Tampilkan postingan dengan label Kepri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepri. Tampilkan semua postingan

15 Jul 2022

Gubernur Kepri Resmi Buka MTQ

Gubernur Kepri Resmi Buka MTQ


BERTEMPAT di Astaka Utama, halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Anambas Kamis (14/07/2022) pagi kemarin Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, SE MM telah membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 Provinsi Kepri tahun 2022. Dihadiri oleh seluruh Bupati/ Wali Kota --atau wakilnya-- se-Provinsi Kepri serta para undangan, upacara Pembukaan MTQ Provinsi Kepri berlangsung semarak. Menghadirkan juga penyanyi dari Ibu Kota, Jakarta, alumni Indonesian Idol. Pagi sebelum pembukaan resmi, terlebih dahulu dilaksanakan Pawai Taaruf Kafilah se-Provinsi Kepri.

Prosesi acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Lalu pembacaan ayat-ayat suci alquran oleh qori, Abdullah Fikri. Dilanjutkan penayangan film pembangunan Kepri dan laporan oleh Panitia Pelaksana MTQ ke-9 Provinsi. Lalu ada juga sambutan Sekapur Sirih dari tuan rumah, Bupati Kepulauan Anambas. Terakhir pengarahan dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang sekaligus membuka secara resmi MTQ ke-9 Tingkat Provinsi Kepri tahun 2022.

Dalam pengarahannya Gubernur Kepri mengingatkan bahwa perhelatan MTQ tidak semata mengejar juara. Selain melahirkan para juara juga perlu kualitas penyelenggaraannya. Silaturrahim yang terjalin pada momen MTQ adalah satu hal perlu dijaga. Kata Ansar Ahmad, "Kualitas MTQ selain hasil juga proses." Pernyataan yang disampaikannya saat pelantikan Dewan Hakim, malamnya diingatkannya kembali pagi saat pembukaan ini. 

Dia mengingatkan Dewan Hakim  (DH) adalah bagian proses pelaksanaan yang harus membuat pelaksanaan MTQ ini menjadi berkualitas. Untuk itu dia meminta agar DH dan semua pihak melaksanakan tugas dengan baik dan berftanggung jawab. Terkhusus kepada DH dia meminta untuk berlaku arif, jujur dan bertanggung jawab dalam memberikan penilaian kepada peserta. Panitia yang sudah bekerja keras untuk suksesnya pelaksanaan MTQ kiranya juga melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. 

Gubernur meminta agar bekerja sebagai sebuah tim. Tidak bekerja sendiri. Pekerjaan berat melaksanakan MTQ seperti ini tentu bukan pekerjaan mudah. Tidak akan selesai oleh satu-dua orang saja. Harus melibatkan banyak orang. Itulah tim yang solid yang akan menjadikan pelaksanaan ini menjadi sukses. Begitu antara lain Gubernur Kepri memberikan pengarahannya.

Berkaitan dengan tugas hakim, dia menyatakan yakin bahwa DH akan mampu melaksanakan tugas dengan baik. DH juga akan memperhatikan kode etik dan peraturan penilaian dalam melaksanakan tugasnya. DH berkualitas, jujur dan bertanggung jawab, adalah syarat dalam melaksanakan tugas ini. Gubernur dengan tegas meminta semua pihak, khususnya DH untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Hal lain yang dia ingatkan adalah bahwa tugas DH bersifat final. Oleh karena itu harus cermat dan jujur serta tanggung jawab. Gubernur mengingatkan, LPTQ perlu memberi perhatian penuh untuk pelaksanaan MTQ ini. "Ikuti perkembangan teknologi," tegasnya. Ini tentu berkaitan dengan akuntabilitas hasil pelaksanaannya nanti.***

14 Des 2021

Pertemuan Awal Tokoh Penggiat Literasi Daerah

Pertemuan Awal Tokoh Penggiat Literasi Daerah


OLEH Media Guru Indonesia (MGI) para guru dan penulis yang bergabung di MGI dan aktif menulis serta mengajak teman-teman lainnya untuk ikut menulis atau setidak-tidaknya mengajak untuk terus terlibat di ranah literasi, maka kepadanya diberikan penghargaan. Penghargaan itu sebagai Tokoh Penggiat Literasi. Ada di level Nasional, Penggiat Literasi Nasional dan ada pula di level Daerah, Penggiat Literasi Daerah.

MGI yang tahu dan menentukan kriteria siapa yang layak diberikan pradikat sebagai Tokoh Penggiat Literasi versi MGI. MGI sendiri sudah membentuk kelompok-kelompok penulis MGI yang setiap hari atau setiap waktu tertentu menulis di blog Gurusiana dan juga di FB MGI. Di setiap daerah atau wilayah juga ditunjuk koordinator wilayah atau daerah masing-masing sebagai ketua atau pimpinannya. Boleh jadi, peran koordinator atau ketua-ketua kelas di daerah juga menentukan untuk penetapan tokoh penggiat literasi ini.

Di Kepri, provinsi yang dijuluki Provinsi Segantang Lada, hingga tahun 2021 sudah ada sebanyak 12 orang tokoh penggiat literasi daerah. Seperti tertera pada Grup WA kelompok penggiat ini mereka adalah,   Erman Zaruddin, Ermayati, Ainun Ahmad, Dedi Wahyudi, Neni, Nurhayati, Yuni Hsnidar, Iwan Berri Prima, Faizul, Dewi Kinasih dan Amie dan M. Rasyid Nur. Salah satu diantara para tokoh literasi ini sudah mendapatkan predikat sebagai Tokoh Literasi Nasional, yaitu Pak Erman Zaruddin yang tugas sehari-harinya adalah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan.

Senin (13/12/2021) malam, itu para tokoh penggiat literasi ini bersepakat untuk mengadakan pertemuan. Inilah pertemuan awal yang dilakukan menyambut predikat sebagai penggiat literasi dengan beban yang tentu saja tidaklah mudah. Pertemuan awal ini ternyata sangat hangat dan para peserta mengikuti dengan begitu antusias. Bahwa ada yang tidak bisa hadir tepat waktu disebabkan beberapa hal, itu biasa. Namun akhirnya semua anggota yang tertera pada grup itu hadir.

Tentang pertemuan ini awalnya salah seorang anggota membuka grup WA dengan nama Gurp WA Penggiat Literasi Daerah. Tercatat ke-12 nama anggota sebagai penghuninya. Dari diskusi di grup inilah lahir ide untuk berkumpul, meskipun hanya melalui zoom meeting saja. Ternyata ada beberapa agenda literasi yang sudah diancar-ancar untuk dihelat. Dan itu perlu diperbincangkan. 

Rapat via zoom itu dipandu oleh Pak Erman. Di layar zoom kelihatan wajah sumringahnya selama memandu pertemuan zoom bersama isteri, Bu Ermayati. Bu Ema sendiri juga salah satu tokoh penggiat literasi yang sudah dinobatkan MGI melalui piagam itu. Peserta zoom lainnya pasti sangat antusias mengikuti pertemuan dengan pemandu zoom sepasang sejoli, Pak Erman dan Bu Erma. Namanya juga hampir serupa.

Pada pertemuan awal malam tadi, itu banyak hal dibahas. Secara khusus membicarakan rencana pelatihan menulis buku MGI di Kabupaten Lingga. Kebetulan Negeri Bunda Melayu ini memang belum sempat menyelenggarakan pelatihan menulis sebagaimana dilaksanakan di Tanjungpinang, Karimun, Bintan dan Batam sebelumnya. Itulah sebabnya para peserta rapat sangat mendukung jika kali ini dihelat di Lingga.

Agenda lain yang juga dibicarakan pada pertemuan awal ini adalah rencana akan dilaksanakannya MediaGuru Writing Camp (MWC) di Kepri. Dari beberapa kali kegiatan pelatihan menulis di kabupaten-kabupaten se-Kepri memang belum pernah dilaksanakan kegiatan terakhir ini. Oleh karena itu ada keinginan para penulis Kepri yang tergabung dalam Grup Penggiat Literasi Kepri untuk membuat kegiatan ini. Semoga saja nantinya akan terlaksana. Yang pasti, pertemuan awal ini telah menyebabkan kian akrabnya penulis Kepri, akan bertambahnya motivasi penulis Kepri untuk terus menulis dan tentu saja kian gigih mengajak calon penulis lainnya untuk menggeluti literasi.***

7 Des 2021

Dialog Interaktif Kesbangspol Provinsi Kepri Menuju Indonesia Bersatu

Dialog Interaktif Kesbangspol Provinsi Kepri Menuju Indonesia Bersatu


TITEL acaranya bernama Dialog Interaktif Kesbangpol, FKDM, Ormas dan FKUB Provinsi Kepri dengan keynote speakernya Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad. Itu, seperti tertera di spanduk yang dipasang rapi di bagian depan ruangan acara. Pagi Sabtu (04/12/2021) itu ruangan Gedung Nasional dipenuhi undangan. Dari orang nomor satu di Kepri hingga pejabat dan pimpinan organisasi yang jauh dari Ibu Kota Provinsi ada di sini. Dari provinsi sendiri ada gubernur bersama rombongannya. Dan dari beberapa daerah kabupaten/ kota se-Provinsi Kepri juga ada. Dan peserta dari Karimun sebagai lokasi acara provinsi ini jelas dengan jumlah yang lebih banyak. Termasuk Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq.

Acara dialog interaktif yang ditaja oleh Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Provinsi Kepri diikuti banyak unsur. Dengan target untuk menyatukan masyarakat Indonesia khususnya yang bermastautin di Provinsi Kepri acara ini dihelat dengan menghadirkan banyak komponen masyarakat. Itulah sebabnya, panitia pelaksana mengundang pengurus dari beberapa ormas.

Beberapa mata acara yang dilaksanakan antara lain, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa. Doa dipandu --secara Islami-- oleh Pak Sugiono, M Pd. Selanjutnya pidato laporan oleh panitia pelaksana. Karena acara ini adalah acara provinsi, ketua pelaksananya adalah Sekda Provinsi Kepri. Laporan disampaikan oleh Pak Lamidi, Plt Sekda Provinsi Kepri.

Acara beikutnya adalah sambutan oleh Bupati Karimun, sebagai tuan rumah acara. Pak Dr. H. Aunur Rafiq, Bupati Karimun menyampaikan sambutan singkat saja. Lalu MC mempersilakan Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, ME MM untuk menyampaikan sambutan pengarahan yang diawali dengan pemberian bantuan dari PT Bank Riau Kepri kepada UKM Kabupaten Karimun.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh Pak Gubernur dalam sambutan, antara lain,
1) Tentang Prokes  di Kepri yang tetap harus diikuti secara ketat oleh masyarakat. Katanya, saat ini kasus covid-19 boleh disebuat sudah dapat terkendali dengan baik.
2) Natalan dan Tahun Baru di Kepri diposisikan dalam level 3. Artinya masyarakat diharapkan tetap mematuhi PKM yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
3) Pesannya, jagalah situasi yang sudah kodusif saat ini. Kata Gubernur tanggungjawab ini ada pada kita semua, FKDM, FPK, Ormas dan FKUB serta semua masyarakat yang ada di provinsi ini.
4) Informasi lain, kata gubernur bahwa pada tahun 2022 di Pemprov banyak program strategis yang akan dilakukan, misalnya tentang perpanjangan landasan pacu bandara Raja Ali Haji Sei Bati di Kabupaten Karimun. Ada juga pembuatan Gedung BLK di Kabupaten Karimun, UMKM pinjam tanpa bunga di Kab.Karimun dengan menggandeng Bank Riau Kepri serta beberapa rencana kegiatan lainnya.

Di bagian akhir gubernur meminta peserta dialong agar menjadikan dialog ini sebagai sarana komunikasi dan asimilasi ormas dengan Pemerintah Daerah. Intinya, dialog ini bisa menjadi ajang kita untuk menjacari jalan agar kita bisa bersatu. Dengan dialog, insyaallah kita bisa saling memberi dan menerima atas berbagai hal. Dengan itu pula kita bisa memperkuat rasa bersatu kita dalam negara yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa ini.***

6 Okt 2021

Temu Konsultasi Dibuka Resmi

Temu Konsultasi Dibuka Resmi


PEMBUKAAN secara resmi kegiatan Temu Konsultasi Penanganan Paham Keagamaan Kepri yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri (Kepulauan Riau) dibuka secara resmi oleh Kabid Bimas Islam mewakili Kepala Kantor Kemterian Agama Provinsi. Tepat pukul 14.05 bertempat di Room Meeting Bintan Plaza Hotel acara yang diikuti oleh 30 orang peserta se-Provinsi Kepri, itu dibuka secara resmi oleh Pak Edi Batara selaku Kabid Bimas Islam, Kanwil Kemenag Provinsi Kepri.

Kegiatan Temu Konsultasi Penanganan Paham Keagamaan Provinsi Kepri, setelah dibuka Pembawa Acara langsung dengan acara pertama yaitu pembacaan alquran yang dilantunkan oleh Joko Sukowo, salah seorang peserta. Acara kedua Laporan Ketua Panitia kegiatan oleh Hj. Titik Hindun pejabat di Kanwil Kemenag Provinsi Kepri. Selain melaporkan jumlah peserta Bu Hindun menjelaskan tujuan kegiatan yaitu untuk memberikan pemahaman kepada tokoh Islam dan pimpinan Ormas Islam tentang pemahaman keagamaan khususnya yang ada di wilayah Provinsi Kepri. 

Narasumber dalam kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari (5-7/10/2021) terdiri dari pejabat dari Kemenag Pusat, Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Polda Kepri dan dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri. Demikian Bu Hindun menyampaikan dalam laporannya. "Diikuti oleh 30 orang peserta masing-masing kabupaten/ kota sebanyak 5 orang, kecuali Tanjungpinang 6 orang kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penjelasan masalah pemahaman keagamaan, khsusunya yang terindikasi menyimpang," katanya. 
 
Setelah laporan, acara berikutnya adalah pengarahan oleh Kakanwil Kemenag Kepri yang disampaikan Kabid Bimas Islam, Pak Edi Batara. Dalam pengarahannya dia menjelaskan, pertama, ketidakhadiran Kakanwil pada saat seremoni pembukaan karena ada acara di Batam. "Tapi besok Pak Kakanwil akan hadir di sini sebagai nara sumber." Demikian dia menginformasikan. 
 
Lebih jauh Pak Edi mengatakan bahwa paham keagamaan adalah paham yang diyakini orang dan beribadah menurut pemahamannya itu. Jika pemahaman dan ibadah itu tidak sesuai dengan alquran dan sunnah berarti itu sesat. Itulah yang menjadi pembahasan di acara konsultasi ini. Sebagai tokoh agama dan Pimpinan Ormas, kita perlu memperhatikan ini. Demikian sebagian isi pengarahan belyau. Dia berharap agar peserta dapat memahmi pemahaman keagamaan, khususnya yangterindikiasi menyimpang dan dapat menemukan solusinya.

"Peran tokoh agama ini diperlukan untuk membuat paham keagamaan itu tidak bertentangan dengan aturan Negara dan akidah agama sendiri. Dengan 750-an suku di Indonesia dan puluhan aliran keagamaan, maka keanekaragaman itu berpotensi untuk terganggunya persatuan dan kebersamaan masyarakat jika tidak terkelola dengan baik," jelasnya. Hendaklah kita bersama-sama mengatasinya jika itu sudah jelas akan mengganggu persatuan dankesatuan bangsa.

Di akhir pidato, tepat pukul 14.40 Pak Kabid membuka secara resmi Temu Konsultasi Penanganan Paham Keagamaan Provinsi Kepri. "Dengan membacakan bismillahirrohmanirrahiim, acara Temu Konsultasi Penanganan Pemahaman Keagamaan provinsi Kepri saya nyatakan dibuka secara resmi," katanya disambut tepuk tangan peserta. Acara terakhir ditutup dengan doa oleh salah seorang peserta.***

27 Jul 2021

STQ Virtual Pertama Dibuka Gubernur

STQ Virtual Pertama Dibuka Gubernur


INILAH pertama kali STQ (Seleksi Tilawatil Quran) dilaksanakan secara daring atau virtual. Tahun 2021 ini, adalah tahun STQ karena tahun ganjil. Setiap tahun genap dilaksanakan MTQ (Musbaqah Tilawatil Quran) sedangkan tahun ganjil dilaksanakan STQ. Dan tahun ini adalah tahun STQH, maksudnya ada cabang hadits selain quran. Jadinya, Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits disingkat STQH. 

Disebabkan sebaran covid-19 yang cukup tinggi di Provinsi Kepri maka helatan STQH Tingkat Provinsi ini tidak bisa dilaksanakan secara langsung sebagaimana biasanya. Gubernur Kepri memutuskan untuk melaksanakan STQH secara daring setelah jadwal tertunda beberapa kali disebabkan covid yang tidak kunjung mereda. Gubernur menetapkan STQH dilaksanakan selama lima hari, 27 s.d. 31 Juli 2021.

Pada hari ini, Selasa (27/07/2021) siang secara resmi telah dibuka oleh Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad STQH secara virtual. Seluruh Dewan Hakim dan panitia provinsi berada di Ibu Kota, Tanjungpinang di satu gedung atau aula. Sedangkan para hakimnya berada di hotel Aston. Lalu seluruh peserta (kafilah) kabupaten atau kota berada di daerah masing-masing. Tentu saja di ruang (aula) yang sudah disiapkan oleh bupati/ wali kota masing-masing.

Inilah untuk pertama kali lomba membaca alquran dan hadits tingkat provinsi dilaksanakan secara daring atau online. Bahkan di Indonesia pun yang saya tahu belum ada pelaksanaan STQ/ MTQ secara daring. Kepri melakukannya disebabkan covid yang begitu luas penyebarannya di satu sisi, sementara di sisi lain pelaksanaan STQ Tingkat Nasional sudah semakin dekat. Maka suka-tidak suka provinsi 'segantang lada' harus melakukan lomba yang salah tujuannya adalah untuk menyiapkan perwakilan Provinsi Kepri di ajang STQH Tingkat Nasional nanti

Prosesi pembukaan berjalan lancar. Tepat pukul 14.25 acara pembukaan STQH ke-9 Prov Kepri 2021 dimulai. Sebagai kegiatan resmi yang dilaksanakan Pemerintah maka acara pertama diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kelihatannya hanya menggunakan kaset atau rekaman saja. Tidak lagu dengan langsung oleh penyanyi. Acara kedua adalah penampilan tari persembahan, Tari Melayu sebagai adat daerah di sini. Lalu doa oleh salah seorang pengurus LPTQ provinsi Kepri, Mahadi Rahman.

Acara berikutnya adalah Pembacaan Alquran oleh Zunnia, seorang qoriah yang pada tahun lalu menjadi juara kedua pada MTQH Tingkat Provinsi Kepri. Dengan suaranya yang mendayu dan indah membuat seisi ruangan tenang dan khusyuk menyimak bacaan qorian yang pernah menjadi bagian kafilah Kabupaten Karimun. Acara berikutnya adalah laporan Ketua Umum LPTQ Provinsi yang juga adalah Wakil Gubernur, Marlyn Agustina. Banyak hal disampaikan oleh Ibu Wagub dalam rangka kelancaran jalannya STQH ini.

Acara terakhir adalah sambutan dan pengarahan oleh Gubernur Kepri yang sekaligus membuka secara resmi STQH ke-9 ini. Banyak pesan dan ajakan dari Pak Gubernur dalam sambutannya sekitar 20-an menit itu. Intinya, dia mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan. Apapun sukunya, agamanya dan dari kabupaten manapun, marilah kita bahu-membahu membangun daerah ini. Begitu dia menghimbau seluruh masyarakat. Setelah mengucapkan salam penutup, barulah dia menyatakan pembukaan secara STQH ke-9 Provinsi Kepri tahun 2021.***