Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duka. Tampilkan semua postingan

4 Mei 2024

Selamat Jalan, Pak Lek

Selamat Jalan, Pak Lek


TERKEJUT, pertama mendapat berita berpulangnya salah seorang teman, Selasa (30/04/2024) siang itu. Dia adalah Suharsono, SPd teman sama-sama mengabdi di SMA Negeri Tanjungbatu sekitar 80-an-90-an yang lalu. Kini, sekolah itu bernama SMA Negeri 1 Kundur. Itulah sekolah SMA Negeri pertama berdiri di Kecamatan Kundur, waktu itu. Tempat saya dan banyak teman lain, termasuk Pak Suharsono mengawali pengabdian sebagai guru PNS. 

Seingat saya sekolah itu berdiri dan menerima siswa pertama pada tahun 1984-1985. Itu kalau saya tidak salah ingat. Saya dan dua orang teman lainnya, Pak Ali Anwar dan Pak Maharni adalah guru negeri pertama bersama Kepala Sekolah, Pak Supardjo Suk yang datang dari daratan Sumatera ke sekolah baru ini, waktu itu. Pak Suharsono sendiri datang dari Tanah Jawa sana.

Suharsono, guru Mata Pelajaran Kimia adalah angkatan berikutnya setelah kami dan beberapa orang guru honor lainnya mengajar di sekolah ini. Sejak diangkat pertama kali hingga berakhirnya masa tugas karena pensiun dan dipanggil Yang Maha Kuasa, Pak Suharsono yang sehari-hari kami panggil dengan panggilan Pak Lek tidak pernah berpindah tugas. Tidak pernah pindah tugas ke sekolah lain. Boleh jadi karena cintanya, sejak awal hingga akhir dia mengabdi tetap di sini.

Dulu, ketika masih bersama-sama menjadi guru di SMA Negeri Tanjungbatu (SMA Negeri 1 Kundur) kami merasakan bersama pula, bagaimana berjuang bersama membimbing, mendidik dan mengajar para siswa, peserta didik kami. Masa 30-an tahun yang lalu itu adalah waktu yang rasanya baru kemarin. Pak Lek sendiri sejak masih bujangan hingga punya isteri dan anak tetap di Tanjungbatu. Dia mendapatkan jodoh di Tanjungbatu. Selamanya dia di Tanjungbatu.

Satu panggilan kami kepada Pak Suharsono adalah panggilan Pak Lek. Panggilan yang kami pakai sebagai panggilan kehormatan kepadanya sebagai orang Jawa. Dia pun bangga kami panggil Pak Lek. Jujur, waktu itu saya tidak terlalu paham sebutan Pak Lek itu. Sebagai orang Melayu Daratan saya belum familiar dengan sapaan itu. Saya dan teman-teman lainnya merasa, menyapanya dengan sapaan begitu terasa lebih akrab. Dan hampir semua kami (guru) dan Pegawai TU memanggilnya dengan sapaan Pak Lek. Tidak semata Pak Harsono saja.

Kini, Pak Lek Suharsono telah tiada. Selamat jalan, Pak Lek. Bapak adalah guru yang baik, disenangi siswa dan mudah bergaul dengan masyarakat. Kami berdoa, semoga Bapak mendapatkan ampunan atas dosa-dosa, mendapatkan ganjaran pahala atas segala jerih-payah sebagai seorang hamba Allah yang berprofesi sebagai pendidik. Diterima Allah segala amal-ibadah dan ditempatkan pada tempat terbaik di sisi-Nya.***

2 Mei 2024

Melayat di Dua Tempat

Melayat di Dua Tempat


PAGI, sekitar pukul 08.00, Kamis (02/05/2024) ini mendapat pemberitahuan dari salah seorang staf Bagian Kesra Kabupaten Karimun, Fahrul. Katanya, menyampaikan pesan Kabag Kesra, Pak Baginda. Nanti Bupati mengajak melayatke rumah almarhum Sarifuddin. Salah seorang anggota grup Safari Bupati, itu berpulang kerahmatullah subuh tadi.

"Jam 09.30 sudah sampai di rumah duka, Pak." Begitu pesan WA dari Fahrul. Saya jawab, insyaallah. Kebetulan hari ini memang tidak ada kegiatan yang sudah terjanjikan pada jam itu. Kalaupun isteri saya pagi tidak minta saktu siangnya, waktunya bisa diatur juga nanti.

Pertama melihat wajah Sarifuddin yang kami kenal dengan panggilan Arif di media sosial yang menyiarkan kepergiannya, saya sangat terkejut. Serasa tidak percaya. Orangnya masih muda dan sepertinya sehat-sehat saja selama ini. Rekan Arif juga sangat ramah. Setiap bersama ke acara Safari Ramadan rombongan Bupati dia selalu ceria. Suka bercerita. Macam-macam kisah ceritanya.

Saya beangkat dari rumah sebelum pukul 09.30. Karena alamat rumah duka dekat saja, Perumahan Hill'N, itu saya pun hanya perlu waktu 10 menit dengan kecepatan lambat menggunakan mobil jadul saya. Sampai di sana, ternyata bupati belumtiba. Pak Nasrial yang datang duluan, menelpon dan kami menunggu bersama.

Hampir satu jam kami ngobrol dalam mobil Pak Nas. Setelahnya barulah bupati dan seorang teman lainnya tiba. Kami bersama menuju rumah duka yang masih 200-an meter lagi dari tempat kami menunggu.

Setelah rumah duka, rekan Sarifuddin, ternyata masih ada satu teman lainnya. Pak Bupati mengajak rombongannya untuk melayat ke sana. Di Teluk Air. "Bapak ini adalah anggota kebersihan kita. Sudah sepuh," katanya menjelaskan. Kami sepakat untuk  melayat. Artinya, hari ini kami melayat di dua tempat. Selamat jalan, rekan Arif dan Pak Ad Kamal MS. Semoga Allah panggil dengan status husnul khotimah, amin.*** (M. Rasyid Nur)

1 Apr 2024

Selamat Jalan Bapak dan Ibu, Semoga Husnul Khotimah

Selamat Jalan Bapak dan Ibu, Semoga Husnul Khotimah


DALAM 24 jam terakhir, dua orang yang kebetulan saya mengenalnya dengan baik 'berangkat' mendahului kita semua. Petang Ahad (31/03/2024) kemarin terbaca berita via WhatsApp grup Ika Unri Karimun bahwa salah seorang alumni dalam grup kami telah berpulang kerahmtullah. Menghadp Allah di bulan mulia. Dia adalah Pak Agusman yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kundur Utara.

Pagi ini, bakda subuh, baru saja sampai di rumah, terdengar pengumuman di masjid Al-Ubudiyah, masjid tempat kami salat berjamaah pagi tadi terdengar pengumuman dari pengurus masjid, 'Innalilahi wainnailahi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah ibunda kami tercinta, Elly Farida Hafni binti Achmad Gafar pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2024 pukul 23.33 WIB. Almarhumah disemayamkan di rumah duka Jalan Wonosari gang Bhayangkara. Mari kita takziyah ke rumah duka.' Demikian terdengar.

Rasanya tidak percaya. Tapi itu nyata. Pak Agusman adalah sahabat baik, khususnya ketika dulu saya masih bertugas sebagai Kepala Sekolah. Meskipun dia Kepala SMP, saya di SMA namun kami merasa sama-sama senasib dan seperjuangan dalam pendidikan. Dalam banyak kesemapatan pertemuan saya merasakan lemah-lembut bawaannya.

Sementara Ibu Ely yang saya tahu adalah Ibu ramah dan sama-sama bertempat tinggal di kampung yang sama, Wonosari. Lebih dari itu, saya merasa akrab dengannya karena kebetulan suaminya, almrahum Pak Saiful Fachri adalah seorang anggota polisi yang tahun 2006/2007 (1427) kami sama-sama berangkat menunaikan haji. Almarhum suaminya adalah polisi yang baik yang Allah sudah jemput lebih awal pada tahun 2013 yang lalu. Dia memang belum pensiun dari dinas polisi tahun itu tapi Allah berkehendak lain. Dia berangkat mendahului isterinya yang hari ini menyusulnya.

Saya berdoa untuk kedua orang ini dan untuk siapa saja yang kebetulan juga sudah berangkat duluan, kemarin atau hari ini, kiranya Allah menjemput mereka dalam status husnul khotimah. Lagi pula, dengan kepergian di bulan Ramadan, ini semoga azab kubur mereka ditangguhkan atau dihapuskan Allah. Lebih dari itu semoga juga dosa-dosa mereka diampuni-Nya, amin. Selamat jalan, Bapak dan Ibu.***

18 Des 2023

Tiga-Empat Kepergian dalam Satu Kesempatan (Selamat Jalan, Pak Bah)

Tiga-Empat Kepergian dalam Satu Kesempatan (Selamat Jalan, Pak Bah)



Catatan M. Rasyid Nur
AWAL pekan, Senin (18/12/2023) ketiga di bulan akhir tahun, ini saya mencatat duka yang lebih duka berbanding kejadian serupa di waktu-waktu sebelumnya. Satu kematian atau dua kematian dalam satu hari pada tempat yang berdekatan, itu lazim. Tapi hari ini ada tiga 'kepergian' alias kematian bahkan empat kepergian terjadi dalam waktu bersamaan di tempat yang juga berdekatan. Setidak-tidaknya penyelesaian fardhu kifayahnya dalam satu hari yang sama. 

Saya tidak tahu persis waktu kematian setiap orang yang pada hari ini mengisi suasana duka di daerah ini. Tapi karena saya mendapat kabarnya pada waktu yang sama bahwa pada hari ini ada tiga atau empat kematian dialami oleh warga di kelurahan tempat saya bermastautin, Kelurahan Baran Barat maka itu menurut saya sangat menyedihkan. Sekali lagi persisnya juga belum akurat karena saya tidak melayat ke semua tempat duka itu secara keseluruhan. Saya hanya tahu info di dua tempat, Gag. Awang Nur, Baran, Meral. dalam satu kunjungan. Dua titik lainnya hanya menerima informasi dari para teman.

Catatan ini saya tulis saat saya melayat ke rumah teman saya, Bahryzal yang meninggal dunia kurang-lebih pukul tiga dini hari, Senin ini. Saya ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman yang hadir di rumah duka, Pak Bah. Bahryzal oleh para siswa lebih dikenal dan disapa dengan sapaan Pak Bah. Bahryzal adalah salah seorang teman saya ketika kami sama-sama menjadi guru di SMA Negeri Tanjungbatu sekitar tahun 1980-an 1990-an lalu. 

Dalam perjalanan karier, Pak Bah berpindah tugas dari pejabat fungsional (guru) ke struktural di Pemda Kabupaten Karimun. Malang-melintang di berbagai instansi (dinas) Pak Bah pensiun tahun 2017 lalu. Saya sendiri bertahan di fungsional. Dari guru tetap ke guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah sejak 1994. Sesuai catatan usia (kelahiran) saya pun pensiun pada April 2017 lalu. SK pensiun saya tertanggal 1 Mei 2017.

Dari ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman, Pak Awir saat kami sama-sama melayat Pak Bah dia mengatakan bahwa saat ini ada rumah duka lainnya yang tidak jauh dari sini. "Masih di Gag Awang Nur ini," katanya. Lalu ada satu lagi, di daerah pekuburan seorang warga yang meninggal dunia. "Masih di Baran sini, ada juga warga kita yang meninggal dunia," jelasnya. Saat itu saya hanya terperangah saja dalam sedih karena ternyata hari ini ada tiga orang yang berpulang kerahmatullah di daerah yang sama. Dan masih ada satu rumah duka hari ini tapi di daerah yang sedikit lebiuh jauh yang kabarnya masih di kecamatan ini.

Sungguh peringatan yang jelas dari Sang Kuasa, penentu hidup dan mati umat-Nya. Sambil berdoa untuk warga lainnya, di sini, di rumah ini kami kembali mengucapkan 'selamat jalan, Pak Bah.' ***

16 Jul 2023

Perginya Duo Ustaz Penyuluh Agama

Perginya Duo Ustaz Penyuluh Agama

Ustaz Aswin Nasution
DALAM sepekan ini ada dua orang ustaz yang relatif berusia muda dipanggil Allah Swt. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Sepekan kemarin telah berpulang kerahmatullah Ustaz Guntur yang sehari-hari dikenal sebagai penyuluh agama (Islam) Non PNS Kecamatan Meral. Kita terkejut karema tidak pula mendengar kalau ustaz yang energik ini dalam keadaan sakit. Masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Meral senantiasa melihat sosok Ustaz Guntur sehari-hari. Namun dia sudah 'berangkat' dalam usia yang masih muda. Kata seorang teman, umurnya baru kisaran 40-an tahun.

Dalam suasana duka masyarakat terutama keluarganya dan terutama lagi anak-anaknya yang masih kecil-kecil atas kepergian Ustaz Guntur, tiba-tiba hari Ahad (16/07/2023) ini masyarakat Kabupaten Karimun umumnya dan masyarakat Pulau Karimun pada khususnya dikejutkan pula oleh berita duka. Dalam satu status (postingan) seorang teman di WhatsApp ada kalimat, Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Ust. Aswin Nasution pada hari Ahad, 16 Juli 2023 jam 08.20 Wib. Mohon doanya semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah Swt dan segala dosanya diampuni oleh Allah Swt. Status itu sontak membuat kita terkejut. Masih kurang dari sepekan yang lalu perginya Ustaz Guntur hari ini sudah dipanggil pula oleh Allah seorang ustaz lainnya. Usianya juga relatif muda karena kononnya masih di bawah 40-an tahun.
Ustaz Guntur

Ustaz Aswin Nasutiom juga bertugas sebagai seorang Penyuluh Agama (Islam) seperti Ustaz Guntur. Artinya sudah dua orang Allah jemput hamba-Nya yang sejatinya adalah harapan masyarakat khususnya untuk belajar agama. "Duo ustaz dijemput Allah dalam renggang waktu begitu cepat," kata seorang sahabat yang ikut melayat hari ini.

Kita doakan keduanya, semoga Ustaz Guntur dan Ustaz Aswin mendapat derajat muttaqin dengan kepergian yang husnul khotimah. Semoga Allah ampuni dosa-dosanya dan ditabahkan keluarga yang ditinggalkannya. Untuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil semoga ada hamba Allah yang akan memberikan perhatian khususnya untuk pendidikan dan masa depannya. Insyaallah.***

2 Jun 2023

Kepergian Dua Beradik itu Memilukan Kita

Kepergian Dua Beradik itu Memilukan Kita




Catatan M. Rasyid Nur
SESUNGGUHNYA  maut (kematian) setiap saat mengintai kita semua. Kapan saja dan dimana saja. Karena kematian akan mendatangi semua kehidupan, dan kematian tidak dapat ditunda atau dipercepat kecuali atas kehendak-Nya, artinya kematian bisa datang kapan dan dimana saja kepada setiap orang.

Itulah yang menimpa dua adik-abang putra Bapak Ahmad Musafit dan Ibu Maryulina, M. Rizky Handani dan Alby Alfachrizy dalam satu kecelakaan kendaraan bermotor hari Rabu (31/05/2023) di daerah Pangke, Kecamatan Meral Barat. Tidak ada yang menyangka Rizky (14 tahun) dan adiknya Alby (6 tahun) pergi dalam waktu yang hampir bersamaan dalam satu kecelakaan. Dari informasi yang disampaikan beberapa orang yang mengetahui, kedua abang-adik ini menaiki kendaraan bernomor plat BP 3068 KR dari rumahnya akan ke Pantai Pelawan, tempat ibundanya berjualan. 

Catatan bagi kita, anak kecil yang sejatinya belum dibolehkan mengandarai kendaraan bermotor itu memang disuruh orang tuanya mengantarkan sesuatu dari rumah ke tempat ibunya bekerja. Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, motor yang dikendarai menabrak truk bernomor plat BP 9363 KY yang tengah diparkir di tepi jalan. Tidak ada yang tahu bagaimana keduanya tidak melihat truk itu sehingga menabraknya. Motor yang dikendarainya masuk ke kolong mobil dan keduanya tergeletak di aspal jalan.
Bupati Karimun dan Masyarakat Melayat


Si Abang berpulang ke rahmatullah pada sore itu juga sementara adiknya diusahakan untuk dirujuk ke Rumah Sakit di Batam. Nyawanya tidak tertolong juga. Abangnya sudah dikebumikan malam hari yang sama, sementara si Adik yang baru kembali ke Karimun pada larut malam, dikebumikan pagi Kamis (01.06.2023). Sungguh memilukan semua orang melihat kenyataan itu.

Pak Ahmad Musafit dan Ibunya, Maryuliana tampak begitu terpukul menerima musibah yang begitu berat. Dua orang anaknya, sekaligus dijemput Allah dalam satu kecelakaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumya. Para pelayat yang memenuhi halaman rumah duka di Paya Rengas, Parit Benut, Meral pun tampak dalam duka yang dalam. 

Bupati Karimun dan rombongan yang juga datang melayat bersama masayarakat lainnya juga ikut berduka mendalam. Inilah cobaan. Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq yang berjumpa dengan orang tua kedua abang-adik, memberikan nasihat untuk tetap sabar menerima musibah yang begitu berat.

Selamat jalan, Ananda Rizky dan Alby. Kalian digariskan Allah menghadap lebih cepat yang sekaligus ujian maha berat bagi kedua orang tua dan keluarga. Bagi kita tentu ada pelajaran juga yang mesti kita ambil dari kejadian ini.***

27 Mei 2023

Ketika Anak-anaknya Menghormati Emak untuk Terakhir Kalinya

Ketika Anak-anaknya Menghormati Emak untuk Terakhir Kalinya


TERTULIS di selembar kertas yang ditempel di dinding luar rumah. Di sebelah kanan pintu masuk rumah. Dan di dinding dalam rumah juga tertempel kertas yang sama, persis di sebelah jenazah. Tulisannya berbunyi, 'Hj. Fatimah binti Dasuki; Tgl Lahir: 01.07.1940; Tutup Usia: 26.05.2023/ 82 th; Jam: 08.43 Wib; Di: RSBT Karimun.' Saya membaca tulisan di kertas HVS sambil terus membaca surah Yasin bersama pelayat lainnya, malam itu. Kami --rombongan Sekda Karimun-- hadir sebagai mewakili Pemda Karimun ke rumah duka karena bupati sedang bertugas luar.

Jenazah Hj. Fatimah binti Dasuki, Ibunda Dr. Suhajar Diantoro, Sekjen Kemdagri, itu sudah terbaring kaku sejak sore, Jumat (26/05/2023). Meninggal di RSBT (Rumah Sakit Bakti Timah) Tanjungbalai Karimun, paginya, saya dan puluhan pelayat yang mengenal Pak Suhajar sesungguhnya sudah melayat ke RSBT sebelum jenazah diberangkat ke Tanjungbatu, rumah duka keluarga. Ini artinya kehadiran kedua kali, pagi dan malamnya.
Suhajar menjadi imam salat janazah Ibunda

Pak Suhajar adalah putra Kundur yang berkrier sejak awal di Pemda Karimun. Dengan berbagai jabatan yang dia lalui, terakhir di menduduki puncak pegawai sebagai PNS adalah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun. Dari kabupaten (Karimun) dia naik ke provinsi (Kepri) sebelum kini berkarier di Jakarta (Kemdagri). Ketokohan Pak Suhajar jualah yang menjadi salah satu magnit (latar belakang) ramainya masyarakat Karimu ingin melayat Ibunda belyau, Hj.  Fatimah.

Kebanggaan yang tercatat dalam suasana kepergian Bu Hj. Fatimah adalah betapa seorang anak sangat menghormati orang tuanya. Bersama adiknya, Ujeng yang merupakan salah seorang kepala salah satu OPD di Pemda Provinsi Kepri Pak Suhajar dan adiknya tetap kembali ke Karimun dari Jakarta dan dari Tanjungpinang. Dalam kesibukannya sebagai orang nomor dua di Kementerian Dalam Negeri, Pak Suhajar bisa hadir ke kampung halaman meskipun ini sangat mendadak. Menempuh perjalanan (pesawat) dari Jakarta ke Batam, lalu dari Batam ke Tanjungbatu Kundur tentu saja itu perjalanan yang jauh dan tidak mudah. Adiknya sendiri memang cukup menggunakan kapal laut saja.
Mendoakan Ibunda sejenak setelah dikebumikan

Kehadiran untuk kesekian dalam waktu-waktu belakangan setelah Ibundanya sakit-sakitan dalam usia 82 tahun, Pak Suhajar menunjukkan betapa cintanya kepada orang tua itu adalah nomor satu dari segala-galanya. Kisah-kisah anak yang dengan alasan kesibukan dalam berkarier terkadang melalaikan menjenguk orang tua, tidak ada di sini. Pak Suhajar membuktikan bahwa menghormati dan mendahulukan orang tua, itu adalah hal utama. Tidak sekadar dalam film-film saja. Ini adalah kenyataan dalam hidup sebenarnya.

Layak untuk menjadi motivasi kita dan siapa saja. Menjadi teladan untuk dilaksanakan. Betapapun tingginya jabatan dan betapapun sibuknya kegiatan, tidak harus menjadi alasan untuk menomorduakan orang tua yang memerlukan kita saat itu. Penghormatan dan ketaatan kepada orang tua, terkadang harus ditunjukkan pada saat yang kita tidak bayangkan waktunya sebelumnya. Selamat jalan, Bu Hj. Fatimah dan selamat buat ibu yang mempunyai anak-anak sangat menghormati orang tuanya.***

29 Mar 2023

Pelepasan Jenazah Camat Ungar Secara Kedinasan oleh Pemda Karimun

Pelepasan Jenazah Camat Ungar Secara Kedinasan oleh Pemda Karimun


BERTEMPAT di rumah duka, Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kecamatan Kundur, Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, MSi didampingi Sekda Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, MSi serta para asisten dan staf ahli dan beberapa orang Kepala OPD serta tokoh masyarakat melepaskan secara kedinasan jenazah Fahman Zakiyya bin Lauru yang berpulang kerahmatullah pada Senin (27/03/2023) dini hari di RSUD Tanjungbatu, Kundur. Fahman Zakiyya, S Ap yang lahir pada 5 Maret 1973 adalah pejabat aktif Pemda Kabupaten Karimun yang menjabat sebagai Camat Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun hingga akhir hayatnya.

Fahman Zakiyya yang pernah bertugas di beberapa jabatan di Pemda Kabupaten Karimun meninggalkan seorang isteri bernama Susinar dan dua orang anak masing-masing bernama Imam Baihaqi Oktarifaldi dan Daris Nofear Zhafran. Wakil Bupati hadir sebagai perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun mewakili Bupati yang saat ini tengah melaksanakan ibadah umroh. Pak Wabup tampak terpukul dan sedih bersama kesedihan ratusan pelayat yang hadir pagi hingga siang.

Prosesi pelepasan jenazah oleh Pemda dilakukan setelah jenazah dimandikan dan dikapankan di rumah duka. Sebelum berangkat ke masjid untuk disalatkan bakda zuhur nantinya, jenazah ditandu dalam keranda dan dilepas resmi secara kedinasan oleh Pemda Karimun dalam satu acara yang diawali dengan penyampaian pengantar jenazah oleh perwakilan tuan rumah. 

Salah seorang camat, Said Nursyahdu menjadi wakil tuan rumah untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelayat dan khusus kepada Pemda Karimun yang diwakili Wakil Bupati dan rombongan. Said Nursyahdu menyampaikan juga permintaan maaf  dari keluarga atas kemungkinan kekhilafan almarhum, Fahman Zakiyya.

Selanjutnya penyampaian profil yang bersangkutan selama hidupnya oleh salah seorang pejabat Pemda Kabupaten Karimun, yang disampaikan oleh Kabag Tapem, H. Abdul Gafar, S Sos, M MPub. Lalu, penyampaian ucapan pelepasan secara resmi oleh Pemda Karimun. "Selamat jalan, selamat menghadap Allah Swt dan semoga dilapangkan tempatnya dan dimasukkan ke dalam syurga-Nya." Demikian sebagian ucapan pelepasan oleh perwakilan Pemda Kabupaten Karimun. 

Dengan mengucapkan bismillah, jenazah dilepas dengan resmi secara dinas oleh perwakilan Pemda yang langsung dikomnado oleh Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim, MSi yang datang dari Tanjungbalai Karimun. Sebelum keranda bergerak, diminta Pak Imam Masjid untuk memandu membacakan solawat dan jenazah pun diteruskan untuk diantarkan ke masjid menggunakan mobil jenazah untuk disalatkan setelah salat zuhur.

Selamat jalan, Fahman Zakiyya. Selamat menghadap Allah Swt, Sang Khaliq. Semoga engkau berangkat dengan status husnul khotimah, amin. Itulah doa kita untuk mengiringi kepergiannya menghadapi Ialhi.***

13 Mar 2023

Selamat Jalan, Pak Sugiarto

Selamat Jalan, Pak Sugiarto


SABTU (11/03/2023) siang itu saya ke RSBT (Rumah Sakit Bakti Timah), Tebing, Karimun. Menjemput isteri dan cucu. Dia baru saja dari Pantai Pelawan bersama para guru dan pegawai kantor SMA Negeri 2 Karimun yang melaksanakan kegiatan Family Gathering SMA Negeri 2 Karimun di Pantai Pelawan. Saya tidak ikut isteri ke pantai karena dalam waktu yang sama saya ada tugas sebagai Dewan Hakim STQH Kabupaten Karimun. Makanya dia membawa serta cucu kami, Caca.

Sepulang dari pantai itulah para guru dan pegawai kantor (TU) singgah di RSBT untuk membezuk Pak Sugiartao, Kepala SMA Negeri 1 Buru yang sedang dirawat. Pak Sugiarto, sebelum mutasi ke Buru adalah Kepala SMA Negeri 2 Karimun. Jadi, ikatan batin antara para guru dengan Pak Sugiarto masih terjalin.

Menurut para guru, Pak Sugiarto dirawat di RSBT setelah sebelumnya dirawat di salah satu rumah sakit di Batam. Informasinya, dia terkena penyakit yang mengharuskan dia dikemoterapi di Batam. Pasca kemo itulah dia drop saat kembali ke Karimun dan dirawat di rumah sakit milik PT Timah itu.


Dari rumah sakit saya dan isteri serta cucu kembali ke rumah. Sebagian guru masih di rumah sakit swasta itu karena untuk melihat Pak Sugiarto hanya boleh berdua-dua. Saat itu Pak Sugiarto masih di ruang ICU. Setelah sampai di rumah, kami melaksanakan aktifitas masing-masing. Selepas asar, saya melihat isteri saya istirahat. Saya sendiri berolahraga di luar rumah.

Ternyata pada pukul 16.15 sore itu pak Sugiarto menghembuskan nafas terakhirnya. Informasi dari beberapa teman guru SMA Negeri 2 Karimun, dia dilepas oleh isterinya, Bu Ati. Setelah Bu Ati menyatakan melepas dengan ikhlas dan meminta maaf serta memberi maaf kepada Pak Sugiarto, Kepala SMA Negeri 1 Buru itu pun berangkat. Dia pergi untuk selamanya. Selamat Jalan, Pak Sugarto.***

31 Jan 2023

Semoga Tabah dan Sabar, Pak Surbaini

Semoga Tabah dan Sabar, Pak Surbaini


PAK H. Zailani yang dipanggil juga dengan Pak Surbaini hari Senin (30/01/2023) kemarin diuji Allah. Orang yang dicinta, pendamping sejak lama, isteri tercintanya dijemput Allah. Meskipun sudah termasuk lanjut usia, tapi kata Pak Surbaini, isterinya sehat-sehat saja. Hingga siang itu dia tidak mempunyai firasat akan adanya musibah itu. 

Isteri tercinta itu bernama Sariyani binti Subarjo, berpulang kerohmatullah dalam usia 67 tahun. Cukup lala Allah memberinya amanah hidup. Begitu lama juga Pak Surbaini bersama mendayung bahtera rumah tangga dengan segala suka-dukanya. Mereka berdua mampu melewati riak dan gelombang dalam rumah tangga hingga salah satu diantaranya dipanggil Allah. Tidak ada yang mampu memisahkan mereka selain Allah.

Bagi saya dan teman-teman di FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Karimun, kepergian isteri sahabat kami ini tidak semata berbekas sedih di hati Pak Surbanini saja. Kami pun ikut menorehkan rasa sedih kami di hati karena belyau adalah sahabat baik kami. Pak Sur adalah sahabat yang penuh pengertian dan penuh semangat meskipun dalam usianya begitu sepuh. Dia tetap bersemangat dalam organisasi meskipun usianya sudah sangat renta dalam bilangan tapi begitu kuat dalam penampilan. 

Di setiap rapat FKUB Pak Sur tercatat sebagai pengurus yang selalu datang lebih awal. Minimal tepat waktu. Jika tidak ada alangan lain, Pak Sur akan hadir dalam setiap rapat. Termasuk ketika akan turun ke lapangan untuk melaksanakan survey lapangan dalam proses rekomendasi pendirian rumah ibadah. Survey lapangan tidak semata di kantor FKUB tapi terjun ke lokasi rumah ibadah yang akan dibangun. Namun Pak Sur tetap aktif dan ikut dalam proses seperti itu.

Sebanyak 16 orang kami yang menjadi sahabat Pak Surbaini dalam organisasi ini berdoa kiranya belyau sabar dan tabah menerima musibah ini. Kami sangat yakin Pak Surbaini terpukul sekali atas kepergian isterinya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, namun kita yakin bahwa kita memang akan kembali kepada-Nya karena kita memang berasal dari-Nya. Selamat jalan isteri Pak Sur dan tetaplah tabah, sahabat kami, Pak Surbaini.***

7 Des 2022

Yudi Khaidir, Selamat Jalan, Sahabat

Yudi Khaidir, Selamat Jalan, Sahabat


BERITA duka, Rabu (07/12/2022) malam. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, itulah kalimat yang beredar di media sosial malam ini. Saya baca di beberapa akun. Semula rasa tidak percaya. Tapi itulah yang nyata, dia telah tiada. Sahabat kita, abang atau adik kita, H. Yudi Khaidir itu telah berpulang kerahmatullah di RSBT (Rumah Sakit Bakti Timah) sekitar pukul tujuh malam. Tepatnya pukul 18.50 WIB. Itulah waktu yang tertulis di salah satu akun FB yang berteman dengan saya.

Masih berpakaian solat sehabis isya di Ubudiyah, malam ini saya langsung berangkat ke rumah duka, di perumahan TMK (Taman Mutiara Karimun). Ternyata sudah begitu ramai pelayat di halaman rumah belyau. Duduk sebentar di luar rumah di kursi yang disediakan, saya masuk ke dalam rumah. Almarhum Yudi sudah terbaring kaku di ruang depan rumahnya. Wajah-wajah duka bermata sembab duduk di sekeliling Yudi, suami Epi Suryati. Isterinya itu masih tampak memandang lurus ke arah suaminya. Setiap temannya hadir dan bersalaman, dia akan menyambut dengan tangis duka.

"Turut berdukacita atas meninggalnya Bapak Yudi Khaidir suami ibu Epi Suryati di RSBT Tebing Rabu, 07 Desember 2022 pada Pukul lebih Kurang 18.50, Semoga Almarhum Husnul khatimah diampuni dosanya dan diterima segala amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalnya diberikan kesabaran dan keikhlasan Amiin ya Allah." Kalimat inilah yang terakhir saya baca tadi sebelum melayat ke rumah duka. Kini saya menyaksikan langsung sahabat kita ini.

Selamat jalan, sahabat. Engkau adalah teman baik kami. Selama satu dekade (1999-2010) menjadi wartawan di Batam Pos, Yudi telah membantu masyarakat untuk banyak tahu tentang berbagai hal yang ditulis di media cetak itu. Sebagai pelanggan tetap Batam Pos waktu itu, saya merasakan betapa besar jasa wartawan ini untuk masyarakat.

Seorang temannya, sesama wartawan Batam Pos, Tri mengatakan bahwa Yudi adalah seorang sahabat dan mitra kerja yang paling baik. Katanya, selama bermitra dengan Yudi dia merasakan betapa susah- senang itu dijalani bersama-sama. Saya sendiri tahu persis bagaimana Yudi sebagai seorang yang pekerja keras dan penuh semangat.

Satu hal yang saya rasakan, setelah kembali dari Tanah Suci sehabis menunaikan ibadah haji, dia lebih tenang. Saya mendengar kalau dia juga sudah istirahat sebagai awak media. Dia menyibukkan dirinya di toko. Kesehariannya terlihat lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk yang dulu menjadi bagian hidupnya. Selamat jalan, Yudi, sahabat kami. Kami berdoa, semoag jalanmu dimudahkan menghadap Allah dan ditempatkan-Nya di dalam syurganya, kelak.***

28 Agu 2022

Sahabat Kita itu Telah Pergi

Sahabat Kita itu Telah Pergi

SEPEKAN menjelang Ahad (28/08/2022) ini teman-teman sempat membezuknya. Ke rumah kediamannya, Gg. Awang Noor, Baran Barat, Kecamatan Meral atau ke RSUD Muhammad Sani tempat dia dirawat. Kata teman-teman yang berkunjung ke sana, Pak Hur memang sudah sangat sepuh kelihatannya. Badannya tampak kurus sekali. Pak Hurnaini adalah teman kami saat dulu pernah di SMA Negeri 2 Karimun. 

2 Jul 2022

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Selamat Jalan, Pak Cahyo Kumolo Men-PANRB

Foto Humas MenPAN RB/ CNB

Catatan M. Rasyid Nur
SIANG Jumat (01/07/2022) itu saya buka televisi. Beberapa hari ini saya suka menyaksikan layar kaca waktu siang hingga petang karena tengah berlangsungnya even Malaysia Terbuka Bulutangkis (badminton). Secara kebetulan salah satu chanel menyiarkan berita (breeking news) perihal kepergian Pak Cahyo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB). Saya menyimak sejenak. Lalu membuka berita-berita online untuk konparasi. Dari banyak informasi itu, sebagai mantan PNS (kini ANS) saya ingin menyampaikan rasa duka dan berdoa untuk kepergian belyau itu. Dia adalah menteri kita.

Pak Cahyo Kumolo, sebagai seorang politikus senior dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) hampir semua kita mengenalnya. Bukan hanya ASN bahkan rakyat biasa sangat familiar dengan wajahnya. Paling tidak foto-fotonya selalu ada di media. Jumat (01/07/2022) bertepatan 1 Zulhijjah 1443, itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi wafat dan pergi untuk selama-lamanya. Menurut berita, persisnya pukul 11.10 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Tentu saja kita terkejut dan merasa kehilangan.

Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif sejak dua pekan terakhir. Begitu beredar berita di banyak media (online dan televisi) saat itu. Pak Cahyo meninggalkan seorang isteri, Erni Guntari, serta tiga anak, yaitu Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana, dan Arjuna Cakra Candrasa. Juga meninggalkan kita semua yang Allah masih beri usia (hidup) hingga saat ini.

Sebelum menjabat sebagai Men-PANRB, Pak Tjahjo juga seorang menteri. Dia menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019. Belyau lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 1 Desember 1957.  Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (1985), itu lebih kita kenal sebgai seorang politikus ulung.
Mengutip beberapa sumber, Pak Cahyo berkiprah di dunia politik sejak tahun 1987. Saat itu dia menjadi anggota Golkar. Perannya di Golkar di era Orde Baru sangatlah mentereng. Sebagai organisasi (golongan) yang memiliki perwakilan di DPR RI Cahyo pernah menjadi anggota DPR RI, persisnya menjadi anggota Komisi III DPR fraksi Golkar (1987-1992 dan 1992-1997). Pernah juga menjabat sebagai Penghubung Komisi-Komisi non-GBHN MPR RI dalam Sidang Umum MPR dari Fraksi Golkar.

Selain itu, saat masih menjadi anggota Golkar, Tjahjo pernah menjadi Anggota Pansus RUU Hankam dan RUU Keprajuritan dari Fraksi Golkar (1987). Belakangan, tepatnya selepas reformasi (1998) dia berpindah perahu. Bergabung dengan PDIP yang dipimpin Ibu Megawati. Namanya semakin berkibar di partai 'banteng moncong putih' ini. Dia terpilih menjadi anggota DPR dari PDI-P (1999-2002) dan saat itu dia menjadi Wakil Sekretaris Fraksi. Pada periode 2004-2010 Pak Cahyo juga juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP. Pokoknya kiprah politik Pak Cahyo terus menanjak. Apalagi dia dipercaya menjadi salah satu Ketua DPP periode 2005-2010.

Sejarah sudah mencatat, puncak karier politiknya adalah saat diberi amanah sebagai Sekjen partai pada tahun 2010. Pak Cahyo terus bersama pusaran politik Tanah Air. Dan di era Presiden Jokowi yang mendapat mandat dua periode, Pak Cahyo pun mencatatkan namanya sebagai politikus dan negarawan yang memberikan segala kemampuannya untuk bangsa dan negara ini. Dia menghabiskan usianya untuk negara. Sampailah akhirnya, ajal itu datang dan dia masih dalam mengemban tugas negara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Satu tugas yang begitu berat dan penting. Selamat jalan, Pak Cahyo. Semoga Allah menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.***
Dari berbagai sumber

20 Feb 2022

Ibunda Wakil Bupati Karimun Berpulang Kerohmatullah

Ibunda Wakil Bupati Karimun Berpulang Kerohmatullah


AHAD (20/02/2022) ini adalah hari berduka bagi Wakil Bupati Karimun, Pak H. Anwar Hasyim dan keluarga besarnya. Ibunda belyau, Ibu atau Nek Zauyah binti H. Ahmad berpulang kerohmatullah pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di rumah duka, Jalan Ahmad Yani, samping Masjid Aljihad, Baran, Meral, Karimun. Dia meninggalkan keluarga besrnya dalam usia 95 tahun dengan tenang.

Dua orang dari adik-beradik Pak Wabup sangat familiar dengan warga Kabupaten Karimun, bahkan di Provinsi Kepri. Selain Pak Anwar Hasyim sendiri yang saat ini adalah Wakil Bupati Karimun (mantan guru dan pejabat karier juga), ada adik kandungnya, Pak Bakri Hasyim yang adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Pak Bakri juga berkarier dari guru hingga di Dinas Pendidikan, itu dalam waktu cukup lama. Tidak hanya guru dan siswa yang mengenalnya tapi juga orang tua siswa dan masyarakat umum sangat mengenal Pak Bakri dan Pak Anwar. Kedua tokoh ini adalah sosok yang dikenal oleh siapa saja.



Dari informasi yang disampaikan oleh Bambang, salah seorang keluarga pada saat menyampaikan pidato pengantar duka, saat janazah akan dibawa ke Masjid Al-Jihad sore menjelang solat Asar, Bambang Winarso menerangkan kalau Nek (Tok) Zauyah selain meninggalkan anak-anaknya yang sudah sukses, juga meninggalkan belasan cucu dan puluhan cicit. Dijelaskan oleh Bambang, Nek Zauyah mempunyai 6 orang anak, 14 orang cucu dan 28 orang cicit. 

Sebagai seorang yang sudah sepuh dalam usia hampir satu abad, dapat dibayangkan berapa banyak keluarga besarnya yang dia tinggalkan. Dari anak, cucu dan cicit plus masyarakat umum yang sudah saling mengenal keluarga besar Pak Wabup, dapat dibayangkan begitu membludaknya masyarakat mengiringi kepergian belyau. Untuk solat janazahnya saja terasa sempit Masjid Aljihad oleh membludaknya pelayat yang ikut mensholatkannya.

Kita doakan Nek Zauyah menghadap Khaliq dengan tenang dan nyaman. Diampuni segala dosanya, ditempatkannya dia pada tempat terbaik di sisi-Nya dan diberikan ketabahan kepada semua keluarga besarnya dalam menghadapi musibah ini. Inspirasi penting yang dapat diserap adalah betapa Nek Zauyah sukses mengantarkan anak-anak dan cucunya juga berkarier dan bermasyarakat. Dia sangat penyayang kepada anak-cucu dan cicitnya, hingga dia selalu memastikan mencium anak-cucunya itu ketika mereka berkesempatan mengunjungi nenek atau nyangnya itu. Selamat jalan, Nek, kami berdoa untuk mengiringi kepergian Nenek.***

11 Feb 2022

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya

Catatan Duka: Selamat jalan, Pak Yahya


TIDAK berlebihan, kita ikut berduka atas berpulangnya kerahmatullah Menteri Pendidikan Nasional era Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid  alias Gus Dur,  Prof Dr Yahya A. Muhaimin. Sebagai guru, keluarga besar gurusianer dan Media Guru kita tentu ikut kehilangan atas kepergian Pak Yahya yang juga  tokoh HMI dan Kahmi. Meskipun tidak mengejutkan mengingat usianya yang suda sepuh, tetap saja kita berduka atas kepergiannya.

Sebagaimana kita baca dan dengar dari pemberitaan bahwa belyau meninggal dunia pada usia 78 tahun setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit. Mari kita ucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun" atas telah berpulang kerahmatullah mantan Mendiknas ini pada hari Rabu (09/02/2022) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Kita maafkan jika ada kesalahannya atau mendoakan kiranya semua orang yang merasa ada kesalahan belyau bersedia dan ikhlas memaafkannya. Lebih dari itu kita juga berdoa, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Swt. Allah tempatkan dia pada tempat terbaik di sisi-Nya.

Sedikit banyak sebagai guru, kita mengenal biografi belyau meskipun kita belum pernah berjumpa dengan belyau. Sebagai Tokoh Nasional, Pak Yahya Muhaimin yang juga dikenal sebagai aktivis ormas seperti Muhammadiyah, dia adalah tokoh Islam yang baik. Gus Dur memilihnya menjadi Mendiknas tidak semata karena Gus Dur mengenalnya dengan baik tapi karena kemampuannya dalam bidang yang dibebankan kepadanya. Meskipun dia bukan orang NU, Gus Dur mempercayakan pengelolaan departemen super besar seperti Kementerian Pendidikan itu kepadanya. Itu bukti kemampuannya.

Sebuah pernyataan dalam sebuah berita berbunyi, “Keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Prof. Yahya Muhaimin. Meninggal hari ini Rabu 9 Februari 2022 pukul 10.10 Wib di RS Geriatri Purwokerto, dan rencana jenazah akan dibawa ke rumah duka di Bumiayu, Jawa Tengah. Informasi pemakaman masih menunggu dari keluarga.” Pernyataan itu menunjukkan betapa Pak Yahya adalah tokoh Muhammadiyah yang cukup disegani khususnya di kalangan Muhammadiyah.

Dari beberapa sumber yang dapat kita telusuri dikatakan bahwa Pak Yahya Muhaimin merupakan Mendiknas pada kabinet pemerintahan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri. Ia menjadi Mendiknas ke-23 RI dan menjabat selama hampir dua tahun, dari 29 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.Waktu yang lumayan lama diberikan kepadanya untuk mengelola departeman pencerdas bangsa.

Biografi lainnya yang dapat kita baca, belyau lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 17 Mei 1943. Ia merupakan lulusan Central Community High School, De Witt, Iowa, Amerika Serikat (1963) dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, dan mengambil gelar doktor dari Institut Teknologi Massachussets, AS (1982). Tak hanya itu, ia sempat menempuh pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta namun tidak selesai.

Dia juga aktif sebagai dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Di saat bersamaan, ia juga pernah menjadi pengelola program S2 Fisipol UGM (1982-1984), Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM (1996-1999). Bahkan, Yahya pernah juga menjadi Konsulat Pendidikan di Washington DC.(https://hajinews.id/2022/02/09/...).

Sekali lagi, mari kita ucapkan 'selamat jalan' kepada Pak Yahya Muhaimin yang suatu waktu beberapa tahun lalu adalah pengemudi kementerian yang sebagian besar kita adalah menajdi bagiannya. Sebagai guru kita sangat kehilangan atas kepergiannya. Semoga Allah menerima segala jasanya untuk menjadi pahala berlipat ganda untuknya.***


15 Nov 2021

Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras

Immemorium H. Abdullah Jamal: Tegas Bukan Keras


DIPERCAYA menerajui SMP Negeri 1 Karimun tentu saja bukti sosok lelaki bertubuh sedang rada kurus, ini adalah pimpinan sekolah yang andal. Tidak semua guru hebat meskipun senior dapat memimpin sekolah terbaik di Kabupaten Kepri, waktu itu sebelum Karimun berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten otonom. Di era Kabupaten Karimun, setelah mekar dari Kabupaten Kepri SMP Negeri 1 Karimun yang beralamat di Kecamatan Karimun juga dikenal sebagai sekolah vaforit. Termasuk selama di bawah kepemimpinan belyau.

Selama memimpin sekolah tertua, ini H. Abdullah Jamal dikenal guru dan juga oleh masyarakat sebagai Kepala Sekolah yang tegas. Malah ada guru salah memahami, menyebut Pak Jamal, begitu dia disapa, sebagai Kepala Sekolah yang keras. "Jika guru terlambat, dia akan menegur dan mengingatkan tanpa harus menunggu besok atau lusa. Pak Jamal, keras orangnya." Itu kesan salah seorang guru yang saya tahu beberapa waktu lalu sempat diobrolkannya kepada saya saat dia menjadi bawahan Pak Jamal.

Sesungguhnya Pak Jamal tidaklah keras. Dia hanya tegas dalam menerapkan peraturan sekolah. Karena itu pula dia mampu menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai sekolah terbaik, sekolah favorit. SMP Negeri 1 Karimun di bawah kepemimpinannya dikenal sebagai sekolah yang berdisiplin tinggi. Begitu juga ketika dia sempat dipercaya memimpin SMP Negeri 1 Meral. Pun dia menerapkan budaya disiplin yang ketat.

Selama 40 tahun dia menjadi PNS (kini disebut ASN) Pak Jamal yang punya isteri seorang guru juga, sudah pensiun sebagai PNS 20-an tahun silam. Setelah pensiun dari sekolah dia bergelut dengan aneka kegiatan kemasyarakatan. Selain menjadi pengurus IPHI (belakangan menjadi penasihat IPHI) Pak Jamal juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karimun. Basisnya sebagai pendidik tetap melekat padanya meskipun sudah pensiun sangat lama.

Pak H. Abdullah Jamal bin Djamaluddin kini telah tiada. Pada hari Rabu, 10 November 2021 tepatnya pukul  22.25 WIB, malam itu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Bersamaan memperingati Hari Pahlawan ke-76 dia meninggalkan kita semua. Kabupaten Karimun kehilangan seorang putra terbaiknya. Seorang pendidik, seorang Kepala Sekolah yang sukses. Guru dan Kepala Sekolah yang meninggalkan kesan mendalam kepada hampir semua orang di daerah ini. Jamaah Surau Istiqomah adalah orang-orang yang merasa paling kehilangan, karena Pak Jamal menghabiskan masa senjanya berjamaah di surau yang tidak jauh dari rumah kediamannya di Kampung Bukit, Meral, Karimun.

Pak Jamal yang lahir di Tarempa Kepulauan Anambas pada 9 September 1940 meninggal dalam usia 81 tahun. Meninggalkan seorang isteri, dua orang anak dan tiga orang cucu serta sekian ribu muridnya selama dia mengabdi menjadi pendidik kurang lebih 40 tahun. Tentu saja dia mempunyai begitu banyak siswa yang akan mendoakannya. Selamat jalan, Pak Abdullah Jamal.***

13 Okt 2021

Sahabat Adik Tingkat, itu Sudah Wafat

Sahabat Adik Tingkat, itu Sudah Wafat


MASIH suasana peringatan HUT Kabupaten Karimun, Selasa (12/10/2021) itu. Setelah mengikuti apel pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Karimun, pada pagi hari, siang hingga malam saya hanya membaca-baca info tentang milad kabupaten 'berazam' itu. Namun malamnya saya membaca berita duka melalui status salah seorang sahabat yang bermastautin di Pekanbaru.

Ketua MKA (Majelis Kerapatan Adat) LAM (Lembaga Adat Melayu) Riau, Datuk Seri Al Azhar Meninggal Dunia, Selasa, 12 Oktober 2021 sekitar pukul 22:39 WIB. Begitulah kira-kira isi status teman itu. Saya kaget karena saya tahu, Al-Azhar yang pernah bersama-sama dulu di Universitas Riau Pekanbaru pada tahun 80-an. Saya kenal sangat baik dengan belyau karena memang kebetulan sama-sama mengambil Jurusan Bahasa dan Seni di Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Unri. Bedanya saya duluan satu tahun.

Kabar berpulangnya tokoh masyarakat Riau itu beredar secara berantai di media sosial, termasuk disebarkan oleh sejumlah tokoh di Riau. Begitu isi berita media online malam itu. Bagi saya, Al-Azhar adalah seorang mahasiswa yang aktif termasuk di dunia tulis-menulis dan sastra. Jadi, saya merasa ikut kehilangan atas wafatnya sahabat dekat ini tersebab kami memang selalu bersama saat di bangku kuliah. Bahwa kini kami sudah berjauhan disebabkan oleh tuntutan profesi masing-masing, itulah kenyataan saat ini. Syukurnya, media sosial saat ini membuat jarak itu tidak terasa lagi. Dan ketika 'kepergian' Al-Azhar terjadi nun di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru saat bersamaan saya dan orang-orang yang mengenalnya di Kabupaten Karimun langsung tahu.

Kabar berita yang kita baca di media,  wafatnya Datuk Alazhar dikatakan bahwa almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan ICU RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Sebagai petinggi di LAM Riau kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi sahabt-sahabatnya di organisasi itu dan juga di kalangan teman-temannya di manapun berada. Selamat jalan, sahabat, kami doakan semoga kepergianmu mendapat ridho dari Allah dan mendapatkan ampunan jika ada dosa-dosa yang dibawa menjelang ajal tiba.***

16 Jun 2021

Berita Duka Kembali Ada (Selamat Jalan, Pak H. Muslim)

Berita Duka Kembali Ada (Selamat Jalan, Pak H. Muslim)


BAGAI dihentak suara petir, pagi --Rabu, 16/06/2021-- ini saya terkejut. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kalimat itu terbaca pertama ketika saya membuka medsos. Seperti biasa, setelah subuh di masjid, membaca ayat-ayat suci (alquran) sebentar, lalu saya membuka laptop. WA dan facebook selalu dibuka pertama. Di situlah berita duka itu ada dan terbaca nyata oleh saya. Saya infokan ke isteri, diapun terkejut dan bagai tidak percaya.

Saya ulang membacanya dan saya tulis lagi beritanya di medsos juga. Semoga teman-teman di dunia maya segera tahu, telah kembali ke pangkuan-Nya sahabat kita ini. Dialah H. Muslim Zoumi, seorang birokrat Kabupaten Karimun yang baru saja bersara belum lama ini. Saya dan Pak H. Muslim adalah anggota silaturrahim haji angkatan 2018 yang kami bersamai sejak terbentuk kurang lebih dua tahun lalu.

Pada musim haji 2018 lalu kami sama-sama mendapat panggilan ke Tanah Suci. Bersama isteri kami serta jutaan jamaah lainnya kami sama-sama berada di Mekkah-Madinah kurang lebih 40 hari. Kenangan yang tidak akan pernah terulang lagi. Saya sendiri dapat 'panggilan' untuk kedua kali tahun ini setelah saya melaksanakannya pada tahun 2006/2007 (1427 H) lalu.

Sepulangnya dari sana, kami yang berangkat bersama dari Kabupaten Karimun dan satu rombongan di sana, sepakat membuat pertemuan silaturrahim bulanan. Itulah kelompok 'Silaturrahim Haji 2018' yang setiap bulan bergiliran dari rumah ke rumah (anggota) kami melaksanakan pertemuan. Dia kami amanahi sebagai ketua kami di kelompok ini. Itulah sebabnya, berita duka pagi ini saya rasakan sebagai berita duka yang teramat mengejutkan. Setelah beberapa waktu dirawat di RSUD Muhammad Sani Karimun dan kami selalu berdoa atas kesembuhannya, tiba-tiba pagi ini mendapat berita begitu. Sungguh tidak mudah menerima beritanya.

Selamat jalan, sahabat kami, Pak H. Muslim. Semoga Bapak beroleh kematian husnul khotimah dari Allah Swt. Kami juga berharap, Bu Ica (isterinya) dan seluruh keluarga Pak Muslim diberi ketabahan atas kepergiannya. Akhirnya kita akan mengembalikan segala perasaan duka ini kepada Allah. Dialah zat yang Maha Kuasa, Maha Menentukan atas segala-galanya. Kita, hamba-Nya akhirnya wajib sabar dan menerima apapun yang ditentukan-Nya.***

23 Feb 2021

Darmalis (Ajo Malik) Bin Burhan, Itu Telah 'Kembali'

Darmalis (Ajo Malik) Bin Burhan, Itu Telah 'Kembali'


MALAM itu saya menulis status di FB, “Selamat Jalan, Pak H. Darmalis (Ajo Malik) bin Burhan yang berpulang kerahmatullah pada petang (saat Asar) Ahad (21/02/2021) di Kampung Baru, Meral. Insyaallah akan dikebumikan besok Senin (22/02/2021).” Begitu banyak teman-teman FB yang memberikan komentar dukanya pada status saya itu. Saya melihat sore itu ada beberapa teman lainnya juga menginformasikan kepergian Pak Malik alias Pak Darmalis. 
Saya merasa terkejut dengan berita bakda magrib yang disampaikan isteri saya, petang itu. Hari Ahad, ini kebetulan ada beberapa kegiatan saya. Belum sempat membuka HP untuk melihat-lihat pesan di WA atau aplikasi lainnya hingga sore. Isteri saya yang pertama tahu karena membaca WA di grup yang belyau dan isterinya ada di dalamnya. Selepas solat magrib, itu saya langsung ke rumah duka, di Kampung Baru, Meral, Karimun. Hingga mendapatkan informasi ini, yang saya tahu Pak Malik (begitu kami memanggilnya selama ini) sehat-sehat saja. Bahwa dia ada diabet pun saya tidak begitu pasti selama ini. Tapi, kabarnya diabet inilah penyebab Allah memanggilnya.

"Selamat jalan, Pak Haji Ajo Malik. Bapak duluan berangkat kembali ke pangkuan-Nya." Itulah kata-kata yang terucap oleh saya dalam kesedihan mengenang kepergiannya yang terasa begitu mendadak. Pak H. Darmalis bin Burhan yang lahir pada 7 April 1965 di Pariaman adalah salah seorang Karu (Ketua Regu) Rombongan Haji kami pada tahun 2018 lalu. Kebetulan dia juga untuk kedua kalinya menunaikan kewajiban Islam kelima itu sebagaimana saya juga sudah untuk kedua kalinya pada hajin 2018 itu. Saya sendiri, pertama kali melaksanakan ibadah haji pada musim haji 1427 (2006/7) yang lalu. 

Pada saat haji 2018 kemarin itu, saya kebetulan diamanahkan menjadi Ketua Rombongan (Karom) dengan beberapa regu. Salah satu regunya diketuai oleh Pak H. Malik. Di sinilah kesan mendalam saya dengannya. Isterinya (Hj. Ratna) selalu saya lihat kompak dan bersama dengan isteri saya walaupun sebenarnya kami tidak dalam satu regu. Hanya satu rombongan. Saya dan isteri berada pada regu dengan ketuanya Pak H. Bakri (mantan Kadisdik Kabupaten Karimun). Pak Malik tidak sedikitpun saya lihat sebagai orang yang menderita satu penyakit. Gerakannya sangat lincah waktu itu. Bahkan hingga kami kembali di sini, yang saya tahu dan lihat belyau tetap energik. Dua bulan belakangan, saya kebetulan tidak sempat berjumpa dengannya. 

Saya tahu, sebagai Karu, dia harus melayani semua anggota regunya. Terbayang oleh kita, khususnya yang sudah melaksanakan rukun Islam kelima ini bagaimana repotnya Karu pada saat jam-jam tertentu. Misalnya pada jam-jam makan atau jam-jam yang mengharuskan berkumpul karena ada kegiatan bersama. Setiap Karu akan bergerak dari kamar ke kamar hotel untuk memberikan informasi atau mengantarkan sesuatu. Ketika jatah makan (nasi kotak) datang, misalnya hanya Karu yang diberi otoritas mengambilnya. Jika harus diwakilkan, ada persyaratan dari panitia di Mekkah atau di Madinah.

Pak H. Malik saya lihat selalu melaksanakannya sendiri setiap tugas dan tanggung jawab Karu dengan baik. Jikapun dia membawa seorang atau dua orang teman, saat mengambil jatah makanan namun dia sendiri tetap ikut bersama dalam setiap kegiatan. Saya sama sekali tidak tahu kalau dia punya riwayat diabet. Dan kabarnya karena penyakit ini pula yang menjadi sebab oleh Yang Maha Kuasa untuk memanggil kembali Pak H. Malik pada sore itu. 

Istimewanya, belyau oleh Allah dipanggil pada saat melaksanakan sholat Asar di sore Ahad itu. Sungguh beruntung dia, Allah berikan kesempatan untuk 'kembali ke pangkuan-Nya' pada saat hamba-Nya tengah menghadap-Nya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan, Pak Malik. Kami akan doakan Bapak. Di setiap pertemuan bulanan haji 2018 yang kita laksanakan selama ini, insyaallah pertemuan itu akan terus bisa dilaksanakan. Doa-doa untuk Bapak insyaallah akan disampaikan.***

8 Jan 2021

Selamat Jalan, Ustaz H. As'ad Abdul Madji, SQ

Selamat Jalan, Ustaz H. As'ad Abdul Madji, SQ


Catatan M. Rasyid Nur
BERITA duka datang lagi. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, wafat dengan tenang, saudara kita, abang kita dan guru kita Al-Ustaz H. As'ad Abdul Madjid, SQ pada hari Kamis, 7 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 di Batam. Berita ini terasa mengejutkan kita, khususnya keluarga dan sahabat-karib, teman handai-tolan yang mengenal belyau. Belyau meninggal dalam usia 50 tahun.

Ustas As'ad adalah seorang tokoh Al-Quran Provinsi Kepri juga Nasional. Dia sudah mengabdi di level Nasional di bidang alquran selain di provinsi dan beberapa kabupaten/ kota. Beberapa aktivitas sehari-harinya, antara lain dia adalah guru di Quran Center, Batam dan melatih serta mengajar anak-anak mengaji. Juga sebagai guru di Rumah Thfizh, Dusun Nyiur yang juga dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Beberapa tugas lainnya, dia saat sebagai Ketua IPQAH (Ikatan Persaudaran Qori/ Qoriah, Hafizh/ Hafizhah) Kota Batam. Dia juga sebagai salah seorang lepatih Kafilah MTQ/ STQ Provinsi Kepri ketika akan berangkat ke MTQ/ STQ Nasional. Di beberapa daerah kabupaten dan kota dia juga menjadi pelatih dalam TC untuk Kafilah Kabupaten ke MTQ/ STQ Provinsi. Termasuk melatih Kafilah MTQ/ STQ Kabupaten Karimun setiap tahun diadakan TC. Sebagai Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun saya sangat akrab dengannya. Setiap dia melatih kafilah Kabupaten Karimun. Bahkan dia juga membantu menyiapkan peserta MTQ Kabupaten Karimun secara khusus. Mencarikan pengganti jika ada yang kurang.

Selain menjadi Dewan Hakim MTQ/ STQ di Provinsi Kepri dan di beberapa kabupaten se-Provinsi Kepri, Ustaz As'ad juga sebagai Dewan Hakim Nasional. Sebagai seorang sarjana quran yang sudah puluhan tahun bergelut di alquran dan musabaqah, Ustaz As'ad sangat dikenal di kalangan qori/ qoriah, hafizh/ hafizhoh Kepri bahkan Nasional.

Selamat jalan, Ustaz. kami yang tinggal mendoakan, semoga ustaz berpulang dalam keadaan husnul khotimah, diampuni semua dosa dan dimasukkan ke dalam syurga-Nya.***