Peringatan Tahun Baru Hijriyah dan Sebuah Tanda Tanya


HARI ini, Selasa, 10 Agustus 2021. Di kalender, 10 Agustus 2021 ini dinyatakan bersamaan dengan 1 Muharam 1443, Tahun Baru Islam. Dan karena itu pula banyak ucapan selamat tahun baru itu disampaikan oleh para nitizen. Saya sendiri juga ikut meramaikan ucapan satu tahunan itu. 

Peringatan Tahun Baru Islam sudah ditetapkan Pemerintah sebagai libur nasional. Artinya setiap awal bulan Muharam, seperti juga awal tahun baru Masehi (1 Januari) sudah ditetapkan menjadi Hari Libur Nasional (HLN). Ada banyak HLN yang ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai peringatan atas satu peristiwa bersejarah, seperti HUT Kemerdekaan setiap 17 Agustus, Tahun Baru Masehi setiap 1 Januari dan banyak lagi.

Ada yang berbeda pada tahun baru Islam tahun ini. Tadinya tahun baru hijriyah tertera di tanggal 10 Agustus 2021 dan liburnya otomatis pada hari yang sama. Tapi Pemerintah mengeluarkan ketentuan libur berbeda. Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang tadinya menetapkan tanggal 10 Agustus 2021 sebagai HLN Tahun Baru Hijriyah mengubahnya dengan SKB baru yang menetapkan HLN Tahun Baru Hijriyah menjadi 11 Agustus. Meskipun demikian ucapan-ucapan Selamat Tahun Baru tetap memenuhi halaman medsos pada hari ini.

Saya juga mengucapkan selamat tahun baru Islam dalam satu status di medsos. Status saya hari ini berbunyi, Besok, Rabu (11/08/2021) sebagaimana ditetapkan Pemerintah adalah libur 1 Muharam 1443 walaupun di kalender tertulis pada hari Selasa (10/08/2021) ini. Mari kita sambut dan peringati Tahun Baru Hijriah dengan segala upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Konsisten dalam ibadah dan kebajikan adalah cara terbaik agar waktu kita tidak sia-sia. #SelamatPagiSahabatFB. Saya buka dengan kata 'besok' karena perubahan HLN yang digeser itu.

Beberapa orang teman bertanya, apakah 1 Muharamnya berubah ke tanggal 11 Agustus, atau sekadar libur saja yang diubah? Saya merespon komentar di akun saya yang mempertanyakan masalah ini. Saya katakan, boleh jadi Pemerintah mengubahnya karena melihat (rukyat) anak bulan Muharam. Namun saya tidak memastikan begitu. Apalagi pada SKB yang dikeluarkan Pemerintah hanya membuat pertimbangan karena covid-19. Kalau begitu, apakah awal Muharamnya yang bergeser atau hanya sekadar liburnya saja yang bergeser, sepertinya akan akan menjadi diskusi hari-hari ke depannya.

Sebagai muslim, kita tetap merasa penting saling mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1443 sebagai kebiasaan yang setiap tahun memang kita ucapkan. Tiada lain adalah untuk saling mengingatkan bahwa waktu itu begitu cepat berlalu. Peringatan untuk orang lain dan atau peringatan untuk diri sendiri, sama pentingnya.***  

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: