meningkatkan persiapannya. Persiapan yang matang akan membuahkan hasil yang baik. Maka sejak awal haruslah kita menyiapkan segala sesuatunya supaya pada MTQ yang akan datang kita mampu kembali meraih predikat terbaik di Provinsi Kepri ini.

Acara penutupan ini ditutup dengan doa yang dipandu oleh Pak H. Syamsul Arif, Ketua Kafilah STQH Kabupaten Karimun. Selanjutnya acara makan bersama sambil menunggu dimulainya acara penutupan di provinsi. Dan penutupan STQH secara resmi di provinsi dimulai pada pukul 14.30 dengan diawali penampilan lagu-lagu religi. Selanjutnya pengumuman pemenang dan ditutup sambutan Ibu Wagub sekaligus menutup secara resmi acara ini.

Dari pengumuman Dewan Hakim tentang pemenang, Kota Batam lebih banyak memperoleh nilai sehingga ditetapkan sebagai Juara Umum STQH Provinsi tahun 2021 ini. Karimun sendiri yang sudah mempertahankan dua kali Piala Bergilir Gubernur Kepri sebagai Juara Umum STQ (2017 dan 2019) pada tahun ini menduduki tempat kedua di atas Bintan dan kabupaten/ kota lainnya. Dengan ditutupnya secara resmi maka usai sudah STQH Provinsi Kepri ke-9 tahun 2021 ini. ***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: