25 Juli, 2022

Berlibur ke Anambas Ternyata Mudah


MOMEN mengikuti kegiatan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) ke-9 Provinsi Kepri 2022 (14-20/ 07/ 2022) di Kabupaten Kepulauan Anambas ternyata membuka mata tamu dan peserta MTQ, menyaksikan langsung betapa Kepulauan Anambas, ini adalah destinasi wisata yang cukup baik di Provinsi Kepri. Dan ternyata juga info bahwa Kepulauan Anambas adalah Pulau Tropis terbaik di Asia benar-benar dapat disaksikan dan dilihat langsung. Setidak-tidaknya bagi kafilah di luar Kepualauan Anambas, kesempatan selama MTQ ini adalah waktu terbaik membuktikan informasi yang didengar selama ini.

Harus ditegaskan di sini bahwa pandangan tentang Kepulauan Anambas selama ini adalah daerah yang sangat jauh, terisolir dan tidak mudah untuk didatangi. Benar kalau info-info tentang Anambas dan Tarempa itu adalah daerah yang indah. Lautnya jernih dan karangnya juga indah. Ikan-ikannya juga menghiasi lautnya. Tapi pandangan sebagai daerah yang amat jauh itu membuat orang yang ingin datang berpikir panjang. 

Namun, setelah mengikuti dan membersamai pelaksanaan MTQ Provinsi di Anambas 2022 tahulah kita bahwa untuk pergi ke Anambas tidaklah susah. Baik dari Batam atau dariTanjungpinang dan atau dari kota-kota kabupaten lainnya ke Anambas sudah ada transport, khususnya taransport laut. Sementara untuk transport udara juga sudah ada dari Batam atau dari Tanjungpinang, meskipun tidak langsung mendarat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sesungguhnya sudah banyak juga ditulis oleh media bagaimana kita mau ke Anambas. Media online atau media cetak, termasuk media televisi sudah sering ternyata menulis perihal Anambas. Kafilah Kabupaten Karimun pada even MTQ Provinsi kemarin menggunakan transport laut. Begitu juga Dewan Hakim (DH) dari Karimun, Tanjungpinang dan Batam pun menggunakan armada laut. Saya sendiri bersama DH lainnya, dari Karimun menggunakan kapal Ocianna via harbour Bay. Sementara kafilah Karimun menggunakan KM Karunia Jaya. 

Baik Kafilah maupun para DH untuk ke Anambas melewati Pelabuhan Punggur, Batam. DH, misalnya berangkat dari Punggur pada pagi hari, sekitar pukul 08.30 WIB. Menggunakan KM Seven Star Island rombongan sampai di Pelabuhan Tarempa pukul 16.55. Hampir 9 jam di atas kapal itu. Saya membaca pengumuman di dalam kapal itu tentang trayek kapal dari dan ke Anambas untuk kapal yang sama. 1) Tanjungpinang-Letung-Tarempa (Senin, Rabu, Sabtu) pukul 07.00 sedangkan  2) Tarempa-Letung-Batam-Tanjungpinang (Selasa, Jumat, Ahad) pukul 07.00. Artinya ada tiga kali bolak-balik dari dan ke Anambas. Mudah, kalau begitu.

Harga ticket adalah Rp 400.000 jika melihat tulisan yang tertera di ticket yang kami miliki. Para DH tidak membayar ticket masing-masing karena sudah dibelikan oleh Biro Kesra Pemprov Kepri. Jadi untuk menuju Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai luas lautan 98,73 persen dan daratan hanya 1,27 persen sudah sangat mudah. Membaca data di beberapa media di kabupaten ini terdapat 255 pulau  besar dan kecil yang lima pulau diantaranya merupakan pulau terdepan dan berbatasan dengan perairan negara tetangga. Menurut catatan hanya 26 pulau yang berpenghuni, sedangkan sisanya 229 buah tidak atau belum berpenghuni.

Ingin ke Anambas? Sementara inni dari luar Kepri tidak ada penerbangan langsung ke Anambas. Harus terbang dulu ke Kepri via Batam atau Kota Tanjungpinang. Jika dari Jakarta, ada penerbangan setiap hari ke Batam dan Tanjungpinang. Tapi dari luar Jakarta sepertinya harus melalui Batam saja. Belum ada yang ke Tanjungpinang. Karena kapalnya berangkat dari Tanjungpinang, berarti penumpang dari manapun mesti ke Tanjungpinang untuk menyeberang ke Anambas. Ingin mencoba, ayo. Mari.***


SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: