Kepemimpinan Suami di Dunia Diminta Pertanggungjawaban di Akhirat Juga


PERTANGGUNGJAWABAN kepemimpinan seorang suami dan ayah tidak hanya di dunia, tapi sampai ke akhirat juga. Islam meyakini dan itu menjadi bagian akidah yang wajib diyakini muslim. Seorang suami akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya terhaadap isteri dan sebagai ayah juga kepemimpinan atas anak-anaknya. Akankah dia atau kita aman di hadapan Tuhan atau akan terseret ke neraka tersebab anak-anak atau isteri, kitalah yang tahu dan wajib tahu. Yang pasti akan diminta pertanggungjawaban itu. 

Tulisan berjudul Hikmah Pagi: Ciri Istri yang Membawa Suami ke Neraka yang diposting pada laman hajinews.id hari Kamis (05/08/2021) lalu menjelaskan ada beberapa ciri istri yang bisa membawa suami ke neraka. Artinya, seorang suami wajib tahu. Hal ini bisa terjadi karena semua yang diperbuat oleh istri dan anaknya akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kepada seorang suami atau ayah sebagai pemimpin dalam keluarga.

Lantas, ciri istri seperti apakah itu? Mengutip chanel Youtube Nasihat Muslim pada hari Rabu, 4 Agustus 2021, hajienews.id membeberkan terdapat dua ciri istri yang dapat menyeret suaminya ke dalam neraka. "Mereka adalah istri yang suka berbuat maksiat dan menampakkan aurat," tulis situs itu. Seorang suami yang merupakan kepala rumah tangga, lalu membiarkan istri atau anaknya bermaksiat, menampakkan aurat akan ikut mendapatkan dosa atas dosa-dosa anak-anak atau isteri ini.

Tentu saja jika keadaan itu adalah karena pembiaran oleh suami. Jika suami sengaja telah membiarkan keluarganya melakukan kemaksiatan itu, maka Allah memastikan bahwa dosa-dosa itu juga akan ditanggung oleh si suami walaupun yang melakukannya hanya isteri atau anak-anaknya.

Sesuai hadits yang berbunyi, "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah Swt pada hari kiamat, (yakni) orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang meniru gaya laki-laki dan dayus,” (HR. An Nasai Ahmad). Kita memahami, dayus merupakan seorang suami yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya tanpa usaha melarang atau mengubahnya.

Membiarkan istri dan anak perempuannya tidak berhijab, membiarkan anak perempuannya pergi dengan laki-laki yang bukan mahram, dan membiarkan anak perempuannya berduaan dengan laki-laki yang bukan mahram, misalnya, adalah beberapa contoh kepemimpinan seorang suami terhadap keluarganya yang akan membawanya ke neraka.

Oleh karena kerasnya ancaman, maka kepala keluarga harus memperhatikan keluarganya dengan sebaik-baiknya. Tidak membiarkan dengan sengaja keluarganya bermaksiat tanpa usaha melarangnya. Pembiaran inilah yang akan menyeret pemimpin keluarga terseret ke dalam neraka. 

Menyitir beberapa pendapat ulama bahwa barangsiapa mengetahui keburukan pada keluarganya, namun ia membiarkan dengan alasan cinta atau alasan lainnya maka ia adalah termasuk dayus. Sikap itu akan menyebabkan kepemipinan seorang suami terseret ikut ke neraka meskipun itu adalah dosa-dosa keluarganya.

Untuk itu penting bagi seorang suami agar memberikan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw agar kelak di yaumil akhir, pertanggungjawaban kepemimpinannya tidak menyebabkan dirinya justeru diseret ke dalam neraka. Nauzubillah.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: