12 Sep 2022

Pisah Sambut Ibu Kajari Membuat Harunya Hati

Pisah Sambut Ibu Kajari Membuat Harunya Hati


CATATAN singkat ini tidak sampai hati saya untuk membiarkan tersimpan saja. Walaupun sudah beberapa hari yang lalu catatan ini dibuat saya menganggap tetap perlu saya berbagi apa yang dialami. Inilah tentang acara pisah-sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Karimun. Satu pergi, satunya hadir sebagai pengganti. Pisah sambut itu, antara Ibu  Melinda, SH MH dengan Bapak Firdaus SH MH MM M Kom sebagai Kajari baru.

Pisah Sambut Kajari, seperti juga acara pisah-sambut pejabat tinggi Tingkat Kabupaten di Kabupaten Karimun selalu menyisakan kesan mendalam. Baik bagi yang akan pergi maupun bagi yang ditinggalkan. Ada rasa haru, sedih, gembira juga dan segalanya campur-aduk menjadikan kesan yang mendalam. Selalu ada catatan-catatan indah yang tersisa.

Seperti disampaikan oleh Ibu Melinda, malam itu, "Saya baru saja bertugas di Karimun. Baru satu tahunan. Meski sedih dan haru karena segera akan pindah, saya merasakan betapa kesan mendalam selama di Karimun ini. Silaturrahim antar kita begitu kuat terjalin." Begitu sebagian isi sambutannya malam itu. Dengan rasa haru yang mendalam, dia mengatakan kalau perpisahan ini cukup berat karena kebersamaan selama satu tahun lebih ini begitu kuat, katanya. "Belum banyak yang bisa kami buat, namun ada karya kita selama saya di sini, terbentuknya Rumah Colaborative Justice di sini," katanya mengenang berdirinya rumah penyelesaian hukum secara kemasyarakatan itu. Banyak hal lain yang disampaikan Ibu Melinda, lainnya.

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si yang memberikan sambutan di bagian akhir,menyampaikan beberapa hal. Pertama, menyatakan selamat atas promosi Ibu Melinda ke Kejaksaan Tinggi Riau, di Pekanbaru. Selanjutnya dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kajari yang akan pergi, bahwa selama bersama-sama mengelola dan mengurus Kabupaten Karimun sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing, Pak Rafiq (begitu bupati disapa) sangatlah banyak kesan mendalam di antara kita. Begitu Pak Bupati menyampaikan.

Selain ucapan untuk (mantan) Kajari yang akan pergi, Pak Rafiq juga memberikan beberapa pesan untuk Kajari baru, Pak Firdaus. Kajari baru yang dimutasi dari Aceh ke Kepri, persisnya di Karimun Bersih, pak Rafiq mengharapkan kebersamaan yang sudah ada diantara para pejabat yang ada, akan tetap terjalin dengan sebaik-baiknya. Mungkin maksud Pak Bupati, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, itulah kebersamaan yang sudah diajarkan orang tua-tua kita dahulu.

Di bagian akhir acara, kedua Kajari dan Bupati ditambah Kapolres dan Dandim sama-sama naik panggung untuk bernyanyi bersama. Inilah kesan lain yang selalu ada jika acara pisah-sambut antar pejabat tinggi di kabupaten dilaksanakan. Jika ada hati yang haru, inilah salah satu momennya.***

11 Sep 2022

IKA UNRI Kabupaten Karimun Pertama di Kepri

IKA UNRI Kabupaten Karimun Pertama di Kepri


SETELAH sukses melaksanakan Muscab (Musyawarah Cabang) I, IKA UNRI (Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau) hari Sabtu (10/09/2022) lalu di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, kehadiran IKA UNRI Cabang Kabupaten Karimun akan menjadi IKA UNRI pertama di Provinsi Kepri. "IKA UNRI Karimun akan menjadi IKA UNRI Kepri pertama di provinsi ini." Artinya, IKA UNRI Cabang Kabupaten Karimun merupakan IKA UNRI Kabupaten/ Kota pertama terbentuk di Provinsi Kepri ini. 

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua IKA UNRI Provinsi Kepri, Dr. Aries Fahriyandy, S Sos M Si ketika membuka Muscab I IKA UNRI Kabupaten Karimun. Aries Fahriyandy yang lebih dikenal dengan sapaan Ujeng hadir sebagai perwakilan IKA UNRI Provinsi Kepri dalam acara Muscab IKA UNRI Karimun. Beberapa orang alumni UNRI yang ada di Karimun ditunjuk dan mendapat mandat dari IKA UNRI Wilayah Kepri untuk membentuk IKA UNRI Cabang Kabupaten Karimun. Arnadi Supaat yang menjadi Ketua IKA UNRI Karimun beberapa waktu lalu sekaligus salah seorang yang mendapat mandat, melaksanakan Muscab Pertama ini bersama beberapa orang panitia lainnya.
 
Sidang Pleno yang dipimpin Arnadi Supaat didampingi Ujeng sebagai perwakilan IKA UNRI Wilayah serta Abdul Gafar sebagai Ketua Panitia Muscab berjalan lancar. Sidang pleno dibuka Arnadi setelah Muscab dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua IKA UNRI Provinsi beragenda antara lain, pengesahan Tatib dan pemilihan Ketua IKA UNRI Kabupaten Karimun periode 2022-2026 yang sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur pembentukan kepengurusan IKA UNRI Kabupaten Karimun. 

Setelah Tatib dan mekanisme pemilihan Ketua IKA UNRI disahkan agenda kedua adalah pemilihan ketua yang sekaligus akan menjadi Ketua Tim Formatur pembentukan kepengurusan IKA UNRI Cabang Kabupaten Karimun masa bakti 2022-2026. Ada dua cara yang mengemuka dalam rangka pemeilihan ketua. Pertama diusulkan, kandidat diusulkan oleh Pimpinan Sidang selaku Ketua IKA UNRI awal, Arnadi Supaat. Selanjutnya nama dapat diusulkan oleh peserta Muscab. Kesepakatan akhirnya tercapai, setelah muncul nama Sensissiana sebagai salah satu usul calon ketua. Sekaligus ternyata semua peserta sepakat usul ini. Akhirnya secara aklamasi disepakati calon tunggal ini menjadi Ketua IKA UNRI sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur.

Untuk anggota Tim Formatur disepakati selain perwakilan dari IKA UNRI Provinsi, tiga orang dipilih dari peserta dengan membagi tiga kategori anggota, yaitu sebagai pendidik, pejabat (birokrat) dan sebagai perwakilan umum atau swasta. Kriteria ini akhirnya disepakati meskipun ada usul dari salah seorang peserta, agar pembagian keterwakilan itu berdasarkan tahun masuk (angkatan) dengan alasan ini adalah kepengurusan organisasi alumni. Namun sebagian tetap bertahan dengan kriteria pertama. Lalu dipilih satu orang dari pendidik, satu orang dari birokrat dan satu lagi dari perwakilan umum (swasta). Kelima orang Tim Formatur, itu adalah Sensissiana, Aries Fahriyandy, Abd. Gafar, Irwan Rajab dan Muhammad Nsrullah. Mereka diberi waktu selama tujuh hari kerja untuk menyusun kepengurusan Ika Unri Cabang kabupaten Karimun periode 2022-2026.***
Semangat Pagi

Semangat Pagi

Pagi dibuka dengan mengucapkan Assalamualaikum Wr Wb, semoga yang menjawab salam mendapatkan syafaat dan berkat yang sama. Berkah selalu diawali dengan menyingsing surya pagi, teriring doa untuk kebaikan kita bersama hari ini.

Biasakan diri kita untuk selalu instropeksi, karena terlalu banyak kesilapan. Jika kita tidak instropeksi diri khawatir kita lupa diri. Ingatkan diri untuk selalu merasa bersalah sehingga tidak menuduh salah sebelum mencari tahu apa yang salah. Biasakan diri selalu bersyukur, karena syukur membuat kita menjadi lebih mawas diri.

Diberi hormat belum tentu kita pantas menerimanya, mungkin saja itu godaan membuat kita menjadi leka. Memberi penghargaan bukan karena takut, karena takut hanya membuat diri kita menjadi lemah kepada yang salah.

Berikan kepercayaan kepada yang berhak, karena yang tahu hak akan memberikan kewajiban yang mutlak.

Sekian dulu salam pagi ini, semoga salam hari ini mengingatkan diri dan sesama semoga kita menjadi insan yang lebih berarti dalam menjalani kehidupan. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Mari jadikan hari Ahad (libur) sebagai hari keluarga karena Senin sampai Sabtu kita akan bertekuk dengan pekerjaan untuk mencari rezeki bagi kebahagian keluarga dan kepuasan batin kita, tentunya. Wassalam.***

 

 

 

9 Sep 2022

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan


BAHWA setiap orang, setiap kita ingin berbahagia, iya. Itu harapan lumrah. Normal. Berbahagia dalam makna memiliki perasaan senang dan tentram adalah dambaan semua orang. Tidak ada orang yang berharap sebaliknya, menderita, misalnya. 

Meskipun semua orang ingin berbahagia, konon tidak semua orang mengatakan kalau dirinya berbahagia. Ada saja yang menyatakan dirinya justeru menderita. Selalu merasakan ada masalah yang menyebabkan dirinya tidak merasa senang. Tidak merasakan tenang dan tentram. 

Membicarakan berbahagia atau sebaliknya mungkin saja sangat relatif bagi sebagian orang. Tidak mudah juga membedakan antara perasaan berbahagia atau sebaliknya. Apakah seseorang itu dinilai berbahagia oleh orang lain atau sebaliknya, tidaklah mudah. Berbahagia bagi seseorang, boleh jadi tidak atau belum berbahagia bagi lainnya.

Seorang ahli ibadah akan menyebut dirinya sudah berbahagia ketika dapat menjalankan dan melaksanakan perintah Ilahi dengan ikhlas dan dilengkapi dengan perasaan bersyukur atas apapun yang diberikan Allah. Begitu juga misalnya memiliki keluarga dan sahabat yang baik dan salih, dapat menghadiri pengajian-pengajian agama, mampu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah. Itu semuanya dikatakan sebagai kriteria berbahagia dalam kehidupannya.

Bagi pencinta harta dan dunia, boleh jadi berbahagia itu adalah ketika mampu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai dikatakan sebagai orang kaya. Mampu juga memenuhi segala kebutuhan duniawinya tanpa alangan apapun. Ketika ingin memiliki pakaian, rumah, kendaraan dan lainnya, dia bisa memenuhinya dengan mudah. Ketika ingin keluar negeri atau kemana saja yang diinginkan, juga bisa dengan mudah. Dikatakan pula sebagai orang yang berbahagia.

Begitu banyak yang membicarakan kategori berbahagia, begitu banyak pula yang dikatakan sebagai persyaratan untuk dikatakan berbahagia. Di sisi lain dikatakan oleh para ahli dan orang-orang arif bahwa sesungguhnya berbahagia itu sederhana saja. Dikatakan bahwa tidak ada nikmat dan kebahagiaan yang lebih baik bagi orang yang beriman selain nikmat diberikan kemudahan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. 

Kalau begitu, kriteria berbahagia yang sederhana itu adalah ketika setiap hamba Allah menyadari keberadaan dirinya di sisi Allah dan dengan taat serta ikhlas dalam melaksaakan perintah-perintah Allah. Harta, pangkat, jabatan dan segala yang akan tinggal di dunia ini tidak menjadi alasan untuk menyebut berbahagia atau menderita. 

Karena kebahagian sejati ada dalam hati dan hanya bisa diraih dengan dekat kepada Allah, bukan pada harta, jabatan dan pangkat, maka sejatinya inilah yang harus dijadikan patokan untuk menyebut kita atau siapa saja berbahagia. Berbahagia itu sangat sederhana namun tidak tepat jika disederhanakan. Artinya ketaatan kepada Allah tidak tepat dienteng-entengkan.***

8 Sep 2022

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk


Catatan M. Rasyid Nur
MEMBACA berita berjudul Pemerintah Arab Saudi Menegaskan Pemegang Visa Turis Tidak Boleh Melaksanakan Haji yang diposting di laman hajinews.id pada Senin (05/09/2022) lalu menyiratkan informasi kalau selama ini para turis yang datang ke Arab Saudi menyempatkan dirinya untuk melaksanakan umroh atau haji. Sebaliknya, bisa juga para jamaah haji atau umroh 'nyambil' pergi berwisata laksanakan turis.

Sebagaimana diberitakan dalam tulisan yang diposting oleh Nenden, itu menjelaskan bahwa  Kerajaan Arab Saudi melarang pemegang visa turis untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah selama musim haji. Penegasan itu disampaikan Kementerian Pariwisata saat mengumumkan amandemen peraturan visa turis beberapa waktu lalu. Mengutip berita itu, "Kebijakan terkait visa turis yang baru diamandemen ini mengharuskan turis untuk mematuhi peraturan dan instruksi keamanan selama mereka tinggal di Kerajaan, termasuk membawa dokumen identitas setiap saat."

Sebagaimana dilansir oleh hajinews dari Saudi Gazette, dikatakan oleh Kementerian Pariwisata, pemegang residensi GCC dapat memasuki Kerajaan dengan visa e-turis dengan syarat, izin residensi atau tinggal tersebut harus berlaku setidaknya selama tiga bulan. Aturan ini juga berlaku untuk kerabat pemegang visa kelas satu yang datang bersamanya dan pekerja rumah tangga yang datang dengan sponsor mereka. Tetap tidak boleh melaksanakan haji dan umroh sesuai ketentuan itu. 

Menteri Pariwisata Saudi, Ahmed Al-Khateeb, dikatakan telah menandatangani perintah menteri. Hal ini akan membuat Arab Saudi lebih mudah diakses, karena aplikasi visa menjadi lebih cepat dan mudah. Namun demikian aturan bahwa visa turis tidak bisa melaksanakan haji adalah ketentuan yang akan mengikat semua orang.

Bagi kita, tulisan itu memberikan pesan bahwa antara berwisata (oleh turis) tidak dapat disambilkan dengan melakaakan haji. Keduanya juga tidak dapat dicampuradukkan. Jika ingin (niat) umrah atau haji, ya lakukanlah umroh atau haji. Jika ingin berwisata (menjadi turis) yang lakukanlah perjalnan wisata saja.***

7 Sep 2022

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan

Masjid Al-Ubudiyah Mengedarkan Kupon Infak untuk Kelanjutan Pembangunan


SELASA (06/09/2022) malam, bertempat di ruang aula --saat ini menjadi ruang solat-- Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari, Baran Barat, Kecamatan Meral dilaksanakan kembali rapat khusus dengan agenda evaluasi pembangunan masjid. Agenda utama adalah evaluasi pembangunan masjid sebagai kelanjutan pembangunannya dengan target pembangunan kubah. Ini adalah rapat kedua dilaksanakan setelah sebelumnya sudah dilaksanakan juga dengan agenda yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Masjid, Drs. H. Supardi.

Pembangunan ulang masjid Al-Ubudiyah sudah dimulai sejak 13 Januari 2019 dengan peletakan batu pertamanya oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim. Masjid baru ini dibangun di tapak yang sama (tapak lama). Masjid lama dibongkar total dan dibangun baru dengan ukuran dan bentuk yang juga baru. Saat ini telah mencapai 70 persen penyelesaian pembangunannya. Dinding semua sisi sudah selesai dipalster. Pemasangan keramik (lantai) juga sudah hampir selesai meskipun atap, khusus kubah di tengah-tengah belum terpasang. 

"Kebetulan ada seorang anggota Dewan Kabupaten, Pak Sulvano memberikan bantuan keramik lantai. Langsung kita pasang," kata Ketua Pembangunan Masjid, Suhartono yang dibenarkan oleh Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi pada saat rapat Selasa malam itu. Kata Pak Supardi, alhamdulillah begitu banyak hamba Allah yang memberikan dana dan bantuannya untuk pembangunan masjid baru ini. Begitu dia menjelaskan kepada peserta rapat. 

Penggalangan dana pembangunan dan pengelolaan masjid dilakukan dengan berbagai cara. Selain infak jamaah melalui kotak infak yang ada di masjid dan beberapa kedai masyarakat Wonosari ada juga penggalangan dana masyarakat melalui sumbangan rutin bulanan. Setiap rumah tangga di setiap RT memberikan sumbangan rutin secara bulanan. Ada petugas di setiap RT untuk mengutip ke rumah-rumah penduduk. Masyarakat memberikan infaknya sesuai kemampuan. Tidak ada patokan. Tidak ada paksaan karena infak itu pada hakikatnya atas keikhlasan masyarakat.

Selain itu bantuan dalam jumlah cukup besar datang dari Pemda dengan mengajukan proposal untuk biaya pembangunan masjid. Sejak disepakati pembangunan masjid baru, pengurus sudah mengajukan dua kali proposal permohonan bantuan pembangunan Masjid Al-Ubudiyah. Pemda Karimun sudah memberikan dana bantuan sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk pembangunan masjid ini.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Pengurus Masjid, pembangunan masjid diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim yang juga memberikan sumbangan 80 zak semen pada saat itu. Selanjutnya, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang hadir dalam Safari Ramadhan Pemda Kabupaten ke Masjid Al-Ubudiyah juga memberikan bantuan berupa biaya pembangunan tiang. 

Rapat terakhir malam tadi adalah untuk menyepakati rencana penggalangan dana pembangunan masjid dengan mengedarkan kupon kepada masyarakat. Sasarannya tidak hanya masyarakat Wonosari tapi juga direncanakan akan diedarkan ke masyarakat lainnya yang bersedia membeli kupon infak ini. Seperti disampaikan Ketua Pengurus Masjid Al-Ubudiyah, H. Supardi kupon penggalangan dana ini sengaja diluncurkan khusus untuk mempercepat pembangunan masjid, khusus untuk membuat kubah masjid.

Ada tiga jenis kupon yang dapat dipilih masyarakat. Ada kupon berharaga Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), ada seharga Rp 500.000,' (lima ratus ribu rupiah) ada yang berahrga Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan terakhir berharga Rp 100.000 (seratus ribu rupiah). Membayarnya juga boleh dicicil selama satu bulan. Setiap warga Wonosari diharapkan membeli kupon tersebut sebagai bagian ikut berpartisipasi menggalang dana pembangunan masjid, khususnya untuk pembelian kubah tersebut. Masyarakat muslim pada umumnya, dimanapun berada, jika ingin ikut membeli tiket infak ini dapat menghubungi pengurus masjid Al-Ubudiyah HP 082384523055 atau datang langsung ke Masjid Al-Ubudiyah, di Wonosari, Meral.

"Wakil Ketua Pengurus, Pak Iwan sudah berkomunikasi dengan salah satu perusahaan di Pekanbaru untuk mencari orang yang bisa membuat kubah yang agak bagus namun tidak terlalu mahal." Begitu Pak Pardi yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala KUA di Kecamatan Meral menjelaskan dalam rapat. "Harga yang ditawarkan kepada kita kurang-lebih Rp 400 jt," katanya menambahkan. Katanya lagi, sistem pembangunannya, setelah kita punya dana sebagiannya, kita bisa menyepakati dengan menandatangani perjanjian. Lalu tukangnya sudah bisa mulai bekerja. Nanti dalam jumlah tertentu harus kita bayar setelah pembangunan kubahnya berjalan atau selesai.

"Kita juga diberi toleransi untuk melunasi sisa biayanya nanti, meskipun kubahnya sudah selesai," kata Pak Ketua Masjid menjelaskan. Dia berharap, kiranya kupon yang kita edarkan akan dapat mencapai dana yang kita butuhkan. Begitu dia mengulang harapannya kepada semua peserta rapat. Bagaimanapun, sesungguhnya kupon infak ini pada hakikatnya adalah untuk pembelinya sendiri. Semoga saja kelak akan menjadi ticket kita untuk syurga.***

6 Sep 2022

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas


BAGI seorang pegawai, PNS (ASN) dan honorer (Non ASN) maupun pegawai Yayasan atau pekerja di sebuah perusahaan yang fungsi dan tugasnya sudah ditetapkan akan terikat dengan jam tugas atau jam kerjanya itu. Jam tugas atau jadwal tugas adalah daftar kegiatan yang diberikan kepada seseorang sesuai tugas dan fungsinya. Seorang guru, misalnya diberi jam mengajar sejumlah tetentu dan ditetapkan jadwal mengajarnya pada jam dan hari tertentu pula. Begitu juga profesi lainnya. Lazimnya mengacu kepada Undang-undang yang mengaturnya.

Sebagai seorang pegawai atau karyawan diwajibkan berada (hadir) di kantor atau lembaga yang memberinya tugas. Kehadiran seperti itu dikatakan sebagai jam dinas atau jam kehadiran di institusi. Ada pula jam tugas sesuai pekerjaan yang sudah ditetantukan. Seorang guru akan melaksanakan tuags mengajarnya sebagaimana tercantum dalam jadwal mengajar yang disusun dan ditetapkan sekolah. Itulah jam tugas.

Tentang jam dinas atau jam kehadiran di institusi juga ditetapkan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Lazimnya antara 37,5 - 40 jam (a 60 menit) per pekan. Sekurang-kurangnya selama jam itu seorang karyawan wajib berada di institusinya. Seorang guru, ada atau tidak ada jam tugas (mengajar) di dalam kelas tetap saja harus berada di sekolah selama jam itu. Inilah yang disebut sebagai jam dinas.

Sementara jam tugas bisa lebih sedikit dari pada jam dinas yang ditetapkan. Seorang guru yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dengan durasi selama 35-45 menit setiap jam pelajaran bisa saja tidak cukup selama 37,5-40 jam kumulasi jam mengajarnya. Namun, kekurangan itu tidak menjadi sebuah kesalahan bagi seorang guru selama dia masih tetap berada di sekolah selama jam dinasnya.

Sesungguhnya jam tugas bagi seorang guru tidak semata hanya mengajar atau membimbing di dalam kelas. Seorang guru dapat diperhitungkan jam tugas di luar kelas sebagai jam tugas yang diwajibkan kepadanya. Seorang guru yang mendapat tugas tambahan seperti Wakil Kepala Sekolah atau tugas lainnya yang masih berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru dapat saja tugas tambahan itu menjadi tugas yang diperhitungkan sebagai jam tugas atau jam mengajar bagi seorang guru.

Hal penting yang harus dipahami oleh kita --jika kita adalah pegawai-- adalah bahwa setiap pegawai atau karyawan sudah memahami bahwa jam dinas adalah jam wajib yang melekat pada diri seorang pegawai itu dan yang akan menjadi persyaratan dibayar atau tidak dibayarnya hak-haknya sebagai karyawan atau pegawai. Oleh karena itu seorang karyawan seperti guru, misalnya tidak cukup hanya berada di sekolah selama melaksanakan tugas mengajar saja. Jika pun tidak ada jam mengajar (jam tugas) tetap juga wajib berada di sekolah sekurang-kurangnya dalam alokasi waktu yang sudah ditentukan.***