Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

05 Mei, 2022

Wisata Pantai Silaturrahim (juga) Tercapai

Wisata Pantai Silaturrahim (juga) Tercapai


SETELAH dua tahun terkurung di rumah di setiap hari raya, tahun 2022 ini sudah tidak lagi. Idul Fitri 1443 benar-benar berkah bagi muslim yang merayakan Hari Raya bakda Bulan Puasa ini. Kita tidak lagi terpaksa berkurung di rumah atau pertemuan yang dibatasi regulasi protokler kesehatan. Semua itu tersebab covid.

Memanfaatkan kelonggaran protokoler kesehatan dari Pemerintah masyarakat berbondong-bondong ke tempat-tempat hiburan atau lokasi wisata. Termasuk ke pantai. Masyarakat di Karimun juga mengisi waktu setelah solat Id atau satu-dua hari setelah solat Id untuk berwisata. Ya berwisata pantai.

Saya sendiri bersama isteri dan keluarga besar --ada Mak Mertua, adik-kaka isteri serta anak-anak mereka dan tentu saja anak-cucu saya sendiri-- berwisata ke Pantai Pelawan. Salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Karimun. Di Kabupaten Berazam ini ada beberapa pantai yang selalu ramai dikunjungi wisata. Tidak hanya masyarakat lokal, nasional bahkan masyarakat dunia juga ada yang berkunjung dan menikmati wisata pantai di sini.

Rabu (04/05/2022) 3 Syawal, itu sekitar pukul 10.00 WIB kami bergerak meninggalkan rumah. Menggunakan dua mobil dengan 16 orang anggota keluarga, kami sampai di pantai yang sudah dipadati pengunjung sekitar pukul 10.20. Tidak terlalu lama di jalan karena memang terlalu jauh pantainya dari rumah. Kami memilih sisi kiri pantai yang kebetulan masih ada satu pendopo yang kosong. Kami menempati pendopo itu untuk duduk-duduk dan istirahat. Karena ukurannya yang kecil kami tidak bisa duduk semua di dalamnya. Sebagian kami duduk dan berdiri di luar saja.

Kegiatan inti kami sepenuhnya hanya menikmati suasana pantai yang dipenuhi manusia. Semua pendpo di sepanjang pantai terisi penuh. Di pantainya sendiri juga dipenuhi orang berlalu-lalang menyusuri bibir pantai berpasir putih itu. Dan tentu saja di dalam airnya penuh manusia yang mandi. Anak-anak kecil termasuk yang di rombongan kami juga ikut mandi. Kami yang tua dan dewasa hanya duduk dan berdiri sambil memandang laut dan bibir pantai yang disemuti manusia. Makanan-makanan yang sengaja dibawa dari rumah juga dinikmati sekaligus.

Sesungguhnya bersama-sama di pantai atau di manapun bersempena Hari Raya begini memberi kesempatan kepada kita untuk saling bertemu dengan orang-orang yang kebetulan ikut bersama. Dalam keluarga kami sendiri, terdiri dari empat keluarga yang masing-masing sudah punya rumah sendiri dan berjarak lumayan jauh di antara satu dengan lainnya. Pada kesempatan inilah kami dapat bersama-sama berkumpul. Begitu juga bisa saling bertemu dengan orang lainnya.

Dengan dapat saling bertemu itulah maka silaturrahim pun akan dapat dilaksanakan. Tidak harus menunggu satu acara tertentu seperti momen halal bil halal saja. Pertemuan di lokasi wisata seperti di pantai ini juga kesempatan yang baik untuk memupuk dan melaksanakan silaturrahim.***




28 April, 2022

Ada Orang Kaya yang Miskin, Kata Quraish Shihab

Ada Orang Kaya yang Miskin, Kata Quraish Shihab


INILAH orang yang materi dan hartanya melimpah tapi dikatakan miskin. Miskin versi seorang ulama besar yang ceramah (tuturannya) senantiasa mencerahkan umat. Begitu pula tulisan-tulisannya selalu ditunggu banyak orang untuk menambah pengetahuan dan wawasan keagamaan. Dia adalah Quraish Shihab yang karya spektakulernya, Tafsir Al-Misbah telah membuat namanya sejajar dengan ahli tafsir dunia, bahkan melebihinya. Quraish Shihab adalah ulama yang selalu menjadi sumber ilmu oleh umat Islam.

Dalam satu tulisan berjudul KH Quraish Shihab: Banyak Jutawan Miskin yang dimuat hajinews.id hari Senin (25/04/2022) lalu dengan gamblang Quraish Shihab menyatakan bahwa kekayaan tidaklah karena banyak dan melimpahnya harta-benda atau uang. "Kekayaan tidak dinilai dari banyaknya harta yang dimiliki," begitu kata Quraish Shihab kurang-lebihnya. Kekayaan justeru akan dihitung dari banyaknya harta yang tidak dibutuhkan. Maksudnya, karena tidak dibutuhkan lalu harta itu diberikan kepada yang membutuhkan. Maka itulah kekayaan yang hakiki.

Karena itu, kata Quraish Shihab alangkah banyaknya jutawan yang miskin disebabkan hartanya disimpan saja seolah menjadi kekayaannya. Hartanya dipegang sendiri dalam kemasan sendiri yang akhirnya itu tidak akan berguna buat dirinya. Selama harta itu dikuasai sendiri tanpa memberi kemanfaatan kepada orang lain maka selama itu pula harta itu tidak akan menambah kekayaan penyimpannya. Yakinlah, katanya bahwa setiap yang diberikan kepada orang lain sebagai infaq atau sedekah maka itulah kekayaan yang sebenarnya. Kelak akan menjadi tabungan yang menolong pemiliknya dalam segala kesusahan di Yaumil Akhir.

Seperti selalu disampaikan para ustaz bahwa rizki pada hakikatnya bukan sekadar materi. Rizki itu terkadang bisa berupa kemudahan dalam pekerjaan, kebahagiaan dalam perkawinan, kebebasan dari bencana, anak yang sehat dan soleh, teman tulus yang mendukung, dan yang paling utama adalah taufik, yakni persesuaian kehendak kita sebagai hamba dengan kehendak Allah sebegai penentu. Kata Quraish Shihab seperti dimuat tulisan itu bahwa bentuk kemudahan dan kebahagiaan adalah kekayaan yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada harta-benda dan uang.

Jika demikian, bagi orang yang hanya menyimpan sendiri hartanya, seberapa banyak pun harta itu, sesungguhnya dia adalah orang miskin di mata Allah. Simpanannya itu hanya ada di dunia saja. Tapi harta itu diberikan untuk jalan Allah, untuk kemanfaatan dan kemaslahatan umat manusia, maka itulah kekayaan sesungguhnya.***

24 April, 2022

Buka Bersama untuk Menyatu Bersama

Buka Bersama untuk Menyatu Bersama


TIGA sekolah (TKIT, SDIT, SMPIT) dan satu Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di bawah Yayasan Darul Mukmin (YDM) serta Rumah Tahfizh Darul Huffaz, guru-guru dan karyawannya Jumat (22/04/2022) lalu melaksanakan kegiatan Berbuka Bersama alias Ifthor Jama'i. Hari itu bertepatan dengan 20 hari Bulan Ramadhan 1443. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara pembagian sembako dalam acara baksos (bakti sosial) keluarga besar YDM dalam rangka Ramadan tahun 1443 H ini.

Kegiatan Berbuka Bersama diawali dengan rangakaian hiburan berupa penampilan-penampilan dari masing-masing unit di bawah naungan YDM. Kepada setiap unit sekolah ada perwakilan untuk menampilkan kreativitas seni. Sekitar pukul 16.45 acara sudah dimulai. Setelah pembukaan oleh MC acara dilanjutkan dengan sesi hiburan Islami oleh para guru dari setiap unit. 
 
Ternyata penampilan mereka sangat menghibur. Ada lagu dan nada dari asmaul husna yang dibawakan oleh perwakilan unit TKIT, ada nasyid religi yang dibawakan oleh perwakilan SMPIT dan ada juga sholawatan yang dibawakan oleh perwakilan SDIT. Bahkan dari Manajemen Yayasan juga tampil Direkturnya untuk membacakan satu judul puisi karya Jalaluddin Rumi, Hanya Engkau.

Kegiatan Ifthor Jama’i alias buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin tahunan, yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan antar sesama keluarga besar YDM. Begitu dijelaska oleh salah seorang pimpinan manajemen yayasan. Seperti dikutip dari berita online radioazam.id hari Sabtu (23/04/2022) kemarin, Direktur YDM mengatakan begini, untuk apa Berbuka Bersama dibuat? “Tujuannya agar kita semua di dalam Yayasan Darul Mukmin ini merasa bersama-sama membangun, membangun pendidikan yang ada. Dengan maksud terbangunnya kekuatan kebersamaan. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah, jangan menyia-nyiakan kebersamaan itu sendiri.” 

Kita sepakat bahwa kebersamaan merupakan modal utama yang membuat tugas-tugas berat dapat dilaksanakan dengan lebih ringan. Dengan kebersamaan kita akan mampu mengerjakan apa saja. YDM, sebagai sebuah yayasan yang mengelola pendidikan yang berusaha memberikan dan mewujudkan pelayanan pendidikan terbaik untuk masyarakat di Kabpaten Karimun tentu saja perlu memupuk kebersamaan ini. Jika berbuka bersama dapat menjadi salah satu caranya, maka tentulah cara ini bagus untuk dilaksanakan. 
 
Menurut Manajer SDM, Pendidikan dan Pengembangan Alquran, Noor Famayani jumlah guru dan karyawan YDM yang hadir pada tahun ini jauh lebih banyak dari pada tahun lalu. "Kita bangga karena kita mampu membuktikan kebersamaan kita dalam acara ini," katanya dalam sambutan singkat pada  acara Berbuka Bersama itu. Rangkaian acara setelah sesi hiburan musik dan lagu-lagu Islami diteruskan dengan acara pokok yakni tausiah yang disampaikan oleh Chotib Mustafa, Kepala TPQ Darul Mukmin. Sebelumnya diawali pembacaan alquran oleh Ustaz Wahid dan Pembacaan Doa oleh Ustaz M. Nuh. Dan setelah waktu berbuka tiba, semuanya menyantap makanan yang sudah disediakan.***
Juga di terbitkanbukugratis.id dan mrasyidnur.gurusiana.id



21 April, 2022

Catatan Tausia Ustaz Abu Syahid Chaniago

Catatan Tausia Ustaz Abu Syahid Chaniago


SELASA (19/04/2022) malam lalu ada tausiah di Masjid Baitul Karimun, Kecamatan Karimun. Malam itu adalah malam Nuzul Quran Pemda Kabupaten (Pemkab) Karimun untuk tahun 1443 atau 2022. Setiap tahun di setiap peringatan hari-hari besar agama (Islam) Pemkab selalu melaksanakan peringatan. Dan peringatan Nuzul Quran tahun ini dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Karimun, Baitul Karimun. 

Selain Bupati, H. Aunur Rafiq dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hadir pada acara itu pimpinan Forkopimda atau yang mewakili. Dan tentu saja para jamaah masjid Baitul Karimun dan dari beberapa masjid yang berlokasi tidak jauh dari masjid ini. Ada juga tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lainnya. Kegiatan tausiah dilaksanakan bakda solat tarwih. 

Dalam tausiahnya yang cukup panjang Ustaz Abu Syahid Chaniago menyampaikan banyak hal berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dengan menyitir ayat-ayat alquran dan hadits sebagai dasar argumennya. Kata Ustaz, tiga hal yang disukai oleh Nabi kita, Muhammad Saw antara lain, 1) Salat di awal waktu; 2) Menghormati orang tua; 3) Berjihad di jalan Allah. "Nah, malam ini, semua hadirin yang ikut pengajian ini, setelah tadi berniat dari rumah untuk mengikuti majelis ilmu, berarti Bapak dan Ibu sudah termasuk orang yang berjihad," jelasnya. Artinya nabi pasti suka dengan kita.

Di bagian lain ustaz juga membahas tentang suami dan isteri soleh dan solehah. Dia jelaskan, misalnya kirteria suami soleh, antara lain, 1) Bertanggung jawab memberi makan (yang halal) kepada anak-isteri; 2) Bertanggung jawab memberi pakaian isteri dan anak-anak (perempuan) yang menutup aurat; 3) Bertanggung jawab memberi tempat tinggal atau rumah yang aman dan nyaman; 4) Bertanggung jawab memberi pendidikan anak-anak; dan 5) Memberi perhatian kepada isteri. Dengan menambahkan penjelasan yang lebih detail perihal kriteria itu, membuat jamaah begitu antusias menyimak tausiahnya.

Tentang kriteria isteri solehah ustaz Chaniago memberikan rincian antara lain, 1) Membuat sejuk hati suami saat melihatnya; 2) Membuat sejuk hati suami saat dia bertutur kata; 3) Dia cepat tanggap untuk  mematuhi perintah suami, serta beberapa kriteria lain yang pada intinya bagaimana isteri itu patuh dan taat kepada sumianya selain tentu saja kepada Allah. Kerja-kerja di rumah tangga dan mengurus anak-anak selalu selesai dengan baik. "Itulah ciri-ciri isteri yang solehah," tegasnya.
 
Ustaz Chaniago juga menyampaikan tentang doa Malaikat Jibril yang diaminkan Nabi Muhammad, yakni, 1) Celakalah orang yang dapat berjumpa dengan orang tua yang sudah renta tapi tak dapat membuanya masuk syurga; 2) Celakah orang yang ketika disebut nama Nabi mulutnya diam saja; 3) Celakah orang yang berjumpa Ramadhan tapi tidak dapat ampunan dari Allah. "Sungguh ini merugikan sekali," ingatnya kepada jamaah. Janganlah kita sampai termasuk orang yang didoakan oleh malaikat itu.***

19 April, 2022

Catatan Ramadan: Salah Kaprah Penggunaan Kata 'Takjil'

Catatan Ramadan: Salah Kaprah Penggunaan Kata 'Takjil'


SAYA pikir memang perlu diluruskan. Perlu dibenarkan kekeliruan ini. kekliruan tentang penggunaan kata 'takjil' yang selama Bulan Ramadan ini menjadi kosa kata sehari-hari kita. Tentu tidak semua orang yang keliru menggunakan kata ini. Hanya saja begitu banyaknya kita temukan kesalahan itu.

Sebuah postingan di WA Grup yang dishare oleh salah seorang anggotanya, meneruskan tulisan seorang yang ingin mengoreksi kekeliruan itu, saya kira perlu kita baca dan kita pahami. Kita berterima kasih kepada penulis tulisan koreksi ini atau tulisan lain yang tujuannya sama. Izin, saya meneruskan tulisan itu di blog ini sebagai bagian melanjutkan 'pesan' penulisnya. Postingan itu begini,

SALAH KAPRAH.., TAKJIL ITU BUKAN MAKANAN.
Yuuk, kita benerin..'

Selama bulan Ramadan ini, kita sering mendengar kata “Takjil”.
Di berita, di tv, di radio, bahkan di lingkungan sehari-hari.
Bahkan di warung dan pasar juga sering terlihat tulisan “takjil”.
Beberapa restoran menulis “Tersedia Takjil Gratis buat Pelanggan”.
Beberapa masjid juga menulis hal serupa.

Sehingga tak asing kalau mendengar ada orang yang bertanya:

Udah beli Takjil belum ?
Belum ada Takjil nih ?
Takjilnya Cuma gorengan.....dll

Apakah makna Ta'jil yang sebenarnya ?

Karena semua media pemberitaan selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil,
maka seolah-olah kita semua sepakat menyebut bahwa Takjil adalah
hidangan atau panganan untuk berbuka puasa.

Kata Takjil / ta’jil (تعجيل) artinya adalah “bersegera/ Menyegerakan"  
diambil dari hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“La yazalunnasu bikhairin ma‘ajjaluuhul fithra".

Artinya:
Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (puasa).
(HR. Muttafaq alaih).

Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah
“penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala : yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat.

Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa).
Terlihat disini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan.

Sebaiknya semua pengguna kata-kata, terutama media, kembalilah melihat kamus.
Disana pengertian TAKJIL dengan jelas ditulis adalah “Mempercepat”.
Dalam hal ini adalah mempercepat berbuka saat tiba waktunya.

jadi.., TAKJIL itu bukan makanan ya Gaes.... 😊✌🏻

Kesimpulannya
jika ada pernyataan “Orang arab bertakjil dengan kurma”
Maka pengertian yang benar ialah mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma
BUKAN makanan berbuka puasa mereka adalah kurma.

Silakan di Share/ Re-Post, agar banyak orang tidak salah lagi mengartikan Ta'jil
👍🏻👍🏼👍🏽😎😊❤️👌🏼🙏🏻

Sumber :
Kamus Almunjid 619, Al-Munawwir hal 1.063.

Hanan Attaki

Kepada Tuan Hanan Attaki (seperti tertera di bagian bawah tulisan) kita berterima kasih. Dimanapun belyau saat ini berada, semoga terusan tulisannya ini menajdi bukti bahwa kita yang pernah membacanya memang berusaha untuk menyiarkannya lagi kepada siapa saja. Saya menyiarkan ini tanpa mengedit tulisan (postingan) aslinya yang saya kopa paste dari WA tersebut.***