Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Endorsemen dan Kata Sambutan Buku SLBI

Endorsemen dan Kata Sambutan Buku SLBI


SETELAH saya selesai mengumpulkan 42 artikel --berupa catatan-- saya di salah satu blog 'bersama' yang membuka 'Program Menulis 40 Hari Tiada Henti' untuk dijadikan buku saya menghubungi orang-orang tertentu untuk memberikan sedikit masukan atau keterangan sesuai pandangannya  terhadap tulisan saya itu. Kepada tokoh Melayu yang sudah saling kita kenal, Datok Rida K Liamsi saya meminta dibuatkan endorsemen calon buku saya itu. Kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Muhammad Dali, MM saya pun meminta diberikan semacam kata sambutan untuk buku yang akan saya terbitkan itu.

Alhamdulillah kedua orang itu bersedia memberikan catatan mereka pada buku yang saya beri judul Semangat Literasi untuk Berbagi Inspirasi (SLBI). Datok Rida mengirimkan endorsemen singkatnya tapi begitu padatnya. Saya merasa tersanjung oleh endorsemen itu. Begitu pula dengan Kata Sambutan Pak Dali yang membuatkan satu halaman lebih sambutan yang membuat saya sangat dihargai dengan kehadiran buku SLBI ini.

Sebelum buku SLBI sampai ke tangan Anda saya mendahului memposting catatan kedua tokoh itu di halaman ini. Endorsemen dan Kata Ssambutan itu saya pastikan akan ada pada buku tersebut. Inilah endorsemen dan Kata Sambutan kedua tokoh Kepri itu.

Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan secara luas dan serentak di mana mana di negeri ini, mendapat ruang dan kekuatan untuk terus hidup dan berkembang, karena adanya para guru. Di semua tingkatan. Merekalah kekuatan terdepan untuk menjadikan leterasi yang wujud dalam bentuk kegiatan membaca dan menulis  menemukan bentuk kontiniewuitasnya. Dan M Rasyid Nur, yang pernah lama jadi guru di Karimun, sebuah kabupaten di Selat Melaka ini, adalah salah satu ujung tombak itu. Dia bukan saja suka membaca, mampu menulis, tapi juga pandai  bercerita. 

Esensi terpenting dari Gerakan  Literasi, itu adalah bercerita. Tradisi bercerita ini adalah bagian dari proses penerusan dari tradisi sastera lisan dalam masyarakat, terutama di kawasan berbudaya Melayu ini, karena sudah ada sejak lama dikenal apa yang disebut berpantun, bersyair, bergurindam dan berhikayat. Buku yang ditulis M Rasyid Nur, ini adalah proses bercerita dan menceritakan kembali pengalaman hidupnya, baik sebagai guru maupun sebagai tokoh masyarakat . Buku ini sangat berguna karena memberi laluan kepada tradisi literasi menuju masyarakat yang literat dan terbuka untuk menyerap semua budaya. Shabas! (Rida K Liamsi, Budayawan Melayu)


KATA SAMBUTAN KADISDIK PROVINSI KEPRI

Sejak  dicanangkannya Gerakan Literasi Nasional (GLN) pada tahun 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan fakta menunjukkan aktivitas leterasi terus berkembang maju hingga hari ini. Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti menyasar gerakan literasi sekolah hingga lahir Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Belakangan juga tumbuh Gerakan Literasi Masyarakat dan gerakan literasi lainnya.

GLS secara umum bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sedangkan secara khusus gerakan ini dimaksudkan agar tumbuh budaya literasi di sekolah, meningkatnya kapasitas warga sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar dan lain-lainnya. Artinya sekolah menjadi hal yang paling penting untuk berkembangnya budaya literasi di Tana Air.

Terbitnya buku berjudul Semangat Literasi untuk Berbagi Inspirasi karya M. Rasyid Nur yang nota bene belyau sudah berkiprah sebagai seorang guru di sekolah sangat lama, saya harapkan ini menjadi pendorong warga sekolah khususnya dan masyarakat secara umum untuk termotivasi membina dan mengembangkan budaya literasi. Selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri saya mengajak dan meminta seluruh warga sekolah untuk terus bergiat di ranah literasi. Tidak hanya untuk dirinya dan sekolah tempatnya mengabdi bahkan budaya literasi kiranya juga dikembangkan di lingkungan sekitarnya. Dalam masyarakat kita. 

Saya berharap warga sekolah khususnya dan masyarakat pada umumnya menjadikan literasi, terutama di ranah kreativits tulis-menulis sebagai bagian kegiatan sehari-hari. Guru adalah pembelajar yang perlu memiliki keterampilan menulis. Untuk itu para guru wajib mengembangkan kompetensinya juga di ranah literasi. Sekali lagi saya menyambut baik terbitnya buku yang berasal dari tulisan harian penulisnya ini. Terbukti jika budaya literasi bisa hidup dan setiap hari bisa dipraktikkan maka akan lahirlah buku dari tangan-tangan guru yang aktif menulis ini. Buku adalah catatan dan sejarah hidup kita.

Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada M. Rasyid Nur yang telah membuktikan suka menulis sejak semasa masih PNS bahkan sebelumnya hingga hari ini. Semoga terus bisa melahirkan karya-karya lainnya untuk dapat mendorong teman-teman lainnya menulis buku. Semoga Allah mencatat ini juga sebagai amal-ibadah. 

Saya tentu berharap kedua pikiran tokoh itu menjadikan buku saya ini memiliki nilai tersendiri di mata pembaca. Bagaimanapun, pandangan orang lain dalam satu buku yang diterbitkan pasti memiliki nilai tersendiri. Kini buku itu segera akan beredar dan siap untuk menjumpai pembaca.***

 
Sensasi Naik Boat Pramuka Kwarcab Karimun

Sensasi Naik Boat Pramuka Kwarcab Karimun


INILAH sensasi naik boat pancung. Digoyang gelombang sedang. Tidak terlalu besar tapi tetap saja menantang. Berangkat dari Pelabuhan Pinang Sebatang, Tanjungbalai Karimun. Buat yang belum tahu, pelabuhan ini ada di seputaran Kantor Satpol PP. Tidak jauh dari Bea Cukai Tanjungbalai.

Kemarin Jumat (26/11/2021) itu, ada tugas dari Kwarcab Karimun. Berangkat ke Moro karena ada kegiatan Karang Pamitran Kwarran Moro yang harus dibuka oleh Ketua Kwarcab. Karena Ketua (Umum) Kwarcab dan Ketua (Harian) tidak bisa hadir ke Moro, maka rombongan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Karimun berangkat di bawah Ketua Rombongan, Sekretaris Kwarcab, Kak Dol. Saya dan beberapa orang pengurus lainnya ikut bersama. Kami berangat menggunakan boat pancung.

Inilah sensasi naik boat pancung yang saya rasakan. Cuaca tidak terlalu berangin. Tapi gelombang kecil-kecilan di tengah laut lepas menyeberangi laut Internasional, itu tidaklah mengenakkan. Ukuran boat selebar kurang dari dua meter dengan panjang 10-an meter, bukanlah kendaraan laut yang membuat tenang perasaan di tengah laut lepas itu. Kami benar-benar dibuat berdebar selama di tengah laut.

Tepat pukul 13.40 boat kami bergerak. Dalam 10, 20 menit berikutnya kami sudah digoyang gelombang. Meliuk ke kiri dan ke kanan, begitulah tekong (pemegang kendali) menjalankan boatnya. Semburan air laut terkadang menembus kain terpal yang menutup kiri-kanan boat. Tapi kami tetap tenang. Berbicara biasa saja. Bergurau juga bersama likuan boat yang menegangkan perut kami. Butuh hampir satu setengah jam perjalanan kami dari Tanjungbalai Karimun ke Pulau Moro. Dan kami selamat sampai ke Moro menjelang waktu asar.


Perjalanan pulang (Moro-Balai) ternyata lebih menantang lagi. Perasaan kami terasa lebih mengkhawatirkan. Itu bermula dari hadiup-matinya salah satu mesin boat kami. Ada dua mesin tempel menjadi tenaga pendorong boat kami. Saat berangkat dari Karimun tidak ada masalah. Tapi ketika kembali ke Karimun, terjadi beberapa kali kerusakan mesin itu. Mula-mula mesin sebelah kiri yang mati setelah kami memulai perjalanan dalam 20 menit pertama. Dengan ketelatenan kapten alias tekong, mesin hidup kembali. Tapi dalam 10 menit berikutnya dia mati lagi.

Beberapa kali mesin tempel boat kami mati. Kami tentu saja khawatir. Jika mesin itu mati kedua-duanya, boat kami tidak akan dapat dikendalikan. Dan bisa kami kembali ke Moro berhanyut-hanyut karena arus laut sepertinya memang ke arah belakang kami. Sungguh ini sensasi luar biasa yang saya rasakan selama beraktifitas di pramuka kwarcab. 

Meskipun harus menempuh perjalanan yang terasa lebih jauh bebanding ketika berangkat siangnya, bersyukur kami karena kami selamat sampai ke Tanjungbalai. Sekitar pukul 19.05 kami baru bisa merapat di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. Saya ingat, ketika berangkat meninggalkan Moro, jam menunjukkan pukul 17.00. Itu berarti dua jam lebih kami 'berenang' di laut antara Moro dan Tanjungbalai Karimun.***  
Kita adalah Guru Sekaligus Murid

Kita adalah Guru Sekaligus Murid


Catatan Mohammad Nasruddin
GURU adalah profesi tertua di alam raya ini. Dulu Allah pun menjadi guru bagi adam. Nabi Khidir menjadi guru bagi Musa. Jibril menjadi guru bagi para nabi termasuk nabi Muhammad. Begitulah tuanya usia profesi guru.

Guru di negeri kita dikenal sebagai profesi tanpa tanda jasa. Maksudnya tiada di bajunya lambang atau simbol sebagai tanda jasanya dalam menjalankan tugas guru. Tanda jasa seorang guru dicatat di langit dan di hati murid muridnya yang pandai bersyukur.

Murid yang pandai bersyukur akan selalu berterima kasih atas jasa guru gurunya dengan selalu mengingatnya, mencarinya dan membalas jasa jasa gurunya dengan berbagai caranya. Sekali dia merasa itu adalah gurunya maka selamanya dia akan mengingat jasa gurunya. Itulah tanda murid pandai bersyukur dengan mengenang jasa para guru.

Lalu siapkah guru itu? Guru tidak hanya seseorang yang mengajarkan sesuatu (pelajaran) kepada kita di bangku sekolah formal. Semua yang mengajari kita kebaikan meskipun hanya huruf alif, dia adalah guru kita. Mereka wajib kita hormati dan anggap sebagai guru. 

Justru guru guru yang ikhlas, yang mengajarkan kebaikan tanpa pamrih bahkan kadang dibayar dengan tidk pantas saat di dunia, itulah guru yang seharusnya lebih kita hormati dan kita cari saat kita sukses.  Karena kesuksesan itu tidak terlepas dari peran dan jasa guru. Kalau bukan kita yang menghargai mereka, guru guru kita yang berjasa bagi hidup kita, lalu siapa lagi?

Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dengan menghormati mereka dan terus menjalin silaturahmi dengan mereka serta berusaha membalas jasa-jasa mereka. Jangan pernah ada rasa putus asa atau angkuh saat kita berusaha menjaga hubungan silaturrahmi dengan guru-guru kita.

Satu hal yang perlu juga kita pahami bahwa sesungguhnya setiap orang, setiap kita pasti menjadi guru sekaligus murid. Minimal guru bagi anak-anaknya dan murid bagi banyak guru kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, baik dibayar maupun tidak dibayar di dunia. Insyaallah akan dibayar di akhirat.

Selamat hari guru yang kita peringati pada hari ini. Sebagai murid kita akan selalu menjaga silaturrahim dan hormat dengan guru. Sebagai guru kita akan terus melaksanakan fungsi guru kita dengan baik.  (Monas)
Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

Dari Tausiah KH Syarifuddin Almakky: Inilah Empat Ciri Wali Allah

 

 

ADA yang khas pada acara pertemuan bulanan Ikatan Silaturrahim Haji dan Keluarga (Ishaka) 1427 hari Ahad (21/11/2021) kemarin itu. KH Syarifuddin Almakky memberikan tausiah pada acara yang diikuti anggota Ishaka 1427 itu. Tuan rumah pertemuan, Hj. Masni mengundang kiyai Syarifuddin untuk mengisi acara pertemuan. Tidak selalu ada pengajian dalam pertemuan silaturrahim Ishaka 1427 selama ini. Itulah khasnya pertemuan kali ini.

Oleh Bu Hj. Masni sebagai sohibul bait, Kiyai Syarifuddin yang dipanggil juga dengan panggilan buya, itu diminta memberikan ceramah agar ada pencerahan bagi para anggota Ishaka 1427. Memang tidak terlalu lama mengingat waktu yang sudah singkat menjelang masuknya waktu zuhur. Acara pertemuannya memang dimulai pukul 11.00 sebagaimana sudah kesepakatan bersama anggota. Sementara saat ini jadwal zuhur lebih cepat dari pada biasanya. Sebelum pukul 12.00 waktu zuhur sudah masuk. Sementara pengajian baru dimulai pada pukul 11.20 karena harus menunggu anggota hadir lebih ramai.

Pertemuan Bulanan Ishaka 1427 yang anggotanya adalah para haji-hajjah dari beberapa angkatan --saat ini--sesungguhnya bermula dari inisiatif haji-hajjah angakatan tahun 2006/2007 M atau musim haji 1427 H silam. Anggota angkatan pertamanya sudah memasuki angka 15 tahun lamanya. Kronologi berdirinya Ishaka 1427 adalah ketika rombongan haji 2006/2007 yang kebetulan berasal dari Pulau Karimun, itu kembali ke Tanah Air --saat itu-- mereka berinisiatif menggelar reuni silaturrahim sesama haji angakatan yang sama, musim haji 1427. Lamanya bersama di Tanah Suci membuat rasa rindu ketika kembali ke Tanah Air.

Diawali dari rumah (alm) H. Nurdang yang waktu itu didapuk menjadi ketua Ishaka 1427. Dan sejak itu pertemuan bulanan ini terus dilaksanakan setiap bulan dengan pengecualian disebabkan beberapa alasan. Saat ini anggotanya sudah bergabung dengan para haji-hajjah angkatan sesudahnya. Hal itu mengingat sebagian anggota haji angkatan 1427 sudah ramai yang meninggal dunia. Agar eksistensi Ishaka 1427 bertahan maka keanggotaannya dibuka untuk haji-hajjah angkatan lanjutan. Bahkan ada keinginan anggota juga bahwa organisasi ini dikuatkan lagi, entah dengan payung hukum akte, misalnya.

Setiap bulan di pekan ketiga dilaksanakan pertemuan di rumah-rumah anggota secara bergiliran dengan cara diundi. Bagi siapa nomor undiannya tercabut, maka pertemuan bulan depannya akan dilaksanakan di rumahnya atau di tempat yang ditentukan olehnya. Bulan lalu, misalnya kebetulan menjadi tuan rumah adalah Hj. Adrieti. Dan bulan November 2021 ini di rumah Hj. Masni (Gg. Awang Noor) sebagai hasil cabutan undian bulan lalu itu.

Bu Hj. Masni mendatangkan KH. Syarifuddin Almakky sebagai pengisi acara dalam bentuk tausiah. Setelah sebagian besar anggota hadir, kegiatan tausiah pun dimulai dengan dibuka oleh salah seoang anggota. Semacam MC, begitu. Lalu pak kiyai dipersilakan menyampaikan tausiahnya. Dan dengan mengucapkan salam dan puja-puji kepada Yang Maha Kuasa serta bersolawat kepada baginda Rasulullah, ustaz Syarifuddin memulainya. Kami semua menyimak apa yang dia sampaikan.

"Saya bukan mau berceramah di hadapan Bapak-bapak Haji dan Ibu-ibu Hajjah, karena Bapak dan Ibu adalah orang tua-tua yang tidak pantas saya ceramahi," kata ustaz membuka tausiahnya dengan merendah. "Saya hanya akan menyampaikan pesan para ulama kita terdahulu. Ulama ini hidup 1.100 tahun yang lalu. Kita tidak akan bisa mengundangnya lagi ke sini, tapi kita bisa membaca pesan-pesannya melalui buku karangannya ini." Dia menunjukkan buku berbahasa Arab gundul itu. “Kita bersyukur masih dapat mengetahui dan memahami pesan-pesannya.” Begitu kiyai membuka tausiahnya sekaligus menyebutkan buku dan pengarang buku itu. Dia membawa buku yang ditulis oleh Imam Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliky.

Menyinggung masih banyaknya kaum muslimin yang tidak fasih membaca alquran sebagai kitab suci orang muslim, dia mengatakan bahwa kita mestinya sebagai muslim lancar dan fasih membaca alquran. “Bacaan kita harus bagus,” katanya. Bagi Bapak-bapak jangan sampai segan menjadi imam solat tersebab bacaan ayat-ayat alquran kita tidak bagus. Begitu dia mengingatkan. "Belajarlah terus. Jangan takut jadi imam," imbaunya di awal ceramah.

“Bapak-ibu semua adalah muslim/ muslimah yang istimewa di hadapan Allah karena sudah menyelesaikan rukun Islam kelima.” Kata kiyai lagi bahwa bagi muslim-muslimat yang sudah berkesempatan pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan haji artinya dia sudah sangat beruntung. Panggilan Allah sudah terpenuhi. "Banyak orang berduit, sehat dan bahkan ingin sekali ke haji, tapi belum kesampaian. Artinya panggilan Allah yang diserukan oleh Nabi Ibrahim, itu belum bisa dipenuhi oleh saudara-saudara kita yang belum berkesempatan naik haji." Itulah sebabnya ustaz mengatakan bahwa Bapak-ibu yang hadir yang sudah berhaji ini sangat beruntung di sisi Allah.

"Haji/ Hajjah yang hadir ini adalah orang yang dapat panggilan Allah untuk ke Tanah Suci, berhaji. Maka marilah sempurnakan ibadah kita dengan sebaik-baiknya. Dekatkan diri terus kepada Allah." Lalu Kiyai Syarifuddin menjelaskan beberapa tanda orang yang dekat dengan Allah sebagaiman tercantum dalam buku yang dibawanya siang itu. Katanya ada empat tanda waliyullah yang sebaiknya kita miliki. Tanda-tanda itu bisa dan mampu seharusnya kita lakukan. Wali Allah adalah manusia yang selalu dekat dengan Allah.

Apa saja tanda-tanda orang yang dekat dengan seperti derajat waliyullah itu? Pertama, menjaga rahasia dengan Allah. Maksudnya Allah akan memberikan hal-hal rahasia yang khusus diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Tidak boleh rahasia-rahasia khusus tersebut disampaikan ke orang awam.

Ciri kedua bahwa orang itu selalu terhubung dengan Nabi Muhammad Saw. Sebagai kekasih Allah, bagi orang-orang yang ingin hubungannya terjaga baik dengan Allah maka dia mestilah menjaga hubungan baiknya pula dengan Nabi sebagai kekasih Allah. Lakukanlah tindakan dan perbuatan yang pernah diteladankan oleh Muhammad sebagai bukti kita selalu menghubungkan diri kita kepada Nabi. Makan, minum, masuk rumah, keluar rumah, masuk WC, masuk masjid, bergaul atau apa saja, ikutilah cara nabi, maka tindakan dan perbuatan itu akan mendapatkan pahala dari Allah. Artinya hubungan baik kita dengan begitu akan terpelihara. Begitu pak kiyai menjelaskan.

Ciri ketiga adalah kuat menahan cercaan. Dihina, dicaci atau disakiti seperti apapun dia mampu bertahan. Tidak mudah putus asa mendapat ujian apapun. Konsistensinya (istiqomah) dalam ibadah tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Itu tentu tidak mudah. Tapi bagi orang yang dekat dengan Allah akan mampu bertahan.

Lalu ciri keempat adalah bisa bergaul dengan semua orang. Bersama orang tua, anak muda atau orang-orang dewasa dan seusia dia selalu dia bisa menyesuaikannya. Tidak akan menimbulkan persoalan baginya jika harus bersama siapa saja. Artinya pergaulannya tidak memilih-milih hanya orang tertentu saja. Orang kaya, orang miskin, orang berpangkat atau rakyat jelata, dia bisa bersama. Itulah ciri waliyullah. Pak kiyai memberikan penjelasan yang sangat detail dan jelas.

