Anugerah Allah untuk Orang-orang Hebat di Mata Allah



SEBAGAI muslim kita percaya hidup akhirat itu ada. Syurga dan neraka juga ada. Kita akan berada di salah satunya selamanya atau di salah satunya terlebih dahulu, baru ke yang satunya lagi. Begitulah agama kita (Islam) menggariskan. Sedikit berbuat baik di dunia akan diterima balasannya nanti di akhirat. Sebaliknya sedikit berbuat buruk (jahat) juga akan menerima balasannya.

Allah menjelaskan akan memberikan anugerah yang besar kepada orang-orang tertentu. Mengutip firman Allah bahwa dikatakan orang-orang mulia, hamba Allah seperti Nabi dan Rasul adalah manusia yang sudah jelas akan beroleh anugerah yang besar dari Allah. Mengutip tulisan di situs hajinews.id berjudul Hikmah Siang : Empat Macam Manusia dapat Anugerah Besar dari Allah yang diposting hari ini, Rabu (15/09/2021) menerangkan ada empat macam orang yang akan mendapatkan nantinya anugerah yang besar itu.

Mengacu firman Allah di surah An-Nisa’ ayat 69 yang tejermahannya begini, "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang  diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para Nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." Firman Allah ini oleh  para mufassir menjadikan ayat ini sebagai patokan bahwa ada beberapa jenis manusia yang akan Allah istimewakan kelak. 

Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa ayat ini mengajak dan mendorong setiap orang agar taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Secara eksplisit ayat itu menjelaskan bahwa Allah berjanji akan membalas ketaatan dengan pahala yang sangat besar, yaitu bukan saja sekadar masuk surga, tetapi akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Siapa mereka? Itulah para Nabi, para shiddiqin, para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang yang sholeh.

Jadi, mengacu kepada ayat itu para ahli tafsir secara garis besar membagi empat macam manusia yang memperoleh anugerah Allah yang paling besar di dalam surga, yakni. 

Pertama, para Rasul dan Nabi, yaitu mereka yang menerima wahyu dari Allah. Tentu saja tidak ada keraguan kita tehadap tafsir ini.

Kedua, para shiddiqin, yaitu orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran Nabi dan Rasul. Jika Abubakar digelar dengan ashshiddiq yanberarti orang yang benar, sesungguhnya itu adalah karena Abubakar adalah tokoh Islam yang membenarkan apapun yang disampaikan Nabi tanpa ragu.

Ketiga, para syuhada. Dan para syuhada yang dimaksud ada beberapa kriteria, misalnya, orang beriman yang berjuang di jalan Allah dan mati syahid dalam peperangan melawan orang kafir. Lalu, orang yang menghabiskan usianya berjuang di jalan Allah dengan harta dan dengan segala macam jalan yang dapat dilaksanakannya. Kriteria lainnya, orang beriman yang mati ditimpa musibah mendadak atau teraniaya, seperti mati bersalin, tenggelam, terbunuh dengan aniaya. Jika kriteria itu terpenuhi maka orang seperti ini disebut syahid.

Keempat, orang-orang sholeh, yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi. Tentu saja semua itu harus sesuai dengan ajaran Allah. 

Orang yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang tersebut dalam ayat ini akan masuk surga dan ditempatkan bersama-sama dengan semua golongan yang empat itu.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: