19 Januari, 2022

Oh, Indahnya Silaturahmi dan Kebersamaan


Catatan Dra. Hj. Yulita Muaz

PAGI itu, 8 Januari 2022, jam sudah menunjukkan pukul 11.16 WIB. Saat membuka WA, di situ berdering tanda panggilan. "Assalamua'laikum, Ibu. Saya, Untung. Kami dari angkatan 1987 / 1990 akan mengadakan reuni. Ibu kami undang. Datang ya, Bu?" 

Saya jawab, "Insyaallah." 

"Ini, kami kirimkan jadwal kegiatannya, Ibu."

Itulah dialog saya dan Untung yang saya ingat dia adalah siswa SMA Negeri 1 Kundur yang dulunya bernama SMA Negeri Tanjungbatu. Saya baca jadwal yang dikirimkan via WA itu kata demi kata. Oh, luar biasa sekali kegiatannya, kata saya dalam hati.

Hari Jum'at (14/01/2022) sekitar pukul 07.45 kami rombongan guru yang mengajar angkatan ini berangkat dari Tanjungbatu Kundur menuju kota Batam. Sampai di Batam kami disambut dengan sambutan yang penuh kerinduan. Semua senang, bahagia dan penuh dengan canda. Rindu yang begitu lama karena tidak berjumpa kini terobati. Terasa begitu indahnya kebersamaan ini.

Malamnya langsung diadakan Malam Silaturahmi dan Pengukuhan atas terpilihnya pengurus baru IKA (Ikatan Alumni) Gerbang 1987 / 1989 yang kembali dipimpin oleh Untung. Saya merasakan inilah malam yang penuh keakraban antara semua alumi dengan guru-gurunya. 


Besoknya, pagi Sabtu jadwal kegiatannya adalah wisata di Kota Batam. Dengan menggunakan dua bus Pemprov kami menuju Well Come to Batam yang terkenal kemana-mana itu. Apa yang tersirat dalam hati, rasanya sudah sering ke Batam tapi belum pernah mampir ke sini. Inilah pertama saya ke sini.

Perjalanan dilanjutkan ke Jembatan Barelang. Pemandangan yang sangat mempesona yang dapat mengusir rasa lelah di perjalanan. Puasnya hati. Dan setelah puas menikmati alam wisata perjalanan dilanjutkan ke Pantai Glory Melur Beach Barelang. Nuansanya seperti pantai di Bali. Pandangan dilayangkan ke tengah laut terlihat kapal tengker sedang sandar di tengah laut. Di Pantai Melur ini banyak orang mengadakan reuni, ternyata. Suasana hiruk-pikuk dalam kegembiraan mendominasi suasana di sini.

Sekadar informasi di sini ada pondok-pondok bernuansa daerah NTT sana. Sesungguhnya kita dapat bebas duduk di pondok itu, asal mau merogoh kocek. Harganya, mau pondok yang Rp 1.200.000 , atau yang Rp 500.000 , atau cukup duduk di payung santai dengan tarif Rp 300.000 per hari, itu terserah kita. Anda mau pilih yang mana, sepenuhnya kita yang memutuskan sesuai dengan isi kantong. Kalau tiket masuk per orang cukup murah. Hanya dengan Rp 15.000 saja kita sudah bisa masuk ke kawasan ini.

Ika Gerbang Alumi 87/90, sangat pintar membuat sekedul perjalanan sehingga kegiatan tidak membosankan. Di sini acara diisi dengan senam , pertandingan permainan tradisional, joget bersama dan makan bersama. Setelah puas menikmati pantai Melur kami melanjutkan perjalanan menuju Mesjid Sultan Mahmud di Batuaji. Sekali lagi, kebersamaan ini membuat ikatan silaturrahmi kami semakin kuat.

Itulah perjalanan wisata yang dipandu oleh IKA GERBANG 87/90, para siswa SMA Negeri Tanjungbatu yang tamat pada tahun 1990 lalu. Kini mereka sudah pada sukses di bidangnya masing-masing. Sebagai guru, betapa bangganya kami terutama dengan acara reuni dan silaturrahmi ini. Terima kasih kepada Ananda semua yang telah memperkenalkan daerah wisata kota Batam. Lebih dari itu, acara ini membuat salut kita semua khususnya atas keberhasilan IKA GERBANG 87/90 mempersatukan siswa dari jurusan IPS, Biologi dan Fisika.  Salam manis untuk kalian semua.***
 
Tanjungbatu 11 Januari 2022

Dra. Hj Yulita Muaz.

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: