Apel Kemerdekaan di Sekolah untuk Memperkokoh Kebersamaan dengan Masyarakat

ADA yang lain pada pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 ini. Di level Nasional, presiden membuat kejutan-kejutan dengan beberapa perubahan acara berbanding pelaksanaan kegiatan HUT tahun-tahun sebelumnya.

Selain penggunaan baju khas daerah dari berbagai daerah oleh presiden dan pejabat tinggi sebagaimana tahun sebelumnya, ada yang menarik pada tahun ini. Presiden memberikan hadiah sepeda kepada undangan yang terpilih sebagai pemakai baju daerah terbaik. Ini kejutan yang tentu saja tercatat baru dalam pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Pengumuman yang disampaikan Wakil Presiden, Yusuf Kalla menyebut tiga nama pemakai baju Daerah terbaik, masing-masing, Ibu Khalida yang memakai baju daerah NTT, Pak Bachrul (Sultan Gunung Tabur) yang memakai baju daerah Kalimantan dan Ibu Nora yang memakai baju daerah Lampung. Ketiganya dihadiahi sepeda bernuansa 'merah-putih' oleh Kepala Negara. Asyik, dong.

Tentu masih ada perubahan-perubahan lain yang kita rasakan dalam pelaksanaan peringatan HUT RI tahun ini. Bagi kita yang jauh di daerah juga melihat di daerah kita masing-masing adanya kejutan-kejutan juga oleh Pemda masing-masing dalam pelaksanaan HUT ini? Sejatinya ada.

Perubahan juga ada di level paling ujung pelaksanaan peringatan, apel HUT Kemerdekaan, yakni di satuan-satuan pendidikan (sekolah). Jika pada tahun-tahun sebelumnya rutinitas apel HUT Kemerdekaan di sekolah hanya untuk warga sekolah (Kepala Sekolah, guru, pegawai TU hingga ke siswa) saja kini oleh Pmerintah diharuskan untuk melibatkan masyarakat. Inilah perubahan yang sangat baik dan menarik tahun ini.
Pembina bersama pelaksana upacara

Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) RI mengirimkan surat ke semua sekolah di seluruh penjuru Tanah Air agar sekolah dalam melaksanakan apel peringatan HUT RI melibatkan orang tua dan atau masyarakat. Melalui Surat Edaran Sekjen Kemdikbud nomor 90246/ A.AS/ TU/ 2019 tentang Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat pada Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 di Lingkungan Satuan Pendidikan mengingatkan sekolah agar mengajak masyarakat dalam peringatan HUT Kemerdekaan itu.

Beberapa sekolah yang melaksanakan peringatan HUT RI hari ini ternyata benar melibatkan orang tua atau masyarakat dalam Apel Bendera HUT RI di sekolah masing-masing. Di SD-IT Darul Mukmin, Karimun, misalnya Tanaikarimun.Com mencatat ternyata sekolah ini mengundang salah seorang purnawirawan tentara (AD) sebagai pembina upacara, yakni Pak Suhud. Tokoh masyarakat yang bertempat tinggal di samping sekolah itu diminta menjadi pembina oleh sekolah.

Pelaksanaan apel sendiri sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang sudah ditentukan, yakni pada pagi hari. Pelaksananya juga dari siswa dengan arahan para guru SD-IT Darul Mukmin. Inilah salah satu contoh sekolah yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan HUT RI di sekolahnya. Tentu sekolah-sekolah lain di tempat lain juga melibatkan orang tua atau masyarakat, sebagaimana petunjuk Surat Edaran tersebut.

Harapan yang tersirat dari perubahan ini tentu saja sebagai usaha sekolah untuk merapatkan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan antara sekolah dengan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin tentu saja akan menjadi modal utama dalam usaha mewujudkan visi-misi sekolah itu sendiri. Keberhasilan dan kemajuan sebuah sekolah, tidak akan terlepas dari kontribusi orang tua dan masyarakat pada sekolah itu sendiri. Itulah tujuan utama dilibatkannya masyarakat dalam pelaksanaan peringatan HUT RI di sekolah.***

SHARE THIS

Author:

M. Rasyid Nur Pensiunan Guru PNS (2017) dan Tetap, Mengabdi di Pendidikan

Facebook Comment

0 Comments: