Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan

1 Apr 2024

Selamat Jalan Bapak dan Ibu, Semoga Husnul Khotimah

Selamat Jalan Bapak dan Ibu, Semoga Husnul Khotimah


DALAM 24 jam terakhir, dua orang yang kebetulan saya mengenalnya dengan baik 'berangkat' mendahului kita semua. Petang Ahad (31/03/2024) kemarin terbaca berita via WhatsApp grup Ika Unri Karimun bahwa salah seorang alumni dalam grup kami telah berpulang kerahmtullah. Menghadp Allah di bulan mulia. Dia adalah Pak Agusman yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kundur Utara.

Pagi ini, bakda subuh, baru saja sampai di rumah, terdengar pengumuman di masjid Al-Ubudiyah, masjid tempat kami salat berjamaah pagi tadi terdengar pengumuman dari pengurus masjid, 'Innalilahi wainnailahi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah ibunda kami tercinta, Elly Farida Hafni binti Achmad Gafar pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2024 pukul 23.33 WIB. Almarhumah disemayamkan di rumah duka Jalan Wonosari gang Bhayangkara. Mari kita takziyah ke rumah duka.' Demikian terdengar.

Rasanya tidak percaya. Tapi itu nyata. Pak Agusman adalah sahabat baik, khususnya ketika dulu saya masih bertugas sebagai Kepala Sekolah. Meskipun dia Kepala SMP, saya di SMA namun kami merasa sama-sama senasib dan seperjuangan dalam pendidikan. Dalam banyak kesemapatan pertemuan saya merasakan lemah-lembut bawaannya.

Sementara Ibu Ely yang saya tahu adalah Ibu ramah dan sama-sama bertempat tinggal di kampung yang sama, Wonosari. Lebih dari itu, saya merasa akrab dengannya karena kebetulan suaminya, almrahum Pak Saiful Fachri adalah seorang anggota polisi yang tahun 2006/2007 (1427) kami sama-sama berangkat menunaikan haji. Almarhum suaminya adalah polisi yang baik yang Allah sudah jemput lebih awal pada tahun 2013 yang lalu. Dia memang belum pensiun dari dinas polisi tahun itu tapi Allah berkehendak lain. Dia berangkat mendahului isterinya yang hari ini menyusulnya.

Saya berdoa untuk kedua orang ini dan untuk siapa saja yang kebetulan juga sudah berangkat duluan, kemarin atau hari ini, kiranya Allah menjemput mereka dalam status husnul khotimah. Lagi pula, dengan kepergian di bulan Ramadan, ini semoga azab kubur mereka ditangguhkan atau dihapuskan Allah. Lebih dari itu semoga juga dosa-dosa mereka diampuni-Nya, amin. Selamat jalan, Bapak dan Ibu.***

18 Des 2023

Tiga-Empat Kepergian dalam Satu Kesempatan (Selamat Jalan, Pak Bah)

Tiga-Empat Kepergian dalam Satu Kesempatan (Selamat Jalan, Pak Bah)



Catatan M. Rasyid Nur
AWAL pekan, Senin (18/12/2023) ketiga di bulan akhir tahun, ini saya mencatat duka yang lebih duka berbanding kejadian serupa di waktu-waktu sebelumnya. Satu kematian atau dua kematian dalam satu hari pada tempat yang berdekatan, itu lazim. Tapi hari ini ada tiga 'kepergian' alias kematian bahkan empat kepergian terjadi dalam waktu bersamaan di tempat yang juga berdekatan. Setidak-tidaknya penyelesaian fardhu kifayahnya dalam satu hari yang sama. 

Saya tidak tahu persis waktu kematian setiap orang yang pada hari ini mengisi suasana duka di daerah ini. Tapi karena saya mendapat kabarnya pada waktu yang sama bahwa pada hari ini ada tiga atau empat kematian dialami oleh warga di kelurahan tempat saya bermastautin, Kelurahan Baran Barat maka itu menurut saya sangat menyedihkan. Sekali lagi persisnya juga belum akurat karena saya tidak melayat ke semua tempat duka itu secara keseluruhan. Saya hanya tahu info di dua tempat, Gag. Awang Nur, Baran, Meral. dalam satu kunjungan. Dua titik lainnya hanya menerima informasi dari para teman.

Catatan ini saya tulis saat saya melayat ke rumah teman saya, Bahryzal yang meninggal dunia kurang-lebih pukul tiga dini hari, Senin ini. Saya ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman yang hadir di rumah duka, Pak Bah. Bahryzal oleh para siswa lebih dikenal dan disapa dengan sapaan Pak Bah. Bahryzal adalah salah seorang teman saya ketika kami sama-sama menjadi guru di SMA Negeri Tanjungbatu sekitar tahun 1980-an 1990-an lalu. 

Dalam perjalanan karier, Pak Bah berpindah tugas dari pejabat fungsional (guru) ke struktural di Pemda Kabupaten Karimun. Malang-melintang di berbagai instansi (dinas) Pak Bah pensiun tahun 2017 lalu. Saya sendiri bertahan di fungsional. Dari guru tetap ke guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah sejak 1994. Sesuai catatan usia (kelahiran) saya pun pensiun pada April 2017 lalu. SK pensiun saya tertanggal 1 Mei 2017.

Dari ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman, Pak Awir saat kami sama-sama melayat Pak Bah dia mengatakan bahwa saat ini ada rumah duka lainnya yang tidak jauh dari sini. "Masih di Gag Awang Nur ini," katanya. Lalu ada satu lagi, di daerah pekuburan seorang warga yang meninggal dunia. "Masih di Baran sini, ada juga warga kita yang meninggal dunia," jelasnya. Saat itu saya hanya terperangah saja dalam sedih karena ternyata hari ini ada tiga orang yang berpulang kerahmatullah di daerah yang sama. Dan masih ada satu rumah duka hari ini tapi di daerah yang sedikit lebiuh jauh yang kabarnya masih di kecamatan ini.

Sungguh peringatan yang jelas dari Sang Kuasa, penentu hidup dan mati umat-Nya. Sambil berdoa untuk warga lainnya, di sini, di rumah ini kami kembali mengucapkan 'selamat jalan, Pak Bah.' ***

16 Jul 2023

Perginya Duo Ustaz Penyuluh Agama

Perginya Duo Ustaz Penyuluh Agama

Ustaz Aswin Nasution
DALAM sepekan ini ada dua orang ustaz yang relatif berusia muda dipanggil Allah Swt. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Sepekan kemarin telah berpulang kerahmatullah Ustaz Guntur yang sehari-hari dikenal sebagai penyuluh agama (Islam) Non PNS Kecamatan Meral. Kita terkejut karema tidak pula mendengar kalau ustaz yang energik ini dalam keadaan sakit. Masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Meral senantiasa melihat sosok Ustaz Guntur sehari-hari. Namun dia sudah 'berangkat' dalam usia yang masih muda. Kata seorang teman, umurnya baru kisaran 40-an tahun.

Dalam suasana duka masyarakat terutama keluarganya dan terutama lagi anak-anaknya yang masih kecil-kecil atas kepergian Ustaz Guntur, tiba-tiba hari Ahad (16/07/2023) ini masyarakat Kabupaten Karimun umumnya dan masyarakat Pulau Karimun pada khususnya dikejutkan pula oleh berita duka. Dalam satu status (postingan) seorang teman di WhatsApp ada kalimat, Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Ust. Aswin Nasution pada hari Ahad, 16 Juli 2023 jam 08.20 Wib. Mohon doanya semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah Swt dan segala dosanya diampuni oleh Allah Swt. Status itu sontak membuat kita terkejut. Masih kurang dari sepekan yang lalu perginya Ustaz Guntur hari ini sudah dipanggil pula oleh Allah seorang ustaz lainnya. Usianya juga relatif muda karena kononnya masih di bawah 40-an tahun.
Ustaz Guntur

Ustaz Aswin Nasutiom juga bertugas sebagai seorang Penyuluh Agama (Islam) seperti Ustaz Guntur. Artinya sudah dua orang Allah jemput hamba-Nya yang sejatinya adalah harapan masyarakat khususnya untuk belajar agama. "Duo ustaz dijemput Allah dalam renggang waktu begitu cepat," kata seorang sahabat yang ikut melayat hari ini.

Kita doakan keduanya, semoga Ustaz Guntur dan Ustaz Aswin mendapat derajat muttaqin dengan kepergian yang husnul khotimah. Semoga Allah ampuni dosa-dosanya dan ditabahkan keluarga yang ditinggalkannya. Untuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil semoga ada hamba Allah yang akan memberikan perhatian khususnya untuk pendidikan dan masa depannya. Insyaallah.***

2 Jun 2023

Kepergian Dua Beradik itu Memilukan Kita

Kepergian Dua Beradik itu Memilukan Kita




Catatan M. Rasyid Nur
SESUNGGUHNYA  maut (kematian) setiap saat mengintai kita semua. Kapan saja dan dimana saja. Karena kematian akan mendatangi semua kehidupan, dan kematian tidak dapat ditunda atau dipercepat kecuali atas kehendak-Nya, artinya kematian bisa datang kapan dan dimana saja kepada setiap orang.

Itulah yang menimpa dua adik-abang putra Bapak Ahmad Musafit dan Ibu Maryulina, M. Rizky Handani dan Alby Alfachrizy dalam satu kecelakaan kendaraan bermotor hari Rabu (31/05/2023) di daerah Pangke, Kecamatan Meral Barat. Tidak ada yang menyangka Rizky (14 tahun) dan adiknya Alby (6 tahun) pergi dalam waktu yang hampir bersamaan dalam satu kecelakaan. Dari informasi yang disampaikan beberapa orang yang mengetahui, kedua abang-adik ini menaiki kendaraan bernomor plat BP 3068 KR dari rumahnya akan ke Pantai Pelawan, tempat ibundanya berjualan. 

Catatan bagi kita, anak kecil yang sejatinya belum dibolehkan mengandarai kendaraan bermotor itu memang disuruh orang tuanya mengantarkan sesuatu dari rumah ke tempat ibunya bekerja. Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, motor yang dikendarai menabrak truk bernomor plat BP 9363 KY yang tengah diparkir di tepi jalan. Tidak ada yang tahu bagaimana keduanya tidak melihat truk itu sehingga menabraknya. Motor yang dikendarainya masuk ke kolong mobil dan keduanya tergeletak di aspal jalan.
Bupati Karimun dan Masyarakat Melayat


Si Abang berpulang ke rahmatullah pada sore itu juga sementara adiknya diusahakan untuk dirujuk ke Rumah Sakit di Batam. Nyawanya tidak tertolong juga. Abangnya sudah dikebumikan malam hari yang sama, sementara si Adik yang baru kembali ke Karimun pada larut malam, dikebumikan pagi Kamis (01.06.2023). Sungguh memilukan semua orang melihat kenyataan itu.

Pak Ahmad Musafit dan Ibunya, Maryuliana tampak begitu terpukul menerima musibah yang begitu berat. Dua orang anaknya, sekaligus dijemput Allah dalam satu kecelakaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumya. Para pelayat yang memenuhi halaman rumah duka di Paya Rengas, Parit Benut, Meral pun tampak dalam duka yang dalam. 

Bupati Karimun dan rombongan yang juga datang melayat bersama masayarakat lainnya juga ikut berduka mendalam. Inilah cobaan. Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq yang berjumpa dengan orang tua kedua abang-adik, memberikan nasihat untuk tetap sabar menerima musibah yang begitu berat.

Selamat jalan, Ananda Rizky dan Alby. Kalian digariskan Allah menghadap lebih cepat yang sekaligus ujian maha berat bagi kedua orang tua dan keluarga. Bagi kita tentu ada pelajaran juga yang mesti kita ambil dari kejadian ini.***

27 Mei 2023

Ketika Anak-anaknya Menghormati Emak untuk Terakhir Kalinya

Ketika Anak-anaknya Menghormati Emak untuk Terakhir Kalinya


TERTULIS di selembar kertas yang ditempel di dinding luar rumah. Di sebelah kanan pintu masuk rumah. Dan di dinding dalam rumah juga tertempel kertas yang sama, persis di sebelah jenazah. Tulisannya berbunyi, 'Hj. Fatimah binti Dasuki; Tgl Lahir: 01.07.1940; Tutup Usia: 26.05.2023/ 82 th; Jam: 08.43 Wib; Di: RSBT Karimun.' Saya membaca tulisan di kertas HVS sambil terus membaca surah Yasin bersama pelayat lainnya, malam itu. Kami --rombongan Sekda Karimun-- hadir sebagai mewakili Pemda Karimun ke rumah duka karena bupati sedang bertugas luar.

Jenazah Hj. Fatimah binti Dasuki, Ibunda Dr. Suhajar Diantoro, Sekjen Kemdagri, itu sudah terbaring kaku sejak sore, Jumat (26/05/2023). Meninggal di RSBT (Rumah Sakit Bakti Timah) Tanjungbalai Karimun, paginya, saya dan puluhan pelayat yang mengenal Pak Suhajar sesungguhnya sudah melayat ke RSBT sebelum jenazah diberangkat ke Tanjungbatu, rumah duka keluarga. Ini artinya kehadiran kedua kali, pagi dan malamnya.
Suhajar menjadi imam salat janazah Ibunda

Pak Suhajar adalah putra Kundur yang berkrier sejak awal di Pemda Karimun. Dengan berbagai jabatan yang dia lalui, terakhir di menduduki puncak pegawai sebagai PNS adalah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun. Dari kabupaten (Karimun) dia naik ke provinsi (Kepri) sebelum kini berkarier di Jakarta (Kemdagri). Ketokohan Pak Suhajar jualah yang menjadi salah satu magnit (latar belakang) ramainya masyarakat Karimu ingin melayat Ibunda belyau, Hj.  Fatimah.

Kebanggaan yang tercatat dalam suasana kepergian Bu Hj. Fatimah adalah betapa seorang anak sangat menghormati orang tuanya. Bersama adiknya, Ujeng yang merupakan salah seorang kepala salah satu OPD di Pemda Provinsi Kepri Pak Suhajar dan adiknya tetap kembali ke Karimun dari Jakarta dan dari Tanjungpinang. Dalam kesibukannya sebagai orang nomor dua di Kementerian Dalam Negeri, Pak Suhajar bisa hadir ke kampung halaman meskipun ini sangat mendadak. Menempuh perjalanan (pesawat) dari Jakarta ke Batam, lalu dari Batam ke Tanjungbatu Kundur tentu saja itu perjalanan yang jauh dan tidak mudah. Adiknya sendiri memang cukup menggunakan kapal laut saja.
Mendoakan Ibunda sejenak setelah dikebumikan

Kehadiran untuk kesekian dalam waktu-waktu belakangan setelah Ibundanya sakit-sakitan dalam usia 82 tahun, Pak Suhajar menunjukkan betapa cintanya kepada orang tua itu adalah nomor satu dari segala-galanya. Kisah-kisah anak yang dengan alasan kesibukan dalam berkarier terkadang melalaikan menjenguk orang tua, tidak ada di sini. Pak Suhajar membuktikan bahwa menghormati dan mendahulukan orang tua, itu adalah hal utama. Tidak sekadar dalam film-film saja. Ini adalah kenyataan dalam hidup sebenarnya.

Layak untuk menjadi motivasi kita dan siapa saja. Menjadi teladan untuk dilaksanakan. Betapapun tingginya jabatan dan betapapun sibuknya kegiatan, tidak harus menjadi alasan untuk menomorduakan orang tua yang memerlukan kita saat itu. Penghormatan dan ketaatan kepada orang tua, terkadang harus ditunjukkan pada saat yang kita tidak bayangkan waktunya sebelumnya. Selamat jalan, Bu Hj. Fatimah dan selamat buat ibu yang mempunyai anak-anak sangat menghormati orang tuanya.***