Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

21 Mar 2024

Rapat Pengurus Berjalan Mulus, Ini Hasilnya

Rapat Pengurus Berjalan Mulus, Ini Hasilnya


RABU (20/03/2024) malam, ini pengurus Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Meral mengadakan rapat. Rapat khusus membahas beberapa agenda khusus pula. Apa agenda khusus itu? Pertama, rencana melaksanakan peringatan Nuzul Quran, Ramadan 1445 (2024) yang setiap tahun biasa dilaksanakan. Tahun ini pun ada rencana untuk dilaksanakan. 

Agenda kedua adalah pembentukan pantia Amil Zakat. Baik untuk zakat fitrah maupun zakat mal dan lainnya yang pada momen Ramadan juga menjadi agenda tahunan pengurus masjid. Selain kewajiban membayar zakat fitrah kebanyakan masyarakat juga cenderung membayar zakat mal dan lainnya pada momen Ramadan. Jadi, perlu ada panitia khsus untuk mengelola itu. Lalu agenda khusus ketiga adalah persiapan menghadapi Idul Fitri.

Agenda pertama yang dibahas adalah perihal pembentukan panitia amil zakat Masjid Al-Ubudiyah tahun ini. Beberapa kesepakatan adalah, 1) Warga Wonosari diwajibkan membayar zakat fitrahnya pada amil zakat Kampung Wonosari; 2) Tempat pembayaran zakat dipusatkan di tiga tempat, masing-masing Masjid Al-Ubudiyah, Surau Al-Ittihad dan Surau Murfatimah; 3) Untuk pendistribusian dipusatkan di Masjid Al-Ubudiyah; 4) Besaran zakat fitrah mengacu kepada ketentuan dari Kemenag Kabupaten Karimun dengan jumlah beras zakat fitrah setara 2,7 kg beras yang dimakan. 5) Panitia mencatat warga yang tidak berzakat fitrah di Wonosari (pada panitia amil zakat) sebagai bahan informasi yang hanya diketahui panitia.

Tentang agenda persiapan Idul Fitri disepakati beberapa hal antara lain, 1) Khatib untuk Salat Idul Fitri tetap orang dalam (Wonosari), Mas Sukemi (Ketua Pengurus Masjid); 2) Imam, Ridwan H. Ali dengan cadangan HM. Rasyid Nur; 3) Panitia dirangkap oleh Panitia Ramadan. Sementara pembahasan agenda rencana peringatan Nuzul Quran disepakati tetap akan dilaksanakan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Masjid al-Ubudiyah, Sukemi itu diikuti oleh beberapa orang pengurus lainnya serta beberapa orang perwakilan masyarakat Wonosari. Ketua pengurus masjid memimpin rapat dengan lugas dan selesainya juga relatif cepat. Dimulai sekitar pukul 21.15 (bakda tarwih) dan selesai tepat pukul 22.45.

Ketiga agenda yang dibahas, alhamdulillah selesai sesuai rencana yang digagas. Intinya, rapat berjalan mulus tanpa banyak perdebatan melelahkan. Terima kasih semua yang ikut, tentunya. Itulah kalimat yang pas untuk diucapkan.***

19 Mar 2024

Dari Wirid Bulanan dan Kenduri Menyambut Ramadan 1445: Istimewa

Dari Wirid Bulanan dan Kenduri Menyambut Ramadan 1445: Istimewa


Catatan M. Rasyid Nur
BOLEH jadi Wirid Bulanan Pemda Kabupaten Karimun edisi Maret 2024, ini adalah Wirid Bulanan yang istimewa dilihat dari yang sudah-sudah. Berbanding wirid-wirid yang selama ini dilakukan, wirid yang dihelat hari Sabtu (09/03/2023) pagi, di Rumah Dinas Kediaman Bupati Karimun, itu tidak hanya dihadiri oleh pegawai Pemda Kabupaten saja sebagai peserta utama tapi juga dihadiri oleh beberapa nama dan tokoh yang belum pernah ikut selama ini. 

Dihelat di Rumah Dinas Bupati Karimun, Kecamatan Karimun Wirid Bulanan ini juga menyertakan Pengurus Daerah BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kabupaten Karimun sebagai pelaksana. Wirid Bulanan ini dihadiri pegawai dan pejabat di lingkungan Pemda Kabupaten Karimun plus para undangan lainnya yang membuatnya istimewa. 

Ada masyarakat sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat seperti para ketua Ormas Islam dan Ormas lainnya, Ketua MUI, Ketua Baznas, FKUB dan beberapa lainnya. Tentu ada pejabat utama kabupaten yang mendampingi bupati seperti dari Forkopimda, Kapolres, Dandim, Danlanal, baik langsung maupun diwakili. Juga hadir Kakankemang Kabupaten Karimun yang langsung hadir. Peserta istimewa itu adalah Wali Kota Bengkalis, H. Faisal, SKm yang sudah beberapa hari berada di Kabupaten Karimun dalam program dakwah jamaah tabligh yang dia ikuti,

Wirid Bulanan kali ini dihelat juga dalam rangka Kenduri Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 (2024) yang akan datang beberapa hari lagi. Dan sebagai penceramah pagi ini adalah KH Raja Sofyan, seorang penceramah bertaraf Nsional yang tinggal di Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Raj Sofyan adalah penceramah yang sudah selalu mengisi tausiah-tausiah dalam acara yang dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Karimun.
 
Prosesi acara diawali dengan membaca doa solawat, Solawat Busyro yang adalah solawat khas Kabupaten Karimun. Dikumandangkan bersama jamaah yang hadir dengan dipandu oleh kelompok nasyid salah satu pondok pesantren di Karimun. Solawat dibacakan sebanyak 41 kali dengan iringan musik perkursi kelompok nasyid. Selanjutnya acara resmi yang diawali sambutan dan pidato dari bupati dan Wali Kota Bengkalis sebelum tausiah. 

Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambuatan 'sekapur sirih' mengawali dengan membaca surah Al-Baqarah 183, tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman. Bupati menguraikan bahwa kewajiban berpuasa hanya diperuntukkan bagi orang beriman. Maka bersyukurlah kita sebagai muslim yang beriman, katanya.

Sementara Wali Kota Dumai, Faisal mengajak para hadirin, terkhusu kepada pejabat yang mempunyai tanggung jawab kepada bawahannya untuk ikut Safari Dakwah sebagaimana yang dia jalankan saat ini di Karimun. "Kita hanya mengajak, selebihnya terserah kepada mereka," katanya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kewajiban mengajak adalah kewajiban setiap raong. Tapi apakah akan ikut atau tidak, terserahlah kepada mereka. Demikian antara lain yang disampaikan Faisal.

"Kita risau masalah iman ini, nanti ditanya jabatan kita, kerja apa, tanggung jawab dan seterusnya. Maka selagi masih hidup mari kita tunaikan kewajiban kita," kata H. Faisal. 

Acara terakhir adalah tausiah yang disampaikan oleh Buya Raja Sofyan. Dia menguraikan perihal keutamaan Ramadhan yang di dalamnya pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, pahala berlipat 70 kali, dan seterusnya. Meskipun tidak terlalu lama tausiahnya tapi terasa padat yang dia sampaikan.***

18 Mar 2024

Fajar-Rian Membuat Kita Bangga

Fajar-Rian Membuat Kita Bangga


SEPULANG dari tarwih, Ahad (17/03/2024) malam, ini saya masih sempat menyaksikan laga utama, final ganda putra All England 2024. Pasangan ganda 'merah-putih', Fajar-Rian tengah berlaga melawan wakil negeri jiran, Malaysia, Chia-Soh. Tanpa mengganti pakaian dari masjid saya langsung duduk ikut melotot layar kaca bersama anak dan cucu yang sudah duluan duduk di situ.

Pertandingan yang amat mendebarkan, meskipun angka yang didapatkan kedua pasangan lebih memihak ke Fajar-Rian. Fajar-Rian selalu mendahului point-point dari wakil Malaysia. Pertandingannya sendiri membuat jantung berdegup-degup. Saya ikut memukul-mukul kursi yang saya duduki ketika smes dan tangkisan saling beradu diantara kedua pasangan.


Akhirnya pasangan ganda putra Indonesia yang bernama lengkap Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto, berhasil menjuarai All England 2024, itu dengan menumbangkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik itu. Kita tahu selama ini pasangan Malaysia itu begitu perkasa dalam berbagai turnamen. Mereka selalu mampu menyulitkan lawan-lawannya, termasuk pasangan Indonesia sendiri.

Sebagaimana sudah kita ketahui laga final All England 2024 antara Fajar/Rian dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, itu benar-benar membuat kita rakyat Indonesia bangga karena pasangan kita mengalahkan pasangan Malaysia. Angka yang diperoleh Fajar/Rian adalah 21-16 dan 21-16. Begitu hebat wakil merah-putih malam ini. Terima kasih dan kita bangga semuanya.*** 
Catatan M. Rasyid Nur

16 Mar 2024

Jika Bacaan Imam Menyamankan

Jika Bacaan Imam Menyamankan


JIKA imam membaca ayat-ayat saat salat dengan bacaan yang tepat, lagu atau irama yang sesuai dan terdengar sedap tentu saja akan membuat jamaah nyaman di belakangnya. Seperti yang saya alami malam ini, Jumat (15/03/2024) di Masjid Baitul Hikmah, Baran. Malam ke-5 Ramadan 1445 (2024) ini saya berkesempatan berjamaah isya dan tarwih di masjid yang beralamat di Gang Awang Nur itu. 

Saya percaya, selain saya para jamaah yang mengikuti salat tarwih malam ini merasa nyaman juga bersama imamnya. Maksudnya pasti tenang dan adem mendengar bacaan-bacaan imam saat memimpin isya dan tarwih ini. Saya tidak tahu nama imam yang relatif masih muda itu.

Sering ada keluhan jamaah jika imam tidak membuat nyaman makmum ketika bacaannya kurang tepat dan iramanya kurang sesuai selera makmum. Apalagi jika salat tarwih dengan 20 rakaat plus witir tiga rakaat akan membuat makmum gelisah dalam waktu lama jika imamnya tidak menyenangkan bacaannya.

Kriteria imam yang membuat nyaman itu biasanya karena suaranya jelas saat membacakan ayat-ayat alquran. Huruf-hurufnya juga tepat sesuai makhrajnya ketika mengucapkannya. Ditambah irama yang sesuai maka tenanglah jamaah di belakang imamnya.

Saya harus menyebut bahwa imam di depan saya malam ini cukup menenangkan dan menyenangkan. Walaupun tempo bacaannya sedikit lebih cepat yang mungkin karena jumlah rakaat salat tarwih yang 20 itu, sesungguhnya dia tidak membaca terlalu laju. Masih jelas tersimakkan setiap huruf yang diucapkannya.

Terima kasih, Pak Imam dan terima kasih para pengurus yang memberinya amanah pada malam kelima Ramadan 1445 (2024) ini. Saya tidak tahu siapa nama imam itu. Semoga jamaah tetap adem menjadi makmumnya sepanjang Ramadan yang masih panjang ke depan. Jika dia adalah imam tetap masjid, semoga juga akan membuat jamaah terus nyaman selamanya di masjid ini.***

14 Mar 2024

Malam Ketiga di Al-Jihad: Salat Nyaman

Malam Ketiga di Al-Jihad: Salat Nyaman


RABU (13/03/2024) malam, ini malam ketiga Ramadan 1445 (2024). Malam ini saya berkesempatan berjamaah tarwih di Masjid Al-Jihad, Baran, Meral. Ikut bersama juga isteri dan cucu. Kami memang bertiga tinggal dalam satu rumah. Al-Jihad, masjidnya tidak terlalu jauh dari rumah tempat tinggal kami, di Wonosari, Meral. Sama-sama di Baran. Berjarak kurang-lebih setengah km. Dalam 10 menit berkendaraan kecepatan agak lambat sudah sampai.

Sampai malam ini sudah tiga masjid/ musalla kami ikut tarwih. Berkeliling sesuai jadwal, memang. Malam pertama di masjid di kampung sendiri, Wonosari. Masjid Al-Ubudiyah. Malam kedua, kami di Musalla Al-Istiqomah yang tidak jauh dari rumah mertua, di Kampung Padi, Meral. Dan malam ini di Al-Jihad.

Tentu saja kami hadir sejak sebelum isya. Saat saya masuk baru beberapa orang jamaah dan pengurus masjid yang sudah hadir. Masuk waktu (isya) jamaah sudah hampir memenuhkan masjid ini. Salat isya dipimpin seorang imam tetap masjid, Pak Ibrahim. 

Selepas isya ada tausiah agama alias Santapan Rohani Ramadan. Kegiatan Santapan Rohani Ramadan sebelum tarwih adalah kegiatan setiap masjid atau musalla di mana saja di Tanah Air ini. Dari Kota hingga ke Desa hampir semua melaksanakan ceramah singkat menjalang tarwih itu. Di Kabupaten Karimun juga. Penceramahnya diatur oleh satu organisasi. Di Karimun namanya PMKK (Persatuan Muballigh Kabupaten Karimun) yang di dalamnya tergabung semua muballigh. 

Untuk mengisi ceramah Ramadan dan juga jadwal khatib di hari Jumat diatur oleh Pengurus PMKK. Pengurus PMKK Kecamatan yang mengaturnya untuk di setiap kecamatan bersangkutan. Ada pendakwah yang hanya mengisi di kecamatannya saja dan ada juga para muballigh yang lintas kecamatan. Artinya mendpat tugas di dua atau tiga kecamatan yang berbeda.

Menariknya salat di Al-Jihad malam ini adalah bahwa di Ramadan tahun ini ada yang baru saya lihat. Itulah sajadahnya. Berwarna hijau lumut dan terasa lembut karena lumayan tebalnya membuat jamaah tentu saja nyaman. Tahun lalu saya juga salat di sini, sajadahnya masih yang lama dan sudah terasa agak keras. Belum berganti. 

Hal lain yang juga membuat kesan adalah jamaahnya juga sangat ramai. Boleh jadi karena masih di awal Ramadan. Atau sudah terbiasa ramai, yang ini saya belum pasti. Yang penting, nyaman salat di sini, itulah catatan singkat saya malam ini.*** (M. Rasyid Nur)