Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan

28 Agu 2022

Sahabat Kita itu Telah Pergi

Sahabat Kita itu Telah Pergi

SEPEKAN menjelang Ahad (28/08/2022) ini teman-teman sempat membezuknya. Ke rumah kediamannya, Gg. Awang Noor, Baran Barat, Kecamatan Meral atau ke RSUD Muhammad Sani tempat dia dirawat. Kata teman-teman yang berkunjung ke sana, Pak Hur memang sudah sangat sepuh kelihatannya. Badannya tampak kurus sekali. Pak Hurnaini adalah teman kami saat dulu pernah di SMA Negeri 2 Karimun. 

2 Jul 2022

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Foto Humas MenPAN RB/ CNB

Catatan M. Rasyid Nur
SIANG Jumat (01/07/2022) itu saya buka televisi. Beberapa hari ini saya suka menyaksikan layar kaca waktu siang hingga petang karena tengah berlangsungnya even Malaysia Terbuka Bulutangkis (badminton). Secara kebetulan salah satu chanel menyiarkan berita (breeking news) perihal kepergian Pak Cahyo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB). Saya menyimak sejenak. Lalu membuka berita-berita online untuk konparasi. Dari banyak informasi itu, sebagai mantan PNS (kini ANS) saya ingin menyampaikan rasa duka dan berdoa untuk kepergian belyau itu. Dia adalah menteri kita.

Pak Cahyo Kumolo, sebagai seorang politikus senior dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) hampir semua kita mengenalnya. Bukan hanya ASN bahkan rakyat biasa sangat familiar dengan wajahnya. Paling tidak foto-fotonya selalu ada di media. Jumat (01/07/2022) bertepatan 1 Zulhijjah 1443, itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi wafat dan pergi untuk selama-lamanya. Menurut berita, persisnya pukul 11.10 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Tentu saja kita terkejut dan merasa kehilangan.

Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif sejak dua pekan terakhir. Begitu beredar berita di banyak media (online dan televisi) saat itu. Pak Cahyo meninggalkan seorang isteri, Erni Guntari, serta tiga anak, yaitu Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana, dan Arjuna Cakra Candrasa. Juga meninggalkan kita semua yang Allah masih beri usia (hidup) hingga saat ini.

Sebelum menjabat sebagai Men-PANRB, Pak Tjahjo juga seorang menteri. Dia menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019. Belyau lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 1 Desember 1957.  Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (1985), itu lebih kita kenal sebgai seorang politikus ulung.
Mengutip beberapa sumber, Pak Cahyo berkiprah di dunia politik sejak tahun 1987. Saat itu dia menjadi anggota Golkar. Perannya di Golkar di era Orde Baru sangatlah mentereng. Sebagai organisasi (golongan) yang memiliki perwakilan di DPR RI Cahyo pernah menjadi anggota DPR RI, persisnya menjadi anggota Komisi III DPR fraksi Golkar (1987-1992 dan 1992-1997). Pernah juga menjabat sebagai Penghubung Komisi-Komisi non-GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golkar.

Selain itu, saat masih menjadi anggota Golkar, Tjahjo pernah menjadi Anggota Pansus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golkar (1987). Belakangan, tepatnya selepas reformasi (1998) dia berpindah perahu. Bergabung dengan PDIP yang dipimpin Ibu Megawati. Namanya semakin berkibar di partai 'banteng moncong putih' ini. Dia terpilih menjadi anggota DPR dari PDI-P (1999-2002) dan saat itu dia menjadi Wakil Sekretaris Fraksi. Pada periode 2004-2010 Pak Cahyo juga juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP. Pokoknya kiprah politik Pak Cahyo terus menanjak. Apalagi dia dipercaya menjadi salah satu Ketua DPP periode 2005-2010.

Sejarah sudah mencatat, puncak karier politiknya adalah saat diberi amanah sebagai Sekjen partai pada tahun 2010. Pak Cahyo terus bersama pusaran politik Tanah Air. Dan di era Presiden Jokowi yang mendapat mandat dua periode, Pak Cahyo pun mencatatkan namanya sebagai politikus dan negarawan yang memberikan segala kemampuannya untuk bangsa dan negara ini. Dia menghabiskan usianya untuk negara. Sampailah akhirnya, ajal itu datang dan dia masih dalam mengemban tugas negara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Satu tugas yang begitu berat dan penting. Selamat jalan, Pak Cahyo. Semoga Allah menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.***
Dari berbagai sumber

20 Feb 2022

Ibunda Wakil Bupati Karimun Berpulang Kerohmatullah

Ibunda Wakil Bupati Karimun Berpulang Kerohmatullah


AHAD (20/02/2022) ini adalah hari berduka bagi Wakil Bupati Karimun, Pak H. Anwar Hasyim dan keluarga besarnya. Ibunda belyau, Ibu atau Nek Zauyah binti H. Ahmad berpulang kerohmatullah pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di rumah duka, Jalan Ahmad Yani, samping Masjid Aljihad, Baran, Meral, Karimun. Dia meninggalkan keluarga besrnya dalam usia 95 tahun dengan tenang.

Dua orang dari adik-beradik Pak Wabup sangat familiar dengan warga Kabupaten Karimun, bahkan di Provinsi Kepri. Selain Pak Anwar Hasyim sendiri yang saat ini adalah Wakil Bupati Karimun (mantan guru dan pejabat karier juga), ada adik kandungnya, Pak Bakri Hasyim yang adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Pak Bakri juga berkarier dari guru hingga di Dinas Pendidikan, itu dalam waktu cukup lama. Tidak hanya guru dan siswa yang mengenalnya tapi juga orang tua siswa dan masyarakat umum sangat mengenal Pak Bakri dan Pak Anwar. Kedua tokoh ini adalah sosok yang dikenal oleh siapa saja.



Dari informasi yang disampaikan oleh Bambang, salah seorang keluarga pada saat menyampaikan pidato pengantar duka, saat janazah akan dibawa ke Masjid Al-Jihad sore menjelang solat Asar, Bambang Winarso menerangkan kalau Nek (Tok) Zauyah selain meninggalkan anak-anaknya yang sudah sukses, juga meninggalkan belasan cucu dan puluhan cicit. Dijelaskan oleh Bambang, Nek Zauyah mempunyai 6 orang anak, 14 orang cucu dan 28 orang cicit. 

Sebagai seorang yang sudah sepuh dalam usia hampir satu abad, dapat dibayangkan berapa banyak keluarga besarnya yang dia tinggalkan. Dari anak, cucu dan cicit plus masyarakat umum yang sudah saling mengenal keluarga besar Pak Wabup, dapat dibayangkan begitu membludaknya masyarakat mengiringi kepergian belyau. Untuk solat janazahnya saja terasa sempit Masjid Aljihad oleh membludaknya pelayat yang ikut mensholatkannya.

Kita doakan Nek Zauyah menghadap Khaliq dengan tenang dan nyaman. Diampuni segala dosanya, ditempatkannya dia pada tempat terbaik di sisi-Nya dan diberikan ketabahan kepada semua keluarga besarnya dalam menghadapi musibah ini. Inspirasi penting yang dapat diserap adalah betapa Nek Zauyah sukses mengantarkan anak-anak dan cucunya juga berkarier dan bermasyarakat. Dia sangat penyayang kepada anak-cucu dan cicitnya, hingga dia selalu memastikan mencium anak-cucunya itu ketika mereka berkesempatan mengunjungi nenek atau nyangnya itu. Selamat jalan, Nek, kami berdoa untuk mengiringi kepergian Nenek.***

11 Feb 2022

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya


TIDAK berlebihan, kita ikut berduka atas berpulangnya kerahmatullah Menteri Pendidikan Nasional era Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid  alias Gus Dur,  Prof Dr Yahya A. Muhaimin. Sebagai guru, keluarga besar gurusianer dan Media Guru kita tentu ikut kehilangan atas kepergian Pak Yahya yang juga  tokoh HMI dan Kahmi. Meskipun tidak mengejutkan mengingat usianya yang suda sepuh, tetap saja kita berduka atas kepergiannya.

Sebagaimana kita baca dan dengar dari pemberitaan bahwa belyau meninggal dunia pada usia 78 tahun setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit. Mari kita ucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun" atas telah berpulang kerahmatullah mantan Mendiknas ini pada hari Rabu (09/02/2022) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Kita maafkan jika ada kesalahannya atau mendoakan kiranya semua orang yang merasa ada kesalahan belyau bersedia dan ikhlas memaafkannya. Lebih dari itu kita juga berdoa, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Swt. Allah tempatkan dia pada tempat terbaik di sisi-Nya.

Sedikit banyak sebagai guru, kita mengenal biografi belyau meskipun kita belum pernah berjumpa dengan belyau. Sebagai Tokoh Nasional, Pak Yahya Muhaimin yang juga dikenal sebagai aktivis ormas seperti Muhammadiyah, dia adalah tokoh Islam yang baik. Gus Dur memilihnya menjadi Mendiknas tidak semata karena Gus Dur mengenalnya dengan baik tapi karena kemampuannya dalam bidang yang dibebankan kepadanya. Meskipun dia bukan orang NU, Gus Dur mempercayakan pengelolaan departemen super besar seperti Kementerian Pendidikan itu kepadanya. Itu bukti kemampuannya.

Sebuah pernyataan dalam sebuah berita berbunyi, “Keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Prof. Yahya Muhaimin. Meninggal hari ini Rabu 9 Februari 2022 pukul 10.10 Wib di RS Geriatri Purwokerto, dan rencana jenazah akan dibawa ke rumah duka di Bumiayu, Jawa Tengah. Informasi pemakaman masih menunggu dari keluarga.” Pernyataan itu menunjukkan betapa Pak Yahya adalah tokoh Muhammadiyah yang cukup disegani khususnya di kalangan Muhammadiyah.

Dari beberapa sumber yang dapat kita telusuri dikatakan bahwa Pak Yahya Muhaimin merupakan Mendiknas pada kabinet pemerintahan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri. Ia menjadi Mendiknas ke-23 RI dan menjabat selama hampir dua tahun, dari 29 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.Waktu yang lumayan lama diberikan kepadanya untuk mengelola departeman pencerdas bangsa.

Biografi lainnya yang dapat kita baca, belyau lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 17 Mei 1943. Ia merupakan lulusan Central Community High School, De Witt, Iowa, Amerika Serikat (1963) dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, dan mengambil gelar doktor dari Institut Teknologi Massachussets, AS (1982). Tak hanya itu, ia sempat menempuh pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta namun tidak selesai.

Dia juga aktif sebagai dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Di saat bersamaan, ia juga pernah menjadi pengelola program S2 Fisipol UGM (1982-1984), Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM (1996-1999). Bahkan, Yahya pernah juga menjadi Konsulat Pendidikan di Washington DC.(https://hajinews.id/2022/02/09/...).

Sekali lagi, mari kita ucapkan 'selamat jalan' kepada Pak Yahya Muhaimin yang suatu waktu beberapa tahun lalu adalah pengemudi kementerian yang sebagian besar kita adalah menajdi bagiannya. Sebagai guru kita sangat kehilangan atas kepergiannya. Semoga Allah menerima segala jasanya untuk menjadi pahala berlipat ganda untuknya.***


15 Nov 2021

Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras

Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras


DIPERCAYA menerajui SMP Negeri 1 Karimun tentu saja bukti sosok lelaki bertubuh sedang rada kurus, ini adalah pimpinan sekolah yang andal. Tidak semua guru hebat meskipun senior dapat memimpin sekolah terbaik di Kabupaten Kepri, waktu itu sebelum Karimun berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten otonom. Di era Kabupaten Karimun, setelah mekar dari Kabupaten Kepri SMP Negeri 1 Karimun yang beralamat di Kecamatan Karimun juga dikenal sebagai sekolah vaforit. Termasuk selama di bawah kepemimpinan belyau.

Selama memimpin sekolah tertua, ini H. Abdullah Jamal dikenal guru dan juga oleh masyarakat sebagai Kepala Sekolah yang tegas. Malah ada guru salah memahami, menyebut Pak Jamal, begitu dia disapa, sebagai Kepala Sekolah yang keras. "Jika guru terlambat, dia akan menegur dan mengingatkan tanpa harus menunggu besok atau lusa. Pak Jamal, keras orangnya." Itu kesan salah seorang guru yang saya tahu beberapa waktu lalu sempat diobrolkannya kepada saya saat dia menjadi bawahan Pak Jamal.

Sesungguhnya Pak Jamal tidaklah keras. Dia hanya tegas dalam menerapkan peraturan sekolah. Karena itu pula dia mampu menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai sekolah terbaik, sekolah favorit. SMP Negeri 1 Karimun di bawah kepemimpinannya dikenal sebagai sekolah yang berdisiplin tinggi. Begitu juga ketika dia sempat dipercaya memimpin SMP Negeri 1 Meral. Pun dia menerapkan budaya disiplin yang ketat.

Selama 40 tahun dia menjadi PNS (kini disebut ASN) Pak Jamal yang punya isteri seorang guru juga, sudah pensiun sebagai PNS 20-an tahun silam. Setelah pensiun dari sekolah dia bergelut dengan aneka kegiatan kemasyarakatan. Selain menjadi pengurus IPHI (belakangan menjadi penasihat IPHI) Pak Jamal juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karimun. Basisnya sebagai pendidik tetap melekat padanya meskipun sudah pensiun sangat lama.

Pak H. Abdullah Jamal bin Djamaluddin kini telah tiada. Pada hari Rabu, 10 November 2021 tepatnya pukul  22.25 WIB, malam itu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Bersamaan memperingati Hari Pahlawan ke-76 dia meninggalkan kita semua. Kabupaten Karimun kehilangan seorang putra terbaiknya. Seorang pendidik, seorang Kepala Sekolah yang sukses. Guru dan Kepala Sekolah yang meninggalkan kesan mendalam kepada hampir semua orang di daerah ini. Jamaah Surau Istiqomah adalah orang-orang yang merasa paling kehilangan, karena Pak Jamal menghabiskan masa senjanya berjamaah di surau yang tidak jauh dari rumah kediamannya di Kampung Bukit, Meral, Karimun.

Pak Jamal yang lahir di Tarempa Kepulauan Anambas pada 9 September 1940 meninggal dalam usia 81 tahun. Meninggalkan seorang isteri, dua orang anak dan tiga orang cucu serta sekian ribu muridnya selama dia mengabdi menjadi pendidik kurang lebih 40 tahun. Tentu saja dia mempunyai begitu banyak siswa yang akan mendoakannya. Selamat jalan, Pak Abdullah Jamal.***

13 Okt 2021

Sahabat Adik Tingkat, itu Sudah Wafat

Sahabat Adik Tingkat, itu Sudah Wafat


MASIH suasana peringatan HUT Kabupaten Karimun, Selasa (12/10/2021) itu. Setelah mengikuti apel pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Karimun, pada pagi hari, siang hingga malam saya hanya membaca-baca info tentang milad kabupaten 'berazam' itu. Namun malamnya saya membaca berita duka melalui status salah seorang sahabat yang bermastautin di Pekanbaru.

Ketua MKA (Majelis Kerapatan Adat) LAM (Lembaga Adat Melayu) Riau, Datuk Seri Al Azhar Meninggal Dunia, Selasa, 12 Oktober 2021 sekitar pukul 22:39 WIB. Begitulah kira-kira isi status teman itu. Saya kaget karena saya tahu, Al-Azhar yang pernah bersama-sama dulu di Universitas Riau Pekanbaru pada tahun 80-an. Saya kenal sangat baik dengan belyau karena memang kebetulan sama-sama mengambil Jurusan Bahasa dan Seni di Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Unri. Bedanya saya duluan satu tahun.

Kabar berpulangnya tokoh masyarakat Riau itu beredar secara berantai di media sosial, termasuk disebarkan oleh sejumlah tokoh di Riau. Begitu isi berita media online malam itu. Bagi saya, Al-Azhar adalah seorang mahasiswa yang aktif termasuk di dunia tulis-menulis dan sastra. Jadi, saya merasa ikut kehilangan atas wafatnya sahabat dekat ini tersebab kami memang selalu bersama saat di bangku kuliah. Bahwa kini kami sudah berjauhan disebabkan oleh tuntutan profesi masing-masing, itulah kenyataan saat ini. Syukurnya, media sosial saat ini membuat jarak itu tidak terasa lagi. Dan ketika 'kepergian' Al-Azhar terjadi nun di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru saat bersamaan saya dan orang-orang yang mengenalnya di Kabupaten Karimun langsung tahu.

Kabar berita yang kita baca di media,  wafatnya Datuk Alazhar dikatakan bahwa almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan ICU RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Sebagai petinggi di LAM Riau kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi sahabt-sahabatnya di organisasi itu dan juga di kalangan teman-temannya di manapun berada. Selamat jalan, sahabat, kami doakan semoga kepergianmu mendapat ridho dari Allah dan mendapatkan ampunan jika ada dosa-dosa yang dibawa menjelang ajal tiba.***

16 Jun 2021

Berita Duka Kembali Ada (Selamat Jalan, Pak H. Muslim)

Berita Duka Kembali Ada (Selamat Jalan, Pak H. Muslim)


BAGAI dihentak suara petir, pagi --Rabu, 16/06/2021-- ini saya terkejut. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kalimat itu terbaca pertama ketika saya membuka medsos. Seperti biasa, setelah subuh di masjid, membaca ayat-ayat suci (alquran) sebentar, lalu saya membuka laptop. WA dan facebook selalu dibuka pertama. Di situlah berita duka itu ada dan terbaca nyata oleh saya. Saya infokan ke isteri, diapun terkejut dan bagai tidak percaya.

Saya ulang membacanya dan saya tulis lagi beritanya di medsos juga. Semoga teman-teman di dunia maya segera tahu, telah kembali ke pangkuan-Nya sahabat kita ini. Dialah H. Muslim Zoumi, seorang birokrat Kabupaten Karimun yang baru saja bersara belum lama ini. Saya dan Pak H. Muslim adalah anggota silaturrahim haji angkatan 2018 yang kami bersamai sejak terbentuk kurang lebih dua tahun lalu.

Pada musim haji 2018 lalu kami sama-sama mendapat panggilan ke Tanah Suci. Bersama isteri kami serta jutaan jamaah lainnya kami sama-sama berada di Mekkah-Madinah kurang lebih 40 hari. Kenangan yang tidak akan pernah terulang lagi. Saya sendiri dapat 'panggilan' untuk kedua kali tahun ini setelah saya melaksanakannya pada tahun 2006/2007 (1427 H) lalu.

Sepulangnya dari sana, kami yang berangkat bersama dari Kabupaten Karimun dan satu rombongan di sana, sepakat membuat pertemuan silaturrahim bulanan. Itulah kelompok 'Silaturrahim Haji 2018' yang setiap bulan bergiliran dari rumah ke rumah (anggota) kami melaksanakan pertemuan. Dia kami amanahi sebagai ketua kami di kelompok ini. Itulah sebabnya, berita duka pagi ini saya rasakan sebagai berita duka yang teramat mengejutkan. Setelah beberapa waktu dirawat di RSUD Muhammad Sani Karimun dan kami selalu berdoa atas kesembuhannya, tiba-tiba pagi ini mendapat berita begitu. Sungguh tidak mudah menerima beritanya.

Selamat jalan, sahabat kami, Pak H. Muslim. Semoga Bapak beroleh kematian husnul khotimah dari Allah Swt. Kami juga berharap, Bu Ica (isterinya) dan seluruh keluarga Pak Muslim diberi ketabahan atas kepergiannya. Akhirnya kita akan mengembalikan segala perasaan duka ini kepada Allah. Dialah zat yang Maha Kuasa, Maha Menentukan atas segala-galanya. Kita, hamba-Nya akhirnya wajib sabar dan menerima apapun yang ditentukan-Nya.***

23 Feb 2021

Darmalis (Ajo Malik) Bin Burhan, Itu Telah 'Kembali'

Darmalis (Ajo Malik) Bin Burhan, Itu Telah 'Kembali'


MALAM itu saya menulis status di FB, “Selamat Jalan, Pak H. Darmalis (Ajo Malik) bin Burhan yang berpulang kerahmatullah pada petang (saat Asar) Ahad (21/02/2021) di Kampung Baru, Meral. Insyaallah akan dikebumikan besok Senin (22/02/2021).” Begitu banyak teman-teman FB yang memberikan komentar dukanya pada status saya itu. Saya melihat sore itu ada beberapa teman lainnya juga menginformasikan kepergian Pak Malik alias Pak Darmalis. 
Saya merasa terkejut dengan berita bakda magrib yang disampaikan isteri saya, petang itu. Hari Ahad, ini kebetulan ada beberapa kegiatan saya. Belum sempat membuka HP untuk melihat-lihat pesan di WA atau aplikasi lainnya hingga sore. Isteri saya yang pertama tahu karena membaca WA di grup yang belyau dan isterinya ada di dalamnya. Selepas solat magrib, itu saya langsung ke rumah duka, di Kampung Baru, Meral, Karimun. Hingga mendapatkan informasi ini, yang saya tahu Pak Malik (begitu kami memanggilnya selama ini) sehat-sehat saja. Bahwa dia ada diabet pun saya tidak begitu pasti selama ini. Tapi, kabarnya diabet inilah penyebab Allah memanggilnya.

"Selamat jalan, Pak Haji Ajo Malik. Bapak duluan berangkat kembali ke pangkuan-Nya." Itulah kata-kata yang terucap oleh saya dalam kesedihan mengenang kepergiannya yang terasa begitu mendadak. Pak H. Darmalis bin Burhan yang lahir pada 7 April 1965 di Pariaman adalah salah seorang Karu (Ketua Regu) Rombongan Haji kami pada tahun 2018 lalu. Kebetulan dia juga untuk kedua kalinya menunaikan kewajiban Islam kelima itu sebagaimana saya juga sudah untuk kedua kalinya pada hajin 2018 itu. Saya sendiri, pertama kali melaksanakan ibadah haji pada musim haji 1427 (2006/7) yang lalu. 

Pada saat haji 2018 kemarin itu, saya kebetulan diamanahkan menjadi Ketua Rombongan (Karom) dengan beberapa regu. Salah satu regunya diketuai oleh Pak H. Malik. Di sinilah kesan mendalam saya dengannya. Isterinya (Hj. Ratna) selalu saya lihat kompak dan bersama dengan isteri saya walaupun sebenarnya kami tidak dalam satu regu. Hanya satu rombongan. Saya dan isteri berada pada regu dengan ketuanya Pak H. Bakri (mantan Kadisdik Kabupaten Karimun). Pak Malik tidak sedikitpun saya lihat sebagai orang yang menderita satu penyakit. Gerakannya sangat lincah waktu itu. Bahkan hingga kami kembali di sini, yang saya tahu dan lihat belyau tetap energik. Dua bulan belakangan, saya kebetulan tidak sempat berjumpa dengannya. 

Saya tahu, sebagai Karu, dia harus melayani semua anggota regunya. Terbayang oleh kita, khususnya yang sudah melaksanakan rukun Islam kelima ini bagaimana repotnya Karu pada saat jam-jam tertentu. Misalnya pada jam-jam makan atau jam-jam yang mengharuskan berkumpul karena ada kegiatan bersama. Setiap Karu akan bergerak dari kamar ke kamar hotel untuk memberikan informasi atau mengantarkan sesuatu. Ketika jatah makan (nasi kotak) datang, misalnya hanya Karu yang diberi otoritas mengambilnya. Jika harus diwakilkan, ada persyaratan dari panitia di Mekkah atau di Madinah.

Pak H. Malik saya lihat selalu melaksanakannya sendiri setiap tugas dan tanggung jawab Karu dengan baik. Jikapun dia membawa seorang atau dua orang teman, saat mengambil jatah makanan namun dia sendiri tetap ikut bersama dalam setiap kegiatan. Saya sama sekali tidak tahu kalau dia punya riwayat diabet. Dan kabarnya karena penyakit ini pula yang menjadi sebab oleh Yang Maha Kuasa untuk memanggil kembali Pak H. Malik pada sore itu. 

Istimewanya, belyau oleh Allah dipanggil pada saat melaksanakan sholat Asar di sore Ahad itu. Sungguh beruntung dia, Allah berikan kesempatan untuk 'kembali ke pangkuan-Nya' pada saat hamba-Nya tengah menghadap-Nya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan, Pak Malik. Kami akan doakan Bapak. Di setiap pertemuan bulanan haji 2018 yang kita laksanakan selama ini, insyaallah pertemuan itu akan terus bisa dilaksanakan. Doa-doa untuk Bapak insyaallah akan disampaikan.***

8 Jan 2021

Selamat Jalan, Ustaz H. As'ad Abdul Madji, SQ

Selamat Jalan, Ustaz H. As'ad Abdul Madji, SQ


Catatan M. Rasyid Nur
BERITA duka datang lagi. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, wafat dengan tenang, saudara kita, abang kita dan guru kita Al-Ustaz H. As'ad Abdul Madjid, SQ pada hari Kamis, 7 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 di Batam. Berita ini terasa mengejutkan kita, khususnya keluarga dan sahabat-karib, teman handai-tolan yang mengenal belyau. Belyau meninggal dalam usia 50 tahun.

Ustas As'ad adalah seorang tokoh Al-Quran Provinsi Kepri juga Nasional. Dia sudah mengabdi di level Nasional di bidang alquran selain di provinsi dan beberapa kabupaten/ kota. Beberapa aktivitas sehari-harinya, antara lain dia adalah guru di Quran Center, Batam dan melatih serta mengajar anak-anak mengaji. Juga sebagai guru di Rumah Thfizh, Dusun Nyiur yang juga dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Beberapa tugas lainnya, dia saat sebagai Ketua IPQAH (Ikatan Persaudaran Qori/ Qoriah, Hafizh/ Hafizhah) Kota Batam. Dia juga sebagai salah seorang lepatih Kafilah MTQ/ STQ Provinsi Kepri ketika akan berangkat ke MTQ/ STQ Nasional. Di beberapa daerah kabupaten dan kota dia juga menjadi pelatih dalam TC untuk Kafilah Kabupaten ke MTQ/ STQ Provinsi. Termasuk melatih Kafilah MTQ/ STQ Kabupaten Karimun setiap tahun diadakan TC. Sebagai Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun saya sangat akrab dengannya. Setiap dia melatih kafilah Kabupaten Karimun. Bahkan dia juga membantu menyiapkan peserta MTQ Kabupaten Karimun secara khusus. Mencarikan pengganti jika ada yang kurang.

Selain menjadi Dewan Hakim MTQ/ STQ di Provinsi Kepri dan di beberapa kabupaten se-Provinsi Kepri, Ustaz As'ad juga sebagai Dewan Hakim Nasional. Sebagai seorang sarjana quran yang sudah puluhan tahun bergelut di alquran dan musabaqah, Ustaz As'ad sangat dikenal di kalangan qori/ qoriah, hafizh/ hafizhoh Kepri bahkan Nasional.

Selamat jalan, Ustaz. kami yang tinggal mendoakan, semoga ustaz berpulang dalam keadaan husnul khotimah, diampuni semua dosa dan dimasukkan ke dalam syurga-Nya.***

30 Jul 2020

Pak Kapolsek itu Telah Pergi untuk Selamanya: Semoga Syahid untuk Belyau

Pak Kapolsek itu Telah Pergi untuk Selamanya: Semoga Syahid untuk Belyau

Catatan M. Rasyid Nur
BERITA itu tentu mengejutkan. Khususnya bagi kami, bagi kita warga (kecamatan) Kundur khususnya serta Kabupaten Karimun dan (provinsi) Kepri umumnya. Seorang Kapolsek telah meninggalkan kita untuk selamanya, malam tadi. Tepatnya Kapolsek Kundur, Kabupaten Karimun, Pak Kompol Endi Endarto. Belyau berpulang dalam posisi sedang dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, Batam.

Berita itu pertama terbaca melalui postingan di WA Grup, siang kemarin. Beredar bagaikan halilintar beredar begitu cepat dari satu grup ke grup lainnya. Tentu saja pada awal membacanya kita tidak langsung perccaya, ada seorang anggota Polri yang menjabat Kapolsek dikatakan terpapar virus corona. Siang hingga sore kemarin, itu beritanya masih membuat pembaca ragu, antara percaya dengan tidak percaya. Sebagaimana seharusnya, masyarakat berusaha mencari informasi yang sebenarnya. Khawatir, itu hoax. Dan berita itu semakin banyak bahkan sudah dimuat di beberapa portal berita online di kabupaten ‘berazam’ ini. Percayalah kita, itu benar adanya. 

Portal berita Radioazam.id, misalnya membuat dua tulisan hingga sorenya, masing-masing Seorang Kapolsek Dikabarkan Terpapar Covid 19, Ini Penjelasan Kapolres Karimun dan satunya lagi Dikabarkan Terpapar Covid Beberapa Hari Kemarin, Kapolsek Kundur Meninggal Dunia dalam waktu yang hampir berdekatan. Beberapa portal berita lainnya juga menulis informasi yang sama. Masayrakat semakin yakin itu benar-benar telah terjadi sebagaimana diberitakan.

Pak Endi Endarto adalah sosok pria yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat dan bersahaja. Dia selalu ikut terlibat dan bersama dalam berbagai kegiatan dengan masyarakat, khsusunya di Tanjungbatu dan Kecamatan Kundur, umumnya.

Kini dia telah menghembuskan nafas terakhrinya di Rumah Sakit Awal Bross – Batam, pada Rabu malam (29/7) sekitar pukul 20.27 WIB. Begitu berita yang beredar. Tentu informasi meninggaldunianya Pak Endi Endarto menyebar di berbagai media sosial. Berbagai ucapan belasungkawa dari berbagai pihak juga mengalir dan menghiasi beranda medsos.

Tulisan inipun meluncur di hadapan pembaca, sebagai bentuk belasungkawa saya dan kita atas kepergianya yang rasanya mendadak. Semoga dia menjadi salah satu syahid yang akan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Itulah doa dan hafrapan kita.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, selamat jalan Bapak, Saudara dan Sahabat serta Pejabat kita yang telah mengabdikan hidupnya untuk Bangsa dan Negara kita selama ini. Semoga husnul khotimah.***
Diposting juga di www.mrasyidnur.gurusiana.id

4 Mei 2020

Karta: 'Selamat Jalan, Ayah'

Karta: 'Selamat Jalan, Ayah'

Saya, Muhammad Karta, dengan ini menyampaikan berita duka ini kepada semuanya, Bapak-Ibu, Teman-teman, handai-tolan dan semuanya.

Assalamualaikum..
Telah berpulang kerahmatullah orang tua kami, ayah tercinta kami, Drs. H. Mohd Ali M.Pd, hari Ahad, tanggal 03 Mei 2020 bertepatan dengan 10 Ramadhan 1441 sekitar pukul 17.42 di Sei Ayam, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun..

Dapat kami informasikan kepada khalayak semua, bawa orang tua kami semasa hidupnya sudah mengabdi, 1) Sebagai Kepala P&K Kundur Periode 1994- 2000, 2) Kepala P&K Karimun Periode 2000-2001, 3) Wakil Kepala Dinas Pendidikan Karimun Periode 2001-2002, 4) Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Karimun Periode 2003-2005, 5) Sekretraris Dinas Kesbangpol Kabuapten Karimun Periode 2006-2010. 6) Dekan FKIP Univ Karimun Periode 2010-2014.

Kami atas nama keluarga almarhum meminta maaf atas segala sikap almarhun selama menjabat dan bergaul di masyarakat. Semoga Bapak dan ibu serta handai-tolan semua berkenan memaafkan orang tua kami. Inshaallah almarhun akan dimakamkan Senin, pukul 10.45, di  TPU Sei.

Demikianlah berita duka ini kami sampaikan untuk dapat menjadi informasi kita semua. Terima kasih. Saya, M. Karta.

3 Nov 2019

Pak M. Yasin MR Berpulang

Pak M. Yasin MR Berpulang

TANAIKARIMUN.COM - SALAH seorang tokoh Kabupaten Karimun, H. M. Yassin MR telah berpulang ke rahmutullah pagi ini, Ahad (03/11/19) sekitar pukul 05.00 di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani, Karimun. Belyau adalah mantan Asisten Setda Kabupaten Karimun yang dikenal juga sebagai seorang yang hobi musik dan piawai bernyanyi.

Informasi 'kepergian' Pak Yassin beredar melalui Medsos (WA, FB, dll) pagi ini setelah informasi kepergiannya dinyatakan pasti. Ketika dikonfirmasi kepada salah seorang dokter yang kebetulan berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, dr Suharyanto mengatakan bahwa dia juga baru mendapat berita duka ini. Dia akan memastikan lagi dengan menghubungi pihak RSUD Muhammad Sani. Pak Yassin yang bernama lengkap Drs. H. M. Yassin MR bin Razani sempat dirawat malam tadi hingga berpulang ke rahmatullah setelah waktu subuh di Rumah Sakit Muhammad Sani.
Akan dikebumikan bakda Asar hari ini
Sebagai masyarakat Kabupaten Karimun, Kepri umumnya yang mengenal belyau semasa hidup, kita sangat merasa kehilangan sosok Pak Yassin yang mudah bergaul dengan siapa saja. Hobinya pada musik membuat dia selalu kelihatan menikmati masa pensiunnya bersama karib-keluarga dan teman-teman lainnya. Kesukaan lainnya dalam masa pensiunnya adalah memancing. Bahkan, malam sebelum kepergiannya Pak Yassin masih ke laut untuk menikmati hobi mancingnya. Di laut pula konon dia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 63 tahun.

Kini, kita kehilangan tokoh yang sangat dikenal masyarakat selalu riang-ceria. Pak Yassin juga sangat berjiwa sosial. Dia selalu membantu orang-orang yang menurutnya memang harus dibantu. Kita doakan, kiranya Allah memberikan pradiket 'husnul khotimah' atas kepergainya, amiin.***