Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

22 Sep 2022

Buat Penderita Diabetes, Ini Sayur dan Buah yang Sebaiknya Dimakan

Buat Penderita Diabetes, Ini Sayur dan Buah yang Sebaiknya Dimakan


MENGATUR pola makan dan makanan bagi sebagian orang yang kebetulan menderita penyakit tertentu memanglah penting. Dokter dan ahli kesehatan akan menganjurkan demikian. Misalnya diet dengan mengonsumsi sayur dan buah untuk penderita diabetes atau pradiabetes atau kondisi lain yang memengaruhi gula darah, itu sangatlah penting.

Menyimak tulisan berjudul "Ini Sayur dan Buah Efektif Menurunkan Gula Darah Yang Cocok untuk Penderita Diabetes" yang diposting Mas Ruhi pada laman hajinews.id hari Rabu (21/09/2022) kemarin membantu kita penderita mendapatkan informasi tentang beberapa sayur dan atau buah yang sebaiknya dimakan atau dikonsumsi. Sayur atau buah sebagaimana dimuat hajinews.id, itu sepenuhnya diulang posting di halaman ini. 

1. Okra;
Okra adalah adalah sumber yang kaya akan senyawa penurun gula darah, seperti polisakarida dan antioksidan flavonoid. Di Turki, biji okra telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengobati diabetes karena sifat penurun gula darahnya yang kuat. Rhamnogalakturonan, polisakarida utama dalam okra, telah diidentifikasi sebagai senyawa antidiabetes yang kuat.

Okra mengandung isoquercitrin flavonoid dan quercetin 3-O-gentiobioside, yang membantu mengurangi gula darah dengan menghambat enzim tertentu. Dan meskipun penelitian pada hewan menunjukkan okra memiliki sifat antidiabetes yang kuat, penelitian pada manusia diperlukan.

2. Pare; 
Sayuran yang memiliki rasa pahit ini mengandung senyawa yang berperan seperti insulin, sehingga bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan, pare membuat lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel, kemudian tubuh memprosesnya dan menyimpannya di hati, otot, dan lemak. Pare juga bisa mencegah tubuh Anda mengubah nutrisi yang disimpan menjadi glukosa dan melepaskannya ke dalam darah.

3. Labu dan Biji Labu; 
Berwarna cerah dan dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah pilihan tepat untuk pengaturan gula darah. Faktanya, labu digunakan sebagai obat diabetes tradisional di banyak negara, seperti Meksiko dan Iran. Labu kaya akan karbohidrat yang disebut polisakarida, yang telah dipelajari potensinya dalam mengatur gula darah. 

Perawatan dengan ekstrak dan bubuk labu telah terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada penelitian pada manusia dan hewan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana labu utuh, seperti saat dipanggang atau dikukus, bisa bermanfaat untuk menurunkan gula darah.

4. Brokoli; 
Makanan ini mengandung sulforaphane, yakni jenis isothiocyanate yang memiliki sifat penurun gula darah. Sulforaphane dihasilkan ketika brokoli dicincang atau dikunyah karena reaksi antara senyawa glukosinolat yang disebut glukoraphanin dan enzim myrosinase. Keduanya terkonsentrasi di brokoli.

Penelitian atas hewan dan manusia menunjukkan, ekstrak brokoli kaya sulforaphane memiliki efek antidiabetes yang kuat, membantu meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi gula darah dan penanda stres oksidatif.  Sementara kecambah brokoli adalah sumber glukosinolat terkonsentrasi seperti glukoraphanin, dan terbukti membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2 ketika diekstrak.

5. Kale; 
Kale sering digambarkan sebagai “makanan super”, dikemas dengan senyawa yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah, termasuk serat dan antioksidan flavonoid. Sebuah penelitian yang melibatkan 42 orang dewasa Jepang menunjukkan, mengonsumsi 7 atau 14 gram makanan yang mengandung kale dengan makanan berkarbohidrat tinggi secara signifikan menurunkan kadar gula darah setelah makan. Penelitian juga memperlihatkan, antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam kale, termasuk quercetin dan kaempferol, memiliki efek penurun gula darah dan sensitivitas insulin yang kuat.

6. Apel; 
Apel mengandung serat larut dan senyawa tanaman, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang semuanya bisa membantu mengurangi gula darah dan melindungi dari diabetes. Meskipun total konsumsi buah telah terbukti mengurangi risiko diabetes, makan buah-buahan tertentu, termasuk apel, mungkin sangat bermanfaat untuk menurunkan gula darah dan mengurangi risiko diabetes.

Sebuah studi yang mencakup data dari lebih dari 187.000 orang menemukan, asupan buah-buahan tertentu yang lebih tinggi, terutama blueberry, anggur, dan apel, dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang jauh lebih rendah.

Penelitian lain pada 18 wanita menunjukkan, makan apel 30 menit sebelum makan nasi secara signifikan mengurangi gula darah setelah makan, dibandingkan dengan makan nasi saja.
Meskipun banyak jeruk manis, penelitian memperlihatkan, buah ini bisa membantu mengurangi kadar gula darah.

7. Jeruk; 
Jeruk dianggap buah glikemik rendah karena tidak mempengaruhi gula darah sebanyak jenis buah lain, seperti semangka dan nanas. Buah jeruk, seperti jeruk dan jeruk bali, dikemas dengan serat serta mengandung senyawa tanaman seperti naringenin, polifenol yang memiliki sifat antidiabetes yang kuat. Makan jeruk utuh dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi HbA1c, dan melindungi terhadap perkembangan diabetes.

8. Alpukat; 
Selain lembut dan lezat, alpukat menawarkan manfaat yang signifikan untuk pengaturan gula darah. Buah ini kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral, dan menambahkannya ke makanan telah terbukti mengontrol kadar gula darah.

Sejumlah penelitian menemukan, alpukat dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan melindungi terhadap perkembangan sindrom metabolik, yang merupakan sekelompok kondisi, termasuk tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

9. Berry;
Sejumlah penelitian telah menghubungkan asupan berry dengan peningkatan kontrol gula darah. Buah ini sarat dengan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, dan pilihan yang sangat baik untuk orang-orang dengan masalah manajemen gula darah. Sebuah studi tahun 2019 menemukan, makan 2 cangkir (250 gram) raspberry merah dengan makanan tinggi karbohidrat secara signifikan mengurangi insulin pasca makan dan gula darah pada orang dewasa dengan pradiabetes, dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Selain raspberry, penelitian menunjukkan, stroberi, blueberry, dan blackberry dapat bermanfaat bagi manajemen gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan pembersihan glukosa dari darah.

10. Mangga;
Mengonsumsi mangga bisa memberikan manfaat untuk mengurangi kadar gula darah pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.  Selain itu, daun mangga juga memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mengurangi risiko diabetes, menurunkan berat badan, menurunkan kada gula dan darah, serta menurunkan kadar lemak dalam darah.

Boleh jadi, masih ada sayur atau buah lainnya yang juga bermanfaat untuk penderita yang sama. Namun hanya itu yang dimuat hajinews.id saat ini. Bagi kita ini penting, terutama yang kebetulan sudah atau sedang menderita penyakit diabetes.***

19 Sep 2022

Berbaju Kurung Melayu Tanda Cinta Ke Negeri Melayu

Berbaju Kurung Melayu Tanda Cinta Ke Negeri Melayu


PROVINSI Kepri akan memasuki usia ke-20 pada tahun 2022 ini. Sebagaimana lazimnya setiap tahun akan ada berbagai kegiatan. Baik Pemerintah Provinsi (Pemrov) maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota (Pemkab/ Pemko) juga akan melakukan kegiatan di daerah masing-masing sebagai bagian peringatan tersebut. Pemprov sendiri mengeluarkan Pedoman Peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) dimaksud.

Selain melaksanakan aneka kegiatan, setiap peringatan HUT Provinsi atau Kabupaten/ Kota, di Provinsi Kepri juga menjadi tradisi pula memakai pakaian khas daerah selama waktu tertentu. Itulah pakaian Melayu, Baju Kurung. Sebagai Negeri Melayu, menggunakan Baju Kurung Melayu pada hari jadinya adalah cara terbaik untuk membuktikan jati diri Melayu itu sendiri.

Mengacu surat Gubernur Kepri bernomor 003.1/2133/B.ADPIM-SET/2022 tanggal 09 September 2022 tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi ke-20 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022 maka setiap Pemkab/ Pemko akan mengikutinya dengan mengeluarkan semacam surat edaran atau bentuk lain untuk melaksanakan ketentuan yang sudah ditetapkan surat gubernur tersebut. 

Pemkab Karimun, misalnya mengeluarkan Surat Edaran bernomor 100/ TAPEM-SETDA/IX/2490/2022 tanggal 16 September 2022 yang ditujukan kepada pimpinan OPD, Instansi, Lembaga (Pemerintah/ Non Pemerintah), Rumah Sakit dan Perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun. Edaran itu berisi antara lain, agar seluruh pegawai atau karyawan di lembaga atau instansinya menggunakan baju kurung Melayu setiap hari pada jam kerja. Surat Edaran Pemkab Karimun meminta memakai baju kurung terhitung dari tanggal 19 s.d. 24 September 2022. Selain itu juga dianjurkan untuk memasang berbagai poster, baliho, spanduk atau yang sejenis dengan tujuan memperingati dan memerinahkan HUT ke-20 Provinsi Kepri.

Semoga saja edaran penggunaan Baju Kurung Melayu ini menambah cinta kita --sebagai anak jati diri Melayu yang bertempat tinggal di Negeri Melayu-- kepada pakaian daerah sendiri. Dengan itu pula semoga baju tradisi daerah ini tetap menjadi kekayaan bangsa kita di Negara yang berbilang suku dan tradisi ini.***
 

15 Sep 2022

Pemilu Tingkat RT Serasa Pemilukada Juga

Pemilu Tingkat RT Serasa Pemilukada Juga


INILAH salah satu pemilihan Ketua RT (Rukun Tetangga) yang cukup menarik. Penuh semangat dan kekompakan antar warga. Kesan hebat ada di sini. Sedari perencanaan dan persiapan kegiatan pemilihan ini sudah mencerminkan kebersamaan masyarakat yang kuat, khususnya di RT ini. Pak RT yang merupakan pimpinan paling ujung dan langsung di tengah-tengah masyarakat adalah pimpinan 'suka-rela' yang tidak semua orang suka menjabatnya.

Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih Ketua RT di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral yang dihelat pada Ahad (11/09/2022) lalu, itu menurut beberapa teman sangatlah mengesankan. Menurut saya juga begitu. Sekadar maklum Pemilu Ketua RT kali ini adalah Ketua RT 01 RW 07 Wonosari. Ketua RT harus dipilih karena Ketua RT 01 saat ini sudah menyatakan mengundurkan diri. 

Harus dimaklumi bahwa pengunduran dirinya bukan karena ada masalah. Sepenuhnya karena merasa sudah terlalu lama menjadi Ketua RT. "Saya sudah 20 tahun menjadi Ketua RT 01. Umur juga sudah 65 tahun. Harus sudah diregenerasi," katanya dalam satu rapat antar beberapa orang tokoh di RT 01 sepuluh hari sebelum Pemilu.

Sesuai hasil rapat Senin (29/08/2022) malam di rumah kediaman Pak Su, Ketua RT yang akan melepaskan jabatan, itu disepakati akan dilaksanakannya Pemilu untuk memilih Ketua RT pengganti dirinya.  Dan Pemilu ini dilaksanakan oleh satu panitia yang ditetapkan oleh Ketua RW (Rukun Warga). 

Setelah panitia mempersiapkan segala sesuatunya, dua orang kandidat calon Ketua RT pun sudah melalui proses seleksi oleh panitia, dilaksanakanlah Pemilu yang melibatkan 120-an penduduk yang berhak untuk memberikan suaranya. Segala persyaratan untuk dipilih dan memilih mengacu kepada ketentuan Pemilukada.

Setelah selesai mencoblos dan dilanjutkan penghitungan suara pemilih didapatkan suara oleh Calon Nomor Urut 1, Prayikto sebanyak 151. Sedangkan kandidat dengan Nomor Urut 2, Muhammad mendapatkan suara sebanyak 65 suara. Dengan demikian, Mas Prayikto yang lebih dikenal dengan sapaan Mas To ditetapkan sebagai pemenang.

Menurut Ketua Panitia Pemilu, Rudi, hasil Pemilu Ketua RT ini akan dilaporkan ke Kelurahan melalui Ketua RT yang sekarang. Jika tidak ada masalah, Mas To akan menjadi Ketua RT 01 Wonosari ke depannya. Semoga saja Wonosari semakin maju dan masyarakatnya tetap kompak.***

11 Sep 2022

Semangat Pagi

Semangat Pagi

Pagi dibuka dengan mengucapkan Assalamualaikum Wr Wb, semoga yang menjawab salam mendapatkan syafaat dan berkat yang sama. Berkah selalu diawali dengan menyingsing surya pagi, teriring doa untuk kebaikan kita bersama hari ini.

Biasakan diri kita untuk selalu instropeksi, karena terlalu banyak kesilapan. Jika kita tidak instropeksi diri khawatir kita lupa diri. Ingatkan diri untuk selalu merasa bersalah sehingga tidak menuduh salah sebelum mencari tahu apa yang salah. Biasakan diri selalu bersyukur, karena syukur membuat kita menjadi lebih mawas diri.

Diberi hormat belum tentu kita pantas menerimanya, mungkin saja itu godaan membuat kita menjadi leka. Memberi penghargaan bukan karena takut, karena takut hanya membuat diri kita menjadi lemah kepada yang salah.

Berikan kepercayaan kepada yang berhak, karena yang tahu hak akan memberikan kewajiban yang mutlak.

Sekian dulu salam pagi ini, semoga salam hari ini mengingatkan diri dan sesama semoga kita menjadi insan yang lebih berarti dalam menjalani kehidupan. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Mari jadikan hari Ahad (libur) sebagai hari keluarga karena Senin sampai Sabtu kita akan bertekuk dengan pekerjaan untuk mencari rezeki bagi kebahagian keluarga dan kepuasan batin kita, tentunya. Wassalam.***

 

 

 

9 Sep 2022

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan

Berbahagia itu Sederhana, Bukan Disederhanakan


BAHWA setiap orang, setiap kita ingin berbahagia, iya. Itu harapan lumrah. Normal. Berbahagia dalam makna memiliki perasaan senang dan tentram adalah dambaan semua orang. Tidak ada orang yang berharap sebaliknya, menderita, misalnya. 

Meskipun semua orang ingin berbahagia, konon tidak semua orang mengatakan kalau dirinya berbahagia. Ada saja yang menyatakan dirinya justeru menderita. Selalu merasakan ada masalah yang menyebabkan dirinya tidak merasa senang. Tidak merasakan tenang dan tentram. 

Membicarakan berbahagia atau sebaliknya mungkin saja sangat relatif bagi sebagian orang. Tidak mudah juga membedakan antara perasaan berbahagia atau sebaliknya. Apakah seseorang itu dinilai berbahagia oleh orang lain atau sebaliknya, tidaklah mudah. Berbahagia bagi seseorang, boleh jadi tidak atau belum berbahagia bagi lainnya.

Seorang ahli ibadah akan menyebut dirinya sudah berbahagia ketika dapat menjalankan dan melaksanakan perintah Ilahi dengan ikhlas dan dilengkapi dengan perasaan bersyukur atas apapun yang diberikan Allah. Begitu juga misalnya memiliki keluarga dan sahabat yang baik dan salih, dapat menghadiri pengajian-pengajian agama, mampu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan Allah. Itu semuanya dikatakan sebagai kriteria berbahagia dalam kehidupannya.

Bagi pencinta harta dan dunia, boleh jadi berbahagia itu adalah ketika mampu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai dikatakan sebagai orang kaya. Mampu juga memenuhi segala kebutuhan duniawinya tanpa alangan apapun. Ketika ingin memiliki pakaian, rumah, kendaraan dan lainnya, dia bisa memenuhinya dengan mudah. Ketika ingin keluar negeri atau kemana saja yang diinginkan, juga bisa dengan mudah. Dikatakan pula sebagai orang yang berbahagia.

Begitu banyak yang membicarakan kategori berbahagia, begitu banyak pula yang dikatakan sebagai persyaratan untuk dikatakan berbahagia. Di sisi lain dikatakan oleh para ahli dan orang-orang arif bahwa sesungguhnya berbahagia itu sederhana saja. Dikatakan bahwa tidak ada nikmat dan kebahagiaan yang lebih baik bagi orang yang beriman selain nikmat diberikan kemudahan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. 

Kalau begitu, kriteria berbahagia yang sederhana itu adalah ketika setiap hamba Allah menyadari keberadaan dirinya di sisi Allah dan dengan taat serta ikhlas dalam melaksaakan perintah-perintah Allah. Harta, pangkat, jabatan dan segala yang akan tinggal di dunia ini tidak menjadi alasan untuk menyebut berbahagia atau menderita. 

Karena kebahagian sejati ada dalam hati dan hanya bisa diraih dengan dekat kepada Allah, bukan pada harta, jabatan dan pangkat, maka sejatinya inilah yang harus dijadikan patokan untuk menyebut kita atau siapa saja berbahagia. Berbahagia itu sangat sederhana namun tidak tepat jika disederhanakan. Artinya ketaatan kepada Allah tidak tepat dienteng-entengkan.***

8 Sep 2022

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk

Pergi Umroh Bukan Pergi Wisata, Tidak Boleh Campur-Aduk


Catatan M. Rasyid Nur
MEMBACA berita berjudul Pemerintah Arab Saudi Menegaskan Pemegang Visa Turis Tidak Boleh Melaksanakan Haji yang diposting di laman hajinews.id pada Senin (05/09/2022) lalu menyiratkan informasi kalau selama ini para turis yang datang ke Arab Saudi menyempatkan dirinya untuk melaksanakan umroh atau haji. Sebaliknya, bisa juga para jamaah haji atau umroh 'nyambil' pergi berwisata laksanakan turis.

Sebagaimana diberitakan dalam tulisan yang diposting oleh Nenden, itu menjelaskan bahwa  Kerajaan Arab Saudi melarang pemegang visa turis untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah selama musim haji. Penegasan itu disampaikan Kementerian Pariwisata saat mengumumkan amandemen peraturan visa turis beberapa waktu lalu. Mengutip berita itu, "Kebijakan terkait visa turis yang baru diamandemen ini mengharuskan turis untuk mematuhi peraturan dan instruksi keamanan selama mereka tinggal di Kerajaan, termasuk membawa dokumen identitas setiap saat."

Sebagaimana dilansir oleh hajinews dari Saudi Gazette, dikatakan oleh Kementerian Pariwisata, pemegang residensi GCC dapat memasuki Kerajaan dengan visa e-turis dengan syarat, izin residensi atau tinggal tersebut harus berlaku setidaknya selama tiga bulan. Aturan ini juga berlaku untuk kerabat pemegang visa kelas satu yang datang bersamanya dan pekerja rumah tangga yang datang dengan sponsor mereka. Tetap tidak boleh melaksanakan haji dan umroh sesuai ketentuan itu. 

Menteri Pariwisata Saudi, Ahmed Al-Khateeb, dikatakan telah menandatangani perintah menteri. Hal ini akan membuat Arab Saudi lebih mudah diakses, karena aplikasi visa menjadi lebih cepat dan mudah. Namun demikian aturan bahwa visa turis tidak bisa melaksanakan haji adalah ketentuan yang akan mengikat semua orang.

Bagi kita, tulisan itu memberikan pesan bahwa antara berwisata (oleh turis) tidak dapat disambilkan dengan melakaakan haji. Keduanya juga tidak dapat dicampuradukkan. Jika ingin (niat) umrah atau haji, ya lakukanlah umroh atau haji. Jika ingin berwisata (menjadi turis) yang lakukanlah perjalnan wisata saja.***

6 Sep 2022

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas

Memahami Jam Tugas dan Jam Dinas


BAGI seorang pegawai, PNS (ASN) dan honorer (Non ASN) maupun pegawai Yayasan atau pekerja di sebuah perusahaan yang fungsi dan tugasnya sudah ditetapkan akan terikat dengan jam tugas atau jam kerjanya itu. Jam tugas atau jadwal tugas adalah daftar kegiatan yang diberikan kepada seseorang sesuai tugas dan fungsinya. Seorang guru, misalnya diberi jam mengajar sejumlah tetentu dan ditetapkan jadwal mengajarnya pada jam dan hari tertentu pula. Begitu juga profesi lainnya. Lazimnya mengacu kepada Undang-undang yang mengaturnya.

Sebagai seorang pegawai atau karyawan diwajibkan berada (hadir) di kantor atau lembaga yang memberinya tugas. Kehadiran seperti itu dikatakan sebagai jam dinas atau jam kehadiran di institusi. Ada pula jam tugas sesuai pekerjaan yang sudah ditetantukan. Seorang guru akan melaksanakan tuags mengajarnya sebagaimana tercantum dalam jadwal mengajar yang disusun dan ditetapkan sekolah. Itulah jam tugas.

Tentang jam dinas atau jam kehadiran di institusi juga ditetapkan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Lazimnya antara 37,5 - 40 jam (a 60 menit) per pekan. Sekurang-kurangnya selama jam itu seorang karyawan wajib berada di institusinya. Seorang guru, ada atau tidak ada jam tugas (mengajar) di dalam kelas tetap saja harus berada di sekolah selama jam itu. Inilah yang disebut sebagai jam dinas.

Sementara jam tugas bisa lebih sedikit dari pada jam dinas yang ditetapkan. Seorang guru yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dengan durasi selama 35-45 menit setiap jam pelajaran bisa saja tidak cukup selama 37,5-40 jam kumulasi jam mengajarnya. Namun, kekurangan itu tidak menjadi sebuah kesalahan bagi seorang guru selama dia masih tetap berada di sekolah selama jam dinasnya.

Sesungguhnya jam tugas bagi seorang guru tidak semata hanya mengajar atau membimbing di dalam kelas. Seorang guru dapat diperhitungkan jam tugas di luar kelas sebagai jam tugas yang diwajibkan kepadanya. Seorang guru yang mendapat tugas tambahan seperti Wakil Kepala Sekolah atau tugas lainnya yang masih berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru dapat saja tugas tambahan itu menjadi tugas yang diperhitungkan sebagai jam tugas atau jam mengajar bagi seorang guru.

Hal penting yang harus dipahami oleh kita --jika kita adalah pegawai-- adalah bahwa setiap pegawai atau karyawan sudah memahami bahwa jam dinas adalah jam wajib yang melekat pada diri seorang pegawai itu dan yang akan menjadi persyaratan dibayar atau tidak dibayarnya hak-haknya sebagai karyawan atau pegawai. Oleh karena itu seorang karyawan seperti guru, misalnya tidak cukup hanya berada di sekolah selama melaksanakan tugas mengajar saja. Jika pun tidak ada jam mengajar (jam tugas) tetap juga wajib berada di sekolah sekurang-kurangnya dalam alokasi waktu yang sudah ditentukan.***

31 Agu 2022

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas

Bekerja Cerdas Bekerja Keras Bekerja Ikhlas


JARGON dengan kalimat Bekerja Cerdas, Bekerja Keras dan Bekerja Ikhlas sudah sering didengungkan oleh banyak pihak. Baik perorangan maupun kelompok. Kalimat ini dipakai seperti ucapan mantera. Seolah dapat menyihir pendengarnya. Sepasang calon Kepala Daerah di satu daerah, misalnya menjadikan jargon ini sebagai penguat visi-misinya. Bahkan sampai terpilih dan melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Daerah, jargon ini terus dipergunakan. Baguslah, tentunya.

Sesungguhnya bagi kita jargon yang berisi ajakan untuk bekerja dengan cerdas, bekerja lebih keras penuh semangat dan bekerja dengan sandaran ikhlas, itu sangatlah penting. Jika kombinasi ketiganya dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sempurnalah strategi kita dalam mengemban amanah kehidupan. Bukankah Tuhan menciptakan kita sepenuhnya untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya? Artinya bekerja, bekerja dan bekerja tanpa menyimpang dari arahan-Nya. Pekerjaan yang dinaungi aturannya. Itulah ibadah.

Ada satu kalimat mutiara yang maknanya disadur dari makna kitab suci berbunyi, 'Tidak ada orang yang aman tanpa iman dan tidak ada orang yang mulia tanpa takwa'. Kalimat itu sekaligus memantik semangat kita untuk beriman dan terus meningkatkannya sekaligus bertakwa kepada-Nya untuk dapat meraih derajat mulia.  Caranya tidak ada yang lain kecuali menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itu artinya bekerja dengan tujuan beribadah.

Bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja ikhlas dikaitkan dengan perolehan rezeki dari Allah, pada hakikatnya tergantung kepada kepatuhan kita kepada perintah Allah itu sendiri. Mengutip firman-Nya di surah Al-Ankabut ayat 17 yang berbunyi, “Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan,” serta firmannya di surah Al-Jumuah ayat 10 yang berbunyi, “Maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung,” nyata kedua perintah itu menyuruh hamba-Nya untuk berbuat, bergerak dan bekerja dalam usaha mendapatkan rezeki. Kita tahu sekaligus diingatkan bahwa perbuatan seperti adalah bentuk beribadah kepada-Nya.

Karena perintah untuk bekerja itu datang langsung dari Zat Maha Berkuasa, Allah Swt maka bagi kita (baca: muslim) tidak ada pemahaman lain kecuali harus bekerja dengan penuh semangat, mengikuti ketentuan dan strategi yang jitu serta dilengkapi dengan sikap legowo alias ikhlas dalam usaha kita mencari rezeki. Bersemangat artinya bekerja sepenuh hati. Cerdas artinya mengikuti ketentuan untuk kemudahan dalam bekerja. Terakhir, ikhlas atau menerima hasil apapun dengan baik tanpa harus menyalahkan siapapun.

Tentang pentingnya bekerja dan bekerja penuh semangat, bisa juga memgingat kembali sebuah pesan dari salah sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar yang mengatakan, “Janganlah salah seorang di antara kalian hanya duduk tak mencari rizki seraya berkata Wahai Allah berilah aku rizki. Sedangkan telah kalian ketahui, langit tidak menurunkan hujan emas maupun hujan perak.” Nyata sekali bagaimana seharusnya sikap kita dalam usaha mencari rezeki. Keyakinan bahwa mencari rezeki juga sebuah ibadah mulia maka tidak ada alasan apapun yang dapat menghalangi kita untuk melakukannya. jargon bekerja cerdas, bersamangat dan ikhlas itu adalah cara terbaik untuk mendatangkan semangat kita. Semoga!***

13 Agu 2022

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift,  Maryam Masuk Islam

Kisah Inspiratif: Hidayah di Lift, Maryam Masuk Islam

Foto Hajinews.id

KISAH ini inspiratif sekali. Seorang wanita yang dikatakan sangat cantik. Orang Amerika. kaya. Seorang milliarder. Perusahaannya besar dengan ribuan pekerja. Singkat cerita dikatakan dia penasaran terhadap seorang lelaki di ruang lift yang tidak melihat dia selama di ruang sempit itu. Padahal dia merasa cantik dan kaya itu tadi.

Tulisan berjudul Merasa Cantik, Milyader Amerika Masuk Islam Karena Tidak Dipandang Orang Islam Di Lift dan dimuat di laman hajinews.id pada Jumat (12/08/2022) oleh Sitha membuat saya ingin mengulang tulis untuk diposting kembali. Sebelumnya saya ikut penasaran karena nama pemuda itu saya belum terbaca dan nama asli wanita itu juga tidak disebut. Hanya disebut dengan sebutan "Maryam' begitu. Lalu saya coba brousing mencari di artikel lain. Ternyata sama. Tulisan dengan judul yang sama dimuat di banyak laman.

Kita sepakat kalau Allah Swt sudah berkehendak maka tidak ada satupun yang bisa menghentikannya, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya. Termasuk dalam hal datangnya hidayah kepada seseorang. Disebutalah yang dialami miliarder cantik Amerika ini, dia menjadi mualaf seusai betemu pemuda Muslim asal Maroko yang sangat menjaga pandangannya. Dikatakan, pemuda itu tidak ingin menatap si cantik yang kaya-raya.

Si wanita yang disebut saja namanya Maryam, itu merasa heran, ada pria yang tidak ingin melihatnya. Apalagi, mereka bertemu di lift, ruangan yang cukup sempit kala itu. Dikisahkan, miliarder cantik Amerika ini memasuki lift di kantor pusat perdagangan dunia. Mulanya ada banyak orang yang berdiri di dalamnya. Namun satu per satu keluar, meninggalkan dirinya dengan seorang pemuda asal Maroko.

Menurut wanita itu, aneh saja, meski tinggal berdua, pemuda Maroko itu tetap menundukkan kepala dan enggan menatapnya. Dan karena merasa penasaran, wanita cantik ini pun menanyakan alasannya secara langsung. “Kenapa kau tidak melihatku? Bukankah aku ini cantik? Lihatlah aku! Aku ini gadis yang cantik.” Kutipan ini persis seperti diposting tulisan di laman hajinews.id dan beberapa laman lainnya.

Pemuda Maroko itu akhirnya menjelaskan bahwa agamanya mengajarkan untuk tidak melihat lawan jenis, karena ditakutkan timbul syahwat. Sang wanita pun penasaran dengan agama pria itu, lalu bertanya kembali mengenai ajaran Islam.

Dikatakan, Maryam merasa takjub dengan kesopanan dan kesantunan sang pemuda. Ia pun meminta pria tersebut menikahinya dan berjanji akan memberikan seluruh harta warisan yang berupa perusahaan besar dengan ribuan pekerja. Tapi tidak disangka, pemuda Maroko itu justru menolak permintaan dan tawaran kekayaannya. Rupanya itu semua demi agama yang dianutnya.

“Tidak, aku tidak menerimanya. Karena kamu bukan orang Islam dan agamaku melarangnya,” ujar pria tersebut.

Tidak gentar, wanita itu menjawab dirinya akan masuk Islam agar pria tersebut menikahinya. Ia pun meminta penjelasan terkait langkah yang harus dilakukan agar bisa masuk Islam. Lalu pemuda Maroko itu meminta si wanita membersihkan diri dan pergi menuju Islamic Center yang berada di Brooklyn, New York, untuk mengucap dua kalimat syahadat. Tanpa pikir panjang, Maryam langsung mengikuti instruksi pemuda tersebut.

Setibanya di sana, gadis tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu juga imam masjid melangsungkan akad nikah si gadis dengan pemuda Maroko yang ditemuinya di lift. Menepati janjinya, seluruh harta sang wanita pun kini diberikan kepada pemuda yang telah menjadi suaminya itu. 

Jika kita penasaran siapa sebenarnya wanita dan pria itu? Sampai tulisan ini saya posting, saya masih mencoba mencari profile keduanya. Kalau kita menemukan, datanya lebih lengkap, maka kisah ini akan semakin menginspirasi hidup kita.***

11 Agu 2022

Penting untuk Tetap Membaca agar Merugi Tidak Menimpa

Penting untuk Tetap Membaca agar Merugi Tidak Menimpa


KECENDERUNGAN orang, khususnya anak-didik kita di sekolah untuk lebih suka mendengar berbanding membaca sudah diketahui bersama. Orang lebih suka mendengar saja dari pada membaca untuk mengetahui sesuatu, misalnya.  begitulah adanya. Hasil penelitian para pakar juga menyimpulkan begitu. Secara umum bangsa kita adalah bangsa yang lebih suka mendengar atau menyimak dari pada membaca atau meneliti untuk mendapatkan informasi.

Seperti dilansir beberapa media, dikatakan kalau bangsa kita memang lebih suka mendengar dari pada membaca. Mari coba kita ambil beberapa diantara informasi itu. Simak, misalnya tulisan berjudul 'Orang Indonesia Lebih Suka Mendengar dan Ngobrol daripada Membaca' (republika.id, 2015) atau tulisan lainnya, 'Masyarakat Lebih Suka Nonton daripada Baca Buku, Apa Sebabnya' (jurnalkampus.ulm.ac.id, 2021), menunjukkan kepada kecenderuangan orang kita untuk lebih suka mendengar dari pada membaca.

Jika pernyataan itu ingin dibuktikan sendiri, coba saja ditanya kelompok kita. Katakanlah kita mempunyai kelompok atau grup, misalnya. Jika disuruh memilih, lebih suka yang mana, 1) sebuah informasi dibacakan; atau 2) sebuah informasi dibaca sendiri-sendiri. Jawabannya sudah dapat diduga, orang ramai yang kita tanya akan menjawab, bacakan saja. Apapun alasannya. Kalau ada yang ingin membaca sendiri, dpaat juga diduga jumlahnya tidak akan lebih banyak dari pada yang ingin dibacakan saja.

Kalau begitu masihkah perlu membaca? Masihkah perlu diajarkan membaca? Justeru perlu. Kita harus tetap membaca. Harus tetap belajar membaca. Harus tetap diajarkan membaca. Apapun caranya. Jika kita bukan guru yang bisa mengajarkan membaca, maka kita akan meminta bantu kepada guru untuk anak-anak kita yang belum bisa membaca. Jika kita adalah guru, boleh jadi kita akan mengajarkan membaca kepada anak-anak kita selain mengajar anak-anak orang lain yang menjadi siswa kita.

Memang tidak ringan menjadi guru. Tidak mudah menjadi guru. Apalagi jika dikaitkan dengan tanggung jawab guru untuk membudayakan kebiasaan membaca. Ini sangatlah berat. Mengapa? Karena membudayakan membaca kepada orang lain otomatis akan berimplikasi kepada kebiasaan guru itu sendiri terkait membaca. Apakah kita sebagai guru sudah memiliki budaya baca yang mumpuni?  Atau masih belum? Inilah masalahnya.

Kita tahu betul bahwa membina minta baca itu memang tidak ringan. Memahaminya saja tidak mudah. Dalam buku Pedoman Pembinaan Minat Baca Perpustakaan Nasional RI tahun 2002, misalnya dijelaskan, bahwa pembinaan minat baca itu adalah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat dengan cara memperbanyak dan menyebarluaskan secara merata jenis-jenis koleksi yang dipandang dapat meningkatkan minat baca. Cukup rumit. Memahaminya saja lumayan berkedut kening. Untuk melaksanakannya perlu kerja keras dan strategi, tentunya.

Kebiasaan kita yang selalu kita praktikkan di sekolah, antara lain, di satu sisi, di sekolah dibiasakan membaca setiap pagi (sebelum mulai pelajaran) atau dalam pelajaran tertentu di luar pelajaran Bahasa dan Sastra. Dalam kegiatan Pembinaan Akhlak, misalnya yang dilaksanakan 5-10 menit setiap pagi, bisa diisi dengan pembinaan membaca sekaligus. Bisa juga dalam kegiatan lainnya. Dan sisi lain perpusatakaan hendaklah selalu pula memperbaharui koleksi buku-buku yang ada di perpusatakaan. Apapun caranya. Apakah dengan menganggarkannya dalam RKAS sekolah untuk membeli buku-buku baru, atau bisa juga dengan membuka kesempatan guru atau siswa menyumbangkan buku-buku baru. Apa saja bisa.

Kesepakatan kita adalah bahwa membaca itu memang penting. Tidak boleh ada alasan untuk membuat kita tidak mau membaca. Seribu-satu cara dapat dilakukan dalam ikhtiar agar kita membaca. Satu pesan guru-guru kita adalah, jangan sampai waktu berjalan percuma karena itu dapat merugikan kita. Jangan sampai merugi menimpa kita kaena akan membuat diri celaka. Nauzubillah.***

8 Agu 2022

Timbal Balik Kebaikan karena Kesadaran

Timbal Balik Kebaikan karena Kesadaran


"APABILA kepadamu diberi kebaikan, maka balaslah kebaikan itu lebih baik dari pada yang diberikan; atau setidak-tidaknya sama dengan kebaikan yang diterima itu." Pernyataan itu dikutip dari makna ayat yang ada dalam alquran. Seumpama seseorang mengucapkan salam, misalnya, balaslah salam itu lebih baik (banyak) dari pada salam yang diterima. Itulah intinya. Insyaallah pemahaman ayat itu sudah selalu diterapkan. Tidak hanya saat menerima salam. Bahkan menerima dalam bentuk materi pun sering orang membalasnya dengan lebih baik atau sekurang-kurangnya sama dengan pemberian yang dia terima.

Tidak berlaku anjuran itu untuk sebaliknya. Jika yang diterima adalah keburukan atau sesuatu yang menyakitkan, tidak dianjurkan untuk dibalas sama atau lebih banyak dari pada yang diterima. Untuk keadaan seperti ini, ada pula satu pernyataan yang pantas diikuti. Kalimat yang sudah menjadi kata indah atau kata mutiara, itu berbunyi, "Ketika kamu merasa sangat terluka atas sikap orang lain, maka berdoalah kepada Allah agar kamu tidak berbuat seperti apa yang telah dilakukannya." Jadi, tidak dianjurkan untuk membalasnya lebih kuat atau bahkan dengan ukuran yang sama sekalipun.

Tentu tidak mudah menerapkan kedua pernyatraan itu. Bisa saja mudah menyebutnya, tapi belum tentu mudah menerapkannya. Fakta dalam hidup kita masih ada diantara kita yang mendapatkan kebaikan tapi tidak membalasnya dengan kebaikan juga. Kenyataan ini tidak hanya dalam hubungan antara kita sesama kita, lebih-lebih dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Mari kita lihat kebaikan Allah kepada kita sebagai hamba-Nya. Semua kebutuhan kita dipenuhi meskipun tidak semua harapan kita diberi. Kita butuh oksigen untuk bernafas agar hidup dengan baik, kita sudah menerimanya selamanya. Tidak pernah kita beli seperti membeli oksigen di Rumah Sakit, misalnya. Kita menanam tanaman untuk mendapatkan hasil (buah) misalnya, kitapun mendapatkannya. Dan banyak lagi, lainnya. Apakah kita sudah membalas pemberian itu dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya? Dapat dipastikan, masih ada yang tidak membalasnya dalam bentuk seperti itu. 

Dalam hubungan sesama manusia juga dapat ditemukan fakta bahwa pemberian yang diterima terkadang lupa kita membalasnya lagi sebagaimana apa yang diterima. Sekurang-kurangnya melakukan tindakan yang dapat berarti memberikan balasan terhadap apa yang kita terima, misalnya. Pertolongan yang sering kita terima dari orang lain, sudahkah kita membalas pertolongan itu? Boleh jadi masih ada atau memang ada diantara kita yang seolah melupakan pertolongan itu.

Tentu saja bagi kita yang menolong, tidak pada tempatnya berharap ditolong kembali. Sesungguhnya anjuran yang diinginkan adalah kesadaran dari kita sebagai penerima pertolongan atau kebaikan itu sendiri untuk membalasnya. Bukan dari sisi pemberi. Allah memberi kita segalanya, tapi Dia tidak akan pernah berharap kita membalasnya. Kita melakukan kebaikan semata atas kesadran kita. Bukan karena permintaan Allah itu. Begitu juga ketika kita menerima dalam hubungan sesama kita, bukanlah karena diminta oleh pemberi baru memberi. Tapi karena kesadaran kita yang menerima bahwa kita sebaiknya memberi juga kebaikan itu sebagaimana kita menerimanya kepada si pemberi. Saya kira begitu.***
(Catatan M. Rasyid Nur)

29 Jul 2022

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*

(Materi Tausiah) Alquran Sebagai Pedoman Hidup*


Asalamualaikum ww, 

Hadirin, jamaah masjid Agung, pendengar setia, mitra Azam FM dan Radio Pemkab Canggai Putri;

SORE ini kita membicarakan topik "Alquran Sebagai Pedoman Hidup" sebagaimana ditentukan panitia Semarak Ramadhan Msjid Agung Kab. Karimun tahun ini.  

Kitab suci kita ini diturunkan pada bulan Ramadhan (Albaqarah: 185). Tentang kapan persisnya, tanggal berapa, tahun berapa memang terdapat beberapa pendapat. Kebanyakan ulama meyakini diturunkan setelah pertengahan Ramadhan. Kitapun kebanyakan memperingati Nuzul Quran pada 17 Ramadhan. Setelah melewati proses yang panjang, dari alquran yang lebih banyak hafalan dan catatan yang berserakan, akhirnya kini terkumpul menjadi satu Kitab Mulia (114 surah dengan 30 juz).

Alquran adalah pedoman utama umat Islam selain hadits. Sabda Nabi, "Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu sama sekali tidak akan sesat selamanya jika berpegang kepada keduanya. (Itulah) kitab Allah (alquran) dan sunnah rasul-Nya (hadits)." Alquran adalah firman langsung dari Allah. Menurut catatan sejarah, turunnya berangsur sejak wahyu pertama hingga terakhir selama kl 23 tahun (22 tahun, 2 bulan dan 22 hari), sejak usia 40 tahun hingga dia wafat (63 tahun).

Alquran juga adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad sebagai bukti kerasulannya sekaligus kitab terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia. Kita mengenal Taurat, Zabur dan Injil baru alquran.

Alquran, sebagaimana banyak ayat menerangkannya, bisa dilihat dari tiga fungsi pokoknya, 1) Sebagai Petunjuk Umat Manusia (Albaqarah: 185/ Al-A'raf: 52); 2) Sebagai Sumber Pokok Ajaran Islam(An-Nisa: 105); 3) Pengajaran Bagi Manusia (Yunus: 57).

Posisi dan Fungsi Alquran  

1) Al-Huda (petunjuk) 1) bagi manusia secara umum untuk beriman dan bertakwa;
2) Alfurqoan (pemisah) antara yang hak dan yang batil;
3) Assyifa (obat) bagi manusia;
4) Al-Mau'izhoh (Nasihat).

Pesan-pesan alquran banyak, misalnya,
1) Disiplin (solat wajib di waktu yang ditentukan/ puasa sesuai waktu);
2) Istiqomah/ konsisten dalam segala hal;
3) Mengajak diri dan orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan keburukan.

Alquran ada 114 surah yang dirangkum kedalam 30 juz. Kita (muslim) yakini ia sebagai firman (pernyataan) Allah yang turun secara berangsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari (kl 23 tahun). Diyakini pula turun pertamanya pada 17 Ramadhan saat usia Nabi 40 tahun. Alquran dihormati sebagai satu mukjizat kepada Muhammad sebagai bukti kenabiannya. Kata alquran sendiri disebut sampai 70 kali di dalam alquran.

Intinya Al-Qur'an memberikan petunjuk agar umat manusia dapat terus berjalan di jalan yang lurus. Manusia harus hidup dengan baik dan benar (jalan yang lurus) itu. Al-Qur'an menjelaskan, mana yang salah dan mana yang benar, serta peringatan-peringatan agar terus mempertahankan iman membina takwa semata kepada Allah. 

Fungsi Al-Qur'an lainnya adalah untuk menjelaskan kepribadian manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya yang ada di bumi. Manusia adalah makhluk yang dibekali akal, bisa membedakan baik dan buruk, dan membuatnya berbeda dengan binatang yang sama-sama ciptaan Allah. Alquran juga sebagai kitab penyempurna kitab-kitab yang sebelumnya sudah diturunkan Allah kepada rasul-Nya terdahulu.

Sebelum Al-Qur'an, ada beberapa kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi, seperti Injil, Taurat, dan Zabur. Kitab-kitab Allah sebelumnya, ditujukan hanya pada umat pada zaman tersebut saja, berbeda dengan Al-Qur'an yang digunakan sampai akhir zaman. Karena itu alquran juga menjelaskan masalah yang pernah diperselisihkan umat sebelumnya. Terdapat juga cerita-cerita dari masa lalu yang kemudian, berdasarkan kisah umat terdahulu itu manusia sekarang dapat belajar dan memperlajarinya. Sesungguhnya isi kandungan alquran teramat sempurna dan tidak mampu manusia menjelaskan secara sempurna.***

*Disarikan dari berbagai sumber

26 Jul 2022

Imam dan Takmir Masjid akan Mendapat Honor?

Imam dan Takmir Masjid akan Mendapat Honor?


PERANGKAT masjid seperti Pengurus atau Takmir Masjid dan Imam adalah mutlak adanya untuk keberadaan sebuah masjid. Keberadaan Takmir Masjid sebagai orang-orang yang mengendalikan dan mengelola masjid akan menentukan hidup-mati atau maju-mundurnya sebuah masjid. Sementara Imam Masjid menjadi hal penting berkaitan peranan masjid sebagai sebuah rumah ibadah. Solat yang dilaksanakan di masjid berkaitan langsung dengan imam. 

Jika ada info bahwa Kemenag (Kementerian Agama) akan menyusun ketentuan perihal pembayaran honor Imam dan Takmir Masjid tentu saja itu berita bagus bagi pengelolaan sebuah masjid. Seperti berita yang diposting Sitha di laman hajinews.id hari Senin (25/07/2022) kemarin dalam judul tulisan Kemenag Susun Aturan Honor Imam dan Takmir dari Negara dan Kas Masjid menjelaskan kepada kita kalau Kemenag mulai memperhatikan kesejahteraan pengurus masjid. Benarkah begitu?

Menyitir berita itu dikatakan, setidak-tidaknya ada tiga sumber pembiayaan untuk honor imam dan takmir masjid yang tengah disusun. Ketiganya adalah dari keuangan negara (APBN dan APBD) serta pendapatan kas bulanan masjid itu sendiri. Hanya saja, dikatakan bahwa pendapatan kas bulanan menjadi pertimbangan utama untuk pemberian honor. Pertanyaannya, akan cukupkah uang infak-sedekah masyarakat itu untuk membayar honor imam dan pengurus jika akhirnya Kemenag berharap pembayaran honor itu semata dari keuangan masjid?

Benar apa yang dikatakan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Pak Adib yang mengatakan bahwa langkah ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan imam dan takmir masjid. Mengutip tulisan itu, “Kami di Kementerian Agama sedang menyusun standardisasi honorarium kemasjidan. Hal ini merupakan upaya untuk menyejahterakan imam tetap dan takmir di masjid-masjid.” Lagi-lagi kita akan bertanya, kecuali Pemerintah menganggarkan dari APBD atau APBN apakah uang kas masjid yang tidak selalu cukup untuk biaya lampu, kebersihan dan penjaga masjid akan cukup membayar honor imam dan takmir masjid secara rutin?

Memamng wajar dan sudah pada tempatnya jika Kemenag memikirkan upaya peningkatan kesejahteraan imam dan takmir masjid. Selama ini, mereka adalah mitra Kemenag untuk membangun masyarakat yang saleh dan moderat, serta menjaga kerukunan umat beragama. Dan jika imam atau khotib diberi sekadar uang transport selama ini tentu saja itu belum memadai. Kini Kemenag memikirkan upaya peningkatan kesejahteraan itu. Sekali lagi, itu sangatlah tepat. Tapi ujung-ujungnya niat ini nantinya akan terbentur pada tidak atau belum adanya anggaran itu sendiri. Jadi, informasi itu akan menjadi pemanis berita saja.

Dikatakan, "Standardisasi honorarium kemasjidan ini juga diharapkan dapat mendorong profesionalisme pengelolaan masjid. Melalui penyusunan standardisasi honorarium kemasjidan ini, kami berharap imam tetap dan takmir masjid fokus pada tugasnya masing-masing. Apalagi kebutuhan imam tetap masjid di Indonesia semakin hari semakin tinggi.” Tidak ada yang salah dari berita itu. Hanya saja, akankah penyusunan rencana pembayaran akan terwujud atau baru sekadar wacana saja, sejarah juga yang akan membuktikannya nanti.

Sebagai masyarakat dan jamaah masjid, kita tentu saja sangat berharap kiranya imam dan pengurus masjid yang full mengurus masjid, itu mendapatkan honor dari tenaga dan pikiran yang diberikannya untuk mengurus masjid. Jika kelak imam dan takmir masjid itu menajdi sebuah profesi dan orang-orang yang berkompeten bisa sepenuhnya bekerja untuk mengurus dan engelola masjid, tentulah itu sangat baik. Kita menunggu realisasinya.***

22 Jul 2022

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara

Ber-MTQ Tidak Semata Mengejar Juara


SINYALEMEN yang beredar di arena MTQ (Musabaqah Tilawatir Quran) ke-9 Porvinsi Kepri sejak dibuka Gubernur Kepri, Ansar Ahmad hari Kamis (14/07/2022) malam hingga hari ketiga bahkan hingga hari terakhir adalah isu adanya oknum-oknum tertentu yang berusaha mencari kemenangan dengan cara tidak baik. Pelaksanaan MTQ yang tidak memuaskan beberapa pihak di satu sisi, dan terjadinya penyusunan jadwal Dewan Hakim (DH) yang tidak proporsional di sisi lain adalah penyebab sinyalemen itu muncul,

Ketika jadwal tugs DH dishare grup DH malam menjelang pembukaan esok harinya, berbagai spekulasi beredar. Pertama, mengapa DH dari daerah tertentu terlalu banyak jumlah personelnya berbanding daerah lainnya. Kedua, ada jadwal DH untuk bidang tertentu diisi oleh orang yang diduga akan berpihak dalam memberikan penilaian. Dari tiga orang DH yang diberi amanah kesemuanya diduga dari satu daerah atau paling tidak akan berpihak kepada satu daerah tertentu. Fakta itu sempat dipertanyakan oleh pengawas DH yang menduga kemungkinan setting 'buruk' itu. Tapi nyatanaya sampai pelaksanaan di lapangan jadwal itu tetap dilaksanakan.

Lalu ketika pengumuman pemenang yang akan berlaga di final disampaikan panitia, ternyata ada peserta yang menurut penonton dan pendengar atau ofisial lebih baik penampilannya malah tidak masuk ke babak final. Sementara tiga orang yang masuk ke final, dua diantaranya dinilai oleh penonton lebih jelek penampilannya dari pada peserta yang tidak masuk final. Maka sinyalemen awal itu seolah terbukti. Dan ada banyak info-info yang nuncul selama berlangsungnya MTQ.

Sesungguhnya lomba membaca dan memahami alquran sejatinya tidak semata mengejar juara saja. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam MTQ memahami bahwa mengamalkan nilai-nilai alquran itu lebih penting dari pada kejuarannya. Itu berarti kejujuran dan tanggung jawab kepada Tuhan jauh lebih penting dari pada juara itu sendiri.***