Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

08 Mei, 2022

Rumah Berjauhan, Rasa dan Jiwa Tetap Berdekatan

Rumah Berjauhan, Rasa dan Jiwa Tetap Berdekatan



Catatan M. Rasyid Nur              

UNTUK melaksanakan silaturrahim lazimnya orang mesti saling bertemu. Dengan pertemuan itu terjalin silaturrahim. Sayangnya tidak selalu mudah untuk bertemu. Jarak rumah dan tempat tinggal yang berjauhan akan menjadi salah satu kendala untuk itu. Haruskah silaturrahim menjadi korban? Tentu tidak harus begitu.

Melalui komunikasi jarak jauh segala sesuatunya dapat ditempuh. Melalui tulisan, misalnya orang juga bisa serasa bersalaman. Itulah  beda orang-orang yang menggunakan talenta berkarya (tulis) dengan orang-orang yang tidak menggunakannya. Boleh jadi semua orang memiliki talenta yang sama, tapi mungkin tidak semua orang menggunakannya. Bagi yang menggunakannya, sekurang-kurangnya dia akan terhubung dengan pembaca tulisannya. Maka terjalinlah hubungan jiwa dan rasa. Hubungan pertemanan dan keakraban diantara keduanya.

Hubungan pertemanan dan keakraban, kini tidak selalu harus dikarenakan secara pisik orang berdekatan. Tidak juga karena harus bersemuka setiap kesempatan. Tapi dapat dihubungkan oleh tulisan. Saling menyampaikan pesan, harapan dan keluhan. Apapun bisa tersampaikan lewat tulisan. Alat-alat penghubung (IT) telah membuka kesempatan untuk berhubungan diantara orang yang tidak berdekatan.

Dengan sebuah HP pintar (android) yang dimiliki, misalnya hubungan melalui dunia maya yang tersedia telah menyebabkan jarak sangat jauh tidak terasa jauhnya. Semua orang yang terhubung oleh jaringan internet melalui alat canggih seperti HP atau laptop, itu serasa tetap berada di tempat yang sama pada saat terhubung. Tulisan, gambar dan suara juga ada pada layar yang ada di hadapan kita.

Ketika Idul Fitri seperti saat ini kita memang ingin tetap bersilaturrahim meskipun jarak diantara satu dengan lainnya berjauhan. Dan harapan itu terbukti tidak sulit dilakukan. Dengan tulisan bahkan gambar yang terkirim kita sudah merasa sudah bersama, berbicara bersama, tersenyum bersama dan seterusnya bersama. Maka silaturrahim itu terus ada bersama kita.

Jadi, rumah dengan alamat yang nun jauhnya entah di mana di antara satu dengan lainnya, alhamdulillah tidak menjadi masalah. Kita tetap bisa menyatu dalam rasa dan jiwa kita. Penentu utamanya adalah harapan dan kemauan untuk tetap menjaga komunikasi di antara kita.***

Juga di mrasyidnur.gurusiana.id

12 Januari, 2022

Kehidupan itu Apa Adanya (Jauhi Sombong)

Kehidupan itu Apa Adanya (Jauhi Sombong)


BEBERAPA pernyataan Bob Sadino sering menjadi rujukan orang dalam memotivasi diri dalam menjalani hidup dan kehidupan. Sebagai seorang pengusaha sukses, yang perjalanan hidupnya penuh kesederhanaan, Bob Sadino memang layak dicontoh. Dengan itu pula pernyataan-pernyataannya selalu didengar atau dibaca.

Di salah satu media, pernyataan Bob Sadino dikutip menyatakan begini, "Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari pada Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari pada Anda."Dia ingin menegaskan bahwa kesusahan atau kesulitan yang dihadapi tidak perlu disesali karena ternyata masih ada orang lain yang lebih sulit dari pada diri kita sendiri.

Sebaliknya jika kita merasa kaya tidak perlu itu menjadi kebanggaan yang menajdikan kita sombong atau angkuh. Mengapa? Karena masih ada orang yang lebih kaya dari pada diri kita. Lalu untuk apa menyombongkan diri atas kekayaan yang dimiliki? Begitulah kira-kira yang ingin ditegaskannya. Kekayaan yang pada hakikatnya juga bersifat relatif tidak dapat dibandingkan antara satu orang dengan orang lainnya.

Pernyataan itu kurang-lebih satu semangat dengan pernyataan Bob Sadino lainnya yang berbunyi begini, "Di atas langit, masih ada langit. Suami, isteri, anak, jabatan, harta hanyalah titipan sementara.” Begitu dia menegaskan pada pernyataan lainnya. Dan kalimat terakhir ini juga banyak dikutip oleh media. Saya sendiri mengutip kalimat-kalimat Bob ini dari kiriman teman di media sosial juga. Dan setelah dibaca-baca di media online lainnya juga ditemukan sama. Maka muncullah pada jalaman ini sebagai pemotivasi diri dan siapa saja yang berkenan membaca dan memahami.

Satu hal penting sebagai penguat, sesungguhnya dalam agama (Islam) yang kita pahami juga ditegaskan begitu adanya. Di kitab suci (alquran) atau pada buku-buku hadits kita akan mudah menemukan pernyataan berkaitan dengan larangan sombong atau lalai disebabkan oleh kekayaan atau harta. Anak-isteri dan keluarga juga diingatkan agama, jangan sampai membuat lalai mengingat Tuhan. Itu akan sangat merugikan.

Semoga catatan singkat ini sedikit-banyak mengingatkan kembali, baik kepada diri sendiri (penulisnya) mamupun kepada orang lain atau pembaca catatan ini. Jika ada manfaatnya, kiranya manfaat itu adalah untuk kemanfaatan bersama. Semoga!***

23 Desember, 2021

Literasi untuk Membangun Diri (Antara Teori dan Praktik)

Literasi untuk Membangun Diri (Antara Teori dan Praktik)


LITERASI itu bisa dilihat dari dua sisi, teori dan praktik. Mengapa bisa? Bukan harus? Karena terbukti dalam kenyataannya kita terkadang hanya melihat dan ikut di salah satunya saja. Idealnya memang harus di kedua sisinya. Seperti mata uang yang memiliki dua sisi yang membuat uang itu bernilai dan berlaku harganya. 

Kita yang ikut teori saja, kebanyakan karena keperluan akademik (di sekolah) begitu mahir pemahaman literasinya. Secara teori sangat mengerti, apa itu lietrasi. Misalnya, dalam satu buku dikatakan, 'kata literasi diambil dari bahasa Latin, literatus. Maknanya orang yang belajar. Secara umum istilah literasi merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. 

Nah, itulah teori. Boleh jadi kita sangat mahir dan hafal banyak pendapat pakar perihal literasi. Kita akan mengatakan lietrasi itu bagian dari membaca, menulis, memahami bacaan, memecahkan masalah atau memberi solusi terhadap satu masalah yang kita temukan dalam bacaan. Dikatakan, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa. Itu semua tentu saja masih dalam tataran teori.

Secara teori juga kita dapat memahami tujuan literasi karena ada referensi yang bisa dibaca.  Apa tujuan literasi? Pemerintah menetapkan tujuan literasi antara lain,
1) Menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik.
2) Menciptakan budaya membaca dan menulis di sekolah dan masyarakat.
3) Meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat.
4) Meningkatkan kepahaman seseorang terhadap suatu bacaan.
5) Membuat seseorang bisa berpikir kritis.
6) Memperkuat nilai kepribadian.

Dengan target seperti di atas, manfaat literasi yang dapat dipetik, antara lain, 
1) Meningkatkan pengetahuan akan kosa kata.
2) Membuat otak bisa bekerja optimal.
3) Menambah wawasan.
4) Mempertajam diri dalam menangkap suatu informasi dari sebuah bacaan.
5) Mengembangkan kemampuan verbal.
6) Melatih kemampuan berpikir dan menganalisa.
7) Melatih fokus dan konsentrasi.
8) Melatih diri untuk bisa menulis dan merangkai kata dengan baik.

Akhirnya --secara teori-- target yang ingin dicapai dengan literasi adalah  meningkatnya pemahaman kita dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima atau yang dibaca. Dengan itu diharapkan akan membantu kita berpikir kritis dengan tidak mudah bereaksi terlalu cepat. Di sisi lain akan membantu kita meningkatkan pengetahuan. Sungguh baik harapan ini. 

Tentu saja tidak cukup di batas teori. Literasi sejatinya harus masuk ke prkatiknya. Bagaimana, di mana dan apa yang dibaca atau yang didengar, inilah pertanyaan yang akan menggiring kita untuk berpraktik dalam literasi. Harus jelas bagaimana kita melakukan kegiatan membaca, di mana tempatnya dan bahan bacaan apa yang kita jadikan sebagai bahan bacaan.

Karena literasi tidak akan terlepas dari kreativitas membaca dan menulis selain menyimak dan beberapa keterampilan berbahasa lainnya, maka sederhananya kita bisa memulai praktik literasi kita dengan menggiatkan kreativitas membaca dan menulis. Hendaklah setiap saat atau setiap hari kita membaca. Dan dari bacaan yang sudah terolah dalam pikiran dan perasaan, lanjutkan dengan mereproduksinya kembali dalam bentuk tulisan. Artinya, kita harus menulis setiap. Silakan dibuat moto atau jargon pribadi untuk memotivasi menulis. Misalnya, 'menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi'; atau jargon lainnya, 'cintaku literasi, kumenulis setiap hari.'*** (M. Rasyid Nur)

Tambahan:
- Landasan GLS: Permendikbud No 23 ganti No 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
- Silakan Lanjutkan di: Pedoman Pelaksanaan Gerakan Nasional Literasi Bangsa (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud, 2016;

22 Desember, 2021

Mengenang Hari Ibu Sebagai Motivasi dan Inspirasi Bersama

Mengenang Hari Ibu Sebagai Motivasi dan Inspirasi Bersama


MESKIPUN penetapan Hari Ibu 22 Desember secara resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 dengan tanggal surat 16 Desember 1959 tepat pada HUT (Hari Ulang Tahun) ke-25 Kongres Perempuan Indonesia sesungguhnya gaung aktivitas perempuan Indonesia itu sudah sejak jauh hari adanya. Jika tahun 1959 sudah merupakan HUT ke-25 artinya sudah lebih dari seperempat abad tahun sebelumnya terhitung sejak Kongres Perempuan I itu.

Sudah sama-sama kita ketahui bahwa tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya di kalangan wanita Indonesia. Ibu-ibu yang dikatakan tertinggal jauh dari semua aspek berbanding kaum laki-laki perlu semangat. Dan semangat itu selalu dikaitkan dengan moment tertentu. Itulah Kongres Perempuan Indonesia sebagai penyemangat tersebut.

Sejarah mencatat bahwa setelah Kongres Perempuan I tahun 1928 sebagai bukti bangkitnya perempuan Indonesia untuk ikut berjuang terwujudnya kemerdekaan dan Kongres Perempuan II pada tahun 1935 yang lebih menyatukan seluruh potensi yang dimiliki peermpuan Indonesia. Dan apda Kongres Perempuan III tahun 1938 mereka bersepakat menetapkan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember. Sejarah lahirnya Hari Ibu benar tidak terlepas dari Kongres Perempuan Indonesia III yang digelardi Bandung pada tanggal 22 Desember 1938 itu. 

Target mulia yang menjadi pemicu penetapan itu adalah agar perjuangan para perempuan Indonesia itu akan selalu dikenang dan dihargai atas jasa-jasanya dalam membantu meraih kemerdekaan RI. Artinya setiap tahun akan ada momen untuk mengingat bagaimana suka-duka perjuangan perempuan Indonesia bersama pejuang lain dalam usaha meraih kemerdekaan.

Hari ini kita mengenang kembali perjuangan itu. Baik perjuangan ibu-ibu secara nasional amupu perjuangan ibu kita dalam keluarga kita sendiri, adalah hal penting bagi kita untuk memperingatinya. Kita tidak akan mampu menghitung jasa para ibu, baik ibu sebagai penopang Ibu Pertiwi, Bangsa Indonesia maupun ibu sebagai orang tua kita sendiri. Adalah kewajiban kita untuk mengenang jasa mereka sekaligus menjadi pemacu semangat kita untuk bersama berjuang demi bangsa kita. Selamat Hari Ibu, semoga para ibu selalu menajdi motivasi dan inspirasi kita semua.***

15 Desember, 2021

Ibu, Dialah Segala-galanya Bagi Kita

Ibu, Dialah Segala-galanya Bagi Kita


KITA tidak mungkin membantah, ibu adalah sosok terbaik dalam hidup kita. Siapapun kita. Tanpa mengabaikan, apalagi merendahkan ayah, ibu adalah sosok yang paling dekat dengan kita. Sejak kita masih bayi, anak-anak hingga kita dewasa. Jangan ditanya ketika kita dalam kandungan ibunda kita. Ibu kita adalah kita. Nyawa dan makan kita adalah nyawa dan makan ibu kita. Menyatu. Dua dalam satu.

Ibu merupakan sosok yang sangat spesial bagi siapapun. Ibu, dialah orang yang tahu betul bagaimana kita, apa yang kita mau dan dialah orang yang sangat peka saat kita bahagia maupun kecewa. Melansir laman yourtango.com, sebagai sosok yang sangat spesial dan istimewa, ibu juga sebagai sahabat terbaik buat anak-anaknya. Tanpa ingin membandingkan ayah dan ibu, tapi ketika bicara tentang ibu, maka dialah segala-galanya bagi kita. Bagi siapa saja.

Rasa sayang dan kasih-sayang ibu tidak ada setitik zarrah pun yang membuat ragu. Jika pun ibu memarahi anak-anaknya, itu pun bagian rasa sayang yang sudah menyatu dengan kasih-sayang itu sendiri. Ibu cerewet kepada kita, misalnya, pun bagian dari kasih-sayangnya kepada anak-anaknya. Sesungguhnya cerewet dan terus memurainya ibu kepada kita adalah sebagai pendorong kita untuk berbuat lebih baik dari pada yang dilihatnya. 

Cerewet bukanlah marah. Sementara marahpun adalah tanda dia sayang dan cinta. Kita percaya, ibu marah adalah atas kesalahan atau kekeliruan kita. Tidak perlu kita bertanya mengapa ibu marah sementara kita sudah tahu kesalahan dan kekeliruan kita. Jika begitu, mengapa cerewt ibu harus membuat hati ngilu. Tidak perlu.

Ada beberapa predikat yang kita lekatkan kepada ibu kita yang menjadikan kita tegar dan akan tahan cabaran. Sebutlah ibu sebagai sahabat, ibu sebagai pendengar setia anak-anaknya, ibu sebagai penasihat, ibu sebagai tumpuan gundah dan sedih serta banyak lagi. Sebagai orang yang memberikan segala-galanya dalam posisi sebagai perawat dan penjaga kita, ibu tidak sedikitpun yang dapat kita jadikan sebagai sosok yang harus disalahkan. Tidak ada noktah kesalahan yang pantas kita tempelkan ke ibu. Tetaplah Ibu segala-galanya bagi kita.

Jika ibu adalah sosok istimewa dan segala-galanya bagi kita, tidak berlebihan kita bertanya kepada diri kita sendiri tentang ibu kita. Sikap seperti apa yang sudah atau sedang kita lakukan untuk membuat ibu kita berbahagia. Tindak-tanduk dan sikap kita hingga ke sapaan yang kita berikan kepada ibu, sudahkah membuat ibu kita berbahagia? Kita sadari betul, tidak akan pernah terbalaskan oleh kita apa yang sudah diberikan ibu kepada kita. Darah dan air ketuban yang mengalir mengiringi kelahiran kita, air mata yang juga terkadang mengalir saat memelihara dan mengurus kita pasti tidak akan pernah terbalas hingga kita berpisah oleh kematian.

Semua yang kita coba dan usahakan untuk memberikan apa saja untuk ibu, tidak akan mampu mengganti itu. Rasa senang, bahagia dan kenyamanan hidup, itulah yang sedikit akan mengurangi rasa bersalah kita kepada ibu. Dan jika ibu sudah tiada, hanya doa tuluslah yang bisa kita kirimkan untuknya.***

11 Oktober, 2021

Literasi, Strategi Memperkaya Inspirasi

Literasi, Strategi Memperkaya Inspirasi


INSPIRASI tidak melulu sebagai satu ilham yang datang tiba-tiba untuk membantu manusia berbuat dan melakukan tindakan tertentu. Benar, kalau KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengartikan inspirasi sebagai sebuah ilham. Ilham yang datang pada pikiran manusia dan akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia itu. Namun inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri manusia itu sendiri. 

Kalau begitu inspirasi kepada kita tidak muncul sebagaimana munculnya wahyu kepada para Nabi. Wahyu bisa datang tiba-tiba kepada Rasul Tuhan, itu baik melalui perantara Malaikat maupun langsung dari Tuhan. Tidak perlu ada rangsangan dari luar diri. Sementara inspirasi memerlukan tindakan lain yang datang dari luar untuk memberikan rangsangan kepada manusia untuk berbuat dan atau melakukan satu tindakan. Intinya selalu ada rangsangan. 

Jadi, inspirasi diartikan sebagai satu hal yang muncul dari pikiran manusia atau berupa rangsangan dari luar manusia untuk merangsang manusia melakukan perbuatan tertentu. Adanya inspirasi memberi manfaat bagi manusia sehingga membuka pikiran dalam bentuk ide atau gagasan yang baru. Maka inspirasi dikatakan sebagai suatu proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan proses dan tindakan kreatif.


Bagi seorang penulis ada istilah yang dikenal dengan proses kreatif sebagai jalan lahirnya sebuah tulisan. Proses kreatif seorang penulis, itulah yang salah satu fasenya adalah melewati adanya inspirasi. Dengan munculnya inspirasi akan terjdilah proses kreatif untuk berjalannya kreativits tulis-menulis. Ketika inspirasi muncul biasanya kita akan langsung menuliskannya, di kertas atau dengan menggunakan HP atau laptop/ komputer pribadi kita. Pastinya saat itu juga kita akan tuliskan karena khawatir lupa.

Seringkali saat kita sedang kesulitan dalam menemukan ide, tiba-tiba muncul inspirasi sehingga kita mendapat ide atau gagasan yang baru kembali. Inspirasi bisa muncul secara tiba-tiba atau dengan cara berpikir dengan lebih dalam dan lebih serius. Bisa juga membaca atau menyaksikan satu lukisan yang akhirnya pikiran kita akan bekerja. Berpikir ini juga dipengaruhi oleh keadaan yang ada. Keadaan inilah yang kita sebut sebagai pengaruh dari luar diri kita. Misalnya, saat melihat suami-isteri bertengkar di depan umum, tiba-tiba muncul inspirasi untuk menulis perihal rumah tangga atau hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Itulah inspirasi.

Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi merupakan proses yang mendorong dan mempengaruhi seseorang untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sedangkan inspirasi merupakan ide-de kreatif yang muncul dari dalam diri setelah ada rangsangan dari luar. Inspirasi dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya. Inspirasi datang, motivasipun hadir untuk menyemangati kita melakukan proses kreatif kita. Proses kreatif di ranah tulis-menulis.

Oleh karena itu tidak keliru jika dikatakan kalau literasi akan menambah daya inspirasi seseorang.  Maksud saya akan memperkaya inspirasi kita. Literasi yang pasti akan melibatkan pikiran dan perasaan ketika membaca atau menyaksikan sesuatu agar diperoleh pemahaman dari apa yang dilihat atau dibaca bermakna literasi akan memperkaya inspirasi kita. Ayo, mari terus berdampingan dan bersama dengan litaerasi.***

09 September, 2021

Mengambil Pesan 'Kata-kata Mutiara'

Mengambil Pesan 'Kata-kata Mutiara'


BERUSAHA memahami makna kata-kata motivasi yang diucapkan oleh orang-orang hebat dan terkenal, itu satu hal. Berusaha melaksanakannya dalam kehidupan, itu hal lain. Keduanya saling berhubungan tapi belum tentu keduanya mau atau dapat disekalijalankan. Sangat terganung kepada yang mencoba memahami dan melaksanakannya.

Kalimat-kalimat hebat yang disampaikan oleh orang-orang hebat sejatinya penting dan berguna bagi kita. Dengan kalimat-kalimat yang memotivasi dan menginspirasi kita cenderung akan berpengaruh positif dan juga akan melaksanakannya. Bagaimanapun itu karena dianggap memang berguna bagi kita.

Saya ingin mengutip dan membagi ulang di sini beberapa pernyataan dari para tokoh sukses yang telah membuat kehidupan seseorang lebih bermakna. Inilah 3 (tiga) pernyataan dari tiga orang yang namanya tentu saja sudah kita kenal. 

Pernyataan pertama berbunyi, "Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan yang hebat adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan puas."  Kalimat ini dikatakan merupakan buah pikiran dari Steve Jobs yang banyak dikutip dan sering kita temukan dalam banyak bacaan. 

Pernyataan kedua berbunyi, "Berpura-puralah sampai kamu berhasil! Bertindak seolah-olah kamu memiliki semua kepercayaan yang kau butuhkan sampai itu menjadi kenyataanmu," yang dikatakan diucapkan oleh Brian Tracy.

Sedangkan pernyataan ketiga yang ingin saya kemukakan adalah, "Ketika kamu ingin sukses seburuk yang kamu inginkan, maka kamu akan sukses." Dikatakan bahwa pernyataan ini diucapkan dan merupakan buah pikiran dari Eric Thomas.

Mungkin saja kalimat-kalimat itu sudah pernah diucapkan oleh tokoh lainnya sebelum mereka mengatakan begitu. Tapi kutipan yang diambil dari situs bola.com ini mengatakan demikian adanya. Tanpa menapikan kemungkinan ada referensi lain yang menyatakan selain dari itu, mari kita pahami saja makna yang terkandung di dalamnya. Pesan apa yang perlu kita tangkap dari pernyataan itu, itulah yang menurut saya lebih penting. Saya sepenuhnya mempercayai itu agar saya tidak ragu-ragu mengatakannya.

Pernyataan pertama jels sekali bahwa untuk melakukan pekerjaan hebat hendaklah dengan mencintai poekerjaan itu sendiri. Cinta adalah modal utama. Ketika itu belum juga didapartkan, kata Steve Jobs teruslah dicari. Akhirnya apsti akan didapatkan. Kuncinya kembali kepada kita sendiri.

Saat seseorang mampu berperan seolah-olah bisa, seolah memiliki kepercayaan yang tinggi, ujungnya akan bisa juga. Jadi, jangan mengatakan tidak bisa ketika memulainya. Perasaan tidak bisa justeru akan menjadikan kita benar-benar tidak bisa. Itulah yang dikatakan Brian Tracy itu. Mampukah kita berlaku bisa meskipun sebenarnya tidak bisa? Jika bisa, lakukanlah hingga benar-benar bisa.

Dan mutiara kata yang ketiga dapat kita pahami sebagai target sukses yang kita tetapkan. Tidak harus muluk-muluk. Pada target terendah atau terburuk sekalipun, jika bisa kita lakukan dengan baik maka akan tercatat kita sebagai orang yang sukses. Artinya, sukses itu ada pada diri kita sendiri yang memutuskannya.***

09 Agustus, 2021

Olimpiade Ditutup, AS Juara Umum, Indonesia Tetap Bangga

Olimpiade Ditutup, AS Juara Umum, Indonesia Tetap Bangga


INILAH olimpiade yang terbilang istimewa dikarenakan adanya covid-19. Seperti sudah sama-sama kita ketahui bahwa Olimpiade Musim Panas 2020, yang secara resmi kita kenal dengan istilah Games of the XXXII Olympiad sesuai keputusan awal akan dihelat di Tokyo, Jepang, pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Karena itu namanya disebut juga dengan sebutan Olimpiade Tokyo 2020. Itulah salah satu keistimewaannya. Lain jadwal, lain waktu pelaksanaan namun tetap memakai nama awal. 

Olimpiade sendiri adalah ajang olahraga internasional dengan pesertanya seluruh negara di dunia. Tentu saja cabang olahraga yang dapat diikuti adalah setiap cabang yang dinyatakan lolos seleksi. Dari berita beberapa media menyebut ada sebanyak 205 negara yang ikut. Tapi di berita lainnya menyebut sebanyak 197 negara peserta. Artinya kurang-lebih 200-an negara sejagat raya ikut.

Sebagaimana sudah kita ikuti dan saksikan --melalui media-- sejak hari pertama lomba/ pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 dilaksanakan dari 23 Jul s.d. 8 Agu 2021. Meskipun disebut Olimpiade 2020, namun disebabkan oleh pandemi covid-19 sejak lebih dari dua tahun lalu, akhirnya kegiatannya diundur pada tahun 2021 ini. Kemarin Ahad (08/08/2021) itu para atlet telah menyelesaikan seluruh pertandingannya. Seperti sudah kita saksikan lewat layar kaca televisi dan dari beberapa sumber berita (media), itu bahwa Amerika Serikat keluar sebagai juara umum Olimpiade Tokyo 2020 dengan total medali 113 yang terdiri dari 39 emas, 41 perak, dan 33 perunggu.

Mengutip sebuah media online, dikatakan menariknya, Negeri Paman Sam -julukan Amerika Serikat- memastikan gelar juara umum ini dipastikan di detik-detik terakhir setelah sebelumnya berada di bawah China. China pun harus puas berada di posisi kedua dengan koleksi 88 medali dengan rincian 38 emas, 32 medali perak, dan 18 perunggu. Begitu redaksi berita beberapa media cetak dan online yang dapat kita akses dengan mudah.

Sebagaimana kita tonton di televisi bahwa Amerika Serikat mendapatkan tiga medali emas tambahan pada hari terakhir kemarin itu. Tiga medali itu didapatkan pada cabang olahraga voli putri, basket putri, dan balap sepeda. Kenyataan, ini mengejutkan China yang sampai malam sebelumnya masih berada di atas Amerika Serikat. Bagaimanapun perolehan itu diharapkan China bertahan hingga penutupan. Tapi apa daya, Amerika Serikat tetap digdaya.

Keberhasilan ini juga membuat Amerika Serikat menjadi yang terhebat perolehan medali pada tiga edisi olimpiade terakhir . Sejak penyelenggaraan Olimpiade London 2012, Olimpiade Rio 2016, hingga Olimpiade Tokyo 2020, Amerika Serikat selalu meraih juara umum. Lima negara teratas pada even Olimpiade Tokyo 2020 ini adalah 1) -Amerika Serikat dengan medali (emas, perak, perunggu dan jumlah) 39-41-33-113; 2)-Tiongkok 38-32-18-88; 3) -Jepang 27-14-17-58; 4) -Britania Raya 22-21-22-65; dan 5) -ROC 20-28-23- 71. Negara kita Indonesia? Ternyata berada pada posisi ke 55 dengan medali 1-1-3-5. Tetap bangga meskipun dada terus bertanya, bagaimana kita terus berada di bawah negara dengan penduduknya yang jauh di bawah jumlah penduduk kita?

Tentang kesuksesan atlet negara kita, dari media yang kita baca dan dengar lima medali tersebut disumbangkan oleh cabor bulu tangkis dan angkat besi. Adalah nomor ganda putri atas nama Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan medali emasnya dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra meraih perunggu. Sementara satu-satunya perak dari Eko Yuli Irawan dan dua perunggu lain diraih Rahmat Erwin Abdullah dan Windy Cantika Aisah. Capaian medali ini, sekali lagi tetap membuat kita bangga dan membanggakan bangsa kita di ajang olahraga dunia itu. Semoga kelak prestasi itu bisa meningkat lagi.***

17 Juli, 2021

Janganlah Waktu Terbiar Berlalu

Janganlah Waktu Terbiar Berlalu


TEGAS dikatakan Tuhan bahwa setiap kita (manusia) akan senantiasa dalam status merugi kecuali dapat dan memiliki beberapa hal yang dikatakan Tuhan sebagai pengecualian. Dengan bersumpah menggunakan waktu di surah Al-Asr, 'demi waktu,'  misalnya dikatakan-Nya bahwa sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Barulah kita tidak termasuk ke golongan orang-orang merugi jika kita ada iman, mau melakukan kebaikan, memberi arahan untuk kebenaran dan kesabaran.

Beriman dan keimanan adalah dua hal yang tentu tidak bisa dilepaskan. Jika sekadar mengerti iman atau keimanan, tapi tidak beriman tentu saja tidak cukup. Pemahaman keimanan dan memahaminya adalah satu hal. Memahmi tentang ketuhanan, kenabian, kitab-kitab Tuhan tapi tidak meyakininya, maka berarti itu tidak beriman. Dan tidak akan ada pertahanan dan bantuan apapun atas dosa dan azab yang akan menimpa orang tak beriman. Itulah sebabnya perlu beriman.

Dengan beriman akan berimplikasi kepada perbuatan. Tindak-tanduk dan perbuatan yang dilandasi iman kepada Zat Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa akan mengarahkan kita kepada berbuat kebajikan dan kebaikan. Di sinilah bersatunya iman dan amal soleh yang menjadi kunci terhindarnya seseorang dari kerugian. Itu pula yang selanjutnya akan membimbing orang tersebut untuk menyampaikan kebenaran dan kesabaran kepada orang lain. Saling menyampaikan kebenaran dan kesabaran adalah ikutan dari beriman itu sendiri.

Bersumpahnya Tuhan dengan memakai waktu, tentu saja maksudnya agar kita yang diberi waktu sangat singkat di dunia yang fana ini untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Waktu di dunia sangatlah singkat berbanding waktu di akhirat nanti yang semua kita akan ke sana. Dan kita yakin sesuai dengan keimanan itu sendiri bahwa kita akan abadi di sana.

Jadi, kata kunci yang harus kita garisbawahi adalah bahwa kita jangan suka bahkan jangan pernah menyianyiakan waktu. Jangan pernah membiarkan waktu berlalu tanpa ada sesuatu yang kita perbuat. Sedetik waktu berlalu sama statusnya dengan sehari, sebulan atau bertahun-rahun waktu berlalu. Kesemua itu adalah sumber merugi yang akan menimpa kita. Maka, janganlah waktu terbiar berlalu.***

15 Mei, 2021

Pesan Hujan Pagi di Idul Fitri: Kebersamaan adalah Keberhasilan

Pesan Hujan Pagi di Idul Fitri: Kebersamaan adalah Keberhasilan


Catatan M. Rasyid Nur

HARI Sabtu (15/05/2021) pagi, ini kembali hujan. Seperti tiga hari yang lalu. Air menyiram bumi daerah dan kampung kami, Wonosari. Hujan jugakah di tempat lain? Entahlah. Yang pasti, inilah rahmat Tuhan menyiram bumi mengiringi Idul Fitri tahun ini. Terima kasih, ya Ilahi.

Saya ingat, di awal Syawal kemarin, Kamis (13/05/2021) dini hari juga hujan turun. Bahkan lebih lebat lagi. Bagaikan bah, air tertumpah dari langit, dini hari itu. Waktu itu, jarum jam di kamar saya lihat di angka tiga. Saya terbangun oleh lebatnya hujan pagi menjelang Idul Fitri, itu saya refleks melihat jam. "Pukul 3," kata saya kepada isteri yang turut terbangun. Ya, Allah padahal beberapa jam lagi salat Idul Fitri. Pesan apakah ini?

Buat kami di Kampung Wanosoari, Baran Barat Kecamatan Meral hujan dini hari Idul Fitri, ini memiliki catatan tersendiri. Mengapa? Sore menjelang berakhirnya Ramadhan (Rabu, 12/05/2021) itu para pemuda dan beberapa pengurus masjid sudah menyusun rapi tikar dan sajadah di ruang masjid Al-Ubudiyah. Masjid terbuka yang atapnya masih langit saja. Beratap langit?

Iya. Benar. Masjid kami hingga hari ini masih dalam tahap pembangunan baru. Yang lama sudah dibongkar. Selain karena ukurannya, juga karena kiblatnya yang ternyata tidak persis dengan arah mehrabnya ke ka’bah. Inilah yang menjadi alsan mengapa masjid ini harus dibangun ulang di tempat yang sama.

Sejak beberapa bulan yang lalu, masjid ini dibongkar dan dibuat baru setelah jamaah dan pengurus sepakat. Untuk sementara jamaah masjid solat di ruang (aula) yang kebetulan cukup luas di belakang masjid. Solat lima waktu dan tarawih tahun ini dihelat di ruang ini. Jadi, untuk sementara ruang di bagian timur masjid inilah yang menjadi masjid. Pengganti masjid yang belum selesai dibangun.

Pembangunan masjid saat ini baru sampai melantai dengan semen kasar, dinding dengan tiang-tiang sekeliling. Juga cor lantai dua bagian sayap kiri dan kanan. Tapi atapnya masih belum. Konon biaya atap dengan kubah yang direncanakan akan menelan biaya sangat besar. Itulah sebabnya masjid ini belum dipakai.

Tapi, untuk solat Idul Fitri tahun ini pengurus sepakat akan menggunakan ruangan masjid lama yang sebagian dindingnya sudah dibuat bersama lantai (kasar) itu. Atap masjid yang memang belum ada diharapkan tidak hujan pada saat salat Idul Fitri nanti. Dengan dinding dan beberapa tiangnya yang sudah terbangun, tapi atapnya baru langit saja diharapkan memotivasi warga untuk lebih giat membangun dengan melaksanakan salat Idul Fitri di dalamnya.

Nyatanya, dini hari menjelang subuh, hujan menyiram bumi Wonosari. Itu pasti di luar perkiraan dan harapan pengurus dan masyarakat. Kenyataan itu tentu saja membuat para pengurus dan pemuda kembali menggulng tikar dan sajadah, dini hari itu juga. Syukurnya, menjelang dini hari itu masih ada para pemuda dan beberapa orang di masjid melanjutkan takbir. Merekalah yang tahu awal dan mereka pula yang bekerja keras untuk menyelamatkan tikar dan sajadah dari siraman hujan.

Pagi sebelum subuh, ketika hujan berhenti bergotong-royong kembali para pemuda untuk mengeringkan ruang masjid. Berbagai cara dilakukan untuk mengeringkan lantai masjid. Tidak cukup menyapu tapi juga menggunakan alat pengering yang biasanya dipakai pemiliknya untuk semprot/ memasang cat. Melihat langit cukup cerah menjelang pagi, pengurus yakin tidak akan hujan lagi di pagi Idul Fitri itu. Maka dengan segala cara, ruangan itu tetap dipersiapkan untuk Solat Idul Fitri. Tidak mudah, pastinya. Tapi selesai juga persiapannya. Tikar dan sajadah kembali terbentang rapi menjelang pagi.

Pukul 07.00 jamaah sudah mulai hadir di masjid. Suara takbir bersahutan. Pukul 07.30 prosesi salat Idul Fitri sudah dimulai dengan diawali laporan panitia dan sambutan pengurus masjid. Ada laporan penerimaan zakat fitrah, zakat mal, fidyah, infak dan sedekah serta laporan distribusinya. Ada pula laporan panitia Ramadhan yang menyampaikan penerimaan infak selama Ramadhan serta penggunaannya.

Sebelum salat, oleh pembawa acara juga disampaikan tata cara salat Idul Fitri yang akan dilaksanakan. Selanjutnya imam mengambil tempat dan bilal juga melaksanakan tugasnya. Alhamdulillah, solatnya aman dan nyaman. Diserta siraman sinar matahari pagi, saat solat dan khutbah disampaikan khatib jamaah tetap tenang di dalam ruang beratap langit itu. Hujan yang turun empat jam sebelumnya seolah tidak teringat pada saat itu.

Pasti ada pesan yang terselip dari catatan hujan pagi di Idul Fitri ini. Kesannya tidak akan terlupakan buat warga Kampung Wonosari. Paling utama dari semua itu adalah kebersamaan dan lahirnya motivasi dan semangat meneruskan pembangunan masjid ini. Kebersamaan dan kekompaan warga jelas terlihat saat harus mengemas dan menyelelamatkan tikar dan sajadah saat akan hujan. Lalu saat kembali membentangkannya setelah sebelum mengeringkan lantainya dari genangan air. Itu tidak mudah jika tidak ada jiwa bersama. Kebersamaan dan kekompakanlah yang menjadi kunci kesuksesan solat Id di masjid yang sesungguhnya belum bisa dipakai. Hujan adalah ujian untuk kebersamaan itu.

Pagi Sabtu ini, ternyata hujan turun kembali. Tidak sejak dini hari. Tapi di awal pagi ini saja. Tapi sudah cukup mengingatkan saya akan hujan di hari pertama Idul Fitri. Allah kembali menurunkan rahmat-Nya. Bagi kita umat yang yakin itulah cara Tuhan menyayangi hamba-Nya. Hujan ini akan menambah ketaatan kita. Apapun itu, segala sesuatu yang diberikan-Nya kepada kita, itulah yang terbaik untuk kita. Tidak satu kejadian kecuali ada hikmahnya. Hujan Pagi di Idul Fitri, adalah ramhat terbaik kita yang bertekad akan istiqomah taat kepada-Nya.***

Juga di www.terbitkanbukugratis.id

31 Desember, 2020

Apa Persiapan Kita Menghadapi Tahun Baru?

Apa Persiapan Kita Menghadapi Tahun Baru?


TIDAK terasa kita sudah berada di ujung tahun. Kata orang kampung, 'pejam-celek, pejam-celek, tahu-tahu sudah tahun baru. Besok, ya besok sudah tahun baru. Kita tahu, Tahun Baru sering kita katakan sebagai pintu gerbang pergantian waktu yang akan selalu dilalui kita alami setiap periode tertentu. Begitulah sebagai manusia selama masa hidup kita.

Melihat kenyataan selama ini, sepertinya ada dua kemungkinan kita dalam menyikapi pergantian demi pergantian waktu. Pilihan pertama kita akan terseret hanyut oleh derasnya arus jaman tanpa pegangan. Kedua, kemungkinan bisa menjadi pribadi yang tangguh dengan memiliki pegangan prinsip yang kuat. Ini yang sejatinya dikejar.

Agar pengejaran pilihan terakhir itu dapat kita raih, bagaimana dan apa persiapan kita menghadapinya? Jawabannya bisa saja berbeda-beda setiap kita. Tapi ada beberapa rumusan umum yang selalu diingatkan kepada kita. Dan kelaziman ini menjadi pakem hampir setiap orang dalam mempersiapkan tahun baru.

Pertama, membuat perencanaan dan atau resolusi tetentu; artinya, kita harus memiliki rencana tertentu dan jelas, apa yang harus diperbuat jika ingin tetap eksis di tengah kerasnya arus jaman seperti saat ini. Ketatnya kompetisi hidup yang semakin tinggi memang akan memaksa kita harus membuat suatu perencanaan yang baik dan mudah dilaksanakan. Untuk ini, selain rencana utama atau rencana pokok bagus juga kita memiliki rencana cadangan atau rencana yang disiapkan jika rencana pertamanya tidak bisa dilaksanakan. Jika kita bagian dari sebuah rumah tangga, maka anggota dalam rumah tangga tentu perlu dilibatkan dalam menyusun rencananya.

Kedua harus melakukan evalusasi dan atau muhasabah terhadap apa yang sudah kita lalui di tahun ini. Ini juga merupakan bagian dari introspeksi diri untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegalan kita di tahun yang sudah ditinggalkan. Baik kelebihan maupun kekurangan yang telah kita jalani di tahun sebelumnya kedua-duanya menjadi acuan dalam instrospeksi diri ini. Melalui introspeksi diri ini, kita dapat belajar dari kesalahan atau kegagalan yang telah kita alami.

Ketiga, mengadakan penyesuaian dan atau perubahan seperlunya; artinya kita harus melakukan suatu penyesuaian dengan kenyataan diri, keluarga atau pendukung lainnya yang kita miliki. Perubahan itu bisa pula berupa sikap dan strategi selain perubahan dari sisi pisik atay material. Umpamanya, dari sebelumnya bersikap kurang baik, malas-malasan dan sifat buruk lainnya kepada sifat-sifat yang lebih mendukung. Kita harus berubah menjadi pribadi yang rajin jika sebelumnya masih malas-malasan. Intinya kita harus berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan meninggalkan kebiasan buruk yang selama ini kita lakukan.

Keempat, menjaga dan merawat semangat dan atau motivasi; maksudnya sebagai seorang pejuang kita tidak boleh lemah dalam menghadapi penjajah dalam diri sendiri. Apa saja penajajh itu, ya seperti sifat malas, tidak bergairah itu. Dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari diperlukan semangat juang pantang menyerah.. Tidak boleh mudah putus asa meskipun sering mengalami kegagalan.

Kelima, mau bekerja kjeras; ini penting. Ternyata mau bekerja saja tidak cukup. Bekerja dengan sikap tidak bergairah, jelas tidak akan menguntungkan persiapan kita menghadapi masa ke depan, termasuk tahun baru yang sudah di hadapan langsung. Kerja keras dan semangat ditambah hemat dan efektif waktu adalah kunci keberhasilan dalam era maju saat ini.

Mungkin masih banyak penjelasan lain yang dapat kita pedomani dalam usaha bersiap dan mempersiapkan tantangan tahun depan. Mari, selamat meninggalkan tahun ini untuk bersiap-sedia menghadapi tahun depan.***
*Dari bebagai sumber.

02 Oktober, 2020

Berbaju Batik Membuat Tampak Cantik

Berbaju Batik Membuat Tampak Cantik


Oleh M. Rasyid Nur

KEMARIN Kamis (01/10/2020) kita berlegu-legah dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, hari –Jumat, 02/10/2020—ini kita memperingati Hari Batik Nasional. Kita diingatkan oleh catatan sejarah bahwa hari ini adalah Hari Batik Nasional. Itu berarti salah satu hari yang istimewa bagi kita, Bangsa Indonesia. Mengapa istimewa? Hari ini, 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional yang merupakan peringatan salah satu produk dan budaya bangsa, baju batik.

Lazimnya, di hari yang istimewa ini, kantor-kantor Pemerintah atau non Pemerintah menyarankan bahkan –mungkin—mewajibkan karyawanya untuk memakai baju batik sebagai symbol cinta produk dan budaya bangsa sekaligus mencintai bangsa itu sendiri. Sekolah? Di saat normal juga ada batik yang malah sudah menjadi pakaian seragam wajib pada hari tertentu.

Inilah yang menjadi kelebihan batik. Berbaju atau berpakaian batik, itu memang membuat tampilan seseorang itu lebih canti. Kapan pun dan dipakai dalam acara apapun, batik yang merupakan hasil asli tanah air, itu selalu bisa membuat penampilan seseorang semakin cantik, semakin menarik dan tentu saja semakin menawan dan anggun.

Lalu kapan seringnya orang memakai batik? Sesungguhnya menggunakan batik tidak hanya saat menghadiri acara pernikahan atau acara formal lainnya seumpama acara perpisahan (pisah-sambut), acara pengajian dan lainnya, berbatik juga bisa dipakai di berbagai acara santai lainnya.

Saat ini kita saksikan ternyata perkembangan zaman dan perubahan sikap pengguna dan penyuka batik juga berkembangnya dunia fashion dengan bahan batik. Batik ternyata telah pula menjadi salah satu kain yang bisa dijadikan berbagai pakaian untuk bergaya, modis, anggun serta menawan orang yang melihatnya. Batik telah masuk ke dunia mode juga.

Setelan batik juga bisa fleksibel. Tidak kaku. Bahkan dipadukan dengan celana jins juga kelihatan anggun. Atau dibuat dress sepanjang lutut hingga dibuat gaun panjang yang lebih agamais juga bisa. Seperti ditulis di banyak media, terutama majalah mode, “Dibuat atasan yang cute dan menawan hingga dibuat rok bahkan kulot, kain batik selalu bisa membuat penampilan kita makin elegan,” kata fimela.com (02.10.2018). Artinya pakaian batik tidak lagi menjadi pakaian yang penggunaan dan modelnya terbatas.

Di Hari Batik Nasional, ini sejatinya kita menggunakan batik. Sekurang-kurangnya dalam satu hari istimewa ini. Kita budayakan hasil kebudayaan kita. Hasil pakai hasil pakaian kita. Bahwa Negara dan Bangsa lain juga merasa berhak memakai pakaian batik, bahkan ada sinyalemen negerara tertentu menganggap batik adalah milik negaranya, jangan sampai membuat kita justeri lalai untuk memelihara baju dan pakai batik ini. Mari kita berbatik. Memakai batik membuat canti, percayalah itu.***

Artikel yang sama di www.mrasyidnur.gurusiana.id

15 September, 2020

Catatan Tersisa dari Webinar XI Media Guru Indonesia (Bag. 1)

Catatan Tersisa dari Webinar XI Media Guru Indonesia (Bag. 1)



Catatan Webinar XI Media Guru Indonesia (Bag. 1)

Tantangan Gurusiana Hari ke-243

AHAD, 13 September 2020. Cuaca tidak sejuk di sini seperti hari-hari sebelumnya. Kemarin sejuk bukan karena  musim dingin. Hanya karena beberapa hari kemarin hujan rajin mengguyur bumi kami. Syukurnya cuaca bagus dan akan bagus pula pengaruhnya kepada yang lain. Terutama PLN dan signal internet, suka terpengaruh cuaca.

Hari ini penting berharap cuaca bagus. Akan ada webinar Media Guru. Webinar ke-11 dengan tema Pejuang Literasi. Empat orang pejuang literasi dari 123 orang gurusianer MGI (Media Guru Indonesia) yang tulisannya lolos masuk baku antologi MGI akan tampil. Buku berjudul Pejuang Literasi itu akan diluncurkan pada webinar ini. Dan empat orang dari penulis buku Antologi itu akan tampil pada  Webinar XI Media Guru Indonesia ini. Mereka adalah,

1)      Ade Kurniawati (Guru BK SMA Negeri 5 Sijunjung)

2)      Supardi Harun Arrasyid (Kepala Perpustakaan SMP IT Citra Bangsa)

3)      Abd Rauf (Pengawas di Sulsel)

4)      Fitria Nurrosyidah (Kepala Sekolah)

Menjadi host adalah Ibu Wiwik dengan moderator Ibu Sri subekti. Dia yang akan memandu diskusi dengan narsum empat orang itu. Dan istimewanya pada webinar ini hadir Mas Eko yang adalah Pimred Media Guru. Dia tampil sebagai keynote speaker dalam webinar inhi.

Ada banyak pesan-pesan Mas Eko kepada peserta webinar. Setelah menyatakan rasa gembiranya sekaligus memberikan penghormatan kepada petinggi Media Guru Indonesia, Pak Ihsan dia memimpin doa. Mas Eko juga menyapa Bu Wiwik dan dua moderator yang bertugas.

Pesan pertama dari Mas Eko adalah bahwa covid-19 itu nyata ada. Bukan fiksi. Maka ikutilah protokoler kesehatan sebagaimana Pemerintah selalu mengingatkan. Dengan mimik wajah sedih Mas Eko memimpin membaca alfatihah yang secara khusus juga disampaikan kepada isteri Pak CEO.

Lalu, dia menegaskan bahwa roh dan jiwa Media Guru itu adalah literasi itu sendiri. Ini sesuai dengan teman webinar hari ini, Pejuangan Literasi. Mas Eko menjelaskan salah satu kasus yang dia temukan di awal akan hadirnya Media Guru, yaitu diketahuinya ada guru melakukan plagiarisme. Atas dasar itulah muncul ide untuk membuat gerakan literasi agar guru punya wadah dan kesempatan untuk menulis. Salah satu gagasan itu adalah dengan mendirikan medianya, blog gurusiana. Pak Ihsan menggagas lahirnya wadah berupa blog yang diharapkan bisa menampung dan menyalurkan kegiatan literasi guru ini. Hebatnya, hingga saat ini sudah hampir 76 ribu orang menjadi anggota Grup FB Media Guru.

Mas Eko juga memberikan contoh seorang dosen yang mendapatkan hadiah rekor Muri karena mampu menulis setiap hari terus-menerus selama tiga tahun. Wow. Ternyata orang yang mampu secara rutin menulis itu sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Mampu menumbuhkan budaya literasi menulis baik untuk dirinya maupun untuk lingkungannya.

Hadirnya MGI dengan facebook dan blognya, lalu membuat banyak program untuk membuat dan menerbitkan buku ternyata saat ini telah muncul ratusan bahkan ribuan penulis buku. Kata Mas Eko lagi sudah 9.000-an buku yang berhasil diterbitkan Media Guru bersama para guru. Padahal dulunya begitu susahnya guru untuk membuat buku. Kini, bahkan dengan program Sasi Sabu, para siswa pun sudah mampu membuat buku. (bersambung)


06 Juli, 2020

Kuras Airnya, Tangkap Ikannya (Catatan Goro Keluarga)

Kuras Airnya, Tangkap Ikannya (Catatan Goro Keluarga)



JUMAT (03/07/2020) itu awal mulanya. Saya melihat seekor ikan nila mengambang mati. Mungkin airnya sudah kotor lagi. Besoknya dua ekor lagi. Saya berpikir, ini masalah. Tidak boleh dibiarkan lama. Akhirnya dikuras airnya. Niatnya membersihkan. Setelah satu-dua hari belakangan, kami membicarakan beberapa ekor ikan yang mengambang di kolam belakang rumah,itu kami ingin menguras air kolam itu. Sudah empat ekor yang mati dalam tiga hari. Sementara ini kami hanya menduga-duga mengapa dia mati. “Mmungkin ikannya keracunan. Atau boleh jadi karena kelebihan kapasitas.” Saya dan isteri menduga begitu saat kami membicarakannya.

Ikan nila di kolam belakang rumah itu memang termasuk cepat beranak-pinaknya. Dan jika sudah terlalu banyak, kami biasanya menguras airnya untuk dibersihkan dengan mengganti airnya. Lalu sebagian yang agak besar akan kami asingkan (tidak dimasukkan lagi) untuk dimasak sebagai lauk, tentunya. Dengan begitu ikannya tidak terlalu bersempitan di dalam kolam berukuran setengah meter (lebar) dan panjang tiga meter dengan kedalaman kurang dari satu meter itu.

Kolamnya sendiri sungguhnya bukanlah kolam ikan yang disengaja dibuat untuk kolam ideal. Dulu, kolam, itu hanyalah parit (longkang) yang terletak menyusuri pagar di belakang rumah kami. Karena di sebelahnya ada lobang septitank yang tidak jadi dipakai untuk pembuangan kotoran itu, dan justeru menjadi bak ikan, akhirnya parit di sampingnya itu diisi air juga. Jadilah kolam ikan untuk jenis ikan nila itu sedangkan yang satunya dipakai untuk jenis ikan lainnya. Sudah beberapa kali kami menguras kedua kolam itu sejak dibuat dan diisi ikan belasan tahun yang lalu.

Ahad (05/07/2020) kemarin kami serumah melaksanakan Goro (Gotong Royong) Keluarga menguras bak ikan itu. Judul Goro itu yang paling tepat tentu saja Kuras Airnya, Tangkap Ikannya. Menguras air kolamnya adalah untuk membersihkan. Sedangkan menangkap ikannya tentu saja untuk dimasak buat makan siangnya. Sekeluarga kami merapat ke kolam. Tentu saja isteri saya tidak ikut menimba dan mengangkat air kolam itu. Dia cukup menonton memberi semangat saya dan dua anak saya, Ery dan Opy. Bahkan dia sambil menggendong cucu melihat kami bekerja, berbasah-basah. Heh, asyik juga.

Puluhan bahkan mungkin ratusan ember seukuran lima liter air bergantian diangkat oleh Ery dan Opy dari kolam. Saya sendiri ikut membantu dengan ember lain yang lebih kecil. Sangat berat menimba air kolam dengan cara manual begitu. Tapi harus tetap dilakukan. Air kolam yang lebih tepat disebut bak, itu harus dikuras habis. Ikan-ikan yang bergeleparan menjelang air kian sedikit ditangkap menggunakan tangguk berjaring benang nilon. Setiap ikan yang ditangkap dimasukkan ke dalam ember-ember berisi air untuk membuatnya bertahan hidup. Tujuannya agar ikan-ikan yang lebih kecil bisa bertahan dulu sebelum nanti kembali di masukkan ke dalam kolam.

Sangat membahagiakan rasanya bersama anak-anak dan isteri di hari libur, di ujung pekan itu. Butuh waktu hampir tiga jam untuk menguras air dari kedua bak, eeh kolam ikan itu. Si Ery saya lihat begitu bersemangat di bagian dalam kolam. Sedangkan Opy menyambut ember yang sudah diisi abangnya untuk dibuang airnya. Sekali lagi, sangat membanggakan menyaksikan keduanya bekerja menguras air kolam itu.

Setelah airnya hampir terkuras semuanya, ikan-ikan yang berukuran besar pun sudah dipisahkan, akhirnya ikan-ikan lainnya kembali dimasukkan ke dalam kolam. Beberapa ekor ikan patin, kami berikan secara gratis ke beberapa tetangga di sekitar rumah kami. Semoga mereka senang menerima ikan yang hampir berbobot dua kg per ekor itu. Saya dan isteri tentu saja sangat bangga dapat berbagi hasil kolam itu dengan tetangga yang ada.

Untuk ikan nila kami menangkap (memisahkan) hampir dua kg atau 10-an ekor. Ikan nila memang lebih kecil ukurannya. Sedangkan untuk kolam satunya, kami menangkap empat ekor ikan patin dari 10-an ekor patin yang masih ada di dalam kolam. Diambil yang besar, yang beratnya seukuran dua kg per ekor. Tidak disangka kalau ikan itu sudah begitu besarnya setelah di sana cukup lama. Saat pertama memasukkannya, dulu ukuran ikan patin itu masih sebesar telunjuk jari orang dewasa. Kini, sungguh besar. Alhamdulillah, untuk lauk makan siang kami sudah tidak harus ke pasar lagi.***

Juga di: https://mrasyidnur.gurusiana.id/article/2020/7/kuras-airnya-tangkap