Oh Covid, Ternyata Sudah 80-an Ribu Nyawa Direnggutnya


PELAN tapi pasti, jumlah nyawa yang melayang oleh covid-19 dan ikutannya sudah begitu banyak. Data hari Ahad kemarin menyebutkan 83.279 orang sudah meninggal dunia. Ini laporan resmi dari pihak yang berwewenang untuk mengumumkannya sebagaimana kita baca di banyak media. Sudah begitu banyaknya nyawa melayang selain yang sedang menderita sakit dan tidak mustahil akan terenggut juga nyawanya.

Seperti dirilis oleh hajinews.id hari Ahad (25/07/2021) kemarin dalam tulisan berjudul Update Corona 25 Juli 2021: Bertambah 3.166.505 Kasus, 2.509.318 Sembuh dan 83.279 Meninggal dijelaskan data yang terpapar covid dan yang sembuh selain yang meninggal dunia. Hati kita begitu terenyuh membaca berita yang ditulis Nenden di portal haji itu. Dan informasi ini dapat terbaca juga di beberapa media lainnya karena memang bersumber dari data resmi yang berwewenang.

Menurut berita hajinews.id, itu, misalnya jumlah kasus positif covid-19 pada hari Ahad kemarin itu menurut berita itu bertambah menjadi 3.166.505. Artinya, jumlah pasien covid-19 pada hari kemarin itu bertambah 38.679 kasus. Hajinews.id dengan mengutip data Kemenkes menjelaskan secara detail informasi covid per hari Ahad kemarin itu. Dikatakan bahwa jumlah kasus yang sembuh bertambah 37.640 pada hari itu. Alhasil, total kasus sembuh sampai dengan hari ini berjumlah 2.509.318. Begitu dijelaskan oleh portal berita itu. Tentu saja pada saat catatan ini dibuat data-data itu akan bertambah terus.

Selain kasus positif dan kasus yang sembuh hejinews.id juga menjelaskan jumlah kasus yang meninggal dunia, yakni sebanyak 1.266 pada hari keamrin itu. Dengan demikian, jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia hingga penghujung pekan semalam menjadi 83.279. Sungguh bukan jumlah yang sedikit. Apalagi kita juga terus mendapat berita duka di media sosial tentang kepergian teman-teman kita setiap hari. Di setiap Rumah Sakit terus diumumkan jumlah pasien yang meninggal dunia sebagaimana terus dapat kita baca di medsos yang kita ikuti..

Bukan juga kematian itu yang akan kita persoalkan. Bahwa kematian akan pasti datang entah bila masanya, tapi kewaspadaan kita terhadap kemungkinan terpapar virus itu adalah satu hal yang perlu menjadi perhatian kita. Di sisi lain, sebagai umat beragama, kita yakinkan diri kita bahwa itu semua adalah ujian dan musibah dari Allah dan di sisi lain kita benar-beanr menyiapkan diri kita untuk menghadap Allah. Itulah pesan penting dari begitu banyaknya nyawa dijemput bersamaan hadirnya covid.***



SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: