Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

10 Sep 2023

Bermalam Ahad di Tempat Sendiri

Bermalam Ahad di Tempat Sendiri


Catatan M. Rasyid Nur
JIKA kabupaten sendiri --sebagai tempat tinggal-- diibaratkan tempat sendiri ketika berlibur di akhir pekan, misalnya, maka berlibur di Kabupaten Karimun, ini kita (orang Kabupaten Karimun) memiliki tempat-tempat yang tidak di satu pulau atau daratan saja yang membuat perasaan kita tidak berlibur di daerah sendiri. Dengan kurang lebih 240 pulau (besar kecil) artinya kita bisa memilih salah satu pulau untuk berakhir pekan meninggalkan rumah tempat tinggal. Sebutlah berlibur. Itu artinya kita serasa pergi jauh.

Akhir pekan ini, misalnya saya dan isteri bersama satu orang cucu pergi berakhir pekan ke Kota Moro, di Pulau Moro. Artinya kami meninggalkan rumah di Meral, Karimun (Pulau Karimun). Saya menyebut pergi berlibur di tempat sendiri saat ke Moro itu. Tidak pergi keluar jauh, keluar kabupaten sendiri. Itulah yang saya maksud berlibur di tempat sendiri. Berlibur ini juga saya sebut bermalam Ahad atau dulu orang menyebutnya bermalam Minggu.

Bermalam Ahad di tenpat sendiri kami maksudkan untuk tidak pergi jauh-jauh keluar dari Kabupaten Karimun sendiri. Sesungguhnya selain ke Moro, bisa juga ke Tanjungbatu (Pulau Kundur), ke Telunas (Pulau Sugie) dan beberapa lokasi lainnya.

Tempat-tempat itu tentu saja tidak memiliki fasilitas semacam hotel yang banyak seperti di Kota Batam atau Tanjungpinang, misalnya. Ini pun untuk menyebut di provinsi sendiri saja. Tidak harus keluar provinsi sendiri, misalnya.

Sebenarnya dengan tidak keluar dari daerah sendiri kita tidak harus menggunakan uang kita di daerah lain. Artinya, jika analogi negara, kita tidak perlu membuang-buang devisa kita ke tempat lain. Uang kita cukup berpurar di daerah sendiri. Dan sikap ini penting diamalkan oleh setiap orang. Tujuannya uang satu daerah cukup berputar di daerah sendiri.

Sesungguhnya, bagi saya bukanlah menggunakan uang atau tidaknya di daerah lain saja. Hal utama sebenarnya adalah bagaimana memanfaatkan tujuan-tujuan wisata (tempat berlibur) di daerah sendiri. Jika kita sendiri melakukan begitu artinya kita ikut memajukan daerah sendiri.***

4 Jul 2023

Ke Batam Hanya Semalan

Ke Batam Hanya Semalan


INI tentang menyambut dan menjemput Jamaah Haji Kabupaten Karimun ke Batam musim haji 1444 (2023). Seperti saat mengantarkan kurang lebih satu setengah bulan lalu saat ini para panitia penjemputan juga dari Bag Kesra (Bagian Kesejahteraan Rakyat) Setda Kabupaten Karimun atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun. Saat mengantar pada 24-25 Mei lalu, itu saya ikut diajak ikut ke Batam bersama rombongan. 

Saat mengantar dulu semua kami hanya dan harus menginap semalam di Batam. Waktu itu, berangkat pada 24 Mei 2023 kembali besoknya, 25 Mei 2023 setelah prosesi pemberangkatan jamaah usai. Untuk apa juga bermalam-malam? Jamaah berangkat ke Tanah Suci sementara kami balik ke daerah kembali. Begitu pula saat menjemput ini. Jamaah haji sampai di Bandara Hang Nadim pada hari Selasa (04/07/2023) sore. Sesuai aturan, mereka akan dibawa ke Asrama Haji, Batam untuk istirahat dan besoknya akan kembali ke daerah masing-masing. Di keloter satu ini ada jamaah lain selain dari Karimun. Ada dari Batam, Bintan dan Kabupaten Lainnya.

Untuk penjemputan ini panitia berangkat dari Karimun juga pada hari yang sama. Sebelum perkiraan jamaah sampai di Batam para penjemput sudah duluan sampai di Batam. Namanya juga menyambut. Pasti saja penyambut lebih duluan hadir sebelum yang disambut.

Selasa malam adalah waktu-waktu paling sibuk yang harus dilalui jamaah. Setelah turun dari mobil, barang-barang bawaan juga diturunkan. Untuk 400-an jamaah dengan 10 bus perlu waktu lumayan lama bakda magrib itu. Satu berita sedih malam ini adalah ketika salah seorang jamaah yang turun dari pesawat atas nama H. Akhmadi Sankarjo Mustarjo harus dilarikan ke Rumah Sakita (Bhayangkara) karena sesak nafas. Dan tepat pada pukul 18.30 dinyatakan meninggal dunia.

Setelah prosesi pengambilan barang dan penentuan kamar selesai, para jamaah istirahat. Besok pagi, sesuai jadwal setiap jamaah dari Kabupaten akan berkumpul kembali di aula untuk bersiap berangkat kembali ke daerah masing-masing. Jamaah Karimun terjadwal paling pagi, sekitar pukul 05.30 harus sudah di aula karena panitia sudah menentukan sekitar pukul 07.00 kapal akan bergerak dari Sekupang ke Karimun.

Semalam di Batam dalam rangka menyambut dan menjemput jamaah haji adalah satu kenangan tersendiri bagi kami.*** (M. Rasyid Nur)

22 Jun 2023

Catatan Perjalanan: Karimun Tanjungpinang Lautnya Tenang

Catatan Perjalanan: Karimun Tanjungpinang Lautnya Tenang


INILAH catatan perjalanan yang menyenangkan. Salah satu perjalanan laut dari Karimun ke Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Dari banyak perjalanan laut ke destinasi yang sama, perjalanan ini sungguh nyaman. Jujur saja saya merasakan cukup tenang di lautan dan juga di perasaan. Tidak ada gelombang. Tidur di kapal pun serasa pikiran melayang.

Hari ini, kami berangkat dari Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun pukul 14.05 dengan kapal Mv Dumai Line 2. Ikut bersama dalam perjalanan laut ini beberapa orang teman. Saya percaya kami merasakan air laut sepanjang Karimun-Tanjungpinang teduh saja. Tidak ada gelora laut yang membuat gundah rasa.

Hari Kamis (22/06/2023) ini saya dan beberapa orang Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Karimun berangkat ke Kota Bestari untuk mengikuti Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Gerakan Pramuka Kwarda (Kwartir Daerah) Provinsi Kepri. Selain Pak Anwar Hasyim (selaku Ketua Umum Kwarcab Karimun) ikut juga Sekretaris Umum Kwarcab, Kak Dolah (Kak Abdullah) dan Bendahara Umum, Kak Iwan (Kak Ikhwan). Ada juga beberapa orang pengurus lainnya seperti Kak Ono, Kak Guru dan Kak Ema. Satu orang lagi dari DKC (Dewan Kerja Cabang) yang namanya saya belum tahu.

Selama hampir tiga jam kami mengharungi laut bersama ratusan penumpang lainnya. Kami sampai di Tanjungpinang dengan tenang karena laut yang kami lalui tidak bergelombang tersebab dibumbui gelora angin. Angin itulah biasanya yang menggoyang air laut untuk munculnya gelombang yang membuat kapal ikut bergoyang. Tidak ada yang suka gelombang pada saat di laut. Entahlah kalau anak-anak.

Sesungguhnya sebesar kapal Dumai Line 2 yang kami tumpangi tidak perlu ada kekhawatiran. Itu kata teman-teman yang sudah terbiasa dengan mainan gelombang laut. Tapi pasti tidak begitu perasaan orang yang penakut dengan gelombang laut. Kapal besar atau kapal kecil tetap saja membuat perasaan menggigil.
Syukurnya perjalanan Karimun- Tanjungpinang kali ini adalah perjalanan yang menyenangkan. Pikiran dan perasaan benar-beanr tenang. Saya mengucapkan alhamdulilah dan rasa syukur kepada Allah setibanya di pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Senang dan tenang atas ketenangan laut dalam perjalanan ini. Terima kasih, ya Allah.***

30 Apr 2023

Bermalam Ahad di Tanjung Ambat

Bermalam Ahad di Tanjung Ambat


Catatan M. Rasyid Nur 
KEDUA kali kami bermalam Ahad di Tanjung Ambat, Buru dalam 8 bulan terakhir. Ingat saya bulan Juli 2022 lalu saya, isteri, satu orang cucu, empat orang keluarga Yanti plus ibu mertua dan Panca (adik ipar isteri) dengan satu anaknya. Kami menyewa satu villa homestay yang ada di Pantai Tanjung Ambat.

Hari Sabtu (29/04/2023) ini bersama keluarga besar Amiruddin Maliki saya ke Buru untuk bermalam Minggu alias bermalam Ahad. Kali ini lebih ramai. Selain saya, isteri dan cucu (Akiif) kali ini ada ibu mertua (emak isteri), keluarga Ani (4 orang), keluarga Azhar (3 orang), keluarga Era (4 orang) dan satu lagi adik isteri saya yang selama ini tinggal di Jepang bersama suami dan anaknya, Sabariah. Kesemua nama itu adalah adik isteri saya. Jadi, kami ada 16 orang boyongan dari Karimun.


Acara liburan ini masih dalam rangka liburan lebaran Idul Fitri 1444. Karena adiknya dari Negeri Sakura itu berkesempatan balik ke Tanah Air untuk liburan lebaran maka keluarga besar Amiruddin Maliki (alm Ayah) berencana untuk keluar Karimun berlibur. Tadinya akan ke Bintan, geser ke Batam tapi akhirnya ke Tanjung Ambat saja. Mudah dan dekat. Hitung-hitung hemat devisa Daerah, kata isteri saya yang guru Ekonomi di SMA Negeri 2 Karimun itu.

Berangkat dari Pelabuhan KPK Karimun pukul 09.30 dengan kapal motor Satria kami sudah tiba di Pelabuhan Buru 40 menit berikutnya. Jarak Kota Karimun ke Buru tidak jauh. Ongkos kapal juga sangat murah, Rp 30-an ribu saja. 

Kami mengambil dua rumah (villa) berukuran besar. Ternyata sudah ada villa-villa baru di sisi bagian timur. Ada 12 villa yang baru selain tujuh bangunan sebelumnya. Bangunan baru ini ada dua kategori, villa keluarga untuk 5 orang dewasa. Masih bisa menyewa ekstra bed di ruang tamu yang sangat luas. Villa ini juga sudah dilengkapi fasilitas seperti kamar hotel.


Hanya satu malam kami di sini. Ahad siang kami akan kembali ke Karimun. Kenangan satu hari satu malam di Tanjung Ambat tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Masyarakat di Kabupaten Karimun sejatinya berlibur di sini saja dari pada jauh-jauh ke luar sana.**"

29 Apr 2023

Ke Batam Tak Harus Bermalam

Ke Batam Tak Harus Bermalam


SEJATINYA rapat sebelah sore selesainya juga sore. Seperti yang saya ikuti sore Jumat (28/04/2023) ini. Namanya Rapat Persiapan STQH Tingkat Provinsi Kepri ke-10. Di ruang rapat LPTQ Provinsi Kepri, di Batam. Undangannya pukul 13.00 dengan peserta rapat antara lain Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepri, Pengurus LPTQ Provinsi Kepri, Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepri, Kakanwil Kemenag Provinsi Kepri dan Ketua Umum LPTQ Kabupaten Karimun.

Dilihat peserta rapat, semuanya adalah pejabat tinggi instansi tertentu yang secara langsung akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan STQH Provinsi Kepri itu. Hanya gubernur saja yang tidak terdaftar di undangan. Kalau Wakil Gubernur, belyau adalah Ketua Umum LPTQ Provinsi yang terdaftar dalam peserta rapat.

Sebenarnya dari Karimun, itu yang diundang adalah Ketua Umum LPTQ yang notabene adalah Wakil Bupati Karimun. Karena Pak Wabup juga ada kegiatan rapat persiapan STQH Provinsi di Karimun (selaku tuan rumah) maka Ketua Umum menugaskan Ketua Harian sebagai ganti. Tapi, tersebab Ketua Harian juga tidak bisa ikut rapat ke Batam karena harus menikahkan orang di daerah kerjanya sebagai Kepala KUA, di Keccamatan Ungar, maka akhirnya sayalah yang berangkat. Sebagai Wakil Ketua Harian, saya diminta mewakili Ketua LPTQ Kabuoaten Karimun untuk rapat di provinsi itu. Ok, saya siap melaksanakan amanah. Dan saya berangkat bersama Kepala Bagian Kesra, Setda Karimun, Pak Baginda.

Sekitar pukul 09.00 kami sudah akan berangkat. Tapi akhirnya mengambil jadwal kapal pukul 09.30. Nyatanya kapal yang kami akan tumpangi berangkatnya sudah melewati pukul 10.00. Karimun-Sekupang lumayan terasa lama, menurut perasaan saya. Kami sampai di Sekupang sudah menjelang salat. Kami meneruskan perjalanan dengan mobil ke Kantor LPTQ Provinsi di Jalan Ahmad Yani Taman Golf Residence Kelurahan Sukajadi Kecamatan Batam Kota. Ternyata jauh juga. Kami tidak terkejar mau ke jumaatan. Akhirnya zuhur berjamaah di kantor itu.

Rapat yang terjadwal pukul satu ternyata setelah pukul dua belum juga dimulai. Tentu saja selesainya juga lebih lambat. Saat rapat selesai, itu sudah pukul 16.00. Saya ditawarkan tidur di Batam saja oleh beberapa teman. Tapi saya sudah memutuskan sejak berangkat kalau saya akan berusaha kembali ke Karimun meskipun dengan jadwal kapal terakhir. Dan benar, saya masih terkejar kapal Batam-Karimun melalui pelabuhan Harbour Bay. Saya diantar oleh Pak Afrizal Dahlan, anggota DPRD Provinsi yang juga Ketua LPTQ Provinsi itu. Alhamdulillah, saya ke Batam tidak harus bermalam.***