Selain menyampaikan beberapa ciri orang-orang baik di mata Allah, ustaz juga mengingatkan perihal godaan dan tantangan dalam memelihara hubungan dengan Allah. Untuk itu dia mengingatkan agar tetap istiqomah dalam akidah dan ibadah. Dan jangan pernah mudah digoda apa saja yang akan merusak hubungan kita dengan Allah. Tefrima kasih, Pak Kiyai.***

Juga di www.terbitkanbukugratis.id


Visi-Misi Kabupaten Karimun Era ARAH

Visi-Misi Kabupaten Karimun Era ARAH


BOLEH jadi sebagian kita, masyarakat Kabupaten Karimun belum hafal visi-misi Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini. Lebih khawatir, malah belum tahu karena belum membacanya. Tidak bagus jika itu terjadi. Bagaimanapun, mengetahui dan memahami visi-misi Pemerintah kita akan membantu kita dalam usaha ikut berpartisipasi dalam membangun daerah kita. 

Visi-misi Pemerintah adalah garis pandu yang akan dijadikan Pemerintah atau penguasa dalam bekerja mengemban amanat rakyat atau masyarakatnya. Masyarakat yang sudah memberikan pilihannya kepada Pemerintah yang diyakininya mampu bekerja sesuai visi-misi tentu berharap visi-misi itu terlaksana. Oleh karena itu, pemahaman dan pengetahuan kita sebagai masyarakat terhadap visi-misi itu memang penting.

Untuk visi-misi Pemerintah Kabupaten saat ini adalah visi-misi yang dilaksanakan oleh pasangan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim yang kita kenal sebagai pasangan ARAH dalam pencalonan yang lalu. Pak Aunur Rafiq sendiri, sebelum maju berpasangan dengan Anwar Hasyim adalah Wakil Bupati dan Bupati (pengganti) periode 2011-2016 saat dia berpasangan dengan Pak Nurdin Basirun. Belakangan, saat Nurdin menjadi Wakil Gubernur, dialah yang melanjutkan teraju Pemerintah Kabupaten Karimun. Tanpa wakil, waktu itu.
 
Untuk itu di sini kita posting juga visi-misi periode 2011-2016, lalu visi-misi 2016-2021 dan visi-misi peride yang saat ini berjalan, 2020-2024 (Hasil Pilkada Serentak 2020).
 

VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2011-2016 
(Saat Aunur Rafiq meneruskan pasangan Nurdin Basiruan-Aunur Rafiq).

Visi:

Visi pembangunan Kabupaten Karimun untuk jangka waktu 2011-2016 adalah,

“Terwujudnya Kabupaten Karimun yang Maju dan Berdaya Saing Berlandaskan Iman dan Taqwa”

Misi:

1) Meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat;

2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya guna berlandaskan iman dan taqwa;

3) Mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi yang terpadu dengan ekonomi berbasis kerakyatan;

4) Memaksimalkan kualitas pelayanan publik; dan

5) Mengelola sumber daya kelautan dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan

Berdasarkan visi dan misi tersebut, Bupati Kabupaten Karimun mempunyai MOTTO sebagai berikut:

Kerja Amanah,  Kerja Keras,  Kerja Cerdas dan didukung oleh 4 (empat) Azam Penggerak Pembangunan,

1) Azam Peningkatan Iman dan Taqwa.

2) Azam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

3) Azam Pembangunan Ekonomi yang Berdimensi Kerakyatan.

4) Azam Pengembangan Seni dan Budaya
 

VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2016-2021 

(ARAH jilid I)

Visi:

“Terwujudnya Kabupaten Karimun Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Maritim Yang Terdepan Berlandaskan Iman dan Taqwa “

Misi:

1) Pusat Pertumbuhan Melalui KPBPB;

2) Ekonomi Kerakyatan Berbasis Maritim dan Pertanian;

3) Penguatan Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan;

4) SDM Cerdas, Sehat, Kompetitif, Menjawab Kebutuhan;

5) Kelestarian Lingkungan Hidup;

6) Berbudaya Berlandaskan Iman dan Taqwa;

7) Birokrasi Profesional, Bersih Melayani.


VISI-MISI KABUPATEN KARIMUN 2020-2024 
(ARAH jilid II)

Visi:
Berdasarkan pemahaman atas isu strategis pembangunan yang potensial dihadapi pada periode 2020-2024, arahan RPJPD Kabupaten Karimun 2006-2025, serta arahan dari visi dan misi RPJMN 2020-2024, maka visi pembangunan daerah Kabupaten Karimun Tahun 2020-2024 adalah: “Terwujudnya Kabupaten Karimun Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkeadilan Berlandaskan Iman dan Taqwa”
 
Pengertian masing-masing kata kunci yang terkandung dalam Visi: 
“Pusat Pertumbuhan Ekonomi"; memiliki arti bahwa Kabupaten Karimun sebagai kawasan strategis nasional di bidang ekonomi, nantinya diharapkan memiliki pertumbuhan ekonomi dengan intensitas tinggi yang ditandai dengan banyak dan beragamnya aktivitas perekonomian yang ada didalamnya. Kegiatan/aktivitas yang ada dapat berupa industri, kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif, perikanan dan kelautan, pertanian, pariwisata dan perdagangan maupun jasa, dengan memanfaatkan seluruh potensi lokal yang ada secara optimal. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Karimun memerankan dirinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi bagi wilayah lain di sekitarnya. 

“Berkeadilan”; memiliki arti bahwa pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan sesuai dengan letak geografis dan sumber daya yang ditandai dengan terdistribusinya hasil pembangunan secara merata, tepat sasaran di seluruh wilayah, sehingga menghilangkan kesenjangan antar wilayah/pulau dan menghilangkan diskriminasi serta berbagai bentuk ketidakadilan dalam masyarakat. Pada akhirnya tingkat kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun.

“Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkeadilan”; menyatakan bahwa ke depannya diharapkan Kabupaten Karimun memiliki pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berada di beberapa titik di luar Pulau Karimun, sehingga aktivitas perekonomian penduduk dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun. Kabupaten Karimun berusaha untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang dilandasi nilai-nilai kebenaran, tidak bersifat sewenang-wenang, bersifat proporsional, namun tetap memiliki keberpihakan terhadap pihak yang lemah. Artinya masyarakat Kabupaten Karimun mendapat kesempatan yang luas dan setara dalam memperoleh kesejahteraan kehidupan, antara lain melalui pemberdayaan masyarakat miskin, peningkatan partisipasi masyarakat untuk memaksimalkan produktivitas/kapasitas dan pemberdayaan koperasi dan UMKM yang dapat memberikan kesinambungan dan kemerataan ekonomi. 

“Berlandaskan Iman dan Taqwa”; memiliki arti bahwa membangun daerah dilakukan dengan tetap mengedepankan upaya untuk membangun manusianya, khususnya dari sisi akhlak dan moral yang bersumber pada nilai-nilai agama. Membangun manusia yang sehat, cerdas, dan terampil adalah perlu tetapi belum cukup untuk mewujudkan manusia seutuhnya jika tidak diiringi dengan membangun akhlak yang baik dan moral yang terjunjung. Upaya ini menjadi semakin menemukan konteksnya ketika interaksi antar bangsa dan budaya menjadi semakin intens, pertukaran informasi menjadi semakin terbuka, sehingga nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi penapis dari berbagai pengaruh negatif, sekaligus memperkukuh insan yang berakhlakul karimah. 

Misi:
1) Meningkatkan perekonomian daerah yang mandiri berbasis sumber daya dan kearifan lokal;
2) Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur yang berkeadilan dalam rangka mempercepat Pertumbuhan      Ekonomi Wilayah;
3) Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Kuat, Kompetitif dan Berbudaya Berlandaskan Iman      dan Taqwa;
4) Meningkatkan Fungsi dan Kelestarian Lingkungan Hidup;
5) Mewujudkan Birokrasi yang Profesional dan Unggul.

Dikutip dari berbagai sumber