Menyikapi Mimpi, Begini Kata Buya Yahya



ARTIKEL singkat berjudul Buya Yahya Ungkap Ciri Mimpi yang akan Jadi Nyata dan Cara Menyikapinya, ini boleh jadi berguna buat kita. Tulisan ini ditulis Sitha dan diposting pada situs hejinews.id hari Selasa (24/08/2021) kemarin. Intinya bicara mimpi versi Buya Yahya.

Kita tahu bahwa setiap orang mungkin pernah bermimpi ketika sedang tidur.  Dikatakan juga kalau mimpi itu adalah bunga-bunga tidur. Entah mimpi indah, mimpi menyeramkan atau mimpi-mimpi yang terkadang malah tidak jelas. 

Pertanyaannya, apakah mimpi-mimpi yang kita alami atau dialami orang lain dan menceritakannya kepada kita, itu memiliki makna dan akan menjadi kenyataan? Kita mungkin tidak tahu. Tapi ada juga orang-orang tertentu mengatakan kalau dia tahu dan mengerti makna mimpi itu. Tentu saja yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya.

Seperti dijelaskan artikel itu, berikut ini ciri mimpi yang bermakna yang akan jadi nyata yang dijelaskan oleh Buya Yahya. Kata buya Yahya, "Berbicara masalah mimpi, tidak semua orang boleh menakwili mimpi." Maksud buya bahwa tidak semua orang berkemampuan mengartikan sebuah mimnpi.

Mengutip hajinews.id, “Urusan mimpi, yang pertama, Anda bukan Nabi Yusuf dan bukan Nabi,”kata Buya Yahya. “Nabi memberikan takwil mimpi karena wahyu.” Sebagai manusia biasa, kita jelas tidak akan mendapatkan wahyu dari Tuhan. Artinya jika ingin mengartikan mimpi dari penjelasan wahyu, jelas kita tidak akan bisa.

Kalau begitu, arti mimpi itu tidak akan bisa kita dapatkan jika dikaitkan dengan keyakinan bahwa hanya Tuhan yang akan menjelaskan arti mimpi. Lalau bagaimana sikap seharunys? Karena arti mimpi lazimnya hanya bisa diperoleh Nabi dari wahyu Tuhan, maka sebagai manusia biasa, kita hendaklah bijak dalam menyikapi mimpi. Itulah pesan utama dari Buaya Yahya.

Buya Yahya menegaskan bahwa mimpi adalah mimpi. Jangan pernah menganggap mimpi itu sebagai sebuah kenyataan. Oleh karena itu, katanya,  "Aneh ketika ada orang mengatakan Allah menasehatinya dalam mimpi. Nasehati di alam nyata saja tidak didengar, ini malah nasehati dalam mimpi,” ucap Buya Yahya meluruskan pemikiran orang-orang tetentu yang menyebut seolah-olah dia pernah mendapat mimpi yang merupakan arahan dari Tuhan.

Buya Yahya menegaskan bahwa sebaik-baiknya mimpi adalah seburuk-buruknya saat bangun. Dan seburuk-buruknya mimpi, sebaik-baiknya saat bangun. Maksudnya, ada orang bermimpi dikejar binatang buas, tapi seetelah bangun ternyata binatang buasnya tidak ada. Artinya, mimpinya buruk tapi bangunnya baik. 

Ada pula orang bermimpi di bulan puasa di siang hari seolah-olah sedang kakan enak. Lagi enak-enak makan lalu terbangun, hehe ternyata makanannya tidak ada. Yang ada malah piring-piring kotor sehabis sahur yang belum dicuci. Jadinya, mimpi enak tapi bangunnya tidak enak. Itulah artinya mimpi dan bangunnya itu bisa bertolak belakang.

Tambahan pesan Buya Yahya, apabila ada orang bermimpi yang ada kaidahnya, jika mimpi itu baik maka harus husnudzon kepada Allah. Dan berdoa semoga Allah memberikan kebaikan itu. Tapi jika mimpi tidak baik, kata Nabi hal itu tidak membahayakan. Tetaplah kita berdoa agar yang akan terjasdi adalah hal-hal yang baik. Begitulah sikap terbaik dalam menyikapi mimpi.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: