Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

18 Des 2022

Kroasia dan Maroko Berebut Tempat ke-3 Piala Dunia

Kroasia dan Maroko Berebut Tempat ke-3 Piala Dunia


DI SELA-sela mengikuti kegiatan Peluncuran Buku Gurindam Kalbu di Taman Ismail Marzuki, masih sempat menyaksikan final juara ketiga Piala Dunia Qatar antara Kroasia vs Maroko Sabtu (17/12/2022) malam. Sejak menit awal tersaji saling serang diantara keduanya. Tanda -tanda salah satu jala gol akan koyak sudah tampak. 

Benar saja. Gol pertama lahir dari sedikit kemelut di area gawang Maroko. Dengan dengan sundulan kepala oleh J Givardiol pada menit ke 7 bola bersarang di gawang, 1-0 untuk Koroasia. 
Tapi tidak butuh waktu lama untuk membalas kontan olah Maroko. Cara yang sama, sundulan kepala olah  A. Dari dua menit berikutnya menjadikan skor imbang 1-1. 

Saling serang terus berlanjut. Kegesitan penyerang Kroasia membuahkan hasil. M. Orsic pada menit 42 menghunjamkan bola jauh ke sudut kiri gawang... Setelah membentur tiang bola itu masuk ke gawang dan 2-1 untuk kemenangan Kroasia hingga fluit babak pertama berbunyi.

Pada babak kedua Maroko mengurung lapangan pertahanan Kroasia. Kroasia melayani dengan permainan yang efektif. Sebaliknya serangan Maroko sering tampak terburu-buru. Meskipun peluang menyamakan kedudukan didapatkan, namun tetap gagal menyelesaikan dengan baik.
Hingga babak kedua berakhir, kedudukan 2-1 untuk kemenangan Kroasia tetap bertahan. Kroasia akhirnya membawa hadiah juara tiga ke negaranya.***


15 Des 2022

Prancis Berhasil Menjinakkan 'Singa Atlas' untuk Maju ke Final Piala Dunia

Prancis Berhasil Menjinakkan 'Singa Atlas' untuk Maju ke Final Piala Dunia


ANDA menyaksikan siaran langsung (live) laga Prancis melawan Maroko? Kalau iya, alhamdulillah. Terbayarlah rasa mengantuk. Sudah kita ketahui hasilnya, juara bertahan Prancis, itu akan menantang Argentina di final Piala Dunia Qatar 2022. Ayam Jantan berhasil menjinakkan Singa Atlas, Maroko, 2-0. Laga Kamis (15/12/2022) ini adalah laga partai semifinal kedua setelah bentrokan antara Argentina melawan Kroasia  pada semifinal pertama, malam sebelumnya. 

Kedua gol kemenangan Prancis diciptakan oleh Theo Hernandez di awal babak pertama dan Randal Kolo Muani di pertengahan babak kedua. Meskipun gol pertama terasa terlalu cepat namun tambahan gol kedua itu terjadi begitu lama. Dalam kurungan serangan Maroko Prancis memang tampak bertahan sambil mencuri serangan balik. Dan serangan balik itu pula yang menggandakan kemenangan Prancis.

Mengulas sedikit jalannya pertandingan, setelah kick off kedua kesebelasan mencoba membangun serangan masing-masing. Baru saja si kulit bundar bergulir lima menit, Prancis sudah berhasil membuka keunggulan lewat gol Theo Hernandez itu. Kita saksikan, ini berawal dari kemelut di jantung pertahanan Maroko, Theo melepas tembakan voli yang tak bisa dibendung Yassine Bounou, 1-0.

Maroko tersengat dan mencoba membalas lewat tembakan jarak jauh yang dilepas Azzedine Ounahi. Tapi upaya ini masih terselamatkan oleh penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris. Selanjutnya pada menit ke-17, giliran Olivier Giroud yang memperoleh peluang emas. Sukses lolos dari penjagaan Romain Saiss, Giroud melepas tembakan keras yang sayangnya masih menerpa tiang. Sepertinya tendakan kencang itu tidak akan terbendung oleh Bounou jika saja tidak menerpa tiang kanannya.

Sejatinya di akhir babak pertama itu, Maroko bisa menyamakan kedudukan. Sayangnya, salto Jawad El Yamiq masih mengenai tiang. Usaha keras Maroko belum terkabul menjelang babak ini usai. Dan pasca istirahat serta beberapa penggantian pemain dilakukan oleh kedua kesebelasan gol pemecah kebuntuan Maroko tak kunjung datang. Begitu juga gol tambahan dari serangan balik sesekali Prancis juga tidak ada.
Dari kasat mata kita meski hanya melihat di layar kaca, pasukan Ayam Jantan semakin percaya diri. Permainannya semakin efektif berbanding pasca gol awal itu. Serangan pun mulai dibangun dan membuat pertahanan Maroko agak kewalahan. Dan gol itu datang kembali. Prancis menggandakan keunggulan pada menit ke-78. Ini melihat catatan jam di layar kaca. Gol ini dari kelincahan Kylian Mbappe membawa si kulit bundar. Dari sudut sempit sebelah kanan pertahanan Maroko, bola disodorkannya dan Muani timnggal mendorong bola itu, 2-0 untuk Prancis. Gol ini tampak membuat pemain Maroko lemah. Penonton yang pro Maroko pasti juga akan terbawa lemah.

Satu hal yang juga perlu dicatat adalah bahwa laga adalah salah satu laga yang mendebarkan sekaligus mengagumkan. Laga antara Prancis vs Maroko di ajang Piala Dunia Qatar, 2022 ini membuat penonton berdecak kagum. Kita yang menyaksikan siaran langsung terasa begitu memuaskan pertandingan ini. Apalagi jika kita berada di stadionnya. Pasti, sedikit lupa rasa mata ngantuk pada saat seharunys kita tidur. 

Ini suguhan permainan kelas atas meskipun Maroko sejak awal dipandang sebagai kesebelasan kelas dua. Faktanya laga ini sangat menghibur dan juga mendebarkan. Terlepas dari kehebatan dan kecerdikan Prancis yang akhirnya memenangkan laga ini dengan skor 2-0 namun sebagian waktu permainan Maroko sanggup mengurung areal pertahanan Prancis. Ancaman demi ancaman disuguhkan Maroko.

Satu pemandangan yang juga menarik adalah ketika kemera menyorot kedua pelatih negara ini. Tampak pelatih Maroko malah lebih enjoy mimik mukanya. Sejatinya dia dalam tekanan karena dalam posisi tertinggal. Namun dia tampaknya begitu tenang. Dia tampak terus memompa semangat pemainnya untuk terus menyerang. Dan pemain-pemain Maroko benar-benar maksimal melakukan perjuangan. Hanya saja, Prancis memang layak ke final karena mampu memenangkan. Dia memang sukses menjinakkan Singa Atlas yang begitu ganas sejak babak penyisihan.***

Maroko Kalah Tetaplah Layak Kepala Tegak

Maroko Kalah Tetaplah Layak Kepala Tegak


INILAH salah satu laga yang mendebarkan sekaligus mengagumkan. Laga antara Prancis vs Maroko di ajang Piala Dunia Qatar, 2022. Pertembungan di waktu sepi, dinihari Kamis (15/12/2022) WIB itu adalah laga babak semifinal kedua setelah Argentina dan Korasia menyelesaikan semifinal pertama satu hari sebelumnya.

Bagi yang menyaksikan siaran langsung terasa begitu memuaskan pertandingan ini. Sedikit lupa rasa mata ngantuk. Ini suguhan permainan kelas atas meskipun Maroko sejak awal dipandang sebagai kesebelasan kelas dua. Faktanya laga ini sangat menghibur dan juga mendebarkan. Terlepas dari kehebatan dan kecerdikan Prancis yang akhirnya memenangkan laga ini dengan skor 2-0 namun sebagian waktu permainan Maroko sanggup mengurung areal pertahanan Prancis. Ancaman demi ancaman disuguhkan Maroko.

Satu pemandangan yang juga menarik adalah ketika kemera menyorot kedua pelatih negara ini. Tampak pelatih Maroko malah lebih enjoy mimik mukanya. Sejatinya dia dalam tekanan karena dalam posisi tertinggal. Namun dia tampaknya begitu tenang. Dia tampak terus memompa semangat pemainnya untuk terus menyerang. Dan pemain-pemain Maroko benar-benar maksimal melakukan perjuangan.

Meskipun akhirnya Maroko tidak mampu tembus hingga ke final, tetaplah para pemain Maroko layak untuk menegakkan kepala. Mereka kalah dengan sangat terhormat. Tidak berhenti berjuang hingga ke menit terakhir. Tambahan enam menit tidak mengubah keadaan. Tapi pandangan kita sebagai pentonton boleh jadi berubah bahwa Maroko bukanlah kesebelasan kelas bawah.***

Juga di mrasyidnur.gurusiana.id

14 Des 2022

Ketika Messi Haru Saat Argentina Tembus Final Piala Dunia

Ketika Messi Haru Saat Argentina Tembus Final Piala Dunia


MENYAKSIKAN laga semifinal antara Argentina melawan Kroasia sendiri di rumah memang terasa sepi. Kebetulan dini hari Rabu (14/12/2022) ini tayangan siaran langsung di televisi cukup terang. Saya tidak memaksa keluar rumah untuk nobar dengan teman-teman penggila bola lainnya. Saya bangun sebelum pukul 02.00 sesuai jadwal dibantu alarm android. Artinya menyaksikan laga ini scak kick off.

Meskipun saya ingin ada kejutan lagi seperti Kroasia menjinakkan Brazil, sebelumnya, namun saya meyakini kalau pemenangnya adalah Argentina. Seperti banyak diulas pengamat bahwa Kesebelesan Negeri Tango jauh lebih tinggi urutannya di sepakbola dunia berbanding Kroasia. Jadi, saya tetap memprediksi kalau pemenang laga tengah malam ini adalah Argentina.

Akhirnya sepertoi sudah kita ketahui sejak dini hari ini, Argentina sukses melumat penakluk Brazil itu dengan angka telak, 3-0. Sebegitu hebatnya kemenangan ini sampai sebuah media online mengatakan kalau Messi begitu haru dan seolah tidak bisa berbicara menerima kemenangan ini. Tribun menulis, "Keberhasilan Timnas Argentina menembus laga final Piala Dunia 2022 membuat Lionel Messi 'speechless'." Ini dimaklumi karena Messi adalah andalan Argentina yang belum juga bisa membawa kesebelasannya menjadi juara dunia. Akankah tahun ini?

Gol-gol Argentina dicetak oleh Lonel Messi sendiri pada awal laga melalui titik pinalti. Lalu Julian Alvarez melengkapi dua gol lagi di babak pertama dan babak kedua. Kalau pemain-pemain Argentina melakukan selebrasi pada akhir pertandingan semifinal ini begitu antusias, itu semua dapat dimaklumi. Argentina saat ini benar-benar menikmati kemenangan ini. Sudah terbayang, inilah tahun 'bertuah' bagi Tango untuk membawa piala itu ke Argentina.

Siapapun lawannya di final, apakah Prancis atau Maroko yang bentrok Kamis (15/12/2022) dini hari nanti bagi Messi dan kawan-kawan tidak menjadi soal. Messi memang menyadari kalau Prancis sebagai juara bertahan lebih diunggulkan sejak awal bermulanya Piala Dunia 2022 ini. Tapi pasti Messi dan timnya akan membuktikan nanti di final.

Satu hal yang istimewa bagi Messi pribadi adalah bahwa satu golnya lewat titik penalti itu membuat mantan pemain Barcelona itu telah mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina di Piala Dunia. Seperti kita tahu, dengan membukukan 11 gol, itu melewati sudah cukup rekor yang sebelumnya digepang Gabriel Batistuta dengan 10 gol keramatnya dalam rentang cukup lama. Tidak berlebihan kalau Messi begitu haru dan menikmati kemenangan ini.

Mengutip komentar Messi di Tribun, "Saya tidak bisa banyak berkata-kata. Saya juga tidak tahu apakah ini Piala Dunia terbaik saya atau tidak. Saya sangat menikmati ini sejak lama. Kami yakin bahwa kelompok ini akan melakukannya. Kami tahu siapa kami dan kami meminta orang-orang untuk percaya pada kami." Sangat bijak bahasa Messi. Sebagai penggila Argentina pasti juga sangat berbahagia dengan kemenangan ini. Siapakah peraih tropi emas di Piala Dunia Qatar 2022 ini? Argentinakah atau antara Prancis dan Maroko? Kita tunggu laganya.***

11 Des 2022

Maroko 'Balekkampongkan' Portugal Lebih Awal

Maroko 'Balekkampongkan' Portugal Lebih Awal


TIDAK salah, jika ada komentar, 'Maroko balekkampongkan Portugal lebih awal'. Apalagi jika kesal pada Portugal. Minimal lebih awal, maksudnya berbanding Maroko sendiri. Kesebelasan Benua Afrika itu membuat prustasi para pemain Portugal setelah berhasil menyarangkan si kulit bundar ke jala Portugal. Komentar ini setidak-tidaknya dilontarkan teman saya saat kami nonton bareng (nobar) di salah satu kedai kopi/ warung makan (sate) Gunung Tigo, Jalan Raja Usman, Karimun.

Malam ini, Sabtu (10/12/2022) adalah kedua kali saya nobar di luar rumah. Inipun dikarenakan kualitas gambar layar kaca di rumah tidak memuaskan. Malam sebelumnya adalah untuk pertama kali, ketika Brazil dipulangkan oleh Kroasia melalui drama adu pinalti. Di nobar inilah hobi menyaksikan laga bola lebih memuaskan. Sekaligus menyimak kenyataan untuk lahirnya tulisan.  Lagi pula di nobar ramai penontonnya.

Sebagaimana sudah kita tahu --yang nobar atau nonton sendiri, tentu-- bahwa Maroko malam ini mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang lolos ke babak semifinal Piala Dunia. Maroko mengalahkan Portugal dengan satu gol semata wayang yang begitu menegangkan bagi penonton dan tentu juga bagi kedua kesebelasan selama bermain.

Kita saksikan kedua kesebelasan berusaha saling serang untuk lolos di perempat final ini. Kalau dicatat tidak kurang 11 tembakan Portugal dan sembilan dari Maroko yang mereka lakukan masing-masing. Catatan ini pun bisa kita konfirmasi melalui beberapa catatan berita sejak malam tadi hingga pagi ini. Sebagai tim yang difavoritkan oleh pengamat, Timnas Portugal langsung tampil menekan sejak babak pertama.

Misalnya peluang yang diciptakan di menit ke-5 yang berawal dari tendangan bebas Bruno Fernandes, Joao Felix melepaskan sundulan tepat di depan gawang timnas Maroko. Tapi kiper Maroko, Yassine Bounou, sukses melakukan penyelamatan dan menggagalkan peluang timnas Portugal ini. Lalu dua menit kemudian, Maroko membalas serangan Portugal melalui sepak pojok. Tendangan pojok Hakim Ziyech, oleh Youssef En-Nesyri disundul dan mengancam gawang Portugal.

Saling serang terus berlanjut. Portugal memang  mendominasi jalannya babak pertama dan menekan lini pertahanan Maroko berkali-kali. Di menit ke-31, misalnya kembali Portugal mendapatkan peluang melalui tendangan kaki kanan Joao Felix dari dalam kotak penalti. Masih beruntung Maroko karena Jawad El Yamiq sukses memblok tendangan Felix itu. Dan Maroko terus membalasnya. Kita saksikan di menit ke empat Sofiane Boufal memberikan ancaman itu.

Portugal terus berusaha menekan Maroko untuk mencetak gol pertama pada laga kali ini. Celakanya justeru gawang Portugal yang kebobolan. Itu pada menit ke-42 melalui aksi Youssef En-Nesyri. Dia menerima umpan silang dari Yahia Attiyat-Allah, En-Nesyri melepaskan sundulan dengan lompatan tinggi dari dalam kotak penalti. Si kulit bundar pun masuk dengan mantap, 1-0 untuk Maroko. Inilah catatan penting menjelang berakhirnya babak pertama itu.

Selepas turun minum, Portugal terus berupaya untuk menyamakan kedudukan dan mencetak gol. Itu pasti. Sebagai kesebelasan yang lebih diunggulkan, Portugal tidak ingin dipermalukan sebagaimana dialami Brazil malam sebelumnya. Kita lihat, pelatih Portugal, Fernando Santos, pun menurunkan Cristiano Ronaldo dan Joao Cancelo pada menit ke-51. Nama pertama yang bermain di Liga Inggeris itu memang sudah sangat familiar dengan kita karena prestasinya selama ini. 

Begitu tidak mudahnya menciptakan peluang oleh pertahanan berlapis Maroko. Portugal mencetak peluang pada menit ke-64 melalui Bruno Fernandes yang tetap hanya berupa harapan saja. Gol tidak kunjung nyata dari sekian banyak peluang itu. Begitu juga peluang di menit ke-83 saat Joao Felix melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti usai menerima umpan dari Cristiano Ronaldo. Lagi-lagi Yassine Bounou, penjaga gawang tampil gemilang di bawah mistar gawangnya. 

Hingga tambahan waktu 8 menit pun gol tidak juga ada. Gol semata wayang itu benar-beanr menjadi penentu untuk berakhirnya perjuangan Portugal menuju semifinal dan final Piala Dunia Qatar 2022. Portugal harus ikhlas 'balek kampong' lebih awal' atas kegigihan dan kegesitan Maroko. Qatar telah menciptakan catatan-catatan hebat dalam helatan Piala Dunia ini.***