Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

26 Des 2023

Ketika Tokoh-tokoh Masyarakat Karimun Menyampaikan Harapan ke Gubernur Kepri

Ketika Tokoh-tokoh Masyarakat Karimun Menyampaikan Harapan ke Gubernur Kepri


Catatan M. Rasyid Nur
PERTEMUAN bertajuk 'Silaturrahim Antara Gubernur Kepri dengan Para Tokoh Masyarakat Kabupaten Karimun' digelar di Rumah Dinas Kediaman Bupati Karimun, Rabu (20/12/2023) malam. Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM duduk  berhadapan dengan para tokoh masyarakat Kabupaten Karimun didampingi oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Kedua orang Nomor Satu, masing-masing di Provinsi Kepri dan di Kabupaten Karimun, itu baru saja pulang dari kunjungan kerja di beberapa pulau di Kabupaten Karimun.

Rombongan gubernur dan bupati baru sampai di Rumah Dinas, tempat akan dilaksanakannya pertemuan silaturrahim setelah selesainya salat magrib di Rumah Dinas. Undangan para tokoh masyarakat ke Rumah Dinas Bupati adalah sebelum magrib. Diharapkan magrib bersama di rumah kediaman bupati itu. Sesuai setting awal, setelah magrib langsung mengadakan ramah-tamah dengan gubernur. 

Pertemuan acara silaturrahim sedikit terlambat dihelat karena gubernur dan bupati baru saja kembali dari kunjungan kerja ke beberapa pulau. Terakhir rombongan gubernur dan bupati berada di Pulau Moro. Informasinya, gubernur baru selesai tugas di Moro menjelang sore. Itulah sebabnya sampai di Balai sudah melwati waktu magrib.

Dengan lantunan solawat busyro para hadirin menyambut gubernur dan bupati yang baru sampai. Sejenak mereka ke kamar (gubernur masuk kamar Rumah Dinas bagian kanan sementara bupati masuk ke kamar pribadinya). Setelah kembali ke ruang pertemuan acara pun dimulai dengan pembawa acara Pak Sobri. Diawali dengan sepatah-dua patah kata dari Ketua Panitia Silaturrahim, Nurbit Siman lalu dilanjutkan dengan sambutan silaturrahim oleh Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM.

Beberapa pesan yang disampaikan gubernur antara perlunya masyarakat Kepri menjaga keadaan aman dan tentram di daerah ini. Melalui para tokoh masyarakat yang hadir dan yang tak hadir juga mari saling mengingatkan masyarakat agar darah kita tetap terus kondusif. "Saya sangat berharap kiranya Bapak-bapak dan Ibu-ibu para tokoh masyarakat dan juga tokoh agama ini dapat menjaga ketentraman daerah kita. Saling ingatkan masyarakat kita untuk kenyamanan daerah kita," pintanya.

Di bagian akhir acara, diisi tanya-jawab ramah-tamah antara gubernur dengan masyarakat yang hadir. Beberapa orang mengajukan pertanyaan dan harapan untuk kelanjutan pembangunan dan pemerintah Provinsi Kepri ini. Salah seorang tokoh dengan lugas menyampaikan harapan masyarakat Kabupaten Karimun, kiranya Pak Gubernur yang akan maju kembali dalam Pilkada nanti untuk menjadikan Bupati Karimun sebagai wakilnya. Untuk pertanyaan dan usulan ini gubernur menjelaskan bahwa dia dan bupati sudah sesuai dalam banyak hal. Artinya, semoga saja Allah kabulkan harapan itu, katanya. Pertemuan silaturrahim ditutup dengan doa yang dipandu oleh Buya Abdul Wahab Sinambela.***



24 Des 2023

Pertemuan Penutupan dan Pembukaan Ishaka 1427

Pertemuan Penutupan dan Pembukaan Ishaka 1427


INILAH kelompok silaturrahim haji yang terbilang konsisten (istiqomah) menjaga kelompok dan pertemuannya. Dimulai sejak awal tahun 2007 --pasca melaksanakan ibadah haji 1427-- pertemuan bulanan dalam rangka menjaga dan membina ukhwah Islamiyah, silaturrahim dan kemabruran haji terjaga hingga hari ini. Pertemuan terakhir dilaksanakan Ahad (24/12/2023) siang di rumah Pak H. Ady Hermawan/ Hj. Yus, Teluk Air, Kecamatan Karimun.

Keanggotaan Ishaka 1427 pada awalnya adalah rombongan haji yang kebetulan sama-sama menunaikan ibadah haji pada musim haji 1427 (2006-2007). Musim haji tahun itu kebetulan berangkatnya di akhir tahun 2006 dan selesai (kembali) ke Tanah Air pada awal tahun 2007. Menggunakan tahun hijriyah --1427-- itulah maka kelompok silaturrahim haji ini diberi nama "Ishaka (Ikatan Silaturrahim Haji dan Keluarga) 1427". Saat awal dibentuk beranggotakan 30-an orang haji/ hajjah yang berasal dari Pulau Karimun yang selama di Tanah Suci bersama-sama dalam rombongan atau regu yang sama melaksanakan prosesi haji.

Tahun demi tahun pertemuan bulanan terus berjalan sejak pertemuan pertama di awal tahun 2007 itu. Dengan mengumpulkan uang konsumsi arisan sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per orang per pertemuan kegiatannya identik dengan pertemuan arisan. Pertemuannya sendiri dilaksanakan di/ dari rumah ke rumah anggota. Setiap cabutan undian yang namanya keluar, maka bulan depannya pertemuan dilaksanakan di rumah anggota tersebut. Begitulah seterusnya. Setiap rumah anggota dikunjungi sebagai praktik silaturrahim bersama keluarga.

Kegiatan utama dalam kelompok ini adalah melaksanakan salat berjamaah di rumah yang bersangkutan dan atau ke masjid/ surau yang terdekat dengan rumah bersangkutan. Selepas salat dilanjutkan berdoa bersama dengan dipandu salah seorang anggota. Doa ditujukan untuk anggota dan keluarga anggota serta untuk semua umat. Jika tuan rumah membuat satu acara, dapat dilaksanakan sebelum salat berjamaah. Itu sebabnya, jadwal kegiatannya dimulai pukul 11.00 (bisa lewat) dan akan selesai sekitar pukul 14.00 (bisa juga lewat). 

Belakangan, jadwal pertemuan terkadang bergeser mundur karena menyesuaikan dengan kondisi tuan rumah. tempat pertemuan pun berkembang dari rumah anggota ke lokasi lain yang ditentukan oleh tuan rumah. Terkadang pertemuannya di pantai dan terkadang juga di salah satu kafe. Jadi, pertemuannya tidak lagi selalu di rumah.

Belakangan juga iyuran konsumi sudah dinaikkan menjadi 100 ribu rupiah per bulan per nomor cabutan dengan iyuran sosial tetap 10 rb rupiah per satu nomor. Nomor cabutan pun diubah menjadi satu nomor untuk satu keluarga (suami-isteri). Artinya, setiap rumah hanya satu kali mendapatkan giliran untuk pertemuan. Ketentuan itulah yang berlaku sampai saat ini. Kalau di awal-awal kegiatan nomor cabutan undian dihitung untuk setiap satu orang baik suami maupun isteri. 

Pertemuan terakhir di rumah Pak Ady adalah penutup periode sebelumnya (2021-2023) sekaligus pembukaan periode berikutnya (2024-selesai). Insyaallah bulan depan (Januari 2024) pertemuan akan dilaksanakan di rumah Pak H. Abdurrahman Gap/ Hj. Nirmalasari sebagai hasil cabutan pertemuan terakhir itu. Semoga kelompok silaturrahim ini langgeng selamanya meskipun keanggotannya tidak lagi anggota haji musim haji 1427 itu..***

22 Des 2023

Peringatan Hari Ibu Teruslah Mengenang Jasa Ibu

Peringatan Hari Ibu Teruslah Mengenang Jasa Ibu

Gambar dari website Kominfo

Catatan M. Rasyid Nur
HIRUK-pikuk menyambut Debat Cawapres malam nanti, kita pasti juga tidak lupa bahwa hari ini, 22 Desember 2023, bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu. Tahun ini adalah Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-95. Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 adalah tonggak sejarah memperingati Hari Ibu. PHI bagi bangsa kita, terkhusus bagi perempuan Indonesia akan selalu menjadi catatan tersendiri.

PHI bukan saja peringatan untuk mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang begitu istimewa bagi seluruh masyarakat Bangsa Indonesia, PHI juga dimaksudkan untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Menyitir tulisan berjudul "Peringatan Hari Ibu, Momentum Pengakuan Eksistensi Perempuan dalam Pembangunan" yang diposting di https://www.kominfo.go.id/ dikatakan bahwa PHI ke-95 Tahun 2023, ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan perempuan Indonesia dalam berkontribusi memajukan kehidupan bangsa. Kehadiran perempuan dalam memajukan kehidupan bangsa adalah bagian dari cita-cita para pejuang bangsa sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan. 

Benar sekali, selama kurang lebih hampir tiga tahun pandemi memberikan situasi baru bagi perempuan Indonesia. Selain itu, situasi pascapandemi dengan segala tantangan menjadi babak baru bagi perjuangan perempuan Indonesia. Rekam jejak kontribusi perempuan Indonesia membangkitkan ekonomi keluarga selama pandemi merupakan salah satu bukti bahwa perempuan Indonesia selalu hadir dalam setiap momen perjuangan bangsa. Kalimat itu disampaikan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga sebagaimana dimuat website itu.

Hal lain ditegaskan pula PHI tahun ini merupakan kesempatan yang ideal untuk menghargai peran dan pencapaian perempuan Indonesia dalam berbagai bidang, sebutlah misalnya dalam usaha mempromosikan kesetaraan gender dan peningkatan pelindungan terhadap perempuan. Ini sangatlah penting karena akan mendorong partisipasi perempuan dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan oleh berbagai lembaga.

Tema PHI ke-95 Tahun 2023, ini adalah “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” yang pesan utamanya adalah bagaimana para para Ibu, para perempuan Indonesia mempunyai kekuatan dan daya saing yang sama dengan kaum lelaki. Tanpa mengorbankan kudrat kewanitaannya, tentu saja harapan besar itu patut kita semua mendorong ketercapaiannya. 

Catatan singkat ini adalah untuk sekadar saling ingatkan bahwa di setiap tanggal hari ini kita tidak sampai lupa mengingat Hari Ibu. Mengingat Hari Ibu dalam arti kita memang akan selalu mengenang ibu. Ibu adalah tonggak dari segala tonggak hidup dan maju kita. Tentang heboh persiapan menjelang Debat Cawapres yang akan digealr nanti malam, itu hal lain yang juga kita ikut menyimaknya. Memperungatai Hari Ibu adalah satu cara kita mengenang ibu.***

11 Des 2023

Setelah Menanti Lama, Alhamdulillah Kini Sampai Juga

Setelah Menanti Lama, Alhamdulillah Kini Sampai Juga


Catatan M. Rasyid Nur
HAMPIR sempat putus asa, akhirnya lega juga. Sesungguhnya memang tidak dibenarkan perasaan putus asa, khususnya dalam agama (Islam) yang saya anut. Tuhan tidak merestuinya. Tapi harus jujur saya katakan, perasaan itu hampir-hampir saja menerpa saya. Dalam lima tahun belakangan, sejak akan memasuki usianya yang ke-30 tahun saya benar-benar sudah mulai merisaukannya. Masalahnya saya belum melihat atau mendengar kalau dia sudah punya calon teman khasnya. Jika dibandingkan dengan saya sebagai orang tuanya, menjelang umur itu saya sudah berani membuat kata putus: menikah.

Sebagai anak lelaki saya ingin Ery, anak saya itu segera mendapat atau mencari pendamping hidupnya. Setidak-tidaknya punya pacar. Namun itu belum juga terendus oleh saya. Saat akan menginjak 25 tahun sebenarnya saya menduga dan berharap dia akan mulai memikirkan masa depannya untuk berumah tangga. Nyatanya belum juga waktu itu. Tapi saya masih dapat tenang saja waktu itu.

Tentang itu, saya tidak berpikir penyebabnya adalah karena secara ekonomi belum mapan, misalnya. Banyak juga teman-temannya sesama honorer segara berumah tangga setelah usia 25 atau lebih sedikit. Sementara dia belum. Dan ketika akan memasuki kepala tiga itu mulailah rasa risau saya menggerogoti sekeliling perasaan saya. Memang, masih di luar-luar perasaan. Belum masuk betul ke dalam perasaan.

Syahdan waktu terus berjalan. Angka tiga tahun ke tahun terus berjalan. Tidak salah kalau sebagai orang tua kami semakin khawatir. Dan dalam rasa risau itulah kami mendapat info kalau anak kami ada tambatan hati. Lalu kami telusuri dan bertanya langsung ke dia. Alhamdulillah benar adanya.

Sebulan lalu kami datangi orang tua perempuan itu. Dia setuju. Sepekan berikutnya kami datang lagi untuk menyepakati hari pernikahannya. Kami setuju Desember ini. Tepatnya pada Senin, 11 Desember 2023 ini. Dan hari ini resmilah anak kami, Fahry Errizik, SPd menikah.

Lama menanti, alhamdulilah perjalanan itu sampai juga pada Senin (11/12/2023) ini. Dia mengakhiri masa lajangnya dengan seorang wanita kesukaannya di Moro. Jauh dari tempat kami bermastautin, Tanjungbalai Karimun.*** (M. Rasyid Nur, Orang Tua Fahry Errizik)

9 Nov 2023

Pencanangan Pemilu Berintegritas untuk Hasil Pemilu Berkualitas

Pencanangan Pemilu Berintegritas untuk Hasil Pemilu Berkualitas


ADALAH hasil yang hebat yang diharapkan dari Pemilu 2024 nanti. Hebat dalam arti hasil Pemilu itu nanti selain prosesnya berjalan jurdil (Jujur dan Adil) juga yang terpilih adalah orang yang jurdil juga. Kalau jurdil pada pelaksanaan artinya tidak ada kecurangan sedangkan jurdil dalam hasil maksudnya orangnya bisa dipercaya karena tidak pembohong (korupsi, dll) dan adil artinya tidak pilih kasih. 

Itulah harapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggara Pemilu 2023 yang dibuka Presiden RI, Jokowi pada hari Rabu (08/11/2023) kemarin di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kita (saya) sendiri hanya menyimaknya di layar televisi yang kebetulan menyiarkan acara itu secara langsung. Pernyataan itu pula yang dapat dan ingin saya sampaikan pada catatan ini.

Sebagaimana kita simak langsung atau memahami dari media yang menyiarkannya, Presiden Jokowi secara resmi membuka Rakornas Penyelenggara Pemilu Tahun 2023, itu di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kita dengar bahwa dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) atas kerja kerasnya dalam melaksanakan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024.

Mengutip pernyataannya, “Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penyelenggara Pemilu yang terus bekerja keras untuk melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu 2024, baik dari DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu), dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum), dan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).” Jelas pernyataannya itu, bahwa dia sangat perhatian terhadap kinerja lembaga yang bertanggung jawab untuk kegi itu.

Katanya lagi, Pemilu Serentak 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar yang pernah diselenggarakan di Tanah Air, karena melibatkan 840 ribuan TPS (Tempat Pemungutan Suara). Karena itu kata Presiden, tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu kali ini juga besar, mulai dari akuntabilitas, integritas, hingga mekanisme distribusi dan pengamanan.

Bagaimanapun inti yang penting dari semua lembaga yang disebut presiden adalah terlaksananya kegiatan Pemilu itu dengan baik agar menghasilkan juga hasil yang baik. Tidak sekadar baik, tapi juga mesti hebat. Kita yakin, itulah yang diinginkan Kepala Negara itu. Semoga saja.